Bro, Sholat Woi!

Ketika band-band besar akan menghelat acara hiburan maka sontak kawula muda tak mau ketinggalan. Mereka seakan berebut untuk melihat secara langsung artis pujaan hati mereka tampil diatas panggung

Tiket konser yang harganya ratusan ribu rela dibeli untuk memuaskan hasrat bertemu sang idola. Bahkan, jauh sebelum konser dihelat, tiket telah ludes terjual

Mari bandingkan dengan pengajian yang dihelat di masjid. Saat acara-acara ibadah diumumkan bagaimana reaksi kawula muda? Bagaimana keinginan anak muda untuk mendatangi masjid. Apakah saat waktu sholat telah tiba mereka berbondong-bondong datang ke masjid? Apakah mereka juga bersemangat mendatangi kegiatan ibadah seperti itu?

Saat adzan maghrib telah dikumandangkan kebanyakan mereka masih berada di jalan. Pemuda sedang berbincang bersama teman di warung kopi. Ada juga yang sedang bermain game online di warung internet. Pemudi sedang asyik membicarakan cowok ganteng yang mereka temui siang tadi. Telinga meraka disumbat oleh headset. Sambil mendengar lagu-lagu populer yang sekarang sedang tenar

Bro sholat woi. Ngapain terus-terusan hidup seperti itu. Nggak manfaat loh. Ke masjid gih, jangan terus-terusan nangkring di warkop sabang hari

Bro, ingat woi
Kelak kamu akan jadi calon ayah. Bikin anak-anakmu bangga dengan ayahnya yang tak pernah tinggalkan sholat. Sebab kemulianmu ditentukan oleh seberapa disiplinnya dirimu dalam menegak sholat dalam kehidupanmu[]

Ya Allah, Maafkan Hamba

Hamba harus bagaimana lagi?
Rasanya hamba sudah tidak kuat saat ini. Sungguh berat ujian yang Engkau berikan kali ini. Memang jalan yang Engkau pilihkan adalah selalu yang terbaik. Namun, hamba kadang sulit untuk mengerti. Namun, hati kadang sulit untuk menerima.

Apabila rencana-Mu tak sesuai dengan kehendak hamba. Maaf jika sampai saat ini hamba masih memaksa. Maaf jika sampai saat ini kecewa itu masih ada. Sungguh hamba adalah hamba-Mu yang durhaka.

Yang tak pernah bisa menerima ketetapan-Mu apa adanya. Maafkan hamba yang ibadahnya rajin ketika ada maunya saja. Maafkan hamba yang tidak pandai bersyukur atas nikmat yang tak terhitung banyaknya.

Hamba ingin hidup seperti dulu, ketika semua masalah tak serumit ini. Tapi bukankah jika Engkau mencintai hamba-Mu engkau pasti akan mengujinya untuk menaikkan derajatnya?

Hamba tidak tegar ketika hamba harus berpura-pura menerima ketentuan-Mu dengan ikhlas. Sungguh maafkan hamba yang tak pernah bisa berterima kasih atas banyaknya nikmat yang telah Engkau berikan. Maafkan hamba yang ibadahnya tak sepadan dengan permintaannya

Jangan Bersedih Hanya Karena Urusan Dunia

 

Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan berbagai perkara. Kematian, kemalangan, kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya.

Ada juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya.

Alangkah baiknya jika kita bersedih dengan diri yang begitu lemah dalam hal keimanan yang rendah, ibadah yang sedikit dan amalan yang belum cukup dibawa menghadap Allah.

Ada waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan. Akan ada luka saat angan-angan tak sesuai dengan kenyataan.

Dunia memang begitu kawan. Tempat kita menderita, diuji, hingga diperkarakan oleh masalah-masalah tiada batas. Hanyalah sabar dan sholat sebagai jawaban. Sebagai cara agar dunia bisa kita tundukkan. Sebab nafsu yang sering kali melalaikan

Jangan bersedih hanya karena urusan dunia. Karena kita hanya bertamu diatas tanahnya. Suatu saat kita akan dibawahnya. Sendiri. Tak ada siapa-siapa. Bersiap ditanyai oleh para malaikat. Menyambut gadah dari besi yang menyambar bagaikan kilatan petir, saat lidah keluh– tak mampu menjawab pertanyaan para malaikat.

………………………..

“dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (An-Najm: 43)

Dakwah Itu Cinta

Jadikan dirimu orang yang mengajak pada kebaikan

Dakwah Itu Cinta

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.

Berjalan, duduk, dan tidurmu

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Tentang agama yang ingin kau tinggikan.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari

Walau bukan ustadz, ustadzah, ataupun pendakwah, jadikan dirimu orang yang mengajak pada kebaikan. Berdakwahlah sesuai kapasitas dan kemampuan. Sebab dakwah, tidak melulu diatas mimbar. Ada banyak cara kok, asal nggak melanggar syariat yah^^

…………………………….

“Kalian adalah umat  terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS: Ali Imron 110)

Allah Memberi yang Terbaik untuk Hamba-Nya

 

Sering sekali kita meminta kepada Allah dengan sangat menggebu-gebu, bahkan saking seringnya kita tidak tahu caranya berterimakasih dengan syukur bila yang diberikan Allah tidak sesuai dengan harapan.

Padahal apapun yang kita minta pada-Nya belum tentu baik untuk kita, tetapi apapun yang Allah beri pasti yang terbaik untuk kita.

Jadi, intinya terimalah pemberian Allah dengan penuh keikhlasan hati, jangan mengeluh apabila tidak sesuai dengan harap, sebab setelahnya pasti ada kebaikan yang nampak, bersabarlah!

Terkadang Allah menunda. Bukan bermaksud menyakiti sang hamba, atau menggantung harapannya yang sejak lama telah ia pinta. Melainkan Allah tahu jika diberikan, maka keburukannya jauh lebih terasa dari apa yang sebelumnya dibayangkan.

Kamu tidak bisa meraba yang ghaib. Masa depanmu tak bisa terdeteksi dengan indera yang kamu miliki. Maka percayakan saja semuanya kepada Allah.

Maka, jangan keburu berburuk sangka bila yang Allah tetapkan tak sesuai dengan yang kita pinta, sebab Allah tahu apa yang benar-benar kita butuhkan.

…………………………..

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al Baqarah: 216)

Lelaki Baik

Menyendiri lalu berpahala lebih baik dari bersama dalam maksiat, lebih baik lagi bila bersama karena Allah dan mendapat nikmat. Menyendiri bukan berarti tak mampu mencinta, tapi pilihan sikap sampai pantas mencintai.

Karena memuliakan wanita bukan dengan menatapnya, dan menghormati lelaki bukan dengan menggodanya. Menahan rasa itu menyiksa namun demi cinta tidak mengapa, ketimbang disuarakan lalu mengajaknya beramal nista.

Lelaki yang benar bila berlisan sanggup menjadikannya nyata, tapi lelaki setengah jadi hanya bermodal “jalani dulu saja”. Wanita perlu kepastian bukan karangan ribuan alasan, bukan taburan harta tapi ikatan sah pernikahan

Lelaki yang baik akan bahagiakan ibunya lebih dulu, bila ibunya saja bahagia dibuatnya apalagi istrinya nanti. Wanita terhormat tentu patuh berbakti pada ayahnya, dengan modal yang sama ia percaya dan mendukung suaminya.

Ada banyak cara untuk berbahagia dalam taat, jangan batasi cinta hanya sekedar nafsu sesaat. Menyendirilah karena Allah, atau menikahlah karena Allah.  (@rara.elf)

Artikel: Apotek Wahdah

Mahkota Dunia

MAHKOTA DUNIA

Salihah

Dengarkan ini

Jadilah seperti bunga di jurang

Cantik dipandang namun sulit digapai

Tinggikan akhlakmu setinggi bintang di langit

Rendahkan kepribadianmu sedalam mutiara di lautan

 

Salihah

Kecantikanmu adalah anugerah dari yang maha kuasa

Rambutmu yang hitam berkilau bak mutiara harus kamu jaga

Karena kamu memiliki kelembutan rasa.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengibaratkan wanita sebagai gelas-gelas kaca

Ia selembut belaian angin sepoi-sepoi,

Bahkan lebih lembut lagi

Mereka mempunyai kehalusan jiwa.

Sehalus sutera China,

Bahkan lebih lagi

Gelas-gelas kaca itu bersih.

 

Sebersih sinar mentari di waktu dhuha, bahkan lebih bersih lagi.

Selalu menyenangkan hati orang yang menatapnya.

Kerana memang naluri manusia cenderung mencintai keindahan.

Dan gelas-gelas kaca itu punya tabiat dasar bersih serta indah.

Maka indahkan ia dengan mengajarinya cara menutup aurat yang baik

Dengan berhijab

Untuk memuliakannya

 

“Sebagaimana terjaganya mutiara di dalam kerangnya, begitulah Allah menginginkan terjagaya kemuliaan wanita dalam balutan hijabnya”

……………………

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS al-Ahzaab: 59)

 

Artikel: Apotek wahdah

Saat Paling Hina di Dunia

Mempermainkan tubuh dan melalaikan hati. Bukti akan hal ini didapatkan dan terjadi pada anak-anak dunia. Engkau dapati mereka menghabiskan waktu-waktu dalam umur mereka dengan sesuatu yang melalaikan hati dan melengahkan dari berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Adapun janji dan ancaman yang ada di hadapan, engkau lihat mereka telah menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurauan belaka. Tak benar-benar menyeriusi dalil-dalil yang terhampar. Tak mau mengambil faedah dari pengajaran tentang analisa kehidupan di akhirat kelak

Saat paling hina adalah saat dimana aku menghadapi rabb-ku dan aku masih memikirkan tentang hal dunia. Dan tidak jarang aku luput dari rakaat shalatku. Dunia telah menelan waktuku. Habis hanya untuk mengejarnya sabang hari. Tak mau lepas, tak mau berhenti

Dunia telah membinasakanku. Tak ada habisnya. Hanya lelah yang kudapat. Hanya kecewa yang menyesakkan dada. Ibadah kian kendor, tak terjaga lagi kualitas dan kuantitasnya. Hingga pada akhirnya. Hanyalah penyesalan dan kehinaan yang kudapatkan

…………………………

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” [Al-‘Ankabût/29: 64]

 

Artikel: Apotek Wahdah

Ampuni Aku Ya Allah

 

Diatas sajadah ku meminta
Dibawah langit malam aku memohon
Semoga saat aku dishalatkan nanti 
Dosaku telah Allah ampuni

Di sepertiga malam ku terbangun
Sunyi sepi dan dinginnya udara malam
Tak membuatku enggan dan takut
Untuk melangkahkan kakiku mengambil wudhu

Di saat kubasuh wajahku
Hembusan angin menembus pori-pori kulitku
Semakin terasa dingin setelah ku usaikan wudhu ini
Tapi tak akan membuat keinginanku menciut

Ku hamparkan sajadah dan ku kenakan mukenaku
Meski nafsuku meronta-ronta memintaku ‘tuk terlelap kembali
Namun tak ku hiraukan semua itu
Ku hanya ingin bersimpuh kehadirat Illahi Rabbi

Rabbi
Kutengadahkan tangan kotor ini
Kuberanikan merapalkan doa-doa penuh harap kepadaMu
Kuberharap dosa-dosaku melebur terampuni
Tak tersisa, hingga jejak kaki melangkah masuk ke surga

Rabbi
Tunjukkan kepadaku arah hidayah
Jangan sesatkan kami setelah kau tunjuki kami kebaikan
Bimbing kami dalam ketaatan
Sempurnakan iman kami dengan islam yang kau berkahi

Sumber: FP Apotek Wahdah

Orang Paling Sabar

Memaafkan orang lain tak semudah kelihatannya. Kadang, tangan telah berjabat, bibir telah mengatakan “Aku sudah memaafkanmu,” tetapi bagaimana dengan hati kecil, apakah Anda telah memaafkan orang lain dengan tulus? Apakah Anda sudah merelakannya dan tidak akan mengungkit hal itu di kemudian hari?

Sekalipun sulit, memaafkan adalah hal yang mulia, memaafkan adalah kemampuan yang bisa dilakukan setiap orang, termasuk Anda. Pilihan terletak di tangan anda

Jika anda memilih kebahagiaan, memaafkan adalah sesuatu yang indah. Sebaliknya jika anda lebih suka mendendam, jiwa anda tidak akan damai dan senantiasa sesak seolah-olah ada yang menusuk di dada

Saat kamu mempunyai kesempatan untuk membalas. Sementara hati kecilmu berkata “Jangan” dan kamu memilih untuk bertahan, maka itu jauh lebih baik. Sebab api hanya akan padam saat ia bertemu dengan air

Sabarkan hatimu dan jangan pernah mau menuruti semua hawa nafsumu. Marah itu lumrah. Namun selagi masih bisa ditahan, memaafkan itu jauh lebih kuat. Karena setiap dari manusia tak akan pernah bisa terbebas dari kesalahan

……………………...
“Orang yang paling sabar
Diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal ia berkuasa untuk membalasnya” (HR Baihaqy)