Indhex Smesco 2018, Tingkatkan Peran UMKM

Stand LPPOM MUI yang ada di Indhex Smesco 2018

(Jakarta) http://wahdahjakarta.com– Usaha Mikro,  Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjadi pelaku ekonomi yang tangguh. Tujuannya, agar sektor usaha kecil ini dapat meningkatkan peran dan kontribusinya di bidang ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), berencana menyelenggarakan pameran halal internasional Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 pada 1 – 3 November 2018, di gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, menyatakan bahwa peran UMKM cukup signifikan dalam pergerakan ekonomi nasional. Dalam konteks menjaga ketahanan pangan nasional, kata dia, selama ini sektor UMKM tak perlu diragukan lagi.

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim.

“Di saat terjadi krisis ekonomi, para pelaku usaha kecil justru tampil sebagai penopang roda perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/10).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran UMKM dalam ketersediaan pangan, khususnya pangan halal, LPPOM MUI mengambil langkah-langkah yang dipandanga perlu. Tentu saja, upaya LPPOM MUI tak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh pihak terkait lainnya.

“Perhatian ke UMKM bukan hanya tugas pemerintah pemerintah, tetapi perusahaan besar BUMN dan swasta. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari kemudahan fasilitas kredit dengan bunga kredit yang rendah, serta dijadikan binaan atau anak angkat dan lainnya,” katanya.

Karena itu, menurut Lukman, perlu ada sinergi dari berbagai pihak, baik pengusaha maupun pemerintah dan pihak terlait lainnya. Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan besar yang bertindak sebagai mitra bagi pengembangan usaha kecil. “Ini yang perlu terus-menerus ditingkatkan,” ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, LPPOM MUI dalam Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 mengusung tema “Peningkatan Daya Saing UMKM dengan Sertifikasi Halal”. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Smesco.

Indhex 2018 akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk halal dari perusahaan besar yang bermitra dengan UMKM serta para pelaku usaha kecil.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pembukaan Indhex Smesco 2018 juga akan dimeriahkan dengan pengumuman Halal Top Brand 2018, berupa penghargaan dari LPPOM MUI untuk merek halal terbaik. Ada juga Halal Award berupa penghargaan kepada Iklan Halal Terbaik, Produk Pendatang Baru Terbaik dan UKM Halal Terbaik.

Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan konsultasi dan coaching clinics bagi para pelaku UMKM binaan Smesco dan Kementerian Koperasi dan UKM, serta aneka kegiatan lainnya.

“Total ada sekitar 40 perusahaan yang akan diundang dalam kegiatan Anugerah Halal LPPOM MUI tersebut,” tandas Lukmanul Hakim.

UZR: Indonesia Pelopor Kebangkitan

Indonesia Pelopor Kebangkitan. Banyak para ulama dari dunia Islam yang telah menyampaikan, harapan kebangkitan umat itu bisa dimulai dari Indonesia. Singkatnya, Indonesia Pelopor Kebangkitan.

Ini pernah saya dengar sendiri dari para ulama Saudi, Sudan, dan Mesir, dll.
Ini bukan tanpa dasar, kita memang dikenal sebagai bangsa yang mempunyai sejarah perjuangan panjang. Bangsa kita telah ratusan tahun memerangi penjajah hingga mereka terusir.

Berbeda dengan banyak bangsa lainnya, bangsa Indonesia benar-benar mendapatkan kemerdekaan dengan PERJUANGAN, DARAH, dan AIR MATA. Kemerdekaan kita bukan hadiah dari penjajah.
Mari, terus berjuang dengan kesantunan. In syaa Allah kita sedang berjalan menuju kebangkitan yang lebih besar ke depan. Namun perlu diingat, ini tidak bisa lepas dari ruh perjuangan, ukhuwah, dan persatuan. [UZR]

Versi Video dapat disimak di sinihttps://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1888657807889969&id=156161927806241.

Forjim dan Pesantren Cendekia Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ

kegiatan OMOJ (One Masjid One Journalist)

Salah satu foto kegiatan OMOJ (One Masjid One Journalist) yang dilakukan oleh Forjim.

DEPOK—Pesantren Cendekia Amanah Cilodong, Depok, Jawa Barat pimpinan KH Cholil Nafis bekerjasama dengan Forum Jurnalis Muslim (Forjim) akan menggelar pelatihan video jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ). Acara ini rencana digelar pertengahan Nopember 2018 di Masjid Pesantren Cendekia Amanah dan akan mengundang remaja dan pemuda masjid se kota Depok.

Kyai Cholil Nafis menyambut baik kerjasama program ini. Kyai Cholil mengatakan ia bekerjasama program dengan Forjim bukan kali pertama. “Saya sudah kenal lama dengan Forjim. Belum lama, Komisi Dakwah MUI yang saya pimpin juga pernah kerjasama dengan Forjim gelar diskusi soal dakwah di medsos,” ungkap Kyai Cholil yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ketika menerima kunjungan pengurus Forjim di Pesantren Cendekia Amanah, Sabtu (6/10/2018) siang.

KH Cholil Nafis, pimpinan Pesantren Cendekia Amanah Cilodong, Depok, Jawa Barat saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan video jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ) di pesantren.

Menurut Kyai Cholil, saat ini saat ini umat manusia tidak bisa menghindari dampak kecanggihan teknologi informasi. Kecanggihan teknologi ini bisa digunakan untuk menyebar konten negatif, bisa juga untuk menyebar konten positif.

“Teknologi informasi ini bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan atau konten dakwah. Pelatihan ini diharapkan membangun kesadaran generasi muda Islam untuk berdakwah melalui media video,” ujar Kyai Cholil.

Sementara itu, Sekretaris Umum Forjim Ibnu Syafaat mengungkapkan program jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist ini merupakan upaya Forjim membangun kesadaran literasi generasi muda. “Saat ini konten hoax begitu massif tersebar di tengah masyarakat. Untuk menangkal hoax, generasi muda perlu dibangun kesadaran literasi. Ini merupakan salah satu tanggung jawab jurnalis muslim. Pelatihan jurnalistik dakwah ini memberikan pembelajaran agar generasi muda selalu melakukan verifikasi atau tabayun terhadap informasi yang diterima,” ungkap Syafaat.

Dikatakan Syafaat, pelatihan ini sudah berlangsung di beberapa kota di Indonesia. “Pelatihan One Masjid One Journalist merupakan program unggulan Forjim. Sudah ada lima angkatan dari pelatihan ini. Pelatihan sudah kami gelar di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Lombok Timur, dan Bogor,” jelas Syafaat.

Kemudian dalam waktu dekat, pelatihan jurnalistik dakwah rencananya digelar di Tasikmalaya, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Batam. [fry]

Musibah di Atas Musibah (Khutbah Jum’at)


Oleh : Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc. MA

إن الحمد لله نحمده ، و نستعينه ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ، ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له .وأ شهد أ ن محمداً عبدُه و رسولُه
يَاأَيها الذين آ مَنُوا اتقُوا اللهَ حَق تُقَا ته ولاتموتن إلا وأنتم مُسلمُون
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أ يها الذين آ منوا اتقوا الله وقولوا قَو لاً سَديداً يُصلح لَكُم أَ عما لكم وَ يَغفر لَكُم ذُ نُو بَكُم وَ مَن يُطع الله وَ رَسُولَهُ فَقَد فَازَ فَوزاً عَظيماً

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وآله وسلم، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

Kaum muslimin rahimakumullah!
apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di beberapa tempat di Indonesia hari ini sungguh sangat memilukan

Belum lagi kering air mata kita dengan apa yang terjadi di Lombok kita pun dikejutkan dengan gempa bumi berikut tsunami yang meluluhlantakkan kota Palu.

Tidak ada kata yang patut untuk kita ucapkan atas semua ini kecuali innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya.

Kekuasaan Allah tidak terbatas, yang meliputi segala apa yang ada di alam raya ini, dan itu terbukti dengan apa yang terjadi berupa musibah yang datang beruntun dan berturut-turut ini.

Betapa kecil dan tidak berdaya nya manusia dihadapan kemahakuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini ibarat sebutir debu di Padang Sahara atau Setetes Air di tujuh lautan benua.

Semua doa kita panjatkan untuk para korban , semoga yang wafat mendapatkan syahid di sisi Allah , dan yang terluka segera disembuhkanNya,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُوَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Para syuhada itu ada lima golongan: yang terkena tha’un , mabthun ( sakit perut) ,tenggelam, terkena reruntuhan, dan yang syahid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” ( HR.Al Bukhari & Muslim)

Kitapun berharap agar kondisi segera pulih dengan keimanan yang bertambah serta ketakwaan yang semakin mantap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dibutuhkan kontribusi kita semua moril dan materil sebagai wujud persaudaraan dan keimanan,, untuk menghadapi musibah yang sangat besar ini.

Namun ……
Jamaah Jum’at
Yang dimuliakan Allah

Tahukah kita akan musibah yang lebih besar daripada itu semua ?

Lebih besar daripada gempa bumi yang meluluhlantakkan kota

Lebih besar daripada banjir tsunami yang menyapu rata.

lebih dahsyat dari angin puyuh yang menerbangkan semua yang ada

Allah subhanahu Allah berfirman :

ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Surat An-Nur, Ayat 63)

Menyelisihi Jalan Kebenaran jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelisihi syariat Islam, menyelisihi petunjuk nabi, menyelisihi Al Quran , itulah semua yang mengundang bencana.

Saat kita diuji dengan bencana alam gempa bumi ,tsunami dan lain sebagainya lantas kemudian kita kembali kepada Allah menjadikannya sebagai pemicu untuk bertaubat kepada Allah sebagai jalan untuk taat dan kembali meniti jalan kesolehan maka sungguh musibah itu akan membuka lembaran-lembaran kebaikan bagi kehidupan kita.

Namun jika kekuasaan Allah yang mutlak itu telah ditunjukkannya dalam bentuk musibah yang datang silih berganti lantas kemudian kita tidak mengambil pelajaran ,kita tidak kembali kepada jalannya, kita tidak bertaubat, bahkan justru semakin sombong ,semakin ponggah dengan kesyirikan dan kemaksiatan ,maka azab Allah yang paling besar akan menimpa kita berupa kesesatan, berupa kekufuran, berupa jauhnya dan semakin jauh nya kita dari jalan Allah inilah musibah di atas musibah .
Musibah terbesar saat Allah jauhkan kita dariNya.
Wallahu l Musta’an

Bumi Langit dan seluruh semesta sejatinya adalah makhluk yang taat kepada Allah , maka Tidak sepantasnya manusia saat diberikan Wahyu oleh Allah untuk hidup di atas bimbingan Wahyu itu lantas kemudian menjauhkan diri dan bahkan menistakan wahyu Allah dan lebih memilih jalan yang dia buat sendiri, aturan yang dia ,karang sendiri, jalan hidup yang mereka rekayasa sendiri . Itulah yang justru akan menjadikan manusia itu terjatuh ke dalam lembah kebinasaan

Allah ta’ala berfirman

ومن اعرض عن ذكري فان له معيشه ضنكا ونحشره يوم القيامه اعمى

Barangsiapa yang berpaling dari peringatanku maka Sungguh aku akan berikan baginya kehidupan yang sempit dan kami bangkit kan dia di hari akhirat dalam keadaan buta

Para orang shaleh yang terdahulu saat mereka mendapatkan musibah , maka takutnya kepada Allah semakin bertambah dan itu mengantarnya lebih dekat kepada Allah.

Manusia sejatinya adalah hamba Allah yang ditugaskan beribadah kepada Allah dengan sebenarnya benarnya, saat kedurhakaan terjadi maka musibah itu akan menerpa semuanya, yang shaleh maupun yg salah , yg bermaksiat maupun yang taat.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan takutlah atas siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (Surat Al-Anfal, Ayat 25)

Disinilah pentingnya kita memahami arti dakwah , amar Ma’ruf nahi mungkar,, tegaknya dakwah , amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar adalah jaring pengaman ilahiah atas adzab dan kemurkaanNya…
Semoga kita semua mendapatkan Ibrahim dan pelajaran

اقول قولي هذا و استغفره انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله وحده الصلاه و السلام على من لا نبي بعده وعلى اله واصحابه ومن سار على نهجه الى يوم الدين اما بعد

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

musibah ini sejatinya adalah musibah kita semua, Saat sebagian saudara kita meregang nyawa, bahkan ribuan mayat terhampar di hadapan kita, sementara sebagian yang lainnya masih berada di tenda-tenda pengungsian, bahkan mungkin masih ada di tempat-tempat yang belum terjangkau dengan bantuan yang berarti.

Inilah saatnya kita mengukir kebaikan dalam keimanan kita, Inilah saatnya kita membuktikan persaudaraan kita, Mari kita hadirkan secercah senyum pada anak-anak kita yang ada di Palu di Lombok dan di berbagai belahan nusantara yang saat ini sedang menangis pilu didera bencana tanah ini.
Bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam,

 

: ” مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الأعضاء بالحمى والسهر ” متفق عليه .

Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” Muttafaq Alaihi

Selain itu kita berharap bahwa apa yang kita berikan dijalan Allah dengan membantu saudara-saudara kita yang menderita itu Semoga menjadi asbab kita terhindar dari musibah dan berbagai Prahara.

Ingatlah kita bahwa negeri ini adalah karunia Allah yang sangat luar biasa kita dimanja dengan berbagai kekayaan alam, namun hendaknya kita mengingat pula bahwa tak ada sejengkal pun negeri ini dan seluruh bumi ini kecuali milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala olehnya itu tak pantaslah kita menginjakkan kaki di atas bumi milik Allah untuk melakukan kemaksiatan apalagi dengan kemusyrikan dan kekufuran.

Akhirnya marilah kita menundukkan jiwa dan raga kita kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seraya bermunajat memohon ampunan nya memohon kasih sayangnya memohon rahmat nya.

Ya Allah Yang Maha pengampun ampunilah kami karena tiada yang dapat memberi ampunan melainkan engkau
Ya Allah, yang maha pengasih engkau maha tahu dosa dan kemaksiatan yang telah kami ukirkan dalam jejak hitam perjalanan hidup kami, tak ada yang dapat menghapuskannya melainkan kasihmu melainkan ampunanmu yang tiada berbatas
Ya Allah Yang Maha Kuasa janganlah kau jadikan dosa segelintir orang di antara kami untuk Kau turunkan azab dan kemurkaan Mu atas kami

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang dapat belajar dari peringatan mu ini
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bersegera menuju ampunan Mu menyambut berkah syariat Mu dan jadikanlah kami orang-orang yang kembali kepadamu dalam ketaatan dalam ketakwaan dalam keimanan

Ya Allah tolonglah kami , Angkatlah musibah ini dari kami dengan kekuasaanMu yang tiada berbatas.

اللهم ادفع عنا الغلاء والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن سائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، اللهم أنت الله لا إله إلا أنت،
اللهم ارحم موتانا و اشف مرضانا و أعد الينا الحياة بالإيمان و التقى العفاف و الغنى
اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا اللهم متعنا باسماعنا وابصارنا وقواتنا ما احييتنا واجعله الوارث منا واجعل ثارنا من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لايخافك فينا ولا يرحمنا
سبحان ربك رب العزه عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Wasekjen MUI : Tarbiyah Membangun Pemahaman Islam yang Benar

Wasekjen MUI : Tarbiyah Membangun Pemahaman Islam yang Benar

Wasekjen MUI sekaligus Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin pada hari Jum’at, 28 September 2018 mengadakan kunjungan dalam majelis ta’lim umum pekanan Wahdah Islamiyah di Masjid Al Hijaz Depok.

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Wasekjen MUI sekaligus Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin pada hari Jum’at, 28 September 2018 mengadakan kunjungan dalam majelis ta’lim umum pekanan Wahdah Islamiyah di Masjid Al Hijaz Depok.

Dalam kunjungan itu beliau berpesan agar tidak meninggalkan kegiatan ta’lim sebagai bentuk syiar dakwah islam dalam materi yang berjudul “Pentingnya Mengikuti Majelis Ilmu”.

Materi tersebut diberikan supaya semangat para peserta tidak mudah kendor ketika mengikuti majelis ilmu karena kebanyakan orang yang mengikuti majelis ilmu hanya karena pemateri yang mengisi kajian merupakan pemateri yang terkenal, sedangkan untuk pemateri-pemateri yang kurang terkenal justru terabaikan.

Dalam materi tersebut, beliau juga menyebutkan bahwa pentingnya kegiatan Kelompok Belajar Islam Intensif (KKI) atau lebih dikenal dengan nama Tarbiyah. Menurut beliau, metode ini sangat cocok untuk kalangan awam yang baru ingin mendalami ilmu agama maupun pembinaan karakter islam sesuai tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah karena materi tarbiyah merupakan materi-materi dasar sekaligus pengenalan terhadap agama Islam secara ringan agar ummat tidak kaget akibat langsung diberi materi yang sangat dalam pembahasannya dalm proses awal hijrah.

“In syaa Allah dengan menghidupkan Tarbiyah, kita akan membangun pemahaman yang benar, dan kalau dasar-dasarnya sudah bagus kedepannya nanti akan jadi lebih mudah dalam memahami kitab-kitab sunnah yang ada. Dan jika dasar yang dimiliki sudah cukup kuat, tentu orang akan lebih mudah membaca maupun memahami sendiri apa saja ajaran islam yang ada dalam kitab tersebut.” Ujar beliau dalam kesempatan tersebut.

Merupakan tindakan yang kurang tepat apabila seseorang ingin mendapatkan ilmu dasar dari kitab dengan membacanya sendiri tanpa binaan langsung dari dasar oleh yang sudah punya ilmu tentang hal tersebut.

“Lebih mudah memahami dasar ilmu agama dari yang sudah menguasainya walaupun murabbi(pengajar) tersebut juga masih dalam proses belajar juga.” Ujar beliau.

Lagipula, apabila kita mempelajari dasar ilmu kepada ulama besar tentu tidak akan lebih intensif daripada kepada murabbi, karena waktu yang dimiliki oleh seorang ustadz besar akan lebih sedikit untuk pembinaan khusus dan karakter daripada seorang murabbi yang cenderung belum terlalu banyak kesibukan, namun hasil yang didapat akan sama saja. (fry)

Kyai Ma’shum Bondowoso Tutup Usia

Kyai Ma'shum Bondowoso Tutup Usia

Kyai Ma’shum Bondowoso Tutup Usia

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren al-Ishlah Bondowoso Jawa Timur, KH. Muhammad Ma’shum meninggal dunia pada Kamis (13/09/2018) siang di Rumah Sakit Siloam Surabaya.

Sepanjang hidupnya Ulama yang popular dengan nama Kyai Ma’shum Bondowoso ini dikenal sebagai ulama mujahid yang istiqamah dalam perjuangan Islam. Beliau selalu aktif dalam aksi-aksi bela Islam bersama para ulama dan tokoh ummat Islam.

Terakhir beliau hadir dalam Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar di Hotel Menara Peninsula Jakarta beberapa waktu lalu walaupun dengan membawa infusin dan tabung oksigen karena sakit beliau makin parah.

Ummat Islam Indonesia tentu berduka dengan kepergian ulama pejuang tercinta dari Bondowoso Jawa Timur ini.

Ta’ziyah mendalam disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin melalui fan page pribadinya.

“Saya menyampaikan ta’ziyah (bela sungkawa) sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita, K.H. Muhammad Ma’shum Bondowoso”.

Menurut Wasekjen MUI Pusat ini, Kyai Ma’shum merupakan pejuang dan teladan dalam perjuangan ummat Islam.

“Beliau adalah teladan dalam perjuangan dan ulama yang sangat besar jasanya”, ujarnya.

“Teriring doa semoga Allah subahanahu wata’ala menerima semua amal kebaikan beliau, dan melipatgandakan pahalanya serta mengampuni segala dosanya”, lanjutnya.

Rahimahullah rahmatan wasi’atan waaskanahu fasiiha jannatihi. Amiin.

Lepas 307 Dai , Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Lepas 307 Dai , Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Lepas 307 Dai, Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

(Makassar) wahdahjakarta.com,- Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI)  kembali mengutus 307 Dai ke berbagai daerah.  Pengiriman Dai ini merupakan pelaksanaan Gerakan Tebar Dai Nusantara (TDN) jilid III.

Dai yang merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar akan ditugaskan di pulau Sumatera,  Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Nusa  Dua Bali, Maluku, dan Papua.

Acara pelepasan Dai dirangkaikan dengan Tabligh Akbar yang mengangkat tema ‘Bersama Membangun Negeri” di Masjid al-Markaz al-Islami Makassar, Ahad (5/8/2018).

Kepada seluruh dai yang ditugaskan ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menasehatkan agar di daerah tugas nantinya mereka menjaga hubungan baik dengan pemerintah dan masyarakat.

Lepas 307 Dai , Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Para dai ini diharapkan menjadi pembimbing bagi masyarakat. “Dengan adanya program ini, semarak membumikan al-Qur’an dan ajaran Islam yang kaffah bisa segera terwujud. Ayo kita bangun negeri ini dengan dakwah,” kata ustadz Zaitun.

Menurut Wasekjen MUI Pusat ini, termasuk  yang penting diperhatikan dalam pembinaan masyarakat adalah masalah akhlak. Untuk itu ustadz Zaitun berharap agar para dai ini juga menjadi teladan dan mengajarkan akhlak yang baik kepada masyarakat.[ed:sym]

Ulama dan Da’i Asia Tenggara Serukan Umat Jaga Haramain dan Baitul Maqdis

ustadz zaitun

Ulama dan Da’i Asia Tenggara Serukan Umat Jaga Haramain dan Baitul Maqdis

Jakarta (wahdahjakarta.com) – Ikatan (Rabithah) Ulama dan Da’i Asia Tenggara menggelar Seminar Internasional Pembelaan Terhadap Kota Suci Umat Islam, di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat,  (6/7/2018).

Ketua Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara KH Muhammad Zaitun Rasmin, menyerukan kaum Muslimin agar melakukan pembelaan terhadap Baitul Maqdis. Menurut dia, kaum Muslimin, terutama para pemimpin dan ulama, harus menyikapi persoalan tanah suci secara adil dan seimbang.

“Perjuangan membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman Zionis Yahudi sama pentingnya dengan menjaga dan melindungi Haramain dari usaha mengacaukan dan mencabutnya dari pelayannya yang sah,” ungkap Ustadz Zaitun saat membacakan pernyataan sikap usai Seminar Internasional yang dihadiri seratusan peserta.

Menurut Ustadz Zaitun, tidaklah adil jika kaum Muslimin hanya menjaga kemuliaan Haramain sementara penderitaan Baitul Maqdis dibiarkan tanpa ada yang memperdulikannya. Padahal, jelas dia, keberadaan tanah suci seperti Mekah, Madinah dan Baitul Maqdis tidak dapat dipisahkan dari akidah kaum Muslimin.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) ini mengungkapkan, kaum muslimin di seluruh dunia wajib bersyukur atas terpeliharanya dua kota suci utama, yaitu Mekah dan Madinah (haramain), dalam penjagaan dan pemeliharaan penuh kaum muslimin di bawah kepemimpinan Raja Saudi Arabia sebagai pelayan dua kota suci (khadimul haramain).

“Namun demikian, kaum muslimin tidak boleh lupa dengan kondisi kota suci yang ketiga, yaitu Baitul Maqdis yang sudah lebih dari tujuh puluh tahun dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel hingga saat ini,” ungkap Zaitun.

Seharusnya, lanjut  ustadz Zaitun, semua kota suci itu harus berada dalam penguasaan, pemeliharaan, dan penjagaan umat Islam sendiri. Alasannya hakikat kota suci itulah adalah keberadaan “Rumah Allah”, yaitu mesjid-mesjid suci, dan Allah hanya mengizinkan penjaga dan pemakmur mesjid-mesjid Allah itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang yang kafir dan menyekutukan-Nya.

Seminar internasional “Pembelaan terhadap Tanah Suci Umat Islam” diikuti oleh sekiar seratus ulama dan da’i dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka adalah sebagian dari peserta Pertemuan Ilmiah Internasional ke-5 yang digelar sejak Selasa, 3 Juli lalu. Bertindak sebagai narasumber Syekh Dr Murawih Nassar.

Saat konferensi pers, selain dua narasumber utama, Zaitun Rasmin juga didampingi oleh Sekjen MIUMI sekaligus Ketua Umum Spirit of Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir, Mudir Aam JATMAN KH Wahfiudin, dan beberapa ulama dari negara lain. []

Sumber:Suaraislam.online.com

Hadiri KTT Ulama Dunia, Ustadz Zaitun: Semoga Islam Kembali Memimpin Dunia

Dengan adanya KTT Ulama Dunia ini, Ustadz Zaitun yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) ini  berharap agar ‘wasathiyyah’ lebih tersebar lagi secara merata di seluruh wilayah kaum muslimin.

(Bogor) wahdahjakarta.com – Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP DKAAP), yang diketuai oleh Prof. Din Syamsuddin menggelar Konsultasi Tingkat Tinggi Tokoh Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia Mengenai Wasatiyyat Islam. Acara ini diselenggarakan selama 3 hari, 1-3 Mei 2018.

Wasatiyyat / wasathiyyah yang sering diterjemahkan sebagai Islam moderat, menurut Pak Din_sapaan akrab beliau, sebetulnya tidak mudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Bahkan beliau menyatakan, “Adalah tidak mudah untuk menemukan satu atau dua kosa kata non Arab untuk kata wasathiyyah. Karena keluasan dan kedalaman makna yang dikandungnya.”

Sedangkan menurut Wasekjen MUI yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, ‘wasathiyyah’ adalah ajaran Islam itu sendiri.
“..dimana ‘wasathiyyah’ itu artinya adalah pemahaman tentang Islam yang sebenarnya. Yang Rabbani-Insani. Yang sesuai dengan kepentingan manusia, sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Jauh dari liberalism, dan jauh pula dari ekstrimisme.”, kata beliau.

Dengan adanya KTT Ulama Dunia ini, Ustadz Zaitun yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) ini  berharap agar ‘wasathiyyah’ lebih tersebar lagi secara merata di seluruh wilayah kaum muslimin.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’I Se-Asia Tenggara ini juga berharap, tersebarnya ‘wasathiyyatul Islam’ adalah tonggak awal kembalinya kejayaan Islam.
“Karena itu mudah-mudahan konferensi ini mendapatkan berkah adari Allah subhanahu wata’ala, dan dunia Islam kembali menjadi jaya, menjadi kampiun, menjadi pemimpin dunia, sebagaimana dahulu telah memimpin dunia selama berabad-abad”, imbuhnya.

Acara yang dihelat selama tiga hari ini dibuka di Istana Kepresidenan Bogor dan dihadiri lebih dari 50 ulama dari berbagai negara. Dari Indonesia, antara lain hadir Prof. Yunahar Ilyas (PP Muhammadiyah), KH Didin Hafidhuddin (BKsPPI), KH. Hasan Abdullah Sahal (Pesantren Gontor), Prof. Maman Abdurahman mantan Ketua Umum Persis, KH Cholil Ridwan, KH M. Shiddiq Ketua Umum DDII, dan masih banyak lagi.

Sedangkan dari luar negeri, hadir perwakilan dari negara-negara Asia seperti Filipina, Thailand, Sri Lanka, China, Jepang, dll. Negara-negara Afrika, Eropa, dan Australia juga turut hadir. Tercatat perwakilan dari Afrika Selatan, Maroko, Mesir, Rusia, Italia, Bosnia, hingga Kanada, dll. [ibw/sym]

Simak Videonya disini https://www.facebook.com/WahdahIslamiyahJakarta/videos/1557725377659226/

 

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Bertempat di Kota bersejarah Istambul, Turkey tanggal 13-14 April 2018 berlangsung Konfrensi Internasional Al-Quds Amanah Kita. Dihadiri perwakilan dari berbagai negara muslim dunia, yang membahas persoalan Masjidil Aqsha dan kota Al-Quds tercinta.

Konfrensi ini juga membahas penyikapan yang tegas dan cerdas atas keputusan Amerika untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota Negara penjajah Israel.
Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin turut hadir sebagai salah satu tamu kehormatan.

Aksi Bela Palestina 17-12-17 di Monas Jakarta yang dinisiasi oleh para Ulama Indonesia diantaranya Ustadz Zaitun Rasmin sebagai salah satu aktor utamanya sungguh mendapat apresiasi luar biasa dari dunia Islam .

Penghargaan berupa keping kubah Masjidil Aqsha diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir dan Ustadz Zaitun bersama beberapa tokoh Ulama Indonesia yang hadir .
Ustadz Zaitun juga memberi nuansa Indonesia dalam konfrensi dengan menampilkan Nasyid Palestina Tercinta bersama Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil dan Ananda Umar Al Faruq yang juga didaulat untuk menbawakan Tilawah Al Quran dalam pembukaan konferensi. Grup Nasyid dadakan ini cukup membuat semangat para peserta bergelora hingga menyambutnya dengan berdiri.

Dalam kunjungan ini UZR berkesempatan untuk bertemu dengan Presiden Turkey Rajab Toyib Erdogan bersama beberapa perwakilan ulama Indonesia .
Semangat membela al Aqsha demikian mengkristal dan hal itu perlu dikapitalisasi dengan cerdas dan cermat . [MIJ/sym/wahdahjakarta.com].