Tim Kebersihan Reuni Akbar 212

Reuni Akbar 212, yang Tersisa Hanya Bersih!

Reuni Akbar 212, yang Tersisa Hanya Bersih!

Jakarta – Reuni 212 Sabtu (02/12) telah usai gegap gempita dihadiri sekitar 1 Jutaan orang. Alhamdulillah, atas izin Allah Monumen Nasional (Monas) kembali telah bersih bebas dari sampah.

” Bagus kalau setiap acara besar yang diselenggarakan di Monas harusnya bersih seperti ini”. ujar salah seorang peserta reuni.

Dikabarkan bahwa sampah bekas acara Reunian 212 ini memang sudah di koordinir dengan pihak dinas kebersihan Kota Jakarta bekerjasama dengan relawan dari penyelenggara. Para relawan tidak sedikit yang kemudian disebar di berbagai titik lapangan, disamping juga atas kesadaran dari para peserta sendiri untuk mengumpulkan sampah yang berserakan, sehingga sampah dapat terlokalisir tidak berserakan.(RH).

Relawan Transmitter Suara

Relawan Transmitter Suara dari Panggung Utama 212

Relawan Transmitter Suara dari Panggung Utama 212

Gawean besar Reuni 212 di Monas ini perlu jasa tim relawan khusus yg berpengalaman mengurus tata suara sound system.
Hal ini dibutuhkan agar seluruh rangkaian acara dan pesan-pesan dari para ulama di panggung dapat diterima dg jelas dan baik oleh seluruh massa yang membludak dari segala penjuru.

Adalah Yusuf 44 tahun seorang pedagang alat-alat listrik yg tinggal di jl Kenari menjadi salah satu Tim Relawan Sound Reunian 212.

Menurut ayah dari 2 orang anak ini, pkerjaan sound ini menggunakan tenaga genset berbahan bakar bensin yg butuh 4 liter untuk durasi 3-4jam. Ada 16 titik sound yg kekuatannya mampu menjangkau 6 km dari panggung utama.

Tim relawan ini menggunakn 8 mobil pick up transmitter yg disebar di titik terjauh dan sisanya menggunakan scaffolding di sekitar area yg lbh dekat dengan panggung. Sumber dana diperoleh dari masyarakat perorangan bukan dari lembaga.

Harapan Yusuf terlibat menjadi relawan agar masyarakat yang antusias hadir namun tidak mampu menjangkau panggung utama tetap dapat mengikuti acara dg baik dan dapat mendengarkan pesan dan tausiyah dari para ulama. Sehingga semangat persatuan dan kebangkitan umat terus bergelora dan membekas di hati mereka.

Semoga jerih payah Pa Yusuf dan Tim menjadi ladang amal jariah di akhirat, sehingga gelora 212 terus menyala. Mari bahu membahu berkontribusi untuk umat dengan apa yg kita bisa.(RR).

HRS: Kuatkan Tekad, Jangan Terpecah Belah

HRS: Kuatkan Tekad, Jangan Terpecah Belah

Jakarta – Habib Rizieq Syihab (HRS) Imam Besar FPI memberikan sambutan dari kota Mekkah, Saudi Arabia pada acara Reuni Akbar 212. Acara yang dihelat di Monas pada hari Sabtu, 2/12/2017.

Habib Rizieq berpesan agar umat Islam tetap memegang kuat ajaran Islam. “Kuatkan niat, bulatkan tekad, untuk berpegang teguh dengan agama Allah dan tidak berpecah belah,” pesannya.

Selanjutnya Habib Rizieq membacakan beberapa ayat Al Qur’an:

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Artinya: “Orang-orang yang beriman, mereka berperang fi sabilillah. Dan orang-orang kafir mereka berperang di jalan Thaghut, maka perangilah wali-wali syaithan, sesungguhnya tipu daya syaithan itu lemah.” (Surat An-Nisa’ 76)

“Dalam ayat ini”, lanjutnya, “Allah menyampaikan informasi yang sangat berharga, bahwa tipu daya bala tentara syaithan itu lemah dan teramat rapuh.”
Habib Rizieq melanjutkan, sebesar apapun, sekaya apapun, sehebat apaun senjata mereka, tetap saja itu semua adalah rapuh.

Imam Besar FPI yang saat ini masih bermukim di Saudi Arabia ini juga berpesan bahwa Islam adalah agama yang paling mulia. Maka dari itu, umat Islam tidak perlu merasa lemah.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya: “Janganlah kalian bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, dan kalian adalah umat yang paling mulia jika kalian beriman” (Surat Ali Imran: 139)

“Aksi Bela Islam bukan sekedar pembelaan dari penistan Al Qur’an, tapi juga hingga Al Qur’an tegak di negeri ini. Ayat suci harus berada di atas ayat konstitusi,” pungkasnya. [ibw]

UBN Mengisi Reuni Akbar 212

UBN: Kita Tatap Masa Depan Islam yang Baru di Indonesia

UBN: Kita Tatap Masa Depan Islam yang Baru di Indonesia

Jakarta (wahdahjakarta.com) – Ketua GNPF Ulama Ustadz Bachtiar Natsir (UBN) memberikan tausiyah pada acara Reuni Akbar 212, konsolidasi akbar yang didukung berbagai komponen umat Islam. Reuni dilaksanakan di Monas, Jakarta pada hari Sabtu (2/12/2017).

Ketua GNPF Ulama yang kerap disapa UBN ini menyimpulkan penyebab perpecahan yang selama ini terjadi, berakar pada 2 hal, yaitu : jauhnya umat dari Al Qur’an dan adanya pengelompokan-pengelompokan terhadap umat Islam.

Untuk kasus yang pertama, beliau menyindir masih banyak yang tidak sholat subuh berjama’ah dan mendahulukan membaca Whatsapp dibanding Al Qur’an.

Yang kedua adalah masih adanya gesekan dalan internal umat Islam dikarenakan beberapa perbedaan, seperti organisasi, madzhab, dll.

“Demi Allah, tidak pernah ada di hati saya bahwa NU, Anshor dan Banser melarang saya ceramah. Yang ada adalah karena saya yang jarang silaturahim kepada mereka,” tegasnya.

Berikutnya beliau mengajak agar umat Islam tidak membuka kembali luka sejarah. “Pernah ada luka sejarah di masa lalu. Masyumi pernah kecewa dengan NU, dan NU kecewa dengan Masyumi. Itu adalah ijtihad para pendahulu kita,” kata beliau.

“Kini kita umat Islam perlu membuat ijtihad baru, yaitu bersatunya semua kekuatan Islam baik yang tradisional maupun modernis di Indonesia. Hilangkan syak wasangka, lupakan luka sejarah. Kita menatap masa depan Islam yang baru di Indonesia”, lanjutnya.

Persatuan perlu terus diupayakan karena ada pihak-pihak yang ingin agar umat terus berseteru.

“Mereka, musuh agama dan negara, tidak peduli kamu ini bajunya putih atau hijau, tidak perduli kamu NU atau Muhammadiyah, mereka tidak peduli bangsa negara ini hancur. Yang mereka mau adalah kita umat berpecah belah, bawa lari kekayaan Indonesia yg luar biasa ini,” pungkasnya. [ibw]

Reuni 212

Reuni 212 Berdayakan Ekonomi Ummat

Reuni 212 Berdayakan Ekonomi Ummat

Jakarta – Diadakannya perhelatan Reuni 212 merupakan perwujudan kesyukuran atas nikmat berakhirnya rezim penghina Alqur’an. Gerakan 212 merupakan respon terhadap keangkuhan salah satu penguasa di Jakarta kala itu, yang menghina Alqur’an sedemikian rupa, sehingga Ummat meresponnya dengan gegap gempita.

Reunian kali ini, peserta yang hadir diperkirakan 1Jutaan orang. Kedatangan para peserta dari berbagai daerah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di sekitar Istiklal dan Monas, bahkan banyak pedagang yang sengaja hadir dari luar kota.

Diantara para penjual yang hadir terdiri dari kuliner, busana muslim, cendera mata 212, sampai pendaftaran koperasi 212. Jika setiap orang membelanjakan rupiahnya senilai Rp 20.000,- maka sebanyak 20 M perputaran uang di lokasi dalam sehari, belum termasuk ongkos transport, dsb. Suatu angka yang cukup fantastik, dan menjadi modal bagi hadirnya perekonomian “berdaya” khususnya bagi UKM. (ayd).

PimpinanDPR Ikut Semangati Reuni Akbar

Pimpinan DPR Ikut Semangati Reuni Akbar

Pimpinan DPR Ikut Semangati Reuni Akbar

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah turut menghadiri Reuni Akbar 212 bersama para Habaib, Kiyai, Ustadz, dan tokoh-tokoh nasional lainnya yang dihelat di Monas, Sabtu (2/12/2017).

Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan reuni akbar ini adalah kegiatan konstitusional dan dijamin oleh undang-undang.

Politisi dari Partai Gerindra ini menyatakan bahwa tindakan melarang pengajian adalah tindakan ahistoris atau tidak faham sejarah. “Kalau ada yang melarang pengajian berarti tidak mengerti sejarah”, ungkapnya.

Hal ini karena umat Islam telah memiliki saham yang besar dalam perjuangan bangsa Indonesia. Di antaranya adalah apa yang diperjuangkan oleh M. Natsir pada tahun 1950.

Dari mosi integral yang diperjuangkan oleh M. Natsir itulah lahirnya NKRI setelah sebelumnya dipecah belah dalam bentuk negara serikat bernama RIS (Republik Indonesia Serikat).

Hal senada juga sempat disinggung juga oleh Fahri Hamzah. Apa yang diperjuangkan M. Natsir adalah salah satu sumbangsih umat Islam untuk keutuhan NKRI. [ibw]

Anies Baswedan, Saudara Kecewakan Kaum Pesimis

Anies Baswedan: Saudara Telah Mengecewakan Kaum Pesimis

Anies Baswedan: Saudara Telah Mengecewakan Kaum Pesimis

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir memberikan sambutan dalam acara Reuni Akbar 212 di Monas, Sabtu (2/12/2017).

Anies menyebut areal yang di kenal dengan Lapangan Merdeka ini adalah simbol perjuangan rakyat Indonesia, anak-anak yang dididik untuk jadi pejuang. Lapangan ini menjadi menjadi simbol dari ratusan ribu pejuang kemerdekaan yang menghibahkan nyawanya untuk tegaknya republik Indonesia.

Dalam sambutannya Anies menegaskan kembali dibukanya Monas untuk kegiatan keagamaan. “Alhamdulillah Monas kembali dibuka.
Bukan hanya untuk upacara, tapi juga untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, kebudayaan, dll,” ujarnya.

Selanjutnya dia menyebut bahwa ini Aksi Damai 212 tahun lalu adalah bentuk optimisme dan menyebut pihak-pihak yang tidak setuju sebagai kaum pesimis. Anies berharap kedamaian dan ketertiban itu bisa diulangi hari ini.

“Tahun lalu saudara-saudara telah mengecewakan kaum pesimis. Mereka pesimis, berkumpulnya massa akan memunculkan kericuhan. Buktinya saudara hadir dengan kedamaian dan kenyamanan. Silahkan ulangi lagi hari ini,” imbuhnya.

Mantan Menteri Pendidikan ini juga menyampaikan pesan persatuan. “Persatuan itu diperjuangkan, tidak datang dengan otomatis. Perlu diikhtiarkan. Kebinekaan adalah pemberian yang tidak bisa ditolak namun persatuan harus diperjuangkan,” pesannya.

Anies menyampaikan bahwa Reuni Akbar 212 adalah pesan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia bisa berkumpul dalam jumlah yang sangat besar, namun tetap damai. [ibw]