Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis Imbau Agar #Aksi115 Tidak Dipolitisasi

Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis Imbau Agar #Aksi115 Tidak Dipolitisasi

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Panitia Aksi Bela Baitul Maqdis 11 Mei (Aksi 115) mendatang mengimbau para peserta aksi tidak mengenakan atribut partai politik guna menghindari kesan bahwa aksi 115 dipolitisasi. Hal itu dinyatakan panitia aksi 115 dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin (07/05/2018).

“Kepada seluruh elemen bangsa untuk ikut serta hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada hari jumat, 11 mei 2019 di Monas dengan menjaga kode etik peserta aksi diantaranya: (d) Tidak menggunakan atribut politik praktis”, jelas panitia melalui rilis pers.

Ketua Koalisi Indonesia Pembebasan Baitul Maqdis  Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyatakan bahwa panitia akan menindak peserta aksi yang mempolitisasi aksi dengan mengenakan kostum yang berkonotasi politik praktis.

“Jika ada diantara peserta yang masih mempolitisasi aksi ini dalam bentuk mengenakan kaos-kaos yang berkonotasi Politik Praktis mohon maaf jika nanti panitia akan melakukan tindakan-tindakan tegas demi menjaga kewibawaan perjuangan dan keikhlasan perjuangan kita atas nama Rakyat Indonesia untuk Bebaskan Baitul Maqdis” tegas UBN dalam pernyataannya kepada Media. [sym].

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

(Istanbul)- wahdahjakarta.com– Dalam konferensi Al-Quds Amanati, para aktivis Palestina Internasional mengundang tamu utama, dua tokoh khusus untuk mewakili dua negara pembela Baitul Maqdis. Pertama ustad Bachtiar Nasir mewakili rakyat Indonesia, dan kedua Dr. Nuruddin Nabati, anggota parlemen Turki.

Konferensi yang dihadiri ratusan delegasi Indonesia ini, juga memberikan tanda penghargaan atas usaha-usaha pembelaan terhadap Palestina di dua negara ini. Terkhusus untuk rakyat Indonesia, Konferensi Internasional yang diberada dibawah pengawasan langsung para Ulama Al-Quds ini menghadiahkan salah satu lempengan asli kubah masjid Ash-Shakrah.

Setelah berdampingan di forum dengan Dr. Nuruddin Nabati, anggota Parlemen Turki pembela Al-Quds, Ustad Bachtiar Nasir diundang khusus untuk bertemu Presiden Erdogan yang sedang berada di Istanbul saat itu. Untuk mewakili seluruh umat Islam Indonesia, maka pertemuan itu juga dihadiri oleh Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, KH. Ahmad Shabri Lubis, Ustad Jeje Zainuddin dan ustad Ridwan Yahya.

Berikut videonya : https://www.youtube.com

Satu harapan besar dari konferensi internasional aktivis Baitul Maqdis di Istanbul ini agar Indonesia berada di shaf terdepan dalam pembelaannya. Bahkan, seorang tokoh arab yang hadir mengatakan setelah mendengar penampilan bacaan al-Qur’an oleh seorang anak Indonesia bernama Umar Al-Faruq, “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,”.

Amanah besar di pundak, siapkah kita untuk bersama Palestina menjaga Baitul Maqdis?n[SoA/sym/wahdahjakarta.com].

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku
(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al-Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause. “Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina. “Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu,” tegas UBN.

Pada acara puncak konferensi Internasional al-Quds Amanahku II tersebut KH. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dari Lembaga al-Quds Amanahku atas perjuangan dan usahanya bersama para ulama dan tokoh Indonesia dalam membela serta mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya, khususnya dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2017 di Monas Jakarta. Penghargaan tersebut berupa kepingan dari kubah qubbatush shakra di Masjidil Aqsha.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al-Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustadz Zaitun Rasmin (UZR), Ustadz Jeje Zainuddin, Ustadz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut. Hal itu sebagai isyarat bahwa penghargaan ini bukanlah untuk individu tertentu, tapi pada hakikatnya ini adalah penghargaan untuk seluruh umat Islam Indonesia yang tetap komit pada janjinya untuk selalu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. (Forjim).

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

JAKARTA (wahdahjakarta.com)- Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA) menggelar Silaturrahim Ulama  Pejuang Baitul Maqdis di kediaman ibu Ida Hasyim Ning, Cikini No. 24, Jakarta Pusat, Rabu malam, (21/3/2018).

Sekjen MIUMI Pusat Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan silaturahim ini agar ulama dan aktivis bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

“Selama ini kumpulan asatidz dan pejuang Palestina kelihatannya kurang serius bekerja sama dalam perjuangan Palestina, sementara di luar negri para ulama telah membentuk lembaga-lembaga khusus untuk membantu Palestina”, ujarnya.

UBN juga mengimbau para ulama untuk senantiasa merapatkan barisan agar terhindar dari upaya adu domba dan pemecah-belahan yang bertujuan melemahkan semangat pembelaan kepada Bumi Syam. “Kami mengajak para ulama untuk terus membangkitkan semangat umat dan tak berhenti meningkatkan kepeduliannya terhadap Bumi Syam”, imbuhnya.

Menurutnya, merapatkan barisan untuk perjuangan pembebasan Al -Aqsa sangat penting mengingat penderitaan saudara se-Iman di Bumi Syam hingga kini tak kunjung henti. Penindasan dan penggusuran permukiman warga Baitul Maqdis terus dilakukan oleh penjajah Zionis.
Ketua Spirit of Aqsa (SoA) ini juga menekankan bahwa persoalan Baitul Maqdis dan Palestina merupakan tanggung jawab bersama selurh ummat Islam. “Apa yang terjadi di Palestina tanggung jawab kita semua”, tandasnya.

Acara ini dihadiri para ulama, Da’i dan aktivis pejuang Baitul Maqdis dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tokoh yang hadir di antaranya; DR. Nawwaf Takruri (Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora), DR. Muhammad Abdul Karim (Komite Dakwah Ikatan Syariah Ulama & Da’i Sudah, DR. Ali Yusuf (Anggota Persatuan Ulama Internasional), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), DR. Nasir Zain, Ustadz. Fahmi Salim (MIUMI DKI), DR. Mu’inudinillah (MIUMI Solo), Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MA (Wahdah Islamiyah), dan beberapa ulama dan tokoh lainnya. [sym].

Sekjen MIUMI: Jadikan Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur

Sekjen MIUMI: Jadikan Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur

(Pangkal Pinang) wahdahjakarta.com – Sekretaris Jendral (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan wasiat untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur.

Hal itu disampaikan Ustadz Bachtiar saat menjadi pembicara utama dalam Majelis Tadabbur Asmaul Husna di Masjid Al Huda, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang diadakan Dewan Masjid Indonesia (DMI), pada Sabtu (10/3/2018).

Dalam ceramahnya, Pimpinan Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Center itu berwasiat untuk menjadikan Pangkal Pinang, dan Indonesia umumnya menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

“Saya punya program yang bisa menjadikan Pangkal Pinang menjadi negeri yang baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur”, ujarnya. Menurutnya tips untuk menjadikan sebuah negeri sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur terdapat dalam surat Saba’ ayat 15. “Ada poin besar dalam surat ini untuk menggapai program itu,” ungkap UBN seraya mengajak seratusan Jama’ah untuk menirukan ayat 15 surat Saba yang beliau bacakan.

“Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): “Makanlah dari rezeki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’ Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

Surat tersebut, kata UBN, menggambarkan kondisi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur di Negeri Saba’. Salah satu digambarkan penuh dengan keberkahan.
“Disebutkan bahwa ketika safar di sana dari Saba’ ke Syam 40 hari 40 malam tidak takut kelaparan karena di kiri kanan itu banyak kebun-kebun yang banyak buahnya. Intinya dari baldatun thayyibatun itu tinggal makan, tidak perlu cape kerja. Semuanya dari rezeki Allah,” terang UBN

Karena banyaknya rezeki, maka ciri selanjutnya, para penduduk negeri baldatun thoyyibah itu mudah bersyukur.

UBN melanjutkan bahwa cara agar sebuah negeri menjadi baldatun thoyyibah adalah dengan memposisikan Allah sebagai Robbul Ghofur yang orientasi para penduduknya adalah mencari ampunan Allah.

“Jika Pangkal Pinang ingin kembali berjaya, pilih pimpinan yg mengajak kepada ampunan Allah.
Jangan mau dibohongi janji-janji kampanye, tapi pilih yang benar-benar mengajak kepada ampunan Allah,” ungkap UBN.

Masyarakat yang selalu mencari baldatun thoyyibatun maka tidak mudah dibohongi, tidak mudah disogok dengan uang.
UBN menegaskan jika ingin menjadikan Indonesia seperti zaman negeri Saba’ yang penuh keberkahan maka rakyatnya harus banyak beristigfar.
“Allah itu maha pengampun dan tidak pernah berhenti mengampuni dosa-dosa. Bukan hanya mengampunkan dosa, tapi Allah juga menutup aib kita dan menyembuhkan penyakit kita,” paparnya.
Jika Allah menerima istighfar rakyat Indonesia, lanjut UBN, maka akan dikirimkan hujan yang berkualitas dan terus turun. Artinya itu pertanda rahmat, sehingga akan makmur negaranya.
(Rep: M.Jundi/ed:sym).

Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis Konsolidasi di Jakarta

Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Ratusan peserta yang terdiri dari ulama, da’i, pimpinan ormas Islam, aktivis, lembaga kemanusiaan dan wartawan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis, Sabtu (3/3/2018).

Acara ini diinisiasi oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Spirit of Aqsa (SoA).

Dalam sambutannya  Sekretaris Jendral Majelis Intelektual  dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan bahwa berbicara tentang Palestina  dan Baitul Maqdis tidak lagi hnya sektoral tapi membutuhkan kerja sama. Hal ini disampaikan UBN pada Silatirrahim Nasional Ulama dan Aktivis Perjuangan Palestina di Jakarta, pada Sabtu (3/3/2018).

“Dibutuhkan kerja sama dan kerja-kerja besar untuk merealisasikan semangat pembelaan terhadap Palestina dan Al-Quds”, ujar UBN yang juga pimpinan  Ar Rahaman Qur’anic Learning (AQL) ini.

“Umumnya elemen pejuang Baitul Maqdis masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terjadi kurangnya komunikasi di antara kita,” ungkap  Ustadz Bachtiar di hadapan awak media usai acara.

“Kami bersepakat bekerjasama menyemangati umat khususnya dan para tokoh minimal di tingkat nasional untuk perhatian dengan identitas umat Islam didunia yaitu Baitul Maqdis,” terangnya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong dengan penuh sinergitas antara lembaga kemanusiaan dengan para ulama. “Jangan membiarkan para ulama sendiri,” pintanya.

Menurutnya secara konstitusi bangsa Indonesia memiliki landasan yang kuat untuk terlibat dalam pembebabasan Al-Quds atau Baitul Maqdis. “Kita punya landasan konstitusi yang kuat untuk berkontribusi dalam masalah Al-Quds”, ujarnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam sambuatannya HNW mengatakan bahwa persoalan Masjidil Aqsa merupakan salah satu masalah penting ummat Islam. Oleh karena itu beliau berharap acara Silatnas ini menjadi momentum mengokohkan kembali kepedulian terhadap Masjidil Aqsa dan Al-Quds.

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis ini diisi oleh pemaparan kondisi Al Quds oleh Wakil Ketua Komite Al Quds Syekh Samir Said. Lembaga ini berada di bawah al-Ittihad al-Alami lil Ulama al-Muslimin (Persatuan Ulama Muslim Dunia).

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari para ulama, ormas Islam dan lembaga kemanusiaan.  Nampak hadir Fahmi Salim (MIUMI Jakarta), Jeje Zainuddin (DPP Persis), Ilham Jaya Abdul Rauf (Wahdah Islamiyah), Ahmad Rofi’i (An-Najat), Abdullah Baharmus, Abdullah Sholeh Al-Hadhrami, Soeripto (Ketua KNRP), dan sebagainya. [sym].

Diperkirakan Aksi Bela Palestina Hari Ini Diminati dan Disambut Warga Dunia

Diperkirakan Aksi Bela Palestina Hari Ini Diminati dan Disambut Warga Dunia

MUI & GNPF Ulama

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GN PF) Ustaz Bachtiar Nasir menyatakan bahwa Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Monas hari ini diminati dan akan disambut warga dunia. “Kita yakin acara besok (baca: hari ini) diminati dan disambut antusias warga dunia”, ucapnya di hadapan awak medisa saat Pers Conference Menuju Aksi Bela Palestina di Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL), Jakarta pada Sabtu, (16/12).

Menurut pimpinan AQL ini hal itu ditandai oleh dua hal. “Pertandanya adalah, pertama, ada beberapa media internasional yang sudah menghubungi dan akan meliput”, ujar ustaz yang biasa disapa UBN ini. “Bahkan sejak jauh-jauh hari”, imbuhnya.

“Kedua, warga negara tetangga seperti Brunei, Malaysia, Singapura juga sudah menyatakan akan hadir dan ikut, Palestina juga mengirimkan apresiasi atas aksi ini”, tandasnya.

Selain itu seluruh NGO yang terlibat dalam kemanusiaan di Palestina juga akan mengirimkan banyak posko. “Bahkan ada yang akan memajang mobil musim dingin di aksi besok (hari ini) untuk memperlihatkan bagaimana situasi saat musim hujan di sana (Palestina)”, pungkasnya. [sym]

UBN Mengisi Reuni Akbar 212

UBN: Kita Tatap Masa Depan Islam yang Baru di Indonesia

UBN: Kita Tatap Masa Depan Islam yang Baru di Indonesia

Jakarta (wahdahjakarta.com) – Ketua GNPF Ulama Ustadz Bachtiar Natsir (UBN) memberikan tausiyah pada acara Reuni Akbar 212, konsolidasi akbar yang didukung berbagai komponen umat Islam. Reuni dilaksanakan di Monas, Jakarta pada hari Sabtu (2/12/2017).

Ketua GNPF Ulama yang kerap disapa UBN ini menyimpulkan penyebab perpecahan yang selama ini terjadi, berakar pada 2 hal, yaitu : jauhnya umat dari Al Qur’an dan adanya pengelompokan-pengelompokan terhadap umat Islam.

Untuk kasus yang pertama, beliau menyindir masih banyak yang tidak sholat subuh berjama’ah dan mendahulukan membaca Whatsapp dibanding Al Qur’an.

Yang kedua adalah masih adanya gesekan dalan internal umat Islam dikarenakan beberapa perbedaan, seperti organisasi, madzhab, dll.

“Demi Allah, tidak pernah ada di hati saya bahwa NU, Anshor dan Banser melarang saya ceramah. Yang ada adalah karena saya yang jarang silaturahim kepada mereka,” tegasnya.

Berikutnya beliau mengajak agar umat Islam tidak membuka kembali luka sejarah. “Pernah ada luka sejarah di masa lalu. Masyumi pernah kecewa dengan NU, dan NU kecewa dengan Masyumi. Itu adalah ijtihad para pendahulu kita,” kata beliau.

“Kini kita umat Islam perlu membuat ijtihad baru, yaitu bersatunya semua kekuatan Islam baik yang tradisional maupun modernis di Indonesia. Hilangkan syak wasangka, lupakan luka sejarah. Kita menatap masa depan Islam yang baru di Indonesia”, lanjutnya.

Persatuan perlu terus diupayakan karena ada pihak-pihak yang ingin agar umat terus berseteru.

“Mereka, musuh agama dan negara, tidak peduli kamu ini bajunya putih atau hijau, tidak perduli kamu NU atau Muhammadiyah, mereka tidak peduli bangsa negara ini hancur. Yang mereka mau adalah kita umat berpecah belah, bawa lari kekayaan Indonesia yg luar biasa ini,” pungkasnya. [ibw]