Mengharukan Qurban Bersama Pengungsi Rohingya

MENGHARUKAN QURBAN BERSAMA PENGUNGSI ROHINGYA

LAZISWahdah.com – Sabtu, 02/09/2017 LAZIS Wahdah kembali menyalurkan sapi qurban dengan penerima manfaat qurban kali ini adalah para pengungsi Rohingya. Sapi qurban ini merupakan hewan qurban dari satu muhsinin yang tidak ingin disebutkan namanya. Pemotongan hewan qurban dipusatkan di Jl. Mappaodang-Makassar.

Pengungsi Rohingyah di Makassar, berjumlah 226 orang, jumlah yang terbilang sangat banyak. Mereka terpaksa meninggalkan desa kelahirannya karena begitu kejamnya rezim pemerintah Myanmar yang menindas Muslim Rohingya. Tinggal secara terpencar di kota daeng ini dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan ada salah satu dari pengungsi yang masih anak-anak menderita leukimia. Sebagai imigran, para pengungsi ini dibatasi ruang gerak dan aktivitasnya seperti tidak boleh bekerja dan menikah.

Ustadz Nur Islam, salah satu diantara tokoh yang dituakan para pengungsi Rohingyah ini menuturkan “Sudah 6 tahun kami berlebaran di Makassar namun tak pernah mendapatkan daging qurban. Alhamdulilah tahun ini dengan difasilitasi LAZIS Wahdah kami bisa juga merasakan daging qurban. Ini adalah nikmat yang besar yang patut kami syukuri.”

Ustadz yang tinggal di Indonesia sejak 21012 ini pula yang memimpin jalannya penyembelihan sapi qurban. Daging qurban selanjutnya ditimbang dan dibagikan secara merata kepada seluruh pengungsi Rohingyah yang sebelumnya dicatat nama-namanya.

“Sebelum maghrib kami mesti menyelesaikan dan membagikan daging qurban ini. Inipun mesti segera dimasak karena kami tidak memiliki pendingin untuk menyiman daging.”ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/Kw2U3D

💎 LAZIS Wahdah membuka saluran donasi para muhsinin untuk membantu Muslim Rohingya melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451), dan konfirmasi transfer melalui WA/SMS ke 082315900900

Selain program Qurban Bersama Pengungsi Rohingya, Anda juga dapat berkontribusi untuk memberikan donasi pada program-program Lazis Wahdah Jakarta lainnya.

 

Qurban Bersama Pengungsi Rohingya Qurban Bersama Pengungsi Rohingya Qurban Bersama Pengungsi Rohingya Qurban Bersama Pengungsi Rohingya Qurban Bersama Pengungsi Rohingya

Qurban Wahdah Jakarta

QURBAN Wahdah Jakarta Mencapai 500 Kg Daging

QURBAN Wahdah Jakarta Mencapai 500 Kg Daging

Jumat 10 Dzulhijjah Tahun 1438 H / 1 September 2017 DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan Shalat Idul Adha, penyembelihan hewan qurban dan distribusinya secara gotong royong bersama lembaga – lembaga di sekitar Depok dan Jakarta.

Diantara lembaga – lembaga tersebut adalah LAZIS Wahdah, Yayasan Al Hijaz al Khairiyah, DPD- DPD di Jakarta dan Depok, dan beberapa Pesantren/Sekolah binaan yaitu Pondok Tahfidz Raudhat Huffadz Pondok Cabe, Akademi Al Qur’an dan Dakwah, PIBQ Al Ihsan, dan SD Qur’an Depok.

Distribusi hewan qurban kali ini mendapatkan amanah sejumlah 75 ekor kambing, dan 5 ekor sapi yang mencapai total 567 kg daging. Para penerima daging qurban tersebut yaitu anak-anak yatim 60 orang, santri penghafal al Qur’an 190 orang, Dhuafa dan thalabul ‘ilmi 130 orang. Lokasi penyebaran meliputi : Depok, Cibinong Bogor, Jaktim, Jaksel, Jakut. Semoga Allah menerima amal Ibadah shahibul qurban, panitia, dan seluruh pihak yang terkait.

Bagi yang ingin memulai investasi amal pengadaan hewan qurban lebih dini, dapat menghubungi panitia dg kontak hp 082387900900 (wa/sms/call). (ihs)

Tebar Qurban

MERAIH DERAJAT TAKWA DENGAN QURBAN

🐑 MERAIH DERAJAT TAKWA DENGAN QURBAN

Qurban yang dilaksanakan dengan ikhlas merupakan simbol ketakwaan seorang hamba dan kecintaannya kepada Allah. Allah berfirman; “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”. (Al-Hajj; 37).

Mengingat hal tersebut, maka Allah sangat mencintai ibadah itu -bahkan- lebih dari kecintaan-Nya kepada ibadah lain yang dilakukan pada hari ke-10 di bulan Dzulhijjah tersebut, sedangkan –dikesempatan lain- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan bahwa sekecil apapun amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari itu (sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah), maka nilainya disisi Allah akanlah lebih mulia, bahkan meski dibandingkan dengan jihad –sekalipun- yang dikerjakan diluar hari-hari itu, kecuali mereka yang syahid dalam jihadnya.

Maka bila demikian keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, lantas bagaimanakah pahala yang Allah Subhanahu wa ta’ala siapkan bagi orang-orang yang berkurban pada hari ke-10 di bulan tersebut ?

Ada 200 an santri penghafal dan pelayan (pengajar) al-Qur’an yang menjadi mitra LAZIS Wahdah di Jakarta dan sekitarnya yang siap menyalurkan hewan qurban anda. Kami berharap anda menjadi salah satu yang dapat mendukungnya.

🎉 Tebar Qurban Nusantara “TQN” 1438 H/2017 M
Ayo Berqurban, Qurban Wujud Iman dan Peduli

🐂 Mari berqurban bersama para Dai Nusantara pelayan al Qur’an melalui LAZIS Wahdah. Qurban anda akan disebarkan dengan sasaran penyebaran seperti kaum dhuafa, binaan da’i, tahfizh, yatim, muallaf dan daerah minoritas.

🐏 Harga hewan Qurban:
1. Sapi mulai Rp 11,2Jt / ekor (luar Jawa)
2. Sapi mulai Rp 21Jt/ekor (Jawa)
3. Kambing mulai Rp 1,9Jt/ekor

(Harga sudah termasuk biaya operasional & kelebihan dana akan disedekahkan)

💰 Cara Pembayaran :
1⃣ Datang Langsung ke Kantor LAZIS Wahdah Jkt, Jl. Warung Buncit 36, Pasar Minggu Jaksel
2⃣ Transfer ke rekening 459 900 900 6 Bank Mandiri Syariah a.n. Lazis Wahdah Qurban. Tambahkan Rp 300,- di akhir transfer. Contoh Rp 21.000.300,- lalu konfirmasi via WA/SMS ke 082315900900
3⃣ Dijemput, hubungi 082315900900

💌 Salam TIM LAZIS Wahdah

Amal Shaleh yang Ditekankan Pada 10 Hari Awal Dzulhijjah

Assalamu’alaikum wrwb ustadz, tanya amaliyah apa saja yg saya harus lakukan di bulan dzulhijjah menurut alqur’an wa assunnah. Syukron.

Jawaban :

walaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Amal Shaleh yang Ditekankan Pada 10 Hari Awal Dzulhijjah

Pada dasarnya semua amal shaleh dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Berdasarkan keumuman hadits Rasulullah shallallah ‘alaiahi wa sallam, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah”, (HR. Bukhari), dan “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama ini” (HR. Ahmad).

Namun ada beberapa amal shaleh yang secara spesifik dikaitkan dengan bulan Dzulhijjah atau sepuluh hari pertama pada bulan ini, seperti shiyam (puasa), haji dan umrah, kurban, serta dzikir berupa tahlil, tahmid, dan takbir.

Haji dan Umrah

Bulan Dzulhijjah identik dengan ibadah haji dan umrah. Karena pelaksanaan ibadah ini (haji) terikat dengan masalah waktu, yakni bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu haji merupakan amalan paling utama di bulan ini.

Haji merupakan rukun Islam kelima bagi yang mampu. Ia diwajibkan sekali dalam seumur hidup. Keutamaanya dijelaskan dalam banyak hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan; “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). Dalam hadits lain beliau menyebut haji sebagai amalan paling afdhal (HR. Bukhari). Haji juga dapat menghilangkan kefakiran dan dosa. Rasul bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih).

Kurban

Selain ibadah haji dan umrah, ibadah lain yang diidentikkan dengan bulan dzulhijjah adalah kurban. Karena ibadah ini hanya diperintahkan pada bulan dzulhijjah. Perintah berkurban dinyatakan oleh Allah dalam surah al-Kautsar ayat 2; “dan shalatlah karena Tuhanmu serta menyembelilah”. Makna fanhar (menyembelilah) dalam ayat ini adalah sembelilah hewan kurban sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang banyak kepadamu.

Hukum ibadah kurban adalah sunnah muakkadah. Namun yang mampu ditekankan untuk berkurban. Bahkan Nabi melarang orang mampu yang tidak berkurban untuk mendekati tempat shalat beliau pada hari ‘ied. Beliau mengatakan;

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا” – رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه ُ

Siapa yang memiliki kemampuan tetapi tidak berkurban makan jangan mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Hakim).

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Amalan yang juga ditekankan pada hari-hari yang mulia ini adalah memperbanyak tahlil (ucapan La Ilaha Illallah), tahmid (alhamdulillah), dan takbir (Allah Akbar). Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan hadits Nabi tentang hal ini.

ما من أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر , فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد .

Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama ini. Maka pada hari hari itu perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ahmad dalam Musnad dan Ath Thabrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum pernah keluar ke pasar pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka berdua bertakbir, lantas orang-orang turut bertakbir bersama mereka. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat.

Selain dzikir dengan membaca tahlil, tahmid, dan takbir dianjurkan pula memperabnyak dzikir-dzikir yang lain. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Berdzikirlah pada hari-hari yang ditentukan, yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan hari-hari tasyriq [11-13 Dzulhijjah]”. (HR. Bukhari secara mu’allaq).

Puasa

Diriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana dituturkan oleh sebagian istri beliau;

أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَتِسْعًا مِنْ ذِى الْحِجَّةِ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyura, pada sembilan hari Dzulhijjah, dan pada tiga hari dalam sebulan: senin awal dari bulan (berjalan) dan dua kamis.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai, dan Al-Baihaqy serta dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Jika tak dapat puasa sembilan hari, minimal memperbanyak puasa pada hari-hari tersebut. Jika tidak dapat dan tidak sempat sama sekali, maka jangan sampai ketinggalan dari puasa hari ‘Arafah. Keutamaan puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, sbagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam Beliau bersabda;

صوم يوم عرفة يكفر سنتين, ماضية ومستقبلة

Puasa ‘Arafah menghapus dosa dua tahun, yakni tahun lalu dan tahun mendatang”, . . (HR. Ahmad dan Nasai).

Amal Shaleh Lainnya

Selain amalan yang disebutkan di atas hendaknya memperbanyak pula amalan-amalan yang lain. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Nabi tentang keagungan dan kecintaan Allah terhadap amal shaleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Diantara amal shaleh yang perlu mendapat perhatian seperti menjaga shalat berjama’ah di awal waktu, membaca dan menelaah al-Qur’an, bersedekah, menghadiri majelis ilmu, berda’wah, menjaga shalat sunnah, memelihara akhlaq dan adab Islami, dan sebagainya. Wallahul muwaffiq ilal ‘ilmin nafi’ wal ‘amalis Shalih. (sym).

Hikmah Di Balik Ajaran Berqurban

UZR Hikmah Ajaran Berqurban

UZR Hikmah Ajaran Berqurban

Berqurban adalah ujian dan bukti cinta.

Mana yang lebih besar, kecintaan kita kepada Allah atau kepada selain-Nya ?
Ibadah qurban ini untuk membuktikan bahwa kita siap memberikan apa yang kita cintai untuk Allah Subhanahuwata’ala. Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mempersembahkan Nabi Ismail ‘alaihissalam yang sangat beliau cintai.

~ Ustadz. Muhammad Zaitun Rasmin ~

Tebar Qurban

TEBAR QURBAN NUSANTARA “Wujud Iman dan Peduli”

Berikut Harga Sapi dan Kambing
TEBAR QURBAN NUSANTARA
“Wujud Iman dan Peduli”

🐂 SAPI :
A. Ekonomis : mulai Rp 11.200K/Ekor
B. Standar : mulai Rp 21.000K/Ekor
C. Premium : mulai 35.000K/Ekor

🐑 KAMBING :
A. Ekonomi : mulai Rp 1500K/Ekor
B. Standar : mulai Rp 2000K/Ekor
C. Premium : mulai Rp 3000K/Ekor

“Membantu Juga Tebar Qurban di Palestina”

📱 Informasi :
082315900900 (sms/wa/call)

🍂🍂🍂
Published by LAZIS Wahdah Jakarta
“Melayani dan Memberdayakan”

 

Tebar Qurban

Harga Qurban

⁠⁠⁠TANYA JAWAB SEPUTAR QURBAN

⁠⁠⁠TANYA JAWAB SEPUTAR QURBAN

  1. Daging sapi kurban harus dibagi 7?
    JAWAB: Tidak harus dibagi tujuh, bisa satu orang, atau dua, maksimal tujuh orang untuk satu sapi

  2. Apakah yang berkurban boleh makan daging kurbannya?
    JAWAB: Boleh, bahkan disunnahkan

  3. Kalau boleh, berapa bagian yang bisa diambil oleh yang berkurban?
    JAWAB: Tidak ada ukuran tertentu, boleh sepertiga sebagaimana amalan sebagian sahabat

  4. Siapa saja yang berhak mendapatkan daging kurban?
    JAWAB: Pemilik kurban, fakir miskin dan boleh diberikan kepada orang yang mampu sebagai hadiah

  5. Bagaimana cara pembagian daging kurban?
    JAWAB: Boleh dibagi tiga, sepertiga untuk pemilik kurban, sepertiga untuk fakir miskin dan sepertiga hadiah untuk siapa yang diinginkan walaupun orang yang tergolong mampu

  6. Panitia kurban dapat bagian daging kurban?
    JAWAB: Boleh diberikan sebagai sedekah kalau miskin atau hadiah kalau orang yang mampu, TIDAK BOLEH diberikan sebagai upah kepanitiaan

  7. Daging kurban bisa dimasak dulu baru dibagi atau memanggil keluarga / tetangga untuk makan?
    JAWAB: Kedua-duanya boleh

Wallaahu a’lam

Dijawab oleh tim Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah