Nasehat Untuk Calon Ibu

nasehat untuk calon ibu

Dear Calon Ibu

Jadilah perempuan yang bisa membuat anak-anakmu kelak berkata “Ibuku inspirasiku”, kau adalah madrasah pertama untuk anak-anakmu kelak.

Artinya sebelum kau benar menjadi seorang ibu maka kau dituntut untuk terus membekali dirimu dengan ilmu, karena dengan ilmu itulah kau bisa mengajari anak-anakmu bagaimana menjalani hidup dengan penuh kebijakan hati.

Jadikanlah dirimu shalehah, agar dengan keshalehan diri yang dimiliki kau dapat menginspirasi anak-anakmu kelak

Karena bila kau sudah bijaksana menjaga dirimu dengan baik dan benar, maka bukan hal yang sulit lagi untuk kau mengajari anak-anakmu menjadi seperti dirimu, yaitu selalu bijak, baik, benar menurut Allah.

Jadikanlah hatimu cantik, agar anak-anakmu selalu belajar mempercantik hatinya melalui kecantikan hati yang kau miliki

Karena bekal yang paling berharga dari seorang ibu adalah bukan ketika ia telah mampu mewarisi kecantikan fisiknya pada sang anak.

Jadikanlah dirimu lembut dengan baiknya akhlaq, agar anak-anakmu menjadi pribadi yang tumbuh dengan baiknya akhlaq mulia.

Jika sudah baiknya akhlaq yang menjadi identitasnya dalam menjalani hidup, maka sudah pasti hidup yang ia milikipun akan selalu menjadikannya pribadi yang baik dan bahkan lebih baik dari masa kemasa (Humairo)

……………………….
Kurangi main-main tanpa tujan. Kamu itu calon ibu, kamu itu calon madrasah pertama bagi anak-anakmu kelak. Maka mulai dari sekarang, bersungguh-sungguhlah dalam belajar.

 

Ya Allah, Maafkan Hamba

Hamba harus bagaimana lagi?
Rasanya hamba sudah tidak kuat saat ini. Sungguh berat ujian yang Engkau berikan kali ini. Memang jalan yang Engkau pilihkan adalah selalu yang terbaik. Namun, hamba kadang sulit untuk mengerti. Namun, hati kadang sulit untuk menerima.

Apabila rencana-Mu tak sesuai dengan kehendak hamba. Maaf jika sampai saat ini hamba masih memaksa. Maaf jika sampai saat ini kecewa itu masih ada. Sungguh hamba adalah hamba-Mu yang durhaka.

Yang tak pernah bisa menerima ketetapan-Mu apa adanya. Maafkan hamba yang ibadahnya rajin ketika ada maunya saja. Maafkan hamba yang tidak pandai bersyukur atas nikmat yang tak terhitung banyaknya.

Hamba ingin hidup seperti dulu, ketika semua masalah tak serumit ini. Tapi bukankah jika Engkau mencintai hamba-Mu engkau pasti akan mengujinya untuk menaikkan derajatnya?

Hamba tidak tegar ketika hamba harus berpura-pura menerima ketentuan-Mu dengan ikhlas. Sungguh maafkan hamba yang tak pernah bisa berterima kasih atas banyaknya nikmat yang telah Engkau berikan. Maafkan hamba yang ibadahnya tak sepadan dengan permintaannya

Sayangi dan Doakan Orangtuamu

Uang Bisa dicari. Ilmu bisa digali. Tapi kesempatan untuk mengasihi orangtua takkan terulang kembali. Sayangi dan doakan orangtuamu maka jangan sia-siakan kesempatanmu dalam berkasih sayang kepada orang tuamu saat masih bersama-sama diberi waktu nikmatnya umur panjang.

Tak peduli saat ini kau jauh ataupun tengah bersama dengannya, kesempatan berkasih sayang itu harus selalu dilakukan. Entah hanya sekedar sapaan dalam telphone semata, atau hanya sebatas dalam doa.

Berterima kasihlah kepada orang tuamu, sebab dengan kerja kerasnya, entah dalam merawatmu, menjagamu, dan mengarahkanmu hingga kau tumbuh menjadi seperti sekarang, semua itu tak lain hanya karena kasih sayang mereka yang amatlah besar kepadamu.

Terkadang mulai melupakannya walau masih sama-sama diberi kesempatan umur yang panjang oleh Allah. Banyak orang yang terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Hingga lupa dengan orang tuanya, walaupun hanya sekedar memberikan sapaan hangat lewat angin (telphone) dengan sekedar bertanya “Ma, Pa…sehat?”

 

(Humairo)

…………………

“Selagi nafas masih bisa keluar masuk. Darah masih mengalir dengan normal. Jantung berdetak sempurna. Maka selama itu pula, jangan terbesit dalam hati untuk melupakan orangtua” (MZ)

Jangan Bersedih Hanya Karena Urusan Dunia

 

Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan berbagai perkara. Kematian, kemalangan, kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya.

Ada juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya.

Alangkah baiknya jika kita bersedih dengan diri yang begitu lemah dalam hal keimanan yang rendah, ibadah yang sedikit dan amalan yang belum cukup dibawa menghadap Allah.

Ada waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan. Akan ada luka saat angan-angan tak sesuai dengan kenyataan.

Dunia memang begitu kawan. Tempat kita menderita, diuji, hingga diperkarakan oleh masalah-masalah tiada batas. Hanyalah sabar dan sholat sebagai jawaban. Sebagai cara agar dunia bisa kita tundukkan. Sebab nafsu yang sering kali melalaikan

Jangan bersedih hanya karena urusan dunia. Karena kita hanya bertamu diatas tanahnya. Suatu saat kita akan dibawahnya. Sendiri. Tak ada siapa-siapa. Bersiap ditanyai oleh para malaikat. Menyambut gadah dari besi yang menyambar bagaikan kilatan petir, saat lidah keluh– tak mampu menjawab pertanyaan para malaikat.

………………………..

“dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (An-Najm: 43)

Allah Memberi yang Terbaik untuk Hamba-Nya

 

Sering sekali kita meminta kepada Allah dengan sangat menggebu-gebu, bahkan saking seringnya kita tidak tahu caranya berterimakasih dengan syukur bila yang diberikan Allah tidak sesuai dengan harapan.

Padahal apapun yang kita minta pada-Nya belum tentu baik untuk kita, tetapi apapun yang Allah beri pasti yang terbaik untuk kita.

Jadi, intinya terimalah pemberian Allah dengan penuh keikhlasan hati, jangan mengeluh apabila tidak sesuai dengan harap, sebab setelahnya pasti ada kebaikan yang nampak, bersabarlah!

Terkadang Allah menunda. Bukan bermaksud menyakiti sang hamba, atau menggantung harapannya yang sejak lama telah ia pinta. Melainkan Allah tahu jika diberikan, maka keburukannya jauh lebih terasa dari apa yang sebelumnya dibayangkan.

Kamu tidak bisa meraba yang ghaib. Masa depanmu tak bisa terdeteksi dengan indera yang kamu miliki. Maka percayakan saja semuanya kepada Allah.

Maka, jangan keburu berburuk sangka bila yang Allah tetapkan tak sesuai dengan yang kita pinta, sebab Allah tahu apa yang benar-benar kita butuhkan.

…………………………..

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al Baqarah: 216)

Memilih Guru Itu Penting, Tapi Ingat! Tidak Ada yang Sempurna 

 

Guru yang bisa dipercaya kevalidannya adalah mereka yang memiliki banyak referensi, memiliki sumber yang jelas, dan konsisten. Percaya dengan hanya satu guru tidak akan membuat pikiran kalian berkembang. Karena seorang guru hanya menyampaikan ilmu sebatas yang ia kuasai. Beda halnya ketika kalian memiliki banyak guru dengan ilmu yang beragam.

Satu guru berkata bahwa bumi itu bulat tanpa menjelaskan mengapa bisa didapat kesimpulan yang sedemikian rumit. Guru yang lain mendeskripsikan bumi itu bulat dengan berlalunya sebuah kapal yang berjalan ke tengah laut.

Semakin kapal itu jauh, semakin hilang dari pandangan.

Dalam Islam, setiap konsep ilmu yang dipejari harus memiliki guru. Karena hanya mengandalkan buku bacaan, tak akan banyak membantumu dalam menjawab segala macam jenis pertanyaanmu.

Memilih guru itu penting, utamanya ilmu syariat. Namun membanding-bandingkan antara guru yang satu dengan guru yang lainnya hanya akan membuatmu semakin jauh dari ilmu.

Mengapa harus empat mazhab dalam Islam? Mengapa bukan cuman satu?

Karena ilmu yang didapatkan oleh Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Malik belum tentu sama. Boleh jadi ilmunya belum sampai kesatu Imam namun Imam yang lainnya sudah dapat. Boleh jadi ilmu baru akan sampai, namun ajalnya sudah tiba.

Ingatlah bahwa manusia itu tempatnya salah dan lupa. Segala kesempurnaan itu semata hanya kepada Allah ta’ala. Yang jelas jika dalilnya sahih dan runtun, itulah yang kita ambil.

………………………………

“Jika Antum mencari guru yang tidak memiliki kesalahan, maka Antum tidak akan berguru selamanya” (ustad Dr. Muhammad Yusran Anshar Lc. MA)

Artikel: Apotek Wahdah.

Lelaki Baik

Menyendiri lalu berpahala lebih baik dari bersama dalam maksiat, lebih baik lagi bila bersama karena Allah dan mendapat nikmat. Menyendiri bukan berarti tak mampu mencinta, tapi pilihan sikap sampai pantas mencintai.

Karena memuliakan wanita bukan dengan menatapnya, dan menghormati lelaki bukan dengan menggodanya. Menahan rasa itu menyiksa namun demi cinta tidak mengapa, ketimbang disuarakan lalu mengajaknya beramal nista.

Lelaki yang benar bila berlisan sanggup menjadikannya nyata, tapi lelaki setengah jadi hanya bermodal “jalani dulu saja”. Wanita perlu kepastian bukan karangan ribuan alasan, bukan taburan harta tapi ikatan sah pernikahan

Lelaki yang baik akan bahagiakan ibunya lebih dulu, bila ibunya saja bahagia dibuatnya apalagi istrinya nanti. Wanita terhormat tentu patuh berbakti pada ayahnya, dengan modal yang sama ia percaya dan mendukung suaminya.

Ada banyak cara untuk berbahagia dalam taat, jangan batasi cinta hanya sekedar nafsu sesaat. Menyendirilah karena Allah, atau menikahlah karena Allah.  (@rara.elf)

Artikel: Apotek Wahdah

Wanita Memang Suka Lelaki Tampan, Tapi

Yang paling dilihat dari seorang laki-laki adalah sikap tanggung jawabnya. Laki-laki yang bertangung jawab akan mencukupi kebutuhan wanitanya sedangkan laki-laki kaya yang tidak bertanggung jawab belum tentu mau mencukupi kebutuhanmu.

Wanita itu tidak perlu laki-laki sombong dan banyak gaya karena yang paling diinginkan dari seorang laki-laki bukanlah gayanya melainkan sikap dan ucapan yang sederhana namun memiliki sifat kerja keras.

Untuk apa memilih laki-laki yang banyak bicara karena bisa jadi ia hanya akan mengumbar janji. Karena wanita lebih menyukai lelaki yang sederhana dalam berbicara namun besar pengorbanan dan usahanya untuk membuat wanitanya bahagia

Wanita memang menyukai laki-laki tampan memesona. Namun jika tak bertanggung jawab, untuk apa? Wanita itu paling butuh laki-laki bertanggung jawab. Sederhana dalam berkata, namun keras dalam bekerja. Tak minder dengan keadaan, dadanya membusung penuh asa.

Percuma tampan, percuma kaya jika tidak bisa membuat wanitanya bahagia. Wanita akan merasa berharga apabila mendapatkan laki-laki yang mampu membuatnya merasa bahagia.

Artikel: Apotek Wahdah

Mahkota Dunia

MAHKOTA DUNIA

Salihah

Dengarkan ini

Jadilah seperti bunga di jurang

Cantik dipandang namun sulit digapai

Tinggikan akhlakmu setinggi bintang di langit

Rendahkan kepribadianmu sedalam mutiara di lautan

 

Salihah

Kecantikanmu adalah anugerah dari yang maha kuasa

Rambutmu yang hitam berkilau bak mutiara harus kamu jaga

Karena kamu memiliki kelembutan rasa.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengibaratkan wanita sebagai gelas-gelas kaca

Ia selembut belaian angin sepoi-sepoi,

Bahkan lebih lembut lagi

Mereka mempunyai kehalusan jiwa.

Sehalus sutera China,

Bahkan lebih lagi

Gelas-gelas kaca itu bersih.

 

Sebersih sinar mentari di waktu dhuha, bahkan lebih bersih lagi.

Selalu menyenangkan hati orang yang menatapnya.

Kerana memang naluri manusia cenderung mencintai keindahan.

Dan gelas-gelas kaca itu punya tabiat dasar bersih serta indah.

Maka indahkan ia dengan mengajarinya cara menutup aurat yang baik

Dengan berhijab

Untuk memuliakannya

 

“Sebagaimana terjaganya mutiara di dalam kerangnya, begitulah Allah menginginkan terjagaya kemuliaan wanita dalam balutan hijabnya”

……………………

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS al-Ahzaab: 59)

 

Artikel: Apotek wahdah

Saat Paling Hina di Dunia

Mempermainkan tubuh dan melalaikan hati. Bukti akan hal ini didapatkan dan terjadi pada anak-anak dunia. Engkau dapati mereka menghabiskan waktu-waktu dalam umur mereka dengan sesuatu yang melalaikan hati dan melengahkan dari berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Adapun janji dan ancaman yang ada di hadapan, engkau lihat mereka telah menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurauan belaka. Tak benar-benar menyeriusi dalil-dalil yang terhampar. Tak mau mengambil faedah dari pengajaran tentang analisa kehidupan di akhirat kelak

Saat paling hina adalah saat dimana aku menghadapi rabb-ku dan aku masih memikirkan tentang hal dunia. Dan tidak jarang aku luput dari rakaat shalatku. Dunia telah menelan waktuku. Habis hanya untuk mengejarnya sabang hari. Tak mau lepas, tak mau berhenti

Dunia telah membinasakanku. Tak ada habisnya. Hanya lelah yang kudapat. Hanya kecewa yang menyesakkan dada. Ibadah kian kendor, tak terjaga lagi kualitas dan kuantitasnya. Hingga pada akhirnya. Hanyalah penyesalan dan kehinaan yang kudapatkan

…………………………

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” [Al-‘Ankabût/29: 64]

 

Artikel: Apotek Wahdah