10 TAHUN AQL, UBN BERI PESAN DAMAI LEWAT TEMA “PEACE IS POWER”

 

UBN mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim.

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center menggelar Milad Akbar pada selasa (11/9/ 2018) yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H, di Balai Kartini, Kuningan Jakarta Selatan me.

Ada pesan penting yang disampaikan mengambil tema “PEACE IS POWER”. Menurut pendiri AQL, Ustadz Bactiar Nasir (UBN), tema ini diambil untuk memberi tahu publik bahwa Islam adalah agama yang damai dan bukan agama teroris, seperti yang dituduhkan semenjak peristiwa Nine Eleven, 11 September 2001 lalu.

“Walaupun World Of Terrorist sudah dihentikan oleh pemerintahan Obama pada 21 April 2013, namun propaganda kebencian yang diedarkan oleh Donald Trump belakangan ini dengan isu-isu baru tentang Islam adalah sebuah fitnah besar bagi umat Muslim di kalangan masyarakat,” ujar UBN dalam Press Conference sebelum acara dimulai.

Oleh sebab itu UBN membuat milad akbar ini dengan bertajuk kedamaian, agar isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat tersebut bisa dinetralisir hingga dihentikan. “Kami ingin mengingatkan Donald Trump bahwa terorisme yang dilekatkan kepada Islam adalah sebuah kesalahan yang besar,” imbuhnya.

Melalui acara tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini, yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim. “Karena sejatinya umat muslim adalah umat yang menjaga perdamaian, dan bukan umat yang berprilaku keras”, jelasnya.

AQL Islamic Center yang berpusat di Tebet Utara Jakarta Selatan ini didirikan pada 1 Muharram 1429 H yang bertepatan dengan 29 Desember 2008 dengan visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran. Visi ini didorong kesadaran pendiri AQL Islamic Center, bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran.
(Rep: Fry/Ed:sym).

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Gelar Milad ke. 10 AQL Pimpinan UBN Angkat Tema Peace Is  Power

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center  pada Selasa 11 September 2018 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1440 H menggelar Milad ke-10 dengan tema “Peace Is Power”.

Dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com dinyatakan bahwa, “Peace Is Power adalah basis kekuatan yang membuat peradaban manusia tumbuh dan berkembang melalui tautan hati antar etnis, antar ras yang sejak awal tersemai  melalui benih sapa terindah yang pernah didengar manusia Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Melalui  acara ini AQL pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) ingin mengangkat kekuatan Islam yang menawarkan dan memberikan rasa damai dan kedamaian untuk menjadi solusi bagi dunia yang penuh dengan kekerasan dan peperangan ini. Hal tersebut sesuai  dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

AQL (Ar- Rahman Quranic learning) Islamic Center didirikan pada 1 Muharram 1429 H (29 Desember 2008) mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran karena pendiri  AQL  Islamic Center menyadari bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran. AQL pun berkomitmen kuat untuk selalu mendekatkan Al-Quran kepada masyarakat untuk dibaca dan dihafalkan .

Pada  1 Muharram 1440 H (11 September 2018) AQL Islamic Center  yang mempunyai visi besar membangun peradaban dengan Al-Qur’an tepat berusia 10 tahun. Di usianya yang ke-10 ini AQL Islamic Center bertekad untuk mengawal  kebangkitan Islam di bumi Allah dan menunjukkan kepada dunia bahwa kedamaian itu adalah kekuatan yang paling dibutuhkan dunia saat ini dan Islam mampu memberikan ya Karena untuk kedamaian umat manusialah Allah menurunkan Islam. [ed:sym].

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

Ustadz Zaitun

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin memandu Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtira Nasir, dan Ustadz Abdul Shomad

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

 

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Pada Kamis (05/07/2018) yang merupakan malam puncak acara Pertemuan (Multaqa) Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-5, para peserta menanti suatu momen yang ditunggu-tunggu. Yakni Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia; Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI Pusat), Ustadz Abdul Shomad, Ustadz Adi Hidayat.

Para ustadz masyhur yang selama ini memenuhi ruang-ruang di media sosial, pada malam itu duduk di satu meja, bergantian berceramah di hadapan para ulama dan masyayekh dari berbagai negara, dan dengan intensif berbahasa Arab.

Dimoderatori Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, para ustadz yang ketika itu dipanggil dengan gelar “syekh” itu pun satu per satu menyampaikan risalah Islam dengan kekhasannya masing-masing.

“Syekh Bachtiar Nasir, Syekh Abdul Somad, dan Syekh Adi Hidayat,” Ustadz Zaitun Rasmin memanggil satu per satu ketiganya ke atas panggung.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) diberi giliran pertama dan berbicara tentang persatuan dan lemahnya kondisi umat Islam saat ini dalam politik, ekonomi, dan bidang strategis lainnya.

Dalam penjelasaannya, UBN mengutip kisah terkenal ulama Mesir Syekh Mutawalli As-Sya’rawi yang menjawab pertanyaan seorang orientalis mengenai kebenaran Al-Quran. Cukup singkat ceramah UBN pada malam itu.

“Saya meyakini persatuan di antara kita, tidak akan pernah terjadi sebelum kita meng-upgrade status dari sekedar Muslimin menjadi Mu’minin,” ujar UBN, melansir Islamic News Agency (INA) kantor berita yang diinisiasi Jurnaslis Islam Bersatu (JITU).

Selanjutnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengawali ceramahnya dengan memperkenalkan diri kepada para masyayekh mengenai latar belakang pendidikan dan asal-usulnya.

Dalam ceramahnya, UAS membawa masalah perbedaan madzhab fikih dengan pembawaan yang ringan. Dia bahkan terkadang menyelipkan humor yang tak jarang membuat para peserta dan para ulama yang lengkap dengan gamis dan kefiyyehnya itu tak mampu menahan tawa.

“PERSIS, NU, Muhammadiyah semuanya adalah saudara kami. Perbedaan-perbedaan yang ada hanyalah bersifat furu’iyah (cabang) bukan ushuliyah (landasan atau dasar-dasar agama),” ucap UAS.

Sementara Ustadz Adi Hidayat (UAH), dengan gaya bahasa yang puitis, yang didukung dengan penyebutan ayat-ayat Al-Quran yang dikontekstualisasikan dengan sejarah Islam di Nusantara berkali-kali membuat para peserta berdecak kagum.

Seakan dia ingin berpesan, bahwa datangnya rahmat Allah ke Indonesia tidak dapat dilepaskan begitu saja dari peran para ulama terdahulu yang telah menyebarkan agama Islam ke berbagai penjuru Tanah Air.

UAH, yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, secara fasih dapat menyebutkan silsilah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. “Keduanya merupakan dua bersaudara dari kakek buyut yang sama”, tegasnya.

Selain dihadiri ulama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tak ingin melewatkan momen tersebut. Tidak seperti biasanya, Anies hadir tanpa berbicara di hadapan umum dan mengaku hanya ingin menikmati ceramah para ustadz. [ed:sym].

Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis Imbau Agar #Aksi115 Tidak Dipolitisasi

Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis Imbau Agar #Aksi115 Tidak Dipolitisasi

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis 11 Mei (Aksi 115) mendatang mengimbau para peserta aksi tidak mengenakan atribut partai politik guna menghindari kesan bahwa aksi 115 dipolitisasi. Hal itu dinyatakan panitia aksi 115 dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin (07/05/2018).

“Kepada seluruh elemen bangsa untuk ikut serta hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada hari jumat, 11 mei 2019 di Monas dengan menjaga kode etik peserta aksi diantaranya: (d) Tidak menggunakan atribut politik praktis”, jelas panitia melalui rilis pers.

Ketua Koalisi Indonesia Pembebasan Baitul Maqdis  Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyatakan bahwa panitia akan menindak peserta aksi yang mempolitisasi aksi dengan mengenakan kostum yang berkonotasi politik praktis.

“Jika ada diantara peserta yang masih mempolitisasi aksi ini dalam bentuk mengenakan kaos-kaos yang berkonotasi Politik Praktis mohon maaf jika nanti panitia akan melakukan tindakan-tindakan tegas demi menjaga kewibawaan perjuangan dan keikhlasan perjuangan kita atas nama Rakyat Indonesia untuk Bebaskan Baitul Maqdis” tegas UBN dalam pernyataannya kepada Media. [sym].

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

(Istanbul)- wahdahjakarta.com– Dalam konferensi Al-Quds Amanati, para aktivis Palestina Internasional mengundang tamu utama, dua tokoh khusus untuk mewakili dua negara pembela Baitul Maqdis. Pertama ustad Bachtiar Nasir mewakili rakyat Indonesia, dan kedua Dr. Nuruddin Nabati, anggota parlemen Turki.

Konferensi yang dihadiri ratusan delegasi Indonesia ini, juga memberikan tanda penghargaan atas usaha-usaha pembelaan terhadap Palestina di dua negara ini. Terkhusus untuk rakyat Indonesia, Konferensi Internasional yang diberada dibawah pengawasan langsung para Ulama Al-Quds ini menghadiahkan salah satu lempengan asli kubah masjid Ash-Shakrah.

Setelah berdampingan di forum dengan Dr. Nuruddin Nabati, anggota Parlemen Turki pembela Al-Quds, Ustad Bachtiar Nasir diundang khusus untuk bertemu Presiden Erdogan yang sedang berada di Istanbul saat itu. Untuk mewakili seluruh umat Islam Indonesia, maka pertemuan itu juga dihadiri oleh Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, KH. Ahmad Shabri Lubis, Ustad Jeje Zainuddin dan ustad Ridwan Yahya.

Berikut videonya : https://www.youtube.com

Satu harapan besar dari konferensi internasional aktivis Baitul Maqdis di Istanbul ini agar Indonesia berada di shaf terdepan dalam pembelaannya. Bahkan, seorang tokoh arab yang hadir mengatakan setelah mendengar penampilan bacaan al-Qur’an oleh seorang anak Indonesia bernama Umar Al-Faruq, “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,”.

Amanah besar di pundak, siapkah kita untuk bersama Palestina menjaga Baitul Maqdis?n[SoA/sym/wahdahjakarta.com].

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku
(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al-Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause. “Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina. “Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu,” tegas UBN.

Pada acara puncak konferensi Internasional al-Quds Amanahku II tersebut KH. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dari Lembaga al-Quds Amanahku atas perjuangan dan usahanya bersama para ulama dan tokoh Indonesia dalam membela serta mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya, khususnya dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2017 di Monas Jakarta. Penghargaan tersebut berupa kepingan dari kubah qubbatush shakra di Masjidil Aqsha.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al-Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustadz Zaitun Rasmin (UZR), Ustadz Jeje Zainuddin, Ustadz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut. Hal itu sebagai isyarat bahwa penghargaan ini bukanlah untuk individu tertentu, tapi pada hakikatnya ini adalah penghargaan untuk seluruh umat Islam Indonesia yang tetap komit pada janjinya untuk selalu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. (Forjim).

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

JAKARTA (wahdahjakarta.com)- Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA) menggelar Silaturrahim Ulama  Pejuang Baitul Maqdis di kediaman ibu Ida Hasyim Ning, Cikini No. 24, Jakarta Pusat, Rabu malam, (21/3/2018).

Sekjen MIUMI Pusat Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan silaturahim ini agar ulama dan aktivis bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

“Selama ini kumpulan asatidz dan pejuang Palestina kelihatannya kurang serius bekerja sama dalam perjuangan Palestina, sementara di luar negri para ulama telah membentuk lembaga-lembaga khusus untuk membantu Palestina”, ujarnya.

UBN juga mengimbau para ulama untuk senantiasa merapatkan barisan agar terhindar dari upaya adu domba dan pemecah-belahan yang bertujuan melemahkan semangat pembelaan kepada Bumi Syam. “Kami mengajak para ulama untuk terus membangkitkan semangat umat dan tak berhenti meningkatkan kepeduliannya terhadap Bumi Syam”, imbuhnya.

Menurutnya, merapatkan barisan untuk perjuangan pembebasan Al -Aqsa sangat penting mengingat penderitaan saudara se-Iman di Bumi Syam hingga kini tak kunjung henti. Penindasan dan penggusuran permukiman warga Baitul Maqdis terus dilakukan oleh penjajah Zionis.
Ketua Spirit of Aqsa (SoA) ini juga menekankan bahwa persoalan Baitul Maqdis dan Palestina merupakan tanggung jawab bersama selurh ummat Islam. “Apa yang terjadi di Palestina tanggung jawab kita semua”, tandasnya.

Acara ini dihadiri para ulama, Da’i dan aktivis pejuang Baitul Maqdis dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tokoh yang hadir di antaranya; DR. Nawwaf Takruri (Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora), DR. Muhammad Abdul Karim (Komite Dakwah Ikatan Syariah Ulama & Da’i Sudah, DR. Ali Yusuf (Anggota Persatuan Ulama Internasional), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), DR. Nasir Zain, Ustadz. Fahmi Salim (MIUMI DKI), DR. Mu’inudinillah (MIUMI Solo), Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MA (Wahdah Islamiyah), dan beberapa ulama dan tokoh lainnya. [sym].

Sekjen MIUMI: Jadikan Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur

Sekjen MIUMI: Jadikan Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur

(Pangkal Pinang) wahdahjakarta.com – Sekretaris Jendral (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan wasiat untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur.

Hal itu disampaikan Ustadz Bachtiar saat menjadi pembicara utama dalam Majelis Tadabbur Asmaul Husna di Masjid Al Huda, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang diadakan Dewan Masjid Indonesia (DMI), pada Sabtu (10/3/2018).

Dalam ceramahnya, Pimpinan Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Center itu berwasiat untuk menjadikan Pangkal Pinang, dan Indonesia umumnya menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

“Saya punya program yang bisa menjadikan Pangkal Pinang menjadi negeri yang baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur”, ujarnya. Menurutnya tips untuk menjadikan sebuah negeri sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur terdapat dalam surat Saba’ ayat 15. “Ada poin besar dalam surat ini untuk menggapai program itu,” ungkap UBN seraya mengajak seratusan Jama’ah untuk menirukan ayat 15 surat Saba yang beliau bacakan.

“Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): “Makanlah dari rezeki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’ Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

Surat tersebut, kata UBN, menggambarkan kondisi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur di Negeri Saba’. Salah satu digambarkan penuh dengan keberkahan.
“Disebutkan bahwa ketika safar di sana dari Saba’ ke Syam 40 hari 40 malam tidak takut kelaparan karena di kiri kanan itu banyak kebun-kebun yang banyak buahnya. Intinya dari baldatun thayyibatun itu tinggal makan, tidak perlu cape kerja. Semuanya dari rezeki Allah,” terang UBN

Karena banyaknya rezeki, maka ciri selanjutnya, para penduduk negeri baldatun thoyyibah itu mudah bersyukur.

UBN melanjutkan bahwa cara agar sebuah negeri menjadi baldatun thoyyibah adalah dengan memposisikan Allah sebagai Robbul Ghofur yang orientasi para penduduknya adalah mencari ampunan Allah.

“Jika Pangkal Pinang ingin kembali berjaya, pilih pimpinan yg mengajak kepada ampunan Allah.
Jangan mau dibohongi janji-janji kampanye, tapi pilih yang benar-benar mengajak kepada ampunan Allah,” ungkap UBN.

Masyarakat yang selalu mencari baldatun thoyyibatun maka tidak mudah dibohongi, tidak mudah disogok dengan uang.
UBN menegaskan jika ingin menjadikan Indonesia seperti zaman negeri Saba’ yang penuh keberkahan maka rakyatnya harus banyak beristigfar.
“Allah itu maha pengampun dan tidak pernah berhenti mengampuni dosa-dosa. Bukan hanya mengampunkan dosa, tapi Allah juga menutup aib kita dan menyembuhkan penyakit kita,” paparnya.
Jika Allah menerima istighfar rakyat Indonesia, lanjut UBN, maka akan dikirimkan hujan yang berkualitas dan terus turun. Artinya itu pertanda rahmat, sehingga akan makmur negaranya.
(Rep: M.Jundi/ed:sym).

Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis Konsolidasi di Jakarta

Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Ratusan peserta yang terdiri dari ulama, da’i, pimpinan ormas Islam, aktivis, lembaga kemanusiaan dan wartawan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis, Sabtu (3/3/2018).

Acara ini diinisiasi oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Spirit of Aqsa (SoA).

Dalam sambutannya  Sekretaris Jendral Majelis Intelektual  dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan bahwa berbicara tentang Palestina  dan Baitul Maqdis tidak lagi hnya sektoral tapi membutuhkan kerja sama. Hal ini disampaikan UBN pada Silatirrahim Nasional Ulama dan Aktivis Perjuangan Palestina di Jakarta, pada Sabtu (3/3/2018).

“Dibutuhkan kerja sama dan kerja-kerja besar untuk merealisasikan semangat pembelaan terhadap Palestina dan Al-Quds”, ujar UBN yang juga pimpinan  Ar Rahaman Qur’anic Learning (AQL) ini.

“Umumnya elemen pejuang Baitul Maqdis masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terjadi kurangnya komunikasi di antara kita,” ungkap  Ustadz Bachtiar di hadapan awak media usai acara.

“Kami bersepakat bekerjasama menyemangati umat khususnya dan para tokoh minimal di tingkat nasional untuk perhatian dengan identitas umat Islam didunia yaitu Baitul Maqdis,” terangnya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong dengan penuh sinergitas antara lembaga kemanusiaan dengan para ulama. “Jangan membiarkan para ulama sendiri,” pintanya.

Menurutnya secara konstitusi bangsa Indonesia memiliki landasan yang kuat untuk terlibat dalam pembebabasan Al-Quds atau Baitul Maqdis. “Kita punya landasan konstitusi yang kuat untuk berkontribusi dalam masalah Al-Quds”, ujarnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam sambuatannya HNW mengatakan bahwa persoalan Masjidil Aqsa merupakan salah satu masalah penting ummat Islam. Oleh karena itu beliau berharap acara Silatnas ini menjadi momentum mengokohkan kembali kepedulian terhadap Masjidil Aqsa dan Al-Quds.

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis ini diisi oleh pemaparan kondisi Al Quds oleh Wakil Ketua Komite Al Quds Syekh Samir Said. Lembaga ini berada di bawah al-Ittihad al-Alami lil Ulama al-Muslimin (Persatuan Ulama Muslim Dunia).

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari para ulama, ormas Islam dan lembaga kemanusiaan.  Nampak hadir Fahmi Salim (MIUMI Jakarta), Jeje Zainuddin (DPP Persis), Ilham Jaya Abdul Rauf (Wahdah Islamiyah), Ahmad Rofi’i (An-Najat), Abdullah Baharmus, Abdullah Sholeh Al-Hadhrami, Soeripto (Ketua KNRP), dan sebagainya. [sym].

Diperkirakan Aksi Bela Palestina Hari Ini Diminati dan Disambut Warga Dunia

Diperkirakan Aksi Bela Palestina Hari Ini Diminati dan Disambut Warga Dunia

MUI & GNPF Ulama

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GN PF) Ustaz Bachtiar Nasir menyatakan bahwa Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Monas hari ini diminati dan akan disambut warga dunia. “Kita yakin acara besok (baca: hari ini) diminati dan disambut antusias warga dunia”, ucapnya di hadapan awak medisa saat Pers Conference Menuju Aksi Bela Palestina di Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL), Jakarta pada Sabtu, (16/12).

Menurut pimpinan AQL ini hal itu ditandai oleh dua hal. “Pertandanya adalah, pertama, ada beberapa media internasional yang sudah menghubungi dan akan meliput”, ujar ustaz yang biasa disapa UBN ini. “Bahkan sejak jauh-jauh hari”, imbuhnya.

“Kedua, warga negara tetangga seperti Brunei, Malaysia, Singapura juga sudah menyatakan akan hadir dan ikut, Palestina juga mengirimkan apresiasi atas aksi ini”, tandasnya.

Selain itu seluruh NGO yang terlibat dalam kemanusiaan di Palestina juga akan mengirimkan banyak posko. “Bahkan ada yang akan memajang mobil musim dingin di aksi besok (hari ini) untuk memperlihatkan bagaimana situasi saat musim hujan di sana (Palestina)”, pungkasnya. [sym]