Semarak Dzulhijjah Muslimah Wahdah Jakarta

Semarak Dzulhijjah Muslimah Wahdah Jakarta 

Semarak Dzulhijjah Muslimah Wahdah Jakarta 

(Depok) wahdahjakarta.com-, Bertepatan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia (1/08/2018), Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) Jakarta dan Depok menggelar acara Semarak Dzulhijah di Kompleks Pesantren Al Hijaz Kelapa Dua Depok.  Acara ini dihadiri oleh 80 peserta dari beberapa daerah di Jakarta dan Depok.

Menurut Ketua Muslimah Wahdah Wilayah Jakarta Ustadzah Rahmah Thamrin kegiatan ini digelar sebagai sarana silaturrahmi menambah pemahaman tentang keutamaan bulan Dzulhijjah. “Kami berharap acara ini dapat menjadi sarana silaturahmi muslimah dan sarana menambah pemahaman kita terhadap keutamaan bulan Dzulhijah. Juga sebagai sarana memupuk semangat pengorbanan”, ungkapnya.

Acara semarak Dzulhijah dibuka mulai pukul 8.30 dengan sesi game ta’aruf dan game cerdas tangkas sebagai acara pembuka. Acara selanjutnya merupakan materi inti yang disampaikan oleh Ustadzah Rahmawati Basarang dengan tema “Menggapai Indahnya Islam bersama Bulan Dzulhijah”.

Pada sesi terakhir sebelum penutupan, panitia melakukan orasi penggalangan donasi Qurban dan donasi dakwah.  Alhamdulillah pada sesi ini diperoleh donasi hewan Qurban 4 ekor kambing dan 5 bagian sapi. [yd/ed:sym].

Energy Of Da’wah Qurani

Energy of Da'wah Qurani

Sambutan Ketua DPW Wahdah Islamiyah dalam seminar Energy Of Da’wah Qurani

Energy Of Da’wah Qurani

(Depok) Wahdahjakarta.com, – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok  menggelar Sharing Dakwah Qurani di Aula Trubus Cimanggis Depok Jawa barat pada Ahad, (12/08/2018).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari MPP (Musyawarah Pengurus Pleno) yang rutin diadakan setiap 4 bulan sekali.

Sharing Da’wah Qurani pada MPP ini mengundang salah satu Lembaga Pendidikan Alquran yang sedang naik daun yaitu Tim Askar Kauny yang diwakili Ust Habiburakhman, Lc. Lembaga pimpinan Ust Bobby Herwibowo, Lc ini terkenal dengan metode menghafal qur´an menggunakan otak kanan dengan branding `Menghafal Semudah Tersenyum`.

Dengan metode ini (atas ijin Allah) sudah jutaan orang yang telah merasakan manfaat bagaimana menghafal qur`an dengan mudah, dan ada 40.000 lebih peserta aktif dari komunitas penghafal qur`an di Indonesia dan beberapa negara lain. Askar Kauny juga telah memiliki 23 Pesantren penghafal qur`an untuk Yatim dan Dhuafa yang digratiskan sejak didirikan tahun 2014 dan masih terus banyak beberapa permintaan antri untuk pendirian pesantrennya.

Perkembangan yang begitu cepat ini (atas ijin Allah) menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap dakwah Alqur`an yang begitu tinggi, disamping karena metode yang dikembangkan Askar Kauni begitu mudah dan menyenangkan di dalam prakteknya. `Menghafal Qur`an dengan tidak menggunakan otak`, demikian papar Ust Habib dalam sesi sharing dengan pengurus DPW WI DKI Jakarta – Depok.

Dalam sambutanya Ustadz Ilham Jaya selaku Ketua DPW Menyampaikan perlunya melakukan terobosan – terobosan terus menerus di dalam dakwah, sehingga potensi yang ada akan semakin berkembang. Dengan adanya sharing dakwah qurani diharapkan menambah wawasan, bekal `amunisi` dan energi bagi Pengurus Wahdah Islamiyah di Jakarta dan Depok agar berdakwah kepada masyarakat lebih mudah diterima, dan punya kekuatan yang dahsyat di dalam membuka pintu-pintu hidayah sebagai sebuah ikhtiar didalam mendakwahkan Alqur`an.(yd).

Lepas 307 Dai , Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Lepas 307 Dai , Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Lepas 307 Dai, Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

(Makassar) wahdahjakarta.com,- Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI)  kembali mengutus 307 Dai ke berbagai daerah.  Pengiriman Dai ini merupakan pelaksanaan Gerakan Tebar Dai Nusantara (TDN) jilid III.

Dai yang merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar akan ditugaskan di pulau Sumatera,  Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Nusa  Dua Bali, Maluku, dan Papua.

Acara pelepasan Dai dirangkaikan dengan Tabligh Akbar yang mengangkat tema ‘Bersama Membangun Negeri” di Masjid al-Markaz al-Islami Makassar, Ahad (5/8/2018).

Kepada seluruh dai yang ditugaskan ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menasehatkan agar di daerah tugas nantinya mereka menjaga hubungan baik dengan pemerintah dan masyarakat.

Lepas 307 Dai , Ustadz Zaitun: Kita Bangun Negeri Ini dengan Dakwah

Para dai ini diharapkan menjadi pembimbing bagi masyarakat. “Dengan adanya program ini, semarak membumikan al-Qur’an dan ajaran Islam yang kaffah bisa segera terwujud. Ayo kita bangun negeri ini dengan dakwah,” kata ustadz Zaitun.

Menurut Wasekjen MUI Pusat ini, termasuk  yang penting diperhatikan dalam pembinaan masyarakat adalah masalah akhlak. Untuk itu ustadz Zaitun berharap agar para dai ini juga menjadi teladan dan mengajarkan akhlak yang baik kepada masyarakat.[ed:sym]

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

Ustadz Zaitun

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin memandu Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtira Nasir, dan Ustadz Abdul Shomad

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

 

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Pada Kamis (05/07/2018) yang merupakan malam puncak acara Pertemuan (Multaqa) Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-5, para peserta menanti suatu momen yang ditunggu-tunggu. Yakni Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia; Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI Pusat), Ustadz Abdul Shomad, Ustadz Adi Hidayat.

Para ustadz masyhur yang selama ini memenuhi ruang-ruang di media sosial, pada malam itu duduk di satu meja, bergantian berceramah di hadapan para ulama dan masyayekh dari berbagai negara, dan dengan intensif berbahasa Arab.

Dimoderatori Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, para ustadz yang ketika itu dipanggil dengan gelar “syekh” itu pun satu per satu menyampaikan risalah Islam dengan kekhasannya masing-masing.

“Syekh Bachtiar Nasir, Syekh Abdul Somad, dan Syekh Adi Hidayat,” Ustadz Zaitun Rasmin memanggil satu per satu ketiganya ke atas panggung.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) diberi giliran pertama dan berbicara tentang persatuan dan lemahnya kondisi umat Islam saat ini dalam politik, ekonomi, dan bidang strategis lainnya.

Dalam penjelasaannya, UBN mengutip kisah terkenal ulama Mesir Syekh Mutawalli As-Sya’rawi yang menjawab pertanyaan seorang orientalis mengenai kebenaran Al-Quran. Cukup singkat ceramah UBN pada malam itu.

“Saya meyakini persatuan di antara kita, tidak akan pernah terjadi sebelum kita meng-upgrade status dari sekedar Muslimin menjadi Mu’minin,” ujar UBN, melansir Islamic News Agency (INA) kantor berita yang diinisiasi Jurnaslis Islam Bersatu (JITU).

Selanjutnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengawali ceramahnya dengan memperkenalkan diri kepada para masyayekh mengenai latar belakang pendidikan dan asal-usulnya.

Dalam ceramahnya, UAS membawa masalah perbedaan madzhab fikih dengan pembawaan yang ringan. Dia bahkan terkadang menyelipkan humor yang tak jarang membuat para peserta dan para ulama yang lengkap dengan gamis dan kefiyyehnya itu tak mampu menahan tawa.

“PERSIS, NU, Muhammadiyah semuanya adalah saudara kami. Perbedaan-perbedaan yang ada hanyalah bersifat furu’iyah (cabang) bukan ushuliyah (landasan atau dasar-dasar agama),” ucap UAS.

Sementara Ustadz Adi Hidayat (UAH), dengan gaya bahasa yang puitis, yang didukung dengan penyebutan ayat-ayat Al-Quran yang dikontekstualisasikan dengan sejarah Islam di Nusantara berkali-kali membuat para peserta berdecak kagum.

Seakan dia ingin berpesan, bahwa datangnya rahmat Allah ke Indonesia tidak dapat dilepaskan begitu saja dari peran para ulama terdahulu yang telah menyebarkan agama Islam ke berbagai penjuru Tanah Air.

UAH, yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, secara fasih dapat menyebutkan silsilah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. “Keduanya merupakan dua bersaudara dari kakek buyut yang sama”, tegasnya.

Selain dihadiri ulama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tak ingin melewatkan momen tersebut. Tidak seperti biasanya, Anies hadir tanpa berbicara di hadapan umum dan mengaku hanya ingin menikmati ceramah para ustadz. [ed:sym].

Press Release Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara,  Afrika dan Eropa Ke.5

Press Release Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa Ke.5

Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin pada Pembukaan Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa Ke.5

Press Release Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara,  Afrika dan Eropa Ke.5

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagai wujud dari komitmen terhadap terciptanya kesatuan dan persatuan ummat dalam ikatan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta panduan para ulamanya dari generasi-ke generasi, Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara yang diketuai Al Ustaz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin bekerja sama dengan Yayasan al Manarah Al Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Khalid Al Hamudy,  dan didukung oleh Pemprov. DKI Jakarta, kembali menyelenggarakan Forum Ilmiah Internasional yang ke-5 (Al Multaqa al Duwaly al ‘Ilmy  al Khamis).

Dengan mengambil tempat penyelenggaraan di Grand Hotel Jakarta, acara forum pertemuan tahunan para ulama, cendekiawan dan aktivis dakwah ini dibuka oleh Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla dan sambutan dari Guber DKI Jakarta, Anies Baswedan. Forum internasional ini sendiri diagendakan berlangsung selama empat hari yaitu dari hari Selasa sampai dengan Jumat, 3 sd 6 Juli 2018, dengan menyajikan beberapa parasaran yang disampaikan dan dibahas oleh para tokoh ulama dan cendekiawan dari luar dan dalam negeri.

Para peserta yang hadir lebih dari 500 peserta didominasi oleh para undangan dalam negeri yang terdiri dari para ulama, cendekiawan, dai, dan para utusan pimpinan ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, PERSIS, Wahdah Islamiyah (WI), Dewan Dakwah Islamiyah (DDII), Front Pembela Islam (FPI),  Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI,  Al Washliyah,  Hidayatullah,  GP Anshar DKI,  dan ormas-ormas lainnya. Demikian  juga lebih dari seratus ulama dan dai datang sebagai undangan dari negara-negara Asia Tenggara dan beberapa ulama dan tokoh utusan dari negara-negara Afrika dan Eropa serta belasan duta besar negara-negara Islam untuk Indonesia.

Tema dari perhelatan Multaqa kelima ini adalah “Wa’tashimu…” (Berpegang Teguhlah Kalian Semua…)” yang mencerminkan tujuan utama dari forum ini adalah merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan kesatuan-persatuan para ulama dan dai dalam berdakwah, menjauhi perselisihan dan perpecahan umat, serta mengembangkan cara-cara dialog yang saling menghormati dalam menghadapi berbagai issu kontroversi di tengah masyarakat.

Forum akbar tahunan ini konsisten dengan pengambangan wacana dakwah yang murni tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik pragmatis.

Oleh karena itu dari perhelatan akbar ini diharapkan melahirkan kesadaran bersama tentang besarnya tanggung para ulama dan dai dalam mengembangkan dakwah Islam yang penuh hikmah dengan berorentasi kepada terwujudnya peradaban Islami yang memberi kontribusi nyata bagi keharmonisan, kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, keamanan dan kedamaian,  serta keselamatan dan kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat sebagaimana yang digariskan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Acara forum internasional ini sendiri telah menjadi agenda tahunan dari program kerja Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara sejak didirikannya pada tahun 2014. Pada Multaqa yang pertama yang diselenggarakan di Depok Tahun 2014 sebagai tahun pembentukan Rabithah. Multaqa yang kedua tahun 2015 diselenggarakan di Lembang-Bandung dengan tema “Waman Ahsanu Qaulan..”

Multaqa yang ketiga diselenggarakan di Centul-Bogor dengan tema Ummatan Wasatha. Multaqa ke empat tahun 2017 diselenggarakan di Kota padang dengan Tema “Wihdatul Ummah”.

Jakarta, 3 Juli 2018.

Dr. Jeje Zaenudin

(Sekretaris Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara)

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

(Ira Ummu Aisyah)

Dahulu kalau kita pulang ke kampung, maka penampilan dan pemahaman kita terasa sangat asing. Walaupun keluarga dari pihak bapak di Jeneponto (Sulawesi Selatan) sangat sopan dan tidak pernah menyindir perbedaan yang ada di diri kami, semisal pakaian atau kami yang tidak salaman dengan keluarga yang bukan mahram.

Namun beberapa tahun belakangan ini, kami sangat bersyukur karena da’wah sudah mulai menyentuh  keluarga; beberapa di antara mereka sudah ikut program DIROSA (pendidikan iqra orang dewasa) bahkan tarbiyah intensif yang dbina oleh teman-teman dari Wahdah Islamiyah yang ada di Jeneponto. Mereka masuk ke kampung-kampung, membina masyarakat dengan tulus dan sabar. Para pejuang-pejuang kebaikan ini kebanyakannya bukan lulusan pesantren atau kampus berbasic Islam, tapi bekal da’wah mereka diperoleh dari sebuah halaqah tarbiyah islamiyah yang di dalamnya mereka dibekali dengan ilmu syar’ie dari alquran maupun hadits sesuai pemahaman salafush shalih (generasi awal Islam yang lurus), memperbaiki bacaan alquran dan mendalami hukum-hukum tajwid, dikontrol amal hariannya, ditanamkan dan dibentuk adab dan akhlaknya, diluruskan syubhat-syubhat yang bertengger di kepalanya, bahkan ditanamkan dengan kuat untuk mengambil peran dalam dawah dan perjuangan  sesuai dengan potensi masing-masing serta harus memberi manfaat dimanapun, kapanpun dan apapun profesinya.

Dirosa

Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) Sebagai Salah satu ujung tombak dakwah Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia

Sehingga tidak heran, ketika ada satu saja binaan wahdah di sebuah daerah maka akan mulai muncul kegiatan-kegiatan islamy;  minimal mengajarkan membaca alquran baik anak-anak, orang dewasa sampai kakek nenek. Dan lihatlah dari 1 orang maka akan berkembang da’wah di daerah tersebut bak angin yang bertiup dimana setiap orang bisa merasakan keberadaannya.

Sangat terharu dan berterima kasih dengan Wahdah Islamiyah yang menyebarkan da’wah ke pelosok negri dengan cinta; cinta kepada Allah dan cinta kepada manusia sehingga rela berpayah agar orang-orang di sekitar mereka mendapat kebaikan-kebaikan yang banyak dari Islam.

Saya yakin banyak teman-teman yang merasakan kebaikan ini, ketika kita terbatasi bahkan mungkin sebagian putus asa untul menda’wahi keluarga… ternyata Allah membukakan pintu hidayah/ kebaikan kepada mereka lewat orang lain… makanya tidak heran ketika salah seorang kerabat mengatakan “saya terima kasih kepada Wahdah Islamiyah”; saya terharu walaupun tetap diluruskan bahwa setiap kebaikan datangnya dari Allah, Wahdah Islamiyah cuma sarana/perantara kebaikan tersebut. Dan Begitulah kami diajarkan dan selalu diulang-ulangi oleh ustadz dan murabbi kami tentang wahdah, bahwa kita beramal dan  berjuang pastikan niat kita lillah (untuk Allah) bukan lilwahdah (bukan untuk wahdah).

Salam ta’zhim kepada segenap da’i da’iyah wahdah Islamiyah di manapun berada. Baarokallahu fiinaa wa fiikum.  [IUA/ed:Sym].

Terkait Peristiwa Bom Surabaya, Ini Sikap DPP Wahdah Islamiyah

Terkait Peristiwa Bom Surabaya, Ini Sikap DPP Wahdah Islamiyah

Terkait Peristiwa Bom Surabaya, Ini Sikap DPP Wahdah Islamiyah

 

PERNYATAAN SIKAP DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH

Nomor: K.598/IL/I/08/1439

Tentang:

PERISTIWA BOM DI SURABAYA

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ الله وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sehubungan insiden pengeboman di Surabaya pada hari Ahad tanggal 13 Mei 2018 yang merenggut korban meninggal dunia dan luka-luka. Menyikapi peristiwa ini, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah menyatakan sebagai berikut:

    1. Mengecam dan mengutuk keras pelaku teror dan pihak yang berada di balik pengeboman ini, siapapun mereka dan apapun motif dan latar belakangnya. Islam telah mengajarkan kita untuk menghargai kehidupan dan nyawa manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

      ‎مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

      “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32);

    2. Meminta kepada aparat keamanan untuk mengusut dengan tuntas kasus ini dan pihak yang berada di balik pengeboman ini hingga terungkap fakta yang jelas dan obyektif sehingga tidak terjadi lagi insiden serupa di tempat lain;
    3. Menghimbau kepada semua pihak untuk tidak mengait-ngaitkan kejadian ini dengan pihak tertentu apa lagi dengan umat Islam yang merupakan pendiri dan garda terdepan penjaga republik ini;
    4. Meminta kepada semua komponen umat dan bangsa untuk memadukan potensi menghadapi segala gangguan dan rongrongan yang mengancam negeri ini sehingga tercipta suasana yang aman dan damai;
    5. Menghimbau seluruh komponen umat dan bangsa khususnya umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memohon kekuatan dan perlindungan dariNya atas segala marabahaya;
    6. Meminta kepada pemerintah untuk semakin memperhatikan pembinaan moral dan akhlak para anak bangsa, karena penyimpangan dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya akan menjauhkan kita dari rahmatNya dan kedamaian dariNya.

Demikian pernyataan ini kami buat sebagai arahan bagi umat dan saham atas perdamaian dan kedamaian sejati di bawah berkat dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Makassar, 28 Sya’ban 1439 H/14 Mei 2018 M

 

Dewan Pimpinan Pusat

Wahdah Islamiyah

 

H. Muh.  Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Ketua Umum

       Syaibani Mujiono, S.Sy.

Sekretaris Jenderal

Sumber dari: http://wahdah.or.id/pernyataan-sikap-dewan-pimpinan-pusat-wahdah-islamiyah-peristiwa-bom-di-surabaya/

Meriahnya Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Makassar 29/04/2018 – Lembaga Pembinaan & Pengembangan Pendidikan al-Qur’an Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa telah sukses mewisuda 530 santri dari 50 TK-TPA binaannya se-kabupaten Gowa pada hari ke-13 bulan Sya’ban tahun 1439 H yang bertepatan dengan hari ahad terakhir di bulan April tahun ini.

Ratusan orang memadati gedung Addaraen Jl Sultan Alauddin kota Makassar dengan penuh antusias didukung cuaca yang begitu sangat cerah.

Wisuda Santri LP3Q DPD WI Gowa yang ke XV ini dihadiri oleh Bapak Dinas Sosial Kabupaten Gowa mewakili Bupati Gowa. Dalam sambutannya, Bapak H. Syamsuddin Bidol, S.Sos., M.Si membacakan sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa.

Pemerintah Kabupaten Gowa mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan misi pemerintah kabupaten dan perlu untuk terus dikembangkan.

Tidak hanya sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa, turut hadir pula bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak H. Tajuddin, S.Ag., M.Ag, mewakili Kementerian Agama Kabupaten Gowa.

Dalam sambutannya, Bapak H. Tajuddin menasehatkan kepada para wisudawan agar tetap mengaji meski ijazah munaqasyah telah didapatkan, karena mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an tidak mengenal usia dan masa.

Sambutan hangat nan penuh bangga juga datang dari Ketua LP3Q Wahdah Islamiyah Pusat, Ustadz H. Komari, S.Pd.

Demikian pula sambutan dari Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa, Ustadz Andi Tajuddin SM, yang penuh harap akan dukungan dari para Tamu dan Hadirin peserta Wisuda Santri untuk bersinergi dalam menyebarkan kebaikan diinul islam di Kabupaten Gowa.

Bapak Kepala Dinas Sosial, Bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah dan ketua DPD Wahdah Islamiyah turut mewisuda para santri sebagai puncak acara ini.

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Wahdah Islamiyah Bangun Sekolah Tahfidzul Qur’an di Perbatasan Bangladesh-Myanmar

Sekolah Tahfidzul Qur’an Ummatan Wahidah Wahdah Islamiyah di Bangladesh

(Bangladesh) wahdahjakarta.com – Sekolah Tahfizhul Qur’an Ummatan Wahidah Wahdah Islamiyah yang berlokasi di perbatasan Bangladesh-Myanmar tepatnya di Jadimora, Nay Para, Tekhnaf-HWY, Cox’s Bazar, Bangladesh telah resmi beroperasi sejak April 2018.

Sebanyak 20 santri sementara belajar dan fokus menghafal al-Qur’an dengan dibimbing oleh seorang muhaffizh. Sekolah dua lantai ini rencananya akan dijadikan sebagai markaz para penghafal al-Qur’an anak-anak Rohingya.

Selain menghafal para santri juga akan dibekali dengan pelajaran-pelajaran umum seperti bahasa dan materi sekolah pada umumnya. ”Saat ini mereka belajar dilantai dua. Untuk lantai satu, ke depan kami akan buat tiga kelas lagi. Kita khususkan untuk pelajaran umum dan bahasa. 20 santri yang kami terima sebenarnya masih akan terus bertambah. Karena ruangan masih tak memungkinkan untuk banyak orang, makanya hanya 20 orang yang kami terima untuk sementara waktu,” ujar ustadz Syahruddin C Asho, Direktur LAZIS Wahdah.

Beliau menambahkan, lantai satu yang masih dalam tahap perluasan ini rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas perlengkapan sekolah (School Kids). Selain membantu perlengkapan sekolah, LAZIS Wahdah juga memberikan tunjangan kepada guru yang mengajar.

Menurut Syahruddin, fasilitas yang baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya akan menghasilkan keluaran yang baik pula.

”Salah satu program yang terus kita usung adalah program recovery untuk membangkitkan semangat dan harkat hidup para pengungsi Rohingya. Tentu kita pahami bersama bahwa sebuah bangsa yang maju peradabannya adalah bangsa yang mempunyai kepeduliaan tinggi terhadap pendidikan masyarakatnya. Insya Allah untuk sekolah reguler akan kami upayakan dua bulan ke depan.” tambahnya, Rabu (25/4). [Lazis wahdah]

***

Ayo Bantu Pembangunan Sekolah Tahfizh Rohingya di Bangladesh

💰 Donasi Pembangunan Sekolah Rohingya dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451).

📚 Catatan
1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 900 setiap transferan. Contoh Rp 500.900,-
2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PSR/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

📻 Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah kunjungi
Web : www.laziswahdah.com
Facebook : https://goo.gl/a2Xkh0
Instagram : https://goo.gl/nBbvTv
Twitter : https://goo.gl/lkt51n
Telegram : https://goo.gl/53rp3E

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Tabligh Akbar Palestinaku Kini

Tabligh Akbar Palestinaku Kini

Tabligh Akbar Palestinaku Kini

 

Tabligh Akbar

Palestinaku Kini

Bersama  Departemen Dakwah DPP Wahdah Islamiyah bekerjasama dengan Jam’iyyah Ihya AtTurats Al Utsmani

Menghadirkan:

  • Syaikh Nail Shalih hafidzahullah

  • Syaikh Ahmad Isa hafidzahullah

Hari/Tanggal : Kamis/ 29 Maret 2018

Waktu              : 16.00 WITA-Selesai

Tempat           : Masjid Darul Hikmah Komp. DPP Wahdah Islamiyah, Jln. Antang Raya Makassar

Terbuka Untuk Umum, Pria dan Wanita