Sambut Ramadhan dengan Bekal Terbaik

Tabligh Akbar Sambut Ramadhan dengan Bekal Terbaik

Tabligh Akbar DPD WI Bogor : Sambut Ramadhan dengan Bekal Terbaik

Ramadhan tinggal hitung hari, perlu persiapan yang matang dengan cara memahami hukum-hukum dalam berpuasa di bulan Ramadhan. Terutama hukum mengenai bagaimana puasa itu sendiri dilaksanakan.

Hukum berpuasa bagi kaum muslimin adalah fardu ‘ain, jadi bagi siapa saja yang mengaku beragama Islam, maka wajib hukumnya melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan.

Ketika kita berpuasa, sama saja telah menegakkan rukun Islam, dan yang tidak berpuasa sama saja tidak menegakkan agama ini.” Demikian beberapa inti materi disampaikan oleh ust Zuhaifah, yang juga sebagai ketua DPD WI Bogor, dalam kegiatan Tarhib Ramadhan, yang diadakan di Masjid Itishom Perum Budi Agung kota Bogor, Ahad 13/05/18.

Puasa Mengandung Unsur-Unsur Ketakwaan

Pada sesi kedua, ust Syamsuddin Lahanufi, S.Pd.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa puasa merupakan sebab yang paling besar yang akan membuat seseorang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Semua ibadah merupakan sebab yang akan membuat seseorang makin takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di antara semua ibadah itu yang paling besar pengaruhnya adalah puasa”.

Setiap pribadi muslim dapat mengambil manfaat, karena dalam puasa terkumpul semua unsur-unsur takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang-orang melakukan ketaatan dan meninggalkan semua larangan dalam ibadah puasa, ujar pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong ini.

Beliau berharap agar setiap pribadi kaum muslimin dapat mengambil manfaat yang besar dari datangnya bulan yang penuh rahmat ini.

Arbi, selaku panitia menjelaskan, kegiatan tarhib Ramadhan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mempersiapkan bekal yang terbaik dalam menyambut bulan Ramadhan.
[ar]

Wahdah Jakarta Utara Gelar Training Qur’an Muslim Jaman Now

Wahdah Jakarta Utara Gelar Training Qur’an Muslim Jaman Now

Wahdah Jakarta Utara Gelar Training Qur’an Muslim Jaman Now

 

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Sabtu (26/11) Markaz Qur’an Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta Utara menggelar Training Qur’an. Training yang mengangkat Muslim Jaman Now ini menghadirkan dua narasumber ustaz Syamsuddin, M. Pd.I (Pimpinan Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Bogor) dan Ustaz Fakhrizal Idriz, Lc (Da’i Wahdah Islamiyah DKI Jakarta).

Dalam materinya Ustaz Syamsuddin menjelaskan tentang dampak dan akibat mengabaikan dan meninggalkan Al-Qur’an. “Mengabaikan dan meninggalkan Al-Qur’an merupakan perkara besar dan serius”, ujarnya. “Sebab Rasul pernah mengadukan kepada Allah perilaku kaum dan ummatnya yang meninggalkan Al-Qur’an, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 30”, terangnya.

Selanjutnya kandidat Doktor Universitas Ibn Khaldun Bogor ini menyebutkan beberapa contoh sikap mengabaikan Al-Qur’an. “Mengabaikan atau meninggalkan Al-Qur’an diantaranya dengan tidak mengimani, tidak mendengarkan, tidak membaca dan mempelajari, serta tidak mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an”, jelasnya.

Adapun dampak meninggalkan Al-Qur’an dapat mengakibatkan kesempitan hidup, terjatuh dalam kedzaliman dan kesesatan, serta mudah diperdaya oleh setan. “Pada level komunal, menjauhi dan mengabaikan Al-Qur’an merupakan sebab kehinaan suatu masyarakat serta kekalahan sebuah ummat dan bangsa”, imbuhnya.

Oleh karena itu sebagai solusinya setiap Muslim hendaknya kembali kepada Al-Qur’an dengan mempelajari dan mengajarkannya. “Kegiatan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an harus jadi prioritas dalam agenda hidup kita, sebab ia merupakan syarat menjadi manusia terbaik di sisi Allah”, tegasnya.

Al Qur’an Obat Penawar Penyakit

Sementara Ustaz Fakhrizal menjelaskan tentang salah satu fungsi Al-Qur’an sebagai obat dan penawar bagi penyakit syahwat dan syubhat yang menimpa jiwa manusia. “Sebagaimana tubuh manusia dapat timbul penyakit maka jiwa atau ruh manusia juga berpenyakit, dan penyakit jiwa ada dua, yakni syahwat atau hawa nafsu dan syubhat”, ujar alumnus Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah ini.

“Dan kedua penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan Al quran”, lanjutnya. “Syahwat disembuhkan dengan cara menyalurkannya sesuai syari’at yang termaktub dalam Al-Qur’an, dan syubhat disembuhkan dengan ilmu dan kebenaran yang terbukti ada dalam Al-Qur’an”, pungkasnya. [sym]

Jadwal Kajian Jum’at Berkah Rutin

Kajian Islam

Kajian Islam

Kajian Jum’at Berkah
Rutin Setiap Ba’da Maghrib sd Isya

Bersama :
A. Ust Ilham Jaya, Lc., MA. (Anggota Dewan Syariah DPP Wahdah Islamiyah)
“Tafsir Surat Al Kahfi”

B. Ust Syamsudin, MPd.
(Direktur Akademi Al Qur’an dan Da’wah Cibinong)
“Hadits Arba’in”

Tempat :
Masjid Al Hijaz Al Khairiyah
Jl Akses UI, No 2a, Kelapa Dua, Depok

Informasi :
082387900900
www.wahdahjakarta.com

Ikuti siaran live :
Fb : wahdah islamiyah jakarta