UBN Seru Umat Islam Ikuti Ulama yang Putusannya Berdasarkan Qur’an-Sunnah

UBN pada Tabligh Akbar MIUMI “Arah Perjuangan Umat” yang digelar MIUMI di Masjid Al-Azhar Kebayoran baru Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018) malam.

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Bangsa Indonesia telah berhutang kepada para ulama. Demikian dikatakan Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir dalam Tabligh Akbar “Arah Politik Ulama, Integrasi Keislaman dan Keindonesiaan”, yang digelar di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selata, Sabtu (1/12/2018) malam.

UBN, sapaan akrabnya, menegaskan para ulama telah berjasa dengan mengorban jiwa dan raganya untuk memerdekakan Indonesia.  “Belahlah perut Indonesia, maka di situ ada darah para ulama,” tegasnya sebagaimana seperti dikutip INA News Agency, sindikasi berita yang diinisiasi JITU.

Untuk itu di tengah situasi yang tengah kacau, UBN menyerukan umat Islam untuk mengikuti ulama yang keputusannya diambil berdasarkan Al Quran dan Sunnah.

“Ulama yang keputusannnya berdasarkan Quran dan Sunnah pasti adil. Ikuti ulama,” tegas UBN.

UBN lantas mengritisi pihak-pihak yang menstigma umat Islam anti NKRI.

Padahal, kata dia, yang paling memahami Empat Pilar Kebangsaan adalah umat Islam.

Sebab nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila telah diwarnai spirit ajaran Islam.

“Kalau dia sekuler dan liberal, jangan percaya kalau bicara Pancasila,” tegas UBN.

“Yang paling Bhineka Tunggal Ika adalah umat Islam. Dan itu sudah dibuktikan dalam aksi 212  di mana rumput saja kita jaga,” sambung UBN.

Sejumlah tokoh lintas ormas Islam hadir dalam tabligh akbar ini seperti Jeje Zainuddin (Persis),  Muhammad Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah),  Zain An Najah (DDII), Buya Gusrizal (MUI Sumbar) dan lain sebagainya.

Tabligh akbar ini bertepatan jelang reuni 212 yang akan digelar hari ini, Ahad (2/12/2018)

Gerakan 212 adalah aksi simpatik yang dilakukan tujuh juta warga Indonesia pada 2 Desember 2016 yang menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al Quran oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama.

Basuki, atau akrab disapa Ahok, akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (SM)

MIUMI Gelar Kajian Spesial ‘Arah Politik Ulama’

Para Pengurus MIUMI Pusat pada kajian Spesial MIUMI ‘Arah Politik Ulama”, Selasa malam (20/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat menggelar Kajian Spesial bertema “Arah Politik Ulama” yang diselenggarakan di Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, Jakarta Selatan, Selasa malam (20/11/2018).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan apa yang dimaksud dengan Arah Politik Ulama.

Hal itu disandarkan kepada Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 55 yang artinya “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

UBN, sapaannya, menerangkan, dalam ayat itu janji Allah bahwa Dia akan menjadikan berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang terdahulu berkuasa jika beriman dan beramal shaleh.

Kemudian, Allah menegaskan akan meneguhkan agama yang telah diridhai-Nya. Artinya, papar UBN, akan dimenangkan secara kekuasaan tapi tujuannya bukan untuk menang-menangan, tetapi supaya menegakkan agama Allah.

“Bukan mentang-mentang berkuasa proyek dipegang semua. Tujuan kita bukan itu,” ujarnya.

Selanjutnya, Allah akan mengubah keadaan yang sebelumnya penuh ketakutan menjadi aman dan sentosa.

“Ini yang membuat para ulama tenang, tapi umat di bawah grasak-grusuk, apalagi buka WhatsApp rasanya kayak besok Indonesia mau kiamat. Saling menjelekkan calon sana dan sini,” terangnya.

Hanya saja, lanjut UBN, ketiga hal itu yakni kekuasaan (istikhlaf), keteguhan agama (tamkin), dan rasa damai sentosa akan tetap dimiliki dengan melakukan dua hal lain, yakni tetap menyembah Allah dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun.

“Kalau ketiga faktor tadi hilang, maka kekuasaan hilang, beragama akan sulit, dan penuh ketakutan. Dan ini gara-gara sudah tidak menjalankan yang dua itu, mungkin tauhidnya kepada Allah mulai menurun, serta membiarkan kemusyrikan,” ungkapnya.

“Nah, Al-Qur’an sudah menjelaskan itu, dan inilah arahan ulama,” tutup UBN.

Turut hadir pada kesempatan itu pengurus MIUMI Pusat lainnya di antaranya Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Dr Ahmad Zain An-Najah, Dr Henri Shalahuddin, dan KH. Idrus Romli. (Sumber: Hidayatullah.com).

UBN Ajak Masyarakat Palu Kembali Kepada Kalimat Tauhid

UBN Ajak Masyarakat Palu Kembali Kepada Kalimat Tauhid

(Palu) wahdahakarta.com— Founder Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengunjungi masyarakat Palu, Sulawesi Tengah. Beliau mengajak masyarakat Sulteng untuk memurnikan tauhid, pasca ditempa musibah bencana gempa bumi.

Ia mengatakan bahwa tidak ada yang pantas untuk ditakuti dan menggantungkan segala sesuatu kecuali hanya kepada Allah Taala. Begitupun tidak ada yang pantas untuk dibanggakan kecuali hanya kepada Allah Taala.

“Mari kita bersihkan hati kita, kembali kepada kalimat tauhid dan bersaksi bahwa Rasulullah adalah utusan Allah. Maka beruntunglah bagi mereka yang membersihkan hatinya dari segala penyakit hati,” katanya dalam Tabligh Akbar di Masjid Raya Baiturrahaman, Palu, Sulteng, Kamis, (01/11/2018).

Sekjen Majelis Intelektual Muda Indonesia (MIUMI) ini juga menjelaskan ada tiga penyakit hati yang paling berbahaya menurut Ibnu Abbas yakni Kesombongan, Riya dan Dengki. Sehingga benar, apa-apa musibah yang menimpa kamu, disebabkan oleh usaha tangan kamu sendiri.

“Dengan kalimat Tauhid semoga umat Islam diberikan kemuliaan. Ketauhilah mereka yang sombong merobek kalimat tauhid, bahwa kedzaliman yang paling besar adalah menyembah bukan kepada Allah Taala,” tegasnya.

UBN melanjutkan musuh umat Islam terbesar adalah syaithan, maka secara tegas harus kita tolak segala kesyirikan. Sebagaimana ditegaskan di dalam surah Al Kafirun, katakanlah untuk tidak menyembah apa yang mereka sembah baik berupa objek dan sarananya.

“Cuma ada masalah besarnya, yakni orang tua. Di mana orang tua lah yang menjadikan anaknya Yahudi, Nashrani atau Majusi. Kesalahan terbesar orang tua adalah ketika mereka mempertahankan budaya yang menyekutukan Allah dan diajarkan secara turun menurun. Maka kita harus berlepas diri dari kesyirikan itu dan berserah diri kepada Rabb Pencipta Alam Semesta,” serunya. (Hafidz Syarif/kiblat.net)

Temui Relawan Wahdah di Palu, Ini Harapan Ustadz Bachtiar Nasir

Wahdah Islamiyah

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) dan Ustadz bachtiar Nasir (UBN) usai acara silaturrahim relawan wahdah dengan pengungsi korban gempa Palu dan sekitarnya

(Palu) wahdahjakarta.com – Wahdah Islamiyah  (WI) mengadakan Silaturrahim Akbar antara para relawan bersama korban gempa, tsunami, dan likuifaksi Palu, Sigi, dan Donggala pada hari Kamis, (01/11/2018).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir (UZR) dalam acara ini sebagai penceramah dan juga perwakilan dari Wahdah Islamiyah dalam serah terima bantuan.

Ustadz Zaitun menyampaikan penguatan kepada para korban agar tetap bersabar dan berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Ambil hikmah dari taqdir Allah atas musibah ini. Jika Allah berkehendak maka Allah hanya berfirman “Kun” (Jadilah!) maka jadilah yang Allah kehendaki tetap husnuzhzhan kepada Allah. Ucapkan khairan in syaa Allah”, ajak beliau.

Selain Ustadz Zaitun Rasmin, hadir juga Ustadz Bachtiar Nashir pimpinan Arrahman Qur’anic Learning Center (AQL) dari Jakarta.

Dalam ceramahnya, ustadz yang dikenal dengan sapaan UBN ini menjelaskan tadabbur ayat-ayat Al Qur’an tentang bencaa alam.

Beliau menjelaskan bahwa rentetan bencana alam di negeri ini adalah teguran dari Allah subhanahu wata’ala.

Di akhir ceramahnya, UBN menyampaikan apresiasi kepada relawan Wahdah Islamiyah. Beliau juga berharap agar relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu.

“Relawan Wahdah bukan hanya membahagiakan, tapi juga membanggakan. Saya berharap relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu, bukan hanya pembangunan fisik”, ungkap beliau dalam ceramahnya.

Rangkaian Silaturrahim Akbar diakhiri dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi. [ibw/sym]

10 TAHUN AQL, UBN BERI PESAN DAMAI LEWAT TEMA “PEACE IS POWER”

 

UBN mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim.

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center menggelar Milad Akbar pada selasa (11/9/ 2018) yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H, di Balai Kartini, Kuningan Jakarta Selatan me.

Ada pesan penting yang disampaikan mengambil tema “PEACE IS POWER”. Menurut pendiri AQL, Ustadz Bactiar Nasir (UBN), tema ini diambil untuk memberi tahu publik bahwa Islam adalah agama yang damai dan bukan agama teroris, seperti yang dituduhkan semenjak peristiwa Nine Eleven, 11 September 2001 lalu.

“Walaupun World Of Terrorist sudah dihentikan oleh pemerintahan Obama pada 21 April 2013, namun propaganda kebencian yang diedarkan oleh Donald Trump belakangan ini dengan isu-isu baru tentang Islam adalah sebuah fitnah besar bagi umat Muslim di kalangan masyarakat,” ujar UBN dalam Press Conference sebelum acara dimulai.

Oleh sebab itu UBN membuat milad akbar ini dengan bertajuk kedamaian, agar isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat tersebut bisa dinetralisir hingga dihentikan. “Kami ingin mengingatkan Donald Trump bahwa terorisme yang dilekatkan kepada Islam adalah sebuah kesalahan yang besar,” imbuhnya.

Melalui acara tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini, yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim. “Karena sejatinya umat muslim adalah umat yang menjaga perdamaian, dan bukan umat yang berprilaku keras”, jelasnya.

AQL Islamic Center yang berpusat di Tebet Utara Jakarta Selatan ini didirikan pada 1 Muharram 1429 H yang bertepatan dengan 29 Desember 2008 dengan visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran. Visi ini didorong kesadaran pendiri AQL Islamic Center, bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran.
(Rep: Fry/Ed:sym).

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center  pada Selasa 11 September 2018 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1440 H menggelar Milad ke-10 dengan tema “Peace Is Power”.

Dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com dinyatakan bahwa, “Peace Is Power adalah basis kekuatan yang membuat peradaban manusia tumbuh dan berkembang melalui tautan hati antar etnis, antar ras yang sejak awal tersemai  melalui benih sapa terindah yang pernah didengar manusia Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Melalui  acara ini AQL pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) ingin mengangkat kekuatan Islam yang menawarkan dan memberikan rasa damai dan kedamaian untuk menjadi solusi bagi dunia yang penuh dengan kekerasan dan peperangan ini. Hal tersebut sesuai  dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

AQL (Ar- Rahman Quranic learning) Islamic Center didirikan pada 1 Muharram 1429 H (29 Desember 2008) mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran karena pendiri  AQL  Islamic Center menyadari bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran. AQL pun berkomitmen kuat untuk selalu mendekatkan Al-Quran kepada masyarakat untuk dibaca dan dihafalkan .

Pada  1 Muharram 1440 H (11 September 2018) AQL Islamic Center  yang mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Qur’an tepat berusia 10 tahun. Di usianya yang ke-10 ini AQL Islamic Center bertekad untuk mengawal  kebangkitan Islam di bumi Allah dan menunjukkan kepada dunia bahwa kedamaian itu adalah kekuatan yang paling dibutuhkan dunia saat ini dan Islam mampu memberikan ya Karena untuk kedamaian umat manusialah Allah menurunkan Islam. [ed:sym].

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

Ustadz Zaitun

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin memandu Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtira Nasir, dan Ustadz Abdul Shomad

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

 

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Pada Kamis (05/07/2018) yang merupakan malam puncak acara Pertemuan (Multaqa) Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-5, para peserta menanti suatu momen yang ditunggu-tunggu. Yakni Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia; Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI Pusat), Ustadz Abdul Shomad, Ustadz Adi Hidayat.

Para ustadz masyhur yang selama ini memenuhi ruang-ruang di media sosial, pada malam itu duduk di satu meja, bergantian berceramah di hadapan para ulama dan masyayekh dari berbagai negara, dan dengan intensif berbahasa Arab.

Dimoderatori Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, para ustadz yang ketika itu dipanggil dengan gelar “syekh” itu pun satu per satu menyampaikan risalah Islam dengan kekhasannya masing-masing.

“Syekh Bachtiar Nasir, Syekh Abdul Somad, dan Syekh Adi Hidayat,” Ustadz Zaitun Rasmin memanggil satu per satu ketiganya ke atas panggung.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) diberi giliran pertama dan berbicara tentang persatuan dan lemahnya kondisi umat Islam saat ini dalam politik, ekonomi, dan bidang strategis lainnya.

Dalam penjelasaannya, UBN mengutip kisah terkenal ulama Mesir Syekh Mutawalli As-Sya’rawi yang menjawab pertanyaan seorang orientalis mengenai kebenaran Al-Quran. Cukup singkat ceramah UBN pada malam itu.

“Saya meyakini persatuan di antara kita, tidak akan pernah terjadi sebelum kita meng-upgrade status dari sekedar Muslimin menjadi Mu’minin,” ujar UBN, melansir Islamic News Agency (INA) kantor berita yang diinisiasi Jurnaslis Islam Bersatu (JITU).

Selanjutnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengawali ceramahnya dengan memperkenalkan diri kepada para masyayekh mengenai latar belakang pendidikan dan asal-usulnya.

Dalam ceramahnya, UAS membawa masalah perbedaan madzhab fikih dengan pembawaan yang ringan. Dia bahkan terkadang menyelipkan humor yang tak jarang membuat para peserta dan para ulama yang lengkap dengan gamis dan kefiyyehnya itu tak mampu menahan tawa.

“PERSIS, NU, Muhammadiyah semuanya adalah saudara kami. Perbedaan-perbedaan yang ada hanyalah bersifat furu’iyah (cabang) bukan ushuliyah (landasan atau dasar-dasar agama),” ucap UAS.

Sementara Ustadz Adi Hidayat (UAH), dengan gaya bahasa yang puitis, yang didukung dengan penyebutan ayat-ayat Al-Quran yang dikontekstualisasikan dengan sejarah Islam di Nusantara berkali-kali membuat para peserta berdecak kagum.

Seakan dia ingin berpesan, bahwa datangnya rahmat Allah ke Indonesia tidak dapat dilepaskan begitu saja dari peran para ulama terdahulu yang telah menyebarkan agama Islam ke berbagai penjuru Tanah Air.

UAH, yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, secara fasih dapat menyebutkan silsilah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. “Keduanya merupakan dua bersaudara dari kakek buyut yang sama”, tegasnya.

Selain dihadiri ulama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tak ingin melewatkan momen tersebut. Tidak seperti biasanya, Anies hadir tanpa berbicara di hadapan umum dan mengaku hanya ingin menikmati ceramah para ustadz. [ed:sym].

Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis Imbau Agar #Aksi115 Tidak Dipolitisasi

Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis Imbau Agar #Aksi115 Tidak Dipolitisasi

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis 11 Mei (Aksi 115) mendatang mengimbau para peserta aksi tidak mengenakan atribut partai politik guna menghindari kesan bahwa aksi 115 dipolitisasi. Hal itu dinyatakan panitia aksi 115 dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin (07/05/2018).

“Kepada seluruh elemen bangsa untuk ikut serta hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada hari jumat, 11 mei 2019 di Monas dengan menjaga kode etik peserta aksi diantaranya: (d) Tidak menggunakan atribut politik praktis”, jelas panitia melalui rilis pers.

Ketua Koalisi Indonesia Pembebasan Baitul Maqdis  Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyatakan bahwa panitia akan menindak peserta aksi yang mempolitisasi aksi dengan mengenakan kostum yang berkonotasi politik praktis.

“Jika ada diantara peserta yang masih mempolitisasi aksi ini dalam bentuk mengenakan kaos-kaos yang berkonotasi Politik Praktis mohon maaf jika nanti panitia akan melakukan tindakan-tindakan tegas demi menjaga kewibawaan perjuangan dan keikhlasan perjuangan kita atas nama Rakyat Indonesia untuk Bebaskan Baitul Maqdis” tegas UBN dalam pernyataannya kepada Media. [sym].

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

(Istanbul)- wahdahjakarta.com– Dalam konferensi Al-Quds Amanati, para aktivis Palestina Internasional mengundang tamu utama, dua tokoh khusus untuk mewakili dua negara pembela Baitul Maqdis. Pertama ustad Bachtiar Nasir mewakili rakyat Indonesia, dan kedua Dr. Nuruddin Nabati, anggota parlemen Turki.

Konferensi yang dihadiri ratusan delegasi Indonesia ini, juga memberikan tanda penghargaan atas usaha-usaha pembelaan terhadap Palestina di dua negara ini. Terkhusus untuk rakyat Indonesia, Konferensi Internasional yang diberada dibawah pengawasan langsung para Ulama Al-Quds ini menghadiahkan salah satu lempengan asli kubah masjid Ash-Shakrah.

Setelah berdampingan di forum dengan Dr. Nuruddin Nabati, anggota Parlemen Turki pembela Al-Quds, Ustad Bachtiar Nasir diundang khusus untuk bertemu Presiden Erdogan yang sedang berada di Istanbul saat itu. Untuk mewakili seluruh umat Islam Indonesia, maka pertemuan itu juga dihadiri oleh Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, KH. Ahmad Shabri Lubis, Ustad Jeje Zainuddin dan ustad Ridwan Yahya.

Berikut videonya : https://www.youtube.com

Satu harapan besar dari konferensi internasional aktivis Baitul Maqdis di Istanbul ini agar Indonesia berada di shaf terdepan dalam pembelaannya. Bahkan, seorang tokoh arab yang hadir mengatakan setelah mendengar penampilan bacaan al-Qur’an oleh seorang anak Indonesia bernama Umar Al-Faruq, “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,”.

Amanah besar di pundak, siapkah kita untuk bersama Palestina menjaga Baitul Maqdis?n[SoA/sym/wahdahjakarta.com].

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku
(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al-Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause. “Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina. “Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu,” tegas UBN.

Pada acara puncak konferensi Internasional al-Quds Amanahku II tersebut KH. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dari Lembaga al-Quds Amanahku atas perjuangan dan usahanya bersama para ulama dan tokoh Indonesia dalam membela serta mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya, khususnya dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2017 di Monas Jakarta. Penghargaan tersebut berupa kepingan dari kubah qubbatush shakra di Masjidil Aqsha.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al-Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustadz Zaitun Rasmin (UZR), Ustadz Jeje Zainuddin, Ustadz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut. Hal itu sebagai isyarat bahwa penghargaan ini bukanlah untuk individu tertentu, tapi pada hakikatnya ini adalah penghargaan untuk seluruh umat Islam Indonesia yang tetap komit pada janjinya untuk selalu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. (Forjim).