Lazis Wahdah Berbagi di Ujung Negeri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan RI-Malaysia

Lazis Wahdah  Berbagi di Ujung Negeri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan RI-Malaysia

Lazis Wahdah Berbagi di Ujung Negeri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan RI-Malaysia

Kegiatan Berbagi Di Ujung Negeri ini merupakan salah satu kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh LAZIS Wahdah Nunukan dalam rangka melayani ummat selama bulan suci Ramadhan.

(Nunukan) wahdahjakarta.com| Tak ada yang istimewa dari pondok kayu berlantai dua tersebut. Dibuat dari kayu-kayu disusun, bentuknya kotak dibagi menjadi empat ruang, atas dan bawah. Namun, pondok ini berjasa besar dalam menuntaskan rindu para prajurit penjaga perbatasan. Hanya di Pondok Cinta sinyal telepon seluler bisa ditangkap. Itu pun harus dengan cara menggantungkan telepon di dinding luar pondok.

Demikianlah gambaran yang dialami oleh prajurit  Tentara Nasional Indonesia (TNI) penjaga perbatasan Indonesia – Malaysia yang berlokasi di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kerinduan mereka dengan keluarga jangan ditanya lagi. Momentum Ramadhan seperti saat sekarang ini harus mereka lalui dengan sabar karena harus menjalankan tugas negara.

Sabtu (9/6/2018) lalu, LAZIS Wahdah Nunukan bergerak melintasi jalan-jalan setapak menuju pos-pos perbatasan. 70 paket Ifthar disalurkan kepada para prajurit yang ada.

”Alhamdulillah, setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh, mobil kami yang mengangkut paket ifthar tiba di patok tiga wilayah perbatasan,” ujar ustadz Abu Ismail, Ketua LAZIS Wahdah Nunukan.

Kegiatan Berbagi Di Ujung Negeri ini merupakan salah satu kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh LAZIS Wahdah Nunukan dalam rangka melayani ummat selama bulan suci Ramadhan.

”Kami ucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat berharga bagi kami yang di perbatasan. Apalagi kami jauh dari keluarga. Dengan melihat ramainya buka puasa ini, kerinduan kami kepada keluarga sedikit bisa terobati,” ucap salah seorang prajurit.

***

Indahnya berbagi dengan sesama. Mari perbanyak Sedekah untuk membantu orang yang membutuhkan di sekitar kita melalui LAZIS Wahdah dengan nomor rekening sedekah Bank Syariah Mandiri (451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah dan konfirmasi transfer ke 0811 9787 900 (wa/sms).

Semoga di penghujung Ramadhan tahun ini, Allah masih memberikan kita kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, aamiin. []

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Muslimah Wahdah Depok Berbagi Takjil Bersama Yatim dan Dhuafa

Muslimah Wahdah Depok

Muslimah Wahdah Depok Berbagi Takjil Bersama Yatim dan Dhuafa

(Depok) wahdahjakarta.com| Sabtu (2/06/2018) lalu Muslimah Wahdah Depok (MWD) Depok menggelar kegiatan tebar takjil dan pembagian sembako. Sebanyak 100 paket ifhtar 20 paket Sedekah anak yatim dibagikan di  Mesjid Azmidiniyah , Jl Kober Gg kesadaran Pd Cina, Beiji Depok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program #TebarIftharNusantara yang dihelat oleh ormas Wahdah Islamiyah secara nasional. Menurut pengurus MWD Depok, kegitan yang tebar takjil yang dilaksanakan di Pondok Cina merupakan tahan yang kedua.

“Ini tahap kedua yang beralangsung di Depok setelah sebelumnya berlangsung di Perkampungan pemulung 2 lokasi di kec, Sukmajaya, Depok dengan Tebar Ifthar (takjil) sebanyak 100 paket”, ujarnya.

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari #SalamRamadhan ini menghadirkan Ustadzah Ellis yang memberikan tausiah seputar keutamaan puasa. Sebagian peserta yang hadir juga berkomitmen untuk belajar Islam secara instensif dan belajar Al-Qur’an setiap Jum’at pagi. Semoga kedepan jalinan ukhuwah antar para pengurus dakwah dengan masyarakat senantiasa terjalin dengan erat.

Kegatan ini merupakan salah satu dari program #TebarIftharNusantara dan Ramadhan Ukhuwah yang digelar Wahdah Islamiyah secara nasional. Program lainnya adalah Tebar Sembako Nusantara, Tebar Al Quran Nusantara, Kado lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Dai, dan Tebar Mukena Nusantara.

Khusus program tebar takjil (ifthar) Wahdah  Islamiyah menargetkan 100.000 paket secara nasional.  Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Wahdah Islamiyah Depok, WI Depok  menargetkan 2000 paket insyaAllah”. [sym].

LAZIS Wahdah Gelar Buka Puasa Bersama Pengungsi Rohingya

LAZIS-Wahdah-Gelar-Buka-Puasa-Bersama-Pengungsi-Rohingya

(Bangladesh) wahdahjakarta.com| Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Wahdah Islamiyah (LAZIS Wahdah) menggelar buka puasa bersama pengungsi Rohingya di Masjid Wihdatul Ummah, Jadimora, Nay Para, Tekhnaf-HWY, Coxs Bazar, Bangladesh, pada Jumat (25/5/2018 ).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ribuan pengungsi Rohingya ini LAZIS Wahdah menyalurkan 2.500 paket hidangan buka puasa.

Masjid Wihdatul Ummah merupakan salah satu masjid terbesar yang dibangun oleh Wahdah Islamiyah di sisi kamp pengungsian dengan tanah wakaf dari penduduk setempat.

Masjid dengan luas 48 x 60 meter persegi tersebut mulai dibangun pada Desember tahun 2017 dan telah rampung serta resmi dimanfaatkan oleh pengungsi pada hari Jumat 2 Maret 2018 lalu.

Selain Masjid Wihdatul Ummah, Wahdah Islamiyah juga telah merampungkan lima masjid di kawasan kamp pengungsian lainnya.

”Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia akhirnya Wahdah Islamiyah bisa merampungkan enam Masjid untuk para pengungsi Rohingya di Bangladesh,” ucap ustadz Syahruddin C Asho, Sabtu (26/5).

Selain di masjid Wihdatul Ummah, LAZIS Wahdah juga menyalurkan paket buka puasa untuk pengungsi Rohingya di lokasi yang lain.

LAZIS-Wahdah-Gelar-Buka-Puasa-Bersama-Pengungsi-Rohingya

“Penyaluran buka puasa ada 7 lokasi, 1 titik di masjid jami Wihdatul Ummah, 4 titik di masjid dalam kamp yang kita bangun untuk pengungsi, 1 titik di kompleks sekolah tahfizh Ummatan Wahidah, dan juga di salah satu masjid yang kita bantu renovasinya dulu.” Jelas Syahruddin.

Ramadhan tahun ini, Wahdah Islamiyah melalui LAZIS Wahdah menjalankan berbagai macam program untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Selain Program pendidikan lewat sekolah permanen dan madrasah masjid yang LAZIS Wahdah bangun sebelumnya, program Tebar Ifthar juga sampai ke kamp pengungsian, juga ada program Tebar Al-Qur’an dan bantuan bahan kebutuhan pokok di kamp pengungsian.

LAZIS Wahdah akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat Rohingya yang telah bertahun-tahun merasakan penindasan dan terusir dari negerinya sendiri.

Ayo, terus kirimkan doa dan donasi wujud Peduli Rohingya. Donasi Peduli Rohingya dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri , No Rekening: 799.900900.4 a/n LAZIS Wahdah Care, konfirmasi: 085315900900.[]

Sempat Ditahan Tentara Israel, Bantuan Masyarakat Indonesia Tiba di Masjid Al-Aqsha

Lazis Wahdah

Sempat Ditahan Tentara Israel, Bantuan Masyarakat Indonesia Tiba di Masjid Al-Aqsha

(Yerussalem) wahdahjakarta.com| Ribuan paket bantuan buka puasa masyarakat Indonesia melalui Wahdah Islamiyah (WI) untuk masyarakat Palestina akhirnya berhasil menembus brikade tentara Israel.

Tidak seperti Ramadhan tahun lalu, aparat keamanan Israel di tahun ini melarang berbagai bentuk bantuan masuk ke area kota tua Yerussalem.

Namun setelah melakukan lobi dan negosiasi yang memakan waktu lama sehari sebelumnya, akhirnya truk pengangkut bantuan bisa tiba di halaman kompleks Masjid Al Aqsha Jumat sore (25/05/2018) lalu.

Buka puasa di masjid al-Aqsha ini merupakan salah satu program dari kerjasama Wahdah Islamiyah dengan Lembaga internasional IHYA yang berpuasat di Turki.

lazis Wahdah

”Program ini adalah tindak lanjut dari MoU Wahdah Islamiyah dengan Yayasan Ihya Turki bulan lalu di Turki. Dimana disepakati untuk kerja sama dalam program menjaga eksistensi Al Aqsa dari penjajahan bangsa zionis,” ucap ustadz Syahruddin C Asho, Direktur LAZIS Wahdah, Sabtu (26/5).

Mari buktikan kepeduliaan kita terhadap Palestina demi eksistensi Masjid Al Aqsha sebagai bagian dari agama kita melalui donasi kemanusiaan LAZIS Wahdah. Salurkan bantuan Anda melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Ayo bergerak berjuang bersama menyelamatkan Masjid Al Aqsha dan Palestina. [sym]

Sumber : https://goo.gl/sdbgDS

Demi Kesembuhan Anaknya, Ibu Lina Sampai Jual Pakaian

Demi  Kesembuhan Anaknya, Ibu Lina Sampai Jual Pakaian

(Jakarta) wahdahjakarta.com| Kamis (24/05/2018) lalu Tim LAZIS Wahdah Jakarta berkesempatan berkunjung ke kediaman Ibu Lina Mardiana (52 tahun) di Jl.  Gang Hajjah Raimah RT 001/006 Kelurahan Batu  Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Condet, Jakarta Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari program #RamadhanUkhuwah yang dilaksanakan oleh ormas Wahdah Islamiyah secara nasional.

Dalam kunjungannya, LAZIS Wahdah Jakarta menyalurkan bantuan dari para muhsinin dan donatur untuk membantu pengobatan Lidia,  anak dari Ibu Lina.

Kepada Tim Lazis Wahdah Ibu Lina menuturkan bahwa anaknya yang bernama Lidia Marais telah mengalami gejala anemia pertama kali saat berada di bangku Sekolah Menengah Atas. Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter akhir-akhir ini, bukan anemia yang terdiagnosa tapi empedu yang bocor, lalu kekurangan zat besi dan elektrolit. Sudah banyak pengobatan yang dilalui Lidia. Ibu Lina  juga sudah berusaha semampunya  untuk membiayai kesehatan anaknya, Lidia. “Saya sampai harus menjual pakaian saya mas, karena sudah tidak mampu menebus obat anak saya”, ujar Ibu Lina.

“Sekarang untuk pengobatan anak saya, saya sudah bingung mas. Mau cari kemana lagi biaya kesehatannya mas”,  Ibu Lina menambahkan dengan nada terbata-bata.

Dalam kunjungannya, LAZIS Wahdah Jakarta menyalurkan bantuan biaya kesehatan dari para muhsinin dan donatur untuk membantu pengobatan Lidia,  anak dari Ibu Lina.

Saudaraku, apa yang kita rasakan saat ini baik itu berupa kesehatan dan kesempatan adalah sebuah anugrah yang sangat diinginkan oleh orang-orang di luar sana. Maka tetaplah bersyukur dan bersabar atas segala apa yang telah diberikan kepada kita.[ism/rsp]

**

Selengkapnya

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2080861495463109&id=1458576761024922

Donasi untuk kesehatan dhuafa bisa disalurkan melalui nomor rekening Bank Syariah mandiri (451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah, dan konfirmasi transfer ke 0811 9787 900 (wa/sms).

LAZIS Wahdah,  ” Melayani dan Memberdayakan”

Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan Silaturrahim dengan Komunitas SEKOJA

(JAKARTA) wahdahjakarta.com| Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) melakukan  silaturrahim dengan komunitas   Sekolah Anak Jalanan (SEKOJA).  Dalam silaturrahim ini  Ketua DPD Wahdah Islamiyah Jaksel Ustadz Muhammad Anas Syukur juga berbagi korma untuk selanjutnya disalurkan komunitas Sekoja kepada anak yatim dan dhuafa  melalui program sebar takjil, santunan, dan buka puasa bersama yang digelar  di taman  Marthatiahahu, Blok M yang dilaksanakan pada hari Ahad (27/05/2018). Acara ini diikuti oleh 30 anak yatim dhuafa yang berada di sekitar Blok M.

Para peserta begitu antusias mengikuti acara yang diadakan oleh komunitas yang kelola oleh berbagai mahasiswa dari universitas di Jakarta ini.

SEKOJA merupakan komunitas pegiat sosial yang digerakan oleh para mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta seperti Univ. STIMIK IIUC, UHAMKA, dan UNJ.

Wahdah Islamiyah tentu sangat mendukung kegitan ini. “Kegiatan semacam ini tentu harus selalu kita dukung, melihat manfaat dan dampak postif yang  didapatan baik secara langnsung maupun tidak langsung”, ujar Ustadz Anas. “Kegiatan  ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, kami akan terus menjaga silaturahim dengan SEKOJA dan ikut aktif mendukung kegiatan sosial disekitar daerah Ibukota Jakarta”, pungkasnya.

(TM)

Program #TebarIftharNusantara Sambangi Santri Tahfidz Cibinong

 Program #TebarIftharNusantara Sambangi Santri Tahfidz Cibinong

(Cibinong) wahdahjakarta.com| Sabtu (26/06/2018) Lembaga Amil Zakat Wahdah Islamiyah Jakarta (Lazis Wahdah Jakarta) kembali menyalurkan pembagian takjil kepada masyarakat.

Kali ini kegiatan yang merupakan bagian dari program #TebarIftharNusantara ini mengambil lokasi di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Tepatnya di Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor. 100 an paket  ifthar berupa tkjil dan makan malam disalurkan kepada para santri penghafal Al-Qur’an yang sedang menjalani Daurah Menghafal Al-Qur’an akhir tahun.

Kegatan ini merupakan salah satu dari program #TebarIftharNusantara dan #RamadhanUkhuwah yang digelar Wahdah Islamiyah secara nasional. Wahdah Islamiyah menargetkan 100.000 paket ifthar secara nasional. Menurut Ketua Lazis Wahdah Yudi Wahyudi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok, Yudi Wahyudi, bahwa DPW WI Jakarta menargetkan 50.000 paket.

Lzis Wahdah juga mengajak untuk mendukung suksesnya program #RamadhanUkhuwah dengan menawarkan donasi pada beberapa program  yang menjadi layanan mitra kaum muslimin berbagi manfaat di bulan mulia ini, yakni:

  1. #TebarIftharNusantara (Rp. 25.000/porsi)
  2. Tebar Sembako Nusantara (Rp. 200.000/paket)
  3. Tebar Al-Quran Nusantara (Rp. 100.000/mushaf
  4. Kado lebaran Yatim (Rp. 250.000/kado)
  5. Bingkisan Lebaran Dai (Rp. 350.000/pack)
  6. Tebar Mukena Nusantara (Rp. 100.000/set)

Cara Berdonasi

  1. Donasi Ramadhan Ukhuwah dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 776 900 9005 a.n. Lazis Wahdah Ramadhan (Kode Transfer ATM Bersama: 451). Tambahkan kode unik 300 di akhir nominal transfer, misal: Rp.100.300
  2. Konfirmasi Transfer Donasi melalui WA/SMS ke 0811 9787 900, ketik : RU/Nama/Alamat/Nama Program/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

LAZIS Wahdah,  Melayani dan Memberdayakan

Ramadhan Bulan masuk syurga sekeluarga

Ramadhan Bulan Masuk Syurga Sekeluarga

Ramadhan Bulan Masuk Syurga Sekeluarga

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kajian Parenting Nabawi Ramadhan
Ramadhan Bulan masuk syurga sekeluarga
🔺🔺🔺🔺🔺
📝 Pemateri :
Al Ustadz Bendri Jaisyurrahman Hafidzahullah
⏰ Hari/ Tanggal :
Rabu 30 Mei 2018
Pkl 08.00 s/d 11.00 WIB
🏫 Tempat : Saung Pondok Laras
Jl komjen yasin 2e kelapa dua ciamnggis Depok
💌 Investasi :
– Infaq terbaik untuk anak2 yatim penghafal Al Quran
📱 Informasi dan Pendaftaran :
Ketik, REG_Kp_NamaLengkap_Nomer WA_Alamat
Kirim ke No. Hp. 08111110948 (call/wa)
🌐 Event by :
Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah Indonesia
– DPD Wahdah Islamiyah Depok
🚩 Supported by :
– Ponpes Tahfidz Al ihsan Kelapa Dua
– Ponpes Tahfidz Raudhatul Huffadz Pondok cabe
– Paud IBQ Al ihsan
– Rumah quran As-Sakinah.
🔴 TERTARIK?, Segera daftar ya. Ingat-ingat! :
– Peserta terbatas Bagi 200 orang
– Pendaftaran Maksimal sampai dengan tgl 29 Mei 2018 pkl 15.00 WIB.
#YuukBantuSebar
#RaihPahala

Keutamaan Bulan Ramadhan [4]: Lailatul Qadr yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

Wahdahjakarta.com| Ketika menyampaikan kabar gembira akan kedatangan Ramadhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa keutamaan bulan Ramadhan. Diantaranya, pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut dikenal dengan sebutan Lailatul Qadr (malam kemuliaan). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، …… ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ ”

Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan yang penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. …… Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan”. (Terj. HHR. Nasai).

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ [٩٧:٣]تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ [٩٧:٤]سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ[٩٧:٥

Lailatul Qadr (malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al Qadr: 2-5)

Para ulama telah menghitung bahwa seribu bulan kurang lebih 83 tahun. Dalam kitab Al-Muwatho karya Imam Malik ada satu riwayat dengan Sanad mursal, bahwa diperlihatkan kepada Rasulullah umur manusia sebelum beliau. Maka seakan-akan beliau merasa umur umatnya terlalu pendek tidak sampai menyamai amal umat yang panjang umurnya, sehingga Allah memberinya Lailatul Qadri yang lebih baik dari seribu bulan.Sungguh, ini merupakan keutamaan yang agung jika seorang hamba Allah mendapatkan malam Lailatul Qadri sehingga ini terhitung mendapatkan keutamaan 83 tahun atau lebih. (Pembahasan selanjutnya tentang lailatul qadri akan diulas pada pembahasan tersendiri insya Allah). [sym].

Sahur dan Berbuka dengan Kurma dan Air Putih; Sederhana Tapi Sehat dan Berkah 

Sahur dan Berbuka dengan Kurma dan Air Putih; Sederhana Tapi Sehat dan Berkah 

Kurma dan Air Putih

Sahur dan Berbuka dengan Kurma dan Air Putih; Sederhana Tapi Sehat dan Berkah

wahdahjakarta.com| Menu makan sahur dan buka puasa Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam sangat sederhana. Yaitu hanya berupa ruthob (kurma basah), atau tamr (kurma kering), atau air putih. Sebagaimana diterangkan dalam banyak hadits, diantaranya;

Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

كان النبي يفطر قبل أن يصلي على رطبات فإن لم تكن رطبات فتميرات فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka puasa sebelum melakukan sholat magrib dengan ruthob, jika tidak ada ruthob (kurma basah)maka beliau berbuka dengan beberapa butir tamr(kurma kering) dan jika tidak ada tamar maka beliau meminum beberapa teguk air putih”. (HR. Tirmidzi: 696).

Hadits di atas menunjukan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan ruthob, jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamr, dan jika tidak ada maka beliau berbuka dengan meneguk beberapa teguk air. Hal ini sekaligus menunjukan bahwa jika ketika seseorang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa untuk berbuka puasa maka dia berbuka dengan makanan apa saja yang halal, jika ia tidak mendapatkan apa-apa juga maka dia meniatkan saja untuk berbuka, karena siapa yang berniat buka puasa maka terhitung telah berbuka berpuasa.

Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sahur dan Berbuka dengan Kurma dan Air Putih; Sederhana Tapi Sehat dan Berkah  Read more http://wahdahjakarta.com/berbuka-dengan-kurma-dan-air-putih-sederhana-tapi-sehat-dan-berkah/

نعم سحور المؤمن التمر

Sebaik-baik (menu) makan sahur seorang Mu’min adalah tamr (kurma).” (HR. Abu Dawud: 23345).

Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘a’aihi wasallam berkata kepadaku -dan saat itu ketika sahur-;

يا أنس إني أريد الصيام أطعمني شيئا، فأتيته بتمر وإناء فيه ماء وذلك بعدما أذن بلال

Wahai Anas, sesungguhnya aku ingin puasa, berikanlah sesuatu makanan padaku.” Maka aku datang kepadanya dengan tamar dan segelas air dan itu setelah Bilal mengumandangkan adzannya.” (HR. An Nasai: 2167).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

تسحروا ولو بجرعة من ماء

Bersahurlah!meski hanya dengan –meminum-seteguk air”. (HR. Ibnu Hibban, No. 3476).

 

Kurma & Air Putih; Sederhana Tapi Sehat dan Berkah

Mungkin sebagian orang akan bertanya. Ngapain harus berbuka dengan kurma atau air putih? Bukankan masih banyak menu makanan dan minuman yang lebih bergizi? Mungkin sebagian orang lebih memilih berbuka puasa dengan minuman suplemen.

Namun bagi seorang Muslim yang komitmen mengikuti dan meneladani Rasul (ittiba’ dan iqtida) selalu yakin bahwa sebaik-baik petunjuk dan resep adalah yang berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkait berbuka dengan air putih dan kurma Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terangkan bahwa masing-masing dari keduanya suci dan mengandung berkah. Sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Salman ibn ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر فإنه بركة فإن لم يجد تمرا فالماء فإنه طهور

Jika salah seorang di antara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih dan suci.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Berkah artinya kebaikan yang banyak dan langgeng. Orang yang berbuka dengan kurma akan memperoleh berkah, berupa pahala dan kebaikan yang banyak. Diantara berkah berbuka puasa dengan kurma adalah mendapatkan khasiat yang terkandung dalam kurma.

Kurma mengandung dzat-dzat penting dibutuhkan setelah seharian lambung kita kosong tidak terisi oleh makanan dan minuman. Karena itu, saat berbuka puasa, organ pencernaan kita (khususnya lambung) membutuhkan sesuatu yang lembut agar dapat bekerja kembali dengan baik. Jadi, makanan yang masuk harus yang mudah dicerna serta mengandung gula dan air dalam satu makanan. Tidak ada makanan yang mengandung gula dan air yang lebih baik daripada yang disebutkan oleh hadits Rasul. Nutrisi makanan yang paling cepat bisa dicerna dan sampai ke darah itu adalah zat gula, terlebih makanan yang mengandung satu atau dua dzat gula. Dan itu terdapat dalam kurma.

Dr. Hissam Syamsi Basya dalam tulisannya sebagaimana dikutip dalam eramuslim.com menjelaskan, berdasarkan penelitian biokimia, satu kurma yang kita makan itu mengandung air 20-24%, gula 70-75%, 2-3% protein, 8,5% serat, dab sedikit sekali kandungan lemak jenuhnya (lecithine). Lain lagi dengan kurma Ruthob yang mengandung 65-70% air, 24-58% zatgula, 1,2-2% protein, 2,5% serat, dan sedikit mengandung lemak jenuh.

 

 Harus Ganjil?

Apakah yang disantap saat berbuka puasa harus berjumlah ganjil? Tidak ada keterangan yang menunjukan dianjurkannya berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil. Yang ada keterangannya adalah berkenaan dengan shalat ‘idul Fithri. Diriwayatkan bahwa sebelum berangkat ke tempat shalat idul Fithri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan kurma dalam jumlah ganjil.

Untuk lebih jelasnya, kami sertakan fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin berkenaan dengan hal itu:

Pertanyaan :

Saya pernah mendengar bahwa orang yang berpuasa wajib berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil, yaitu lima atau tujuh. Apakah hal tersebut (dalam jumlah ganjil) wajib ?

Jawaban :

Hal tersebut tidak wajib, bahkan tidak pula sunnah berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil; tiga, lima, tujuh, atau sembilan kecuali pada hari i’dul fithri. Telah ada hadits yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat melaksanakan shalat pada hari i’dul fithri sampai beliau makan beberapa kurma, dan beliau makan kurma dalam jumlah ganjil. Selain keadaan tersebut maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menyengaja makan kurma dalam jumlah ganjil.  (Sumber:Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullah)

 Penutup & Kesimpulan

Dari penjelasan di atas diperoleh simpulan;

  • Sunnah ber-ifthar (buka puasa) dengan ruthob (kurma mengkal/basah). Jika tidak ada ruthab, maka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada maka dengan air putih.
  • Berbuka dengan kurma dan air putih memiliki dua faidah sekaligus; yakni (a) memperoleh pahala karena mengikuti tuntunan Rasul, dan (b) memperoleh manfaat kesehatan, karena kurma mengandung air putih mengandung dzat yang sangat baik bagi tubuh.

Semoga Allah mengaruniakan taufiq untuk selalu mengikuti sunnah Nabi-Nya dalam setiap ibadah kita. (sym/wahdah.or.id)