Pemprov Sulsel Apresiasi Kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah

Program-program LAZIS Wahdah sebagai salah satu supplier dalam perkembangan dakwah Wahdah Islamiyah maupun lembaga-lembaga dakwah lainnya.

(Makassar) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (pemprov Sulsel) mengapresiasi kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian (kabag) Keuangan Pemprov Sulsel, Andi Arwin saat menyampaikan sambutan pada pembukan pameran Ummat Fest 2018, Makassar, Jum’at (14/12/2018).

“Selama ini, apa yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah patut diapresiasi”, ujarnya di hadapan ribuan jama’ah yang memadati gedung Celebes Convention Center (CCC).

Menurutnya, Wahdah Islamiyah telah banyak berkontribusi bagi perkembangan dakwah di Sulawesi Selatan.
“Saya mewakili pak wagub meminta maaf karena tak bisa hadir menepati janjinya karena ada amanah mendadak dari bapak gubernur yang saat ini berada di Jepang,” ucapnya.

“Saya Kenal Wahdah saat di Palopo. Waktu itu saya juga sempat menjadi bagian pemerintah Palopo yang sudah bersinergi sejak lama dengan Wahdah,” paparnya.

“Kalau boleh saya minta izin. Saya mau bergabung dengan Wahdah dan membaktikan segala potensi saya untuk agama Allah dan Rasul-Nya,” tuturnya dengan tersenyum.

Dalam kegiatan Ummat Fest 2018 ini, Wahdah Islamiyah menghadirkan beberapa kegiatan keummatan. Diantaranya pameran produk, kuliner, talk show yang dipandu oleh sejumlah publik figur seperti Teuku Wisnu, Arie K. Untung dan Erwin Raja.

Menurut Ketua Panitia Gishar Hamka, perhelatan Ummat Fest 2018 merupakan kegiatan pertama dan terbesar di Makassar. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke.11 Wahdah Islamiyah yang digelar akhir Desember 2018. [sym]

Integrasi Keislaman dan Kebangsaan, UZR: Islam Sudah Lengkap dengan Nilai Kebangsaan

Ustadz Zaitun Islam Sudah Lengkap dengan Nilai Kebangsaan

Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin di acara Tabligh Akbar “Arah Perjuangan Umat, Integrasi Keislaman dan Kebangsaan” di Masjid Al-Azhar

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar Tabligh Akbar “Arah Perjuangan Umat, Integrasi Keislaman dan Kebangsaan” di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018) malam.
Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyatakan, ajaran Islam lengkap dan sarat dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Sebetulnya ajaran Islam itu sendiri sudah lengkap termasuk pesan kebangsaan.” Terangnya UZR, sapaan akrabnya yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah.
UZR menjelaskan, walaupun umat Islam adalah mayoritas di Indonesia, namun muslim Indonesia tetap menjaga persatuan dengan komponen bangsa lainnya.
“Walaupun sebagian besar kita adalah muslim dan sebagian lain adalah non muslim, sejak sebelum kemerdekaan umat islam ini tidak menafikan keberadaan non Muslim sejak dahulu,” ujar Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara tersebut.
“Karena itu, tidak usah mengajari kita tentang toleransi.” Tegasnya.
Ia mengatakan, jika umat Islam tidak tahu toleransi, maka umat islam tidak akan mau tinggal bersama non muslim.
“Kalau kita tidak tahu toleransi apakah kita mau sama-sama dengan non muslim? Tentu tidak.” Ungkap Wasekjen MUI Pusat ini.
Tetapi Kita adalah guru, pelopor toleransi sejak pagi turunnya Islam. Bahkan lebih hebat lagi, kita berbuat baik kepada non muslim, apalagi bertetangga.” pungkasnya. [fry/sym]

Tv MUI Peroleh Apresiasi dari Menkominfo

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Televisi Majelis Ulama Indonesia (TV-MUI) mendapat apresiasi positif dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, atas dedikasinya berdakwah melalui televisi sejak 2014.

Apresiasi tersebut disampaikan di sela-sela kunjungan Menteri Rudi ke Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia di Jl Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Menteri Rudi menyarankan dua hal yang berpengaruh untuk perkembangan televisi di era modern ini.

 “Televisi sekarang, khususnya TV MUI, harus terus melakukan peningkatan, terutama dalam dua hal yaitu layanan streaming dan pengayaan konten, “ katanya.

Dewasa ini, lanjutnya, TV cenderung berbasis streaming, karena di manapun pemirsa berada dapat mengakses informasi dari TV MUI. Selain menyediakan streaming juga harus mengembangkan konten dan subtansi materi sehingga dapat mengudara 24 jam.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekjen Bidang Infokom, Buya Amirsyah Tambunan, menegaskan akan bertekad mengembangkannya TV MUI terutama dalam dua hal tersebut.

Untuk pengayaan materi, lanjut Amirysah, akan terus diproduksi materi seputar dakwah, pendidikan, dan seni budaya.

“TV MUI sesuai visi misinya untuk berkhidmat untuk umat dan bangsa akan berupaya mengembangkan layanan streaming dan pengayaan konten, “ tutupnya. (Ichwan/Din)

MIUMI Gelar Kajian Spesial ‘Arah Politik Ulama’

Para Pengurus MIUMI Pusat pada kajian Spesial MIUMI ‘Arah Politik Ulama”, Selasa malam (20/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat menggelar Kajian Spesial bertema “Arah Politik Ulama” yang diselenggarakan di Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, Jakarta Selatan, Selasa malam (20/11/2018).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan apa yang dimaksud dengan Arah Politik Ulama.

Hal itu disandarkan kepada Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 55 yang artinya “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

UBN, sapaannya, menerangkan, dalam ayat itu janji Allah bahwa Dia akan menjadikan berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang terdahulu berkuasa jika beriman dan beramal shaleh.

Kemudian, Allah menegaskan akan meneguhkan agama yang telah diridhai-Nya. Artinya, papar UBN, akan dimenangkan secara kekuasaan tapi tujuannya bukan untuk menang-menangan, tetapi supaya menegakkan agama Allah.

“Bukan mentang-mentang berkuasa proyek dipegang semua. Tujuan kita bukan itu,” ujarnya.

Selanjutnya, Allah akan mengubah keadaan yang sebelumnya penuh ketakutan menjadi aman dan sentosa.

“Ini yang membuat para ulama tenang, tapi umat di bawah grasak-grusuk, apalagi buka WhatsApp rasanya kayak besok Indonesia mau kiamat. Saling menjelekkan calon sana dan sini,” terangnya.

Hanya saja, lanjut UBN, ketiga hal itu yakni kekuasaan (istikhlaf), keteguhan agama (tamkin), dan rasa damai sentosa akan tetap dimiliki dengan melakukan dua hal lain, yakni tetap menyembah Allah dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun.

“Kalau ketiga faktor tadi hilang, maka kekuasaan hilang, beragama akan sulit, dan penuh ketakutan. Dan ini gara-gara sudah tidak menjalankan yang dua itu, mungkin tauhidnya kepada Allah mulai menurun, serta membiarkan kemusyrikan,” ungkapnya.

“Nah, Al-Qur’an sudah menjelaskan itu, dan inilah arahan ulama,” tutup UBN.

Turut hadir pada kesempatan itu pengurus MIUMI Pusat lainnya di antaranya Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Dr Ahmad Zain An-Najah, Dr Henri Shalahuddin, dan KH. Idrus Romli. (Sumber: Hidayatullah.com).

Tiga Langkah Utama Merawat NKRI Menurut Ustadz Zaitun 

 

Ustadz Muhammad Zaitun pada Tabligh Akbar merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan yang digelar Wahdah Jambi, Ahad (11/11/2018)

(Jambi) wahdahjakarta.com – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR) merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.

Demikian dinyatakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan Tabligh Akbar dengan tema “Merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan”, yang digelar Wahdah Islamiyah Jambi, Ahad (11/11/2018) di Masjid Agung Al-Falah Jambi.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun mengingatkan besarnya karunia Allah kepada bangsa Indonesia. Ditambah lagi pertolongan Allah dengan kemerdekaan bangsa tercinta ini. Hal  ini juga termaktub dalam Pembukaan UUD 45.

Beliau menjelaskan, “Kalimat takbir Bung Tomo mengabadi hingga kini. Bukan saja bergema di angkasa, namun juga bergema di relung dada para pejuang. Kalimat ini bukan kalimat sembarangan. Tidak bisa tergantikan dengan kalimat yang lain. Bagi yang tidak faham maknanya saja akan bergetar, apalagi yang faham maknanya.”

Ustadz Zaitun yang juga Wakil Sekjen MUI ini kemudian menjelaskan bagaimana cara merawat NKRI yang merupakan anugrah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menurut beliau, setidaknya ada 3 langkah utama, antara lain:

Pertama, pembangunan SDM harus diutamakan sebelum pembangunan fisik. “Dibangun jiwanya sebelum badannya. Indonesia cukup membanggakan dari sisi fisik. Termasuk cepat pulih pada krisis global tahun 1998 dan 2008. Namun saat ini harus kita akui, masih belum berimbang antara pembangunan fisik dengan pembangunan ruhiyah,” terangnya.

Kedua, melalui dakwah dan tarbiyah (pendidikan/pembinaan yang efektif). Ia juga memandang bahwa ini adalah medan jihad paling utama saat ini.

Yang ketiga, dengan menghidupkan “amar ma’ruf nahi munkar”. “Amar ma’ruf nahi munkar juga perlu diorganisir dengan baik, karena di luar sana banyak kemaksiatan yang diback up secara struktural,” pungkasnya.  (Ibawi/sym)

Video lengkapnya dapat ditonton di sini

Kader Wahdah Jakarta Menang Kejuaraan Panahan Nasional

Jayadi Hasan (pegang piala) , ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah peraih juara II Kejuaran panahan nasional di Jakarta.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Indonesia Youth and Sport (IYOS) mengadakan turnamen tingkat Nasional, bertempat di Lapangan GOR Popki Cibubur Jakarta Timur pada 1-4 November 2018.

Ada beberapa jenis kelas yang diperlombakan, seperti Horsebow, Barebow, Recurve dan Coumpound yang kemudian diikuti oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Tak mau ketinggalan, Jayadi Hasan yang merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok juga ikut berpartisipasi dalam ajang ini di cabang Horsebow dengan alasan bahwa olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi.

Suasana lomba yang digelar pada 1-4 November di Lapangan GOR Popki Cibubur, Jakarta Timur.

Ternyata keikutsertaan beliau membuahkan hasil. Beliau berhasil meraih peringkat ke 2 dalam kelas ini dengan teknik thumbdraw.

” Alhamdulillah semakin menambah semangat untuk terus berlatih dan menambah pengalaman serta memperluas silaturahim sesama pecinta olahraga sunnah ini” ujar Jayadi saat dihubungi oleh wahdahjakarta.com

Untuk cabang Horsebow sebetulnya termasuk cabang olahraga baru di Indonsia karena sebelumnya cabang ini belum pernah diperlombakan dalam olimpiade nasional di Indonesia, namun karena semakin pesatnya perkembangan maupun pelaksanaan lombanya membuat olahraga ini semakin diakui dan digemari. (AA/ed: Fry)

Ustadz Zaitun: Palu, Sigi, dan Donggala Akan Bangkit

Ustadz Zaitun: Palu, Sigi, dan Donggala Akan Bangkit

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan taushiyah kepada pengungsi korban gempa Sulteng di bukit Suharto, Petobo, Palu Sulawesi Tengah, Kamis (1/21/11/2018). Photo: Rustam 

(PALU) wahdahjakarta.com– Wahdah Islamiyah (WI) menggelar Silaturahim Akbar bersama korban Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah di Kompleks Pengungsian Bukit Suharto, Kelurahana Petobo, Palu, Kamis (1/11/2018).

Tausiyah Agama disampaikan  oleh Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) , Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Di hadapan ratusan warga yang hadir dia berpesan, sebagai orang beriman, musibah apapun yang terjadi, walaupun membuat kita sedih, namun kita harus mengakui bahwa musibah itu tidak terlepas dari ketentuan Allah Ta’ala.

“Dalam menghadapi kejadian seperti itu, kita harus semakin memperkuat keimanan terhadap takdir Allah Taala, bahwa apapun yang terjadi, semuanya adalah kehendak Allah. Kita harus meyakini ketika Allah berkehendak, maka ada kebaikan yang diharapkan untuk kita,” tuturnya.

“Walaupun kita kehilangan, namun kita masih beruntung karena diberi kesempatan oleh Allah Ta’ala untuk hidup menghirup udaraNya”, imbuhnya.

“Kita adalah manusia-manusia pilihan yang mendapat karunia kehidupan, dan berbagai karunia lainnya. Terutama adalah apa yang terpancar dari wajah bapak dan Ibu yakni wajah-wajah yang penuh keimanan,” sambungnya.

Di akhir tausiyah, ustadz Zaitun berpesan agar seluruh warga yang hadir mempertebal keimanan, dengan tidak mudah dirayu dengan bantuan sembako atau yang lainnya, agar meninggalkan Islam.

“Ujian apapun, kita harus selalu siap mempertahankan keimanan, siap?, ” sapa ustad Zaitun yang disambut dengan teriakan ‘Siap’ oleh ratusan warga dan relawan yang hadir.

Wasekjen MUI Pusat ini juga menyatakan dengan penuh harap dan optimis bahwa Palu, Sigi, dan Doanggala akan bangkit insya Allah.

”Palu Sigi dan Donggala, bahkan Indonesia akan bangkit dan menuju ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

Silaturahim Akbar Wahdah Islamiyah ini juga dihadiri oleh Pimpinan AQL  Ustad Bachtiar Nasir yang ikut memberikan tausiyah kepada warga yang hadir.

Di tempat kegiatan ini telah berdiri beberapa tenda hunian sementara Wahdah Islamiyah yang menjadi salah program terbesar Wahdah di SulTeng yakni pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa yang kehilangan rumah.[RH/sym]

Laporan: Rustam Hafid (Relawan Media Wahdah Islamiyah)

PT KAI Rekayasa Pola Operasi KA Untuk Aksi Bela Tauhid Jilid 2

PT KAI Rekayasa Pola Operasi KA Untuk Aksi Bela Tauhid Jilid 2

PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rekayasa pola operasi guna menghindari kemacetan dan kesulitan akses bagi penumpang yang akan berangkat dari stasiun Gambir. Foto : detik.com

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Aksi bela tauhid rencananya akan kembali digelar di Jakarta pada Jumat (2/11). Kegiatan yang juga disebut Aksi 211 itu diperkirakan akan diikuti ribuan massa yang berpusat di Istana Merdeka dan seputaran Monas.

Tentunya hal tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan sehingga para calon penumpang KA yang berangkat akan kesulitan untuk mengakses Stasiun Gambir. Mengantisipasi kemungkinan itu, PT KAI Daop 1 Jakarta akan melakukan rekayasa pola operasi pemberangkatan 17 KA dari Stasiun Gambir.

Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA diberlakukan pada 17 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir pada hari ini yakni dengan Berhenti Luar Biasa (BLB) atau memberhentikan KA di Stasiun Jatinegara untuk proses naik penumpang.

“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini akan diberhentikan juga di Stasiun Jatinegara untuk proses naik penumpang. Hal ini untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir, mereka bisa punya alternatif dengan naik dari Stasiun Jatinegara,” ucap Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta.

Operasi rekayasa pemberangkatan KA ini berlaku mulai dari keberangkatan KA 32 (Argo Parahyangan) keberangkatan pukul 11.30 WIB sampai dengan KA 30 (Argo Parahyangan Tambahan) keberangkatan pukul 20.00 WIB.

“Dengan adanya rekayasa pola operasi pemberangkaran KA dengan BLB ini, PT KAI juga telah menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang disana,” tambah Edy.

Rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik bila tanpa kerja sama dengan calon penumpang. Maka, PT KAI pun menghimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan memperkirakan waktu keberangkatan KA-nya, sehingga tidak tertinggal. Selain itu, diingatkan kembali agar calon penumpang memastikan nama yang tertera pada tiket/kode booking sesuai dengan nama yang tertera pada kartu identitas. [fry]

Temui Relawan Wahdah di Palu, Ini Harapan Ustadz Bachtiar Nasir

Wahdah Islamiyah

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) dan Ustadz bachtiar Nasir (UBN) usai acara silaturrahim relawan wahdah dengan pengungsi korban gempa Palu dan sekitarnya

(Palu) wahdahjakarta.com – Wahdah Islamiyah  (WI) mengadakan Silaturrahim Akbar antara para relawan bersama korban gempa, tsunami, dan likuifaksi Palu, Sigi, dan Donggala pada hari Kamis, (01/11/2018).

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir (UZR) dalam acara ini sebagai penceramah dan juga perwakilan dari Wahdah Islamiyah dalam serah terima bantuan.

Ustadz Zaitun menyampaikan penguatan kepada para korban agar tetap bersabar dan berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Ambil hikmah dari taqdir Allah atas musibah ini. Jika Allah berkehendak maka Allah hanya berfirman “Kun” (Jadilah!) maka jadilah yang Allah kehendaki tetap husnuzhzhan kepada Allah. Ucapkan khairan in syaa Allah”, ajak beliau.

Selain Ustadz Zaitun Rasmin, hadir juga Ustadz Bachtiar Nashir pimpinan Arrahman Qur’anic Learning Center (AQL) dari Jakarta.

Dalam ceramahnya, ustadz yang dikenal dengan sapaan UBN ini menjelaskan tadabbur ayat-ayat Al Qur’an tentang bencaa alam.

Beliau menjelaskan bahwa rentetan bencana alam di negeri ini adalah teguran dari Allah subhanahu wata’ala.

Di akhir ceramahnya, UBN menyampaikan apresiasi kepada relawan Wahdah Islamiyah. Beliau juga berharap agar relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu.

“Relawan Wahdah bukan hanya membahagiakan, tapi juga membanggakan. Saya berharap relawan Wahdah Islamiyah bisa membangun peradaban di Palu, bukan hanya pembangunan fisik”, ungkap beliau dalam ceramahnya.

Rangkaian Silaturrahim Akbar diakhiri dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi. [ibw/sym]

Kunjungi Palu, Ustadz Zaitun Serahkan Shelter Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Kunjungi Palu, Ustadz Zaitun Serahkan Shelter Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Ustadz Zaitun menyerahkan secara simbolis kunci Shelter Hunian Sementara ( Huntara) kepada Korban Gempa Palu Sulawesi Tengah, Kamis (01/11/2018)

(Palu) – Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustad Muhammad Zaitun Rasmin mengunjungi lokasi terdampak tsunami dan gempa kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah,  Kamis (01/11/18).

Kehadiran ustadz Zaitun bersama relawan Wahdah Islamiyah disambut antusias oleh warga Palu dan sekitarnya.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Dalam kesempatan tersebut, Wahdah Islamiyah memberikan berbagai bantuan kepada para korban gempa Palu dan sekitarnya.

Di lokasi ini Ustadz Zaitun menyerahkan lebih dari 20 shelter hunian sementara (huntara). Sebagiannya sudah jadi dan sebagiannya lagi masih dalam proses pembangunan.

Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Baiya, Hendra Okto Utama menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima warganya.

Sebagaimana diketahui, relawan Wahdah Islamiyah sudah hadir sejak hari pertama pasca gempa dan hingga kini masih ada tidak kurang dari 200 yang masih menjalankan berbagai program penanggulangan musibah.

Selain shelter, ustadz Zaitun juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai serta 200 paket sembako untuk korban gempa. [ibw]