Hadiri KTT Ulama Dunia, Ustadz Zaitun: Semoga Islam Kembali Memimpin Dunia

Dengan adanya KTT Ulama Dunia ini, Ustadz Zaitun yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) ini  berharap agar ‘wasathiyyah’ lebih tersebar lagi secara merata di seluruh wilayah kaum muslimin.

(Bogor) wahdahjakarta.com – Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP DKAAP), yang diketuai oleh Prof. Din Syamsuddin menggelar Konsultasi Tingkat Tinggi Tokoh Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia Mengenai Wasatiyyat Islam. Acara ini diselenggarakan selama 3 hari, 1-3 Mei 2018.

Wasatiyyat / wasathiyyah yang sering diterjemahkan sebagai Islam moderat, menurut Pak Din_sapaan akrab beliau, sebetulnya tidak mudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Bahkan beliau menyatakan, “Adalah tidak mudah untuk menemukan satu atau dua kosa kata non Arab untuk kata wasathiyyah. Karena keluasan dan kedalaman makna yang dikandungnya.”

Sedangkan menurut Wasekjen MUI yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, ‘wasathiyyah’ adalah ajaran Islam itu sendiri.
“..dimana ‘wasathiyyah’ itu artinya adalah pemahaman tentang Islam yang sebenarnya. Yang Rabbani-Insani. Yang sesuai dengan kepentingan manusia, sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Jauh dari liberalism, dan jauh pula dari ekstrimisme.”, kata beliau.

Dengan adanya KTT Ulama Dunia ini, Ustadz Zaitun yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) ini  berharap agar ‘wasathiyyah’ lebih tersebar lagi secara merata di seluruh wilayah kaum muslimin.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’I Se-Asia Tenggara ini juga berharap, tersebarnya ‘wasathiyyatul Islam’ adalah tonggak awal kembalinya kejayaan Islam.
“Karena itu mudah-mudahan konferensi ini mendapatkan berkah adari Allah subhanahu wata’ala, dan dunia Islam kembali menjadi jaya, menjadi kampiun, menjadi pemimpin dunia, sebagaimana dahulu telah memimpin dunia selama berabad-abad”, imbuhnya.

Acara yang dihelat selama tiga hari ini dibuka di Istana Kepresidenan Bogor dan dihadiri lebih dari 50 ulama dari berbagai negara. Dari Indonesia, antara lain hadir Prof. Yunahar Ilyas (PP Muhammadiyah), KH Didin Hafidhuddin (BKsPPI), KH. Hasan Abdullah Sahal (Pesantren Gontor), Prof. Maman Abdurahman mantan Ketua Umum Persis, KH Cholil Ridwan, KH M. Shiddiq Ketua Umum DDII, dan masih banyak lagi.

Sedangkan dari luar negeri, hadir perwakilan dari negara-negara Asia seperti Filipina, Thailand, Sri Lanka, China, Jepang, dll. Negara-negara Afrika, Eropa, dan Australia juga turut hadir. Tercatat perwakilan dari Afrika Selatan, Maroko, Mesir, Rusia, Italia, Bosnia, hingga Kanada, dll. [ibw/sym]

Simak Videonya disini https://www.facebook.com/WahdahIslamiyahJakarta/videos/1557725377659226/

 

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Bertempat di Kota bersejarah Istambul, Turkey tanggal 13-14 April 2018 berlangsung Konfrensi Internasional Al-Quds Amanah Kita. Dihadiri perwakilan dari berbagai negara muslim dunia, yang membahas persoalan Masjidil Aqsha dan kota Al-Quds tercinta.

Konfrensi ini juga membahas penyikapan yang tegas dan cerdas atas keputusan Amerika untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota Negara penjajah Israel.
Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin turut hadir sebagai salah satu tamu kehormatan.

Aksi Bela Palestina 17-12-17 di Monas Jakarta yang dinisiasi oleh para Ulama Indonesia diantaranya Ustadz Zaitun Rasmin sebagai salah satu aktor utamanya sungguh mendapat apresiasi luar biasa dari dunia Islam .

Penghargaan berupa keping kubah Masjidil Aqsha diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir dan Ustadz Zaitun bersama beberapa tokoh Ulama Indonesia yang hadir .
Ustadz Zaitun juga memberi nuansa Indonesia dalam konfrensi dengan menampilkan Nasyid Palestina Tercinta bersama Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil dan Ananda Umar Al Faruq yang juga didaulat untuk menbawakan Tilawah Al Quran dalam pembukaan konferensi. Grup Nasyid dadakan ini cukup membuat semangat para peserta bergelora hingga menyambutnya dengan berdiri.

Dalam kunjungan ini UZR berkesempatan untuk bertemu dengan Presiden Turkey Rajab Toyib Erdogan bersama beberapa perwakilan ulama Indonesia .
Semangat membela al Aqsha demikian mengkristal dan hal itu perlu dikapitalisasi dengan cerdas dan cermat . [MIJ/sym/wahdahjakarta.com].

Ulama Indonesia Hadiri Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds di Istanbul

Sejumlah tokoh dan Ulama Indonesia menghadiri konfrensi Internasional pembebasan Al-Quds diTurki

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sejumlah Tokoh Pemuda Islam dunia dan berbagai organisasi pembebasan Al-Quds menghadiri konferensi internasional pembebasan Al-Quds Amanati ke-II di Istanbul, 13-15 April 2018.

Beberapa tokoh dari Indonesia ikut hadir dalam konferensi tersebut, antara lain Ustadz Bachtiar Nasir (MIUM-AQL), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah), KH. Ahmad Shobri Lubis (FPI), Ustaz Usamah Hisyam (parmusi), Ustaz Jeje Zainuddin (Persis), Ustaz Ahmad Musyafa dan sebagainya.
“Harapan besar salah satunya pemuda Indonesia menjadi pemegang peranan penting pada pembebasan Al-Quds,” kata ketua pelaksana Multaqo, Dr. Wisam Alribi dari Tunisia.

Al-Quds, lanjutnya, dulu pernah dibebaskan oleh khalifah Umar Al Faruq. “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al-Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,” katanya seperti dilaporkan Hendy Irawan, Ketua Bidang Dakwah Forjim yang meliput jalannya Multaqo, Sabtu (14/4/2018).

Umar Al-faruq bin Muhammad Ikhwan Jalil

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Komite Al-Quds pada organisasi Islam dunia, Dr. Ahmad Al-Umari mengatakan persoalan Masjid Al Aqsa sudah menjadi isu dunia. “Kita harus mempersiapkan segala daya dan upaya untuk pembebasan kembali Al-Quds. Kiya harus bersatu atas nama Allah dan Rasulullah dan atas nama Al-Quds,” tegasnya.

Sejak berdiri tahun 2014, organisasi Amanati Al-Quds berupaya menghidupkan kembali semangat perjuangan Al-Quds dengan berbagai upaya, termasuk secara diplomatik.

Agar semua informasi tentang Masjid Al Aqsa sampai kepada masyarakat dunia, Amanati Al-Quds juga menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan kepedulian kepada Al-Quds. (Forjim)

Ustadz Zaitun: Pelopor Ekonomi Adalah Mujahid

Ketua Umum WI Ustadz Zaitun Rasmin (tengah) saat menyampaikan kuliah umum KS 212 Madiun Raya, Ahad (08/04/2018). Photo: M.Ibawi/wahdahjakarta.com.

Ustadz Zaitun: Pelopor Ekonomi Adalah Mujahid

Madiun (wahdahjakarta.com)– Komunitas Koperasi Syariah 212 Madiun Raya menyelenggarakan kuliah umum ekonomi bertajuk “Ekonomi Kerakyatan, Wujud Cinta NKRI”. Bertempat di Gedung Diklat Madiun, Ahad (8/4/2018).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz  Muhammad Zaitun Rasmin sebagai salah satu nara sumber menyatakan bahwa cara untuk memperbaiki negeri ini adalah dengan membangun ekonomi kerakyatan dan memperbaiki ekonomi ummat.

Wasekjen MUI ini juga menyebut anggota komunitas KS212 adalah mujahid fii sabilillah. “Perjuangan di bidang ekonomi juga jihad fii sabilillah. Bapak dan ibu adalah pejuang pelopor pembawa gerbong umat. Tidak kalah nilainya dengan yang hadir di Aksi-aksi Bela Islam”, tegas Ustadz Zaitun.

Salah satu Ketua GNPF Ulama ini juga mengungkapkan peran penting perjuangan di bidang ekonomi.  “Tidak cukup kita tempuh perjuangan di bidang hukum dan politik, namun kita lupakan biang ekonomi. Bidang ekonomi adalah salah satu tulang punggung perjuangan umat”, tambah beliau.

Komunitas KS 212 Madiun Raya berasal dari beberapa kabupaten. Antara lain Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Ngawi, Magetan, dan Pacitan. [ibw]

Ustadz Zaitun: Pelecehan Terhadap Syari’at Adalah Kemungkaran Berat

Ustadz Muhammad Zaitun saat Ta’lim Shubuh di Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo Jawa Timur, Ahad (08/04/2018). Photo: M.Ibawi/wahdahjakarta.com

“Dalam Islam, mengolok-olok agama hukumannya sangatlah berat. Pelecehan terhadap syari’at adalah bentuk kemungkaran berat, dan kemungkaran jika dibiarkan, akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala.

Ponorogo (wahdahjakarta.com)- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa pelecehan terhadap syariat Islam merupakan persolan besar yang tidak boleh dibiarkan.

“Dalam Islam, mengolok-olok agama hukumannya sangatlah berat. Pelecehan terhadap syari’at adalah bentuk kemungkaran berat, dan kemungkaran jika dibiarkan, akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala”, ucap Ustadz Zaitun pada Ta’lim Shubuh di Masjid Baitul Mukhlisin, Ponorogo, Jatim, Ahad (8/4/2018).

“Siapapun pelakunya, harus diberikan sanksi. Siapapun itu. Kenapa? Karena jika dibiarkan semua bisa terkena dampak buruknya”, tegas Ustadz Zaitun yang juga Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini mengingatkan bahwa, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah sangat marah ketika ada salah satu wanita bangsawan melakukan kemungkaran, kemudian dimintakan keringanan hukuman.

Oleh karena itu Ustadz Zaitun menyatakan bahwa ummat Islam wajib menyuarakan kebenaran ketika terjadi pelecehan terhadap ajaran Islam. “Wajib bagi umat Islam untuk menyuarakan kebenaran, amar ma’ruf nahi munkar ketika terjadi penodaan atau pelecehan ajaran Islam”, tandasnya. ibw/sym].

Milad Ke-26, Dakta Gelar Mudzakarah Kebangsaan dan Gelorakan Cinta Keluarga

Mudzakarah Kebangsaan "IKhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab"

Mudzakarah Kebangsaan “IKhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab”

Milad Ke-26, Dakta Gelar Mudzakarah Kebangsaan dan Gelorakan Cinta Keluarga

BEKASI (wahdahjakarta.com) – Menandai milad yang ke-26, Dakta Media Network (DMN) akan menggelar acara Mudzakarah Kebangsaan di Hotel Horison Bekasi, Selasa (27/3/2018).
Mudzakarah dengan tema “Ikhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab” menghadirkan pembicara Tokoh Reformasi Prof Dr Amien Rais, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Balon Presiden dari PKS Dr Mardani Ali Sera.

Direktur Utama DMN, Andi Kosala mengatakan kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mengingatkan kepada seluruh anak bangsa tentang cita-cita kemerdekaan dan merupakan refleksi 20 tahun reformasi di negeri ini.

“Situasi kebangsaan saat ini perlu menjadi perhatian para pemimpin agar bisa menjalankan amanah untuk menegakan keadilan dan mewujudkan kehidupan bernegara yang lebih beradab, “ jelasnya.

Andi Kosala menambahkan, Radio Dakta yang didirikan dengan semangat untuk mencerdaskan masyarakat terus berupaya meningkatkan partisipasinya dalam memberikan manfaat bagi kemashlahatan umat dan mengelorakan rasa cinta terhadap Indonesia.

“Selain bergerak di bidang penyiaran radio, kami juga memiliki sejumlah aktivitas lainnya seperti Dakta Peduli, portal berita Dakta Dotcom, Dakta Promosindo, Dakta Travel, Dakta Trading dan Dakta TV, “ imbuhnya.

Berdasarkan survey, menurut Andi, Dakta Radio dengan format news and talks saat ini menjadi radio informasi dengan loyalitas pendengar tertinggi dan populasi pendengar terbanyak kedua di Jabodetabek.

“Kami memiliki komunitas yang segmented dan loyal, terbukti dengan keberhasilan dalam menggelar berbagai event off air, baik dalam bentuk acara religi maupun lainnya, “ jelasnya.

Rangkaian acara milad 26 tahun Dakta juga diisi dengan Taklim Bulanan bertema “Menjaga Keluarga, Merawat Indonesia” dengan menghadirkan narasumber Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz.Dr. Muhammad Zaitun Rasmin dan pengasuh acara Kuliah Fajar di Radio Dakta, Ustadz Agus Muslim Pahlevi.

Taklim Bulanan yang berlangsung pada hari Ahad (25/3/2018) di Aula KH Noer Ali, Islamic Center Bekasi ditargetkan dihadiri sekitar 1.000 jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Selanjutnya pada tanggal 8 April 2018 akan berlangsung kegiatan fun bike yang diikuti oleh 2.500 peserta, berlokasi di Perum Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi.

General Manager DMN, Suyanti menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para sponsor yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dalam rangka milad Dakta.

“Sinergitas dan kerjasama yang kami lakukan selama ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kesadaran pentingnya keluarga dalam menjaga keutuhan bangsa, sebagaimana motto kami yakni, bijak mengabdi cerdas melayani, “ terangnya. [ed:Sym].

Ustadz Zaitun: Kejayaan Islam Lahir dari Persatuan Umat

 


BEKASI (wahdahjakarta.com), Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (UZR) mengatakan, kejayaan Islam akan berdampak positif bagi Indonesia, seperti terekam dalam perjalanan sejarah umat Islam di dunia.”Bila Islam jaya bangsa Indonesia juga akan jaya, seluruh anak negeri akan merasakan rahmat Islam,” katanya saat berbicara pada Tabligh Akbar bertema ‘Persatuan Umat untuk Kejayaan Islam’ di Islamic Center, Bekasi, Ahad (11/3/2018).

Oleh karena itu, lanjut Ustadz Zaitun, umat Islam harus gencar berdakwah dan mensosialisasikan tentang perlunya umat memiliki cita-cita kejayaan Islam. Apalagi, menjelang pemilihan umum dan daerah, umat perlu paham arah politik Islam, sebagai salah satu pintu kejayaan Islam. “Saat ini adalah momen penting, karena tahun politik. Politik itu penting, kita Sekian tahun dibodoh-bodohi bahwa politik itu kotor,”ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesian (MIUMI) ini menjelaskan bahwa akibat paradigma kotor, umat Islam banyak menjauh dari kekuasaan, sehingga kekuasaan banyak direbut oleh kalangan sekuler dan di luar Islam. “Politik tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam, agar umat Islam tidak dirampas haknya,” tuturnya.

UZR mengakui politik memang ada yang kotor, sebagaimana ekonomi juga ada yang kotor. Akan tetapi, politik Islam tidak hitam putih. “Kalau saat ini situasi sistemnya buruk, politik Islam itu mencoba mengurangi mudaratnya,” ucap Wakil Sekjen MUI Pusat itu.

Maka dari itu, lanjut UZR, persatuan umat menjadi sangat krusial dalam konteks Politik Islam. Perpecahan harus dihindari sedini mungkin melalui proses musyawarah, termasuk saat menentukan calon pemimpin.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini menyarankan agar di setiap daerah yang mengadakan pilkada menggelar musyawarah, supaya bisa menentukan calon yang didukung saat calon yang ada membingungkan umat.  “Di sinilah peran ulama sangat diperlukan untuk menentukan mana yang paling baik dari yang baik-baik, dan mana yang paling kecil buruknya dari yang buruk-buruk, ” pungkasnya.

Ustadz Zaitun kembali menegaskan bahwa kunci dari musyawarah adalah persatuan, ia mengimbau agar persatuan harus selalu dirawat. Salah satu kelemahan umat, kurang merawat persatuan yang telah diberikan Allah dalam Aksi Bela Islam 212.
“Saat ini belum jelas, apakah semakin kuat atau semakin lemah (Persatuan 212,red),”ujarnya.

Menurutnya salah satu yang kelemahan umat dalam mengelola persatuan adalah lemahnya komunikasi. Sementara, Al Quran mengungkapkan tentang pentingnya komunikasi. “InsyaAllah komunikasi yang kuat akan melahirkan persatuan,”tandasnya. [sym].

Soal Orang Gila, Ustadz Zaitun: Tahan Diri, Jangan Langsung Menyimpulkan

Ustadz Zaitun Mengisi Tabligh Akbar di Masjid Habiburrahman Kota Dumai

Ustadz Zaitun Mengisi Tabligh Akbar di Masjid Habiburrahman Kota Dumai

Kota Dumai – Dalam ceramahnya di Masjid Habiburrahman Kota Dumai, (4/3/2018) Ustadz Zaitun mengajak jama’ah untuk tadabbur Surat Yusuf terkait maraknya isu aktivis Islam dan Kiyai dibunuh oleh orang gila.

Ustadz Zaitun mengatakan bahwa  Allah menyebutkan di surat ini “Laqad kaana fi qashashihim ‘ibratun li ulil albab”. Yang artinya, “Sungguh dalam kisah mereka (Nabi Yusuf dan keluarganya) ada pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal”. Ini adalah ayat terakhir (111) dari surat Yusuf.

Menurut alumni Universitas Islam Madinah yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini, umat Islam perlu belajar dari Nabi Ya’qub. “Nabi Ya’qub tidak mudah percaya, tidak langsung memvonis anak-anaknya. Meskipun terlihat jelas ada yang janggal dalam cerita rekaan mereka soal Nabi Yusuf dimakan serigala. Mana ada serigala memakan manusia kemudian menyisakan bajunya?” ungkap beliau.

Beliau mengajak umat Islam agar tidak mudah berprasangka bahwa isu soal orang gila ini adalah rekayasa. Jangan sampai umat terlalu dini menyimpulkan, apalagi menaruh kecurigaan kepada aparat. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa jadi ada pihak-pihak yang mencoba menjebak dan mengadu domba umat Islam.

“Karena itu, kita harus hati-hati, jika ada informasi dicek baik-baik. Mempercayai saja tidak boleh langsung, apa lagi menyebarkan. Kalau semua info langsung disebar, itu tidak sesuai petunjuk Al Quran. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebut orang yang menyebar semua informasi yang didapatnya sebagai pendusta”, tegas beliau.

“Yang paling penting sekarang adalah, pertama bersabar, kedua sandarkan semuanya kepada Allah, dan yang ketiga kita tetap lakukan penyelidikan”, tiga hal ini yang beliau simpulkan dari Surat Yusuf.

Tentang bersabar menghadapi berita-berita yang belum jelas kepastiannya beliau katakan, “Sebagaimana ungkapan Nabi Ya’qub yang mengatakan wallahul mustaan. Semuanya disandarkan kepada Allah Yang Maha Tahu. Sebab kadang sesuatu yang buruk terjadi, tapi tidak selamanya buruk. Boleh jadi itu adalah suatu ujian yang kelak berbuah kebaikan. Serahkan kepada Allah hasilnya”.

Meskipun begitu, beliau menekankan bahwa pengusutan harus tetap dilakukan. Upaya manusiawi ini yang juga tetap ditempuh oleh Nabi Ya’qub dengan memerintahkan anak-anaknya untuk terus mencari Nabi Yusuf. [ibw/aha]

Ustadz Zaitun: Islam Bukan Datang untuk Menaklukkan dan Menjajah

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan ceramah Tabligh Akbar di Dumai, Sabtu (3/3/2018)

Ustadz Zaitun: Islam Bukan Datang untuk Menaklukkan dan Menjajah

(Kota Dumai) wahdahjakarta.com – Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyatakan bahwa umat Islam akan selalu bangkit dan eksis sampai hari kiamat. Hal ini dikatakan Ustadz Zaitun saat menyampaikan ceramah Tabligh Akbar di Masjid Al Muhajirin Komplek Pertamina, Kota Dumai, Riau pada Sabtu (3/3/2018).

Menurut Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini hal itu merupakan sunnatullah sebagaimana yang termaktub dalam nash-nash Al Qur’an maupun As Sunnah. Namun perlu dicatat, kata beliau, bahwa kemenangan Islam bukan untuk menaklukkan dan menjajah bangsa-bangsa. “Perlu dicatat, bahwa ketika Islam berjaya, kemenangan Islam bukan untuk menaklukkan, atau bahkan merampas, dan menjajah orang lain. Umat agama lain tidak perlu khawatir, ini telah dibuktikan sepanjang sejarah”, terangnya.

Menurut beliau umat Islam memiliki sumber kekuatan yang luar biasa yang tidak dimiliki agama dan umat manapun, yaitu Al Quran dan As Sunnah. “Ini merupakan sumber daya yang jauh lebih berharga dibandingkan sekedar melimpahnya sumber daya alam. Dari sinilah Islam akan terus melahirkan para pejuang dengan cara yang istimewa”, jelasnya.

Jama’ah Tabligh Akbar Ustadz Zaitun

Selanjutnya Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini menerangkan tiga pola dan formulasi perjuangan yang menjadi penggerak dalam menegakkan Islam. “Ada formulasi perjuangan yang menjadi penggerak dalam Islam. Ada tiga pola yang terstruktur dan terintegrasi, yaitu dakwah, hisbah (amar ma’ruf nahi munkar), dan jihad fii sabilillah”, tandasnya.

Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia ini menjelaskan juga bahwa jihad umat Islam hari ini bukanlah angkat senjata. Tetapi berupaya dan berjuang dengan sungguh-sungguh mewujudkan kemaslahatan bagi ummat dan bangsa. “Semua upaya mendatangkan maslahat bagi umat yang di dalamnya ada kesungguhan, perjuangan, dan pengorbanan, maka itu adalah jihad”, pungkasnya. [ibw/sym]

Marak Penyerangan Ulama, Ini Arahan Ustadz Zaitun

 

Keta Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

Marak Penyerangan Ulama, Ini Arahan Ustadz Zaitun

Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) ini  kemudian menasehatkan agar kaum muslimin tetap waspada, jaga diri, lingkungan jaga ustadz dan ulama. Tapi jangan juga over akting dan tetap harus proporsional.

(Makassar)-Wahjakarta.com – Menyikapi maraknya penyerangan terhadap ulama dan dai yang dilakukan oleh orang yang terindikasi gila, ustadz Zaitun menasehatkan agar kaum muslimin tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Menurut ketua Umum Wahdah Islamiah tersebut kita harus berhati-hati menghadapi suatu misteri.

“Jangan mudah memvonis, menuduh apalagi ambil tindakan, kita harus bergerak, bersikap berdasarkan ilmu pengetahuan, hujjah, keyakinan, bukan sekedar dugaan. Walaupun kita jadi korban, kita tidak boleh serampangan membalas” Ungkap ustadz Zaitun saat menyampaikan ceramah tabligh akbar di masjid al-Markaz al-islami Makassar, pada Ahad (25/02/2018).

Ustadz Zaitun menceritakan bagaimana nabi Yakub ‘alaihissalam dalam menghadapi konspirasi anak-anaknya terhadap anak yang paling disayanginya nabi Yusuf ‘alaihi salam.  Meski nabi Ya’kub dengan firasat kenabiannya tahu bahwa anak-anaknya berbohong dengan laporan bahwa nabi Yusuf kecil dimakan serigala, namun beliau hanya bisa bersabar dengan “sabrun jamil” kesabaran yang baik. Karena ia memang tidak memiliki bukti saat itu. Namun bukan berarti Ya’kub pasrah, ia tetap berinisiatif untuk mengetahui kebenaran keyakinannya bahwa nabi Yusuf masih hidup.

Ustaz Zaitun yang juga Wakil Sekjen MUI Pusat  berharap ke depan persoalan ini (penyerangan dai dan ulama oleh orang gila) terang seterang-terangnya agar tidak timbul dampak yang lebih besar.

Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) ini  kemudian menasehatkan agar kaum muslimin tetap waspada, jaga diri, lingkungan jaga ustadz dan ulama. Tapi jangan juga over akting dan tetap harus proporsional.

“Di sisi lain, umat Islam harus waspada. Tapi jangan berlebihan setiap ada orang yang nampak gila langsung ditangkap, apalagi dianiaya,” tandasnya.[ZL/sym]