Terkait Peristiwa Bom Surabaya, Ini Sikap DPP Wahdah Islamiyah

Terkait Peristiwa Bom Surabaya, Ini Sikap DPP Wahdah Islamiyah

Terkait Peristiwa Bom Surabaya, Ini Sikap DPP Wahdah Islamiyah

 

PERNYATAAN SIKAP DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH

Nomor: K.598/IL/I/08/1439

Tentang:

PERISTIWA BOM DI SURABAYA

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ الله وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sehubungan insiden pengeboman di Surabaya pada hari Ahad tanggal 13 Mei 2018 yang merenggut korban meninggal dunia dan luka-luka. Menyikapi peristiwa ini, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah menyatakan sebagai berikut:

    1. Mengecam dan mengutuk keras pelaku teror dan pihak yang berada di balik pengeboman ini, siapapun mereka dan apapun motif dan latar belakangnya. Islam telah mengajarkan kita untuk menghargai kehidupan dan nyawa manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

      ‎مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

      “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32);

    2. Meminta kepada aparat keamanan untuk mengusut dengan tuntas kasus ini dan pihak yang berada di balik pengeboman ini hingga terungkap fakta yang jelas dan obyektif sehingga tidak terjadi lagi insiden serupa di tempat lain;
    3. Menghimbau kepada semua pihak untuk tidak mengait-ngaitkan kejadian ini dengan pihak tertentu apa lagi dengan umat Islam yang merupakan pendiri dan garda terdepan penjaga republik ini;
    4. Meminta kepada semua komponen umat dan bangsa untuk memadukan potensi menghadapi segala gangguan dan rongrongan yang mengancam negeri ini sehingga tercipta suasana yang aman dan damai;
    5. Menghimbau seluruh komponen umat dan bangsa khususnya umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memohon kekuatan dan perlindungan dariNya atas segala marabahaya;
    6. Meminta kepada pemerintah untuk semakin memperhatikan pembinaan moral dan akhlak para anak bangsa, karena penyimpangan dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya akan menjauhkan kita dari rahmatNya dan kedamaian dariNya.

Demikian pernyataan ini kami buat sebagai arahan bagi umat dan saham atas perdamaian dan kedamaian sejati di bawah berkat dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Makassar, 28 Sya’ban 1439 H/14 Mei 2018 M

 

Dewan Pimpinan Pusat

Wahdah Islamiyah

 

H. Muh.  Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Ketua Umum

       Syaibani Mujiono, S.Sy.

Sekretaris Jenderal

Sumber dari: http://wahdah.or.id/pernyataan-sikap-dewan-pimpinan-pusat-wahdah-islamiyah-peristiwa-bom-di-surabaya/

Meriahnya Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Makassar 29/04/2018 – Lembaga Pembinaan & Pengembangan Pendidikan al-Qur’an Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa telah sukses mewisuda 530 santri dari 50 TK-TPA binaannya se-kabupaten Gowa pada hari ke-13 bulan Sya’ban tahun 1439 H yang bertepatan dengan hari ahad terakhir di bulan April tahun ini.

Ratusan orang memadati gedung Addaraen Jl Sultan Alauddin kota Makassar dengan penuh antusias didukung cuaca yang begitu sangat cerah.

Wisuda Santri LP3Q DPD WI Gowa yang ke XV ini dihadiri oleh Bapak Dinas Sosial Kabupaten Gowa mewakili Bupati Gowa. Dalam sambutannya, Bapak H. Syamsuddin Bidol, S.Sos., M.Si membacakan sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa.

Pemerintah Kabupaten Gowa mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan misi pemerintah kabupaten dan perlu untuk terus dikembangkan.

Tidak hanya sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa, turut hadir pula bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak H. Tajuddin, S.Ag., M.Ag, mewakili Kementerian Agama Kabupaten Gowa.

Dalam sambutannya, Bapak H. Tajuddin menasehatkan kepada para wisudawan agar tetap mengaji meski ijazah munaqasyah telah didapatkan, karena mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an tidak mengenal usia dan masa.

Sambutan hangat nan penuh bangga juga datang dari Ketua LP3Q Wahdah Islamiyah Pusat, Ustadz H. Komari, S.Pd.

Demikian pula sambutan dari Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa, Ustadz Andi Tajuddin SM, yang penuh harap akan dukungan dari para Tamu dan Hadirin peserta Wisuda Santri untuk bersinergi dalam menyebarkan kebaikan diinul islam di Kabupaten Gowa.

Bapak Kepala Dinas Sosial, Bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah dan ketua DPD Wahdah Islamiyah turut mewisuda para santri sebagai puncak acara ini.

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Wahdah Islamiyah Bangun Sekolah Tahfidzul Qur’an di Perbatasan Bangladesh-Myanmar

Sekolah Tahfidzul Qur’an Ummatan Wahidah Wahdah Islamiyah di Bangladesh

(Bangladesh) wahdahjakarta.com – Sekolah Tahfizhul Qur’an Ummatan Wahidah Wahdah Islamiyah yang berlokasi di perbatasan Bangladesh-Myanmar tepatnya di Jadimora, Nay Para, Tekhnaf-HWY, Cox’s Bazar, Bangladesh telah resmi beroperasi sejak April 2018.

Sebanyak 20 santri sementara belajar dan fokus menghafal al-Qur’an dengan dibimbing oleh seorang muhaffizh. Sekolah dua lantai ini rencananya akan dijadikan sebagai markaz para penghafal al-Qur’an anak-anak Rohingya.

Selain menghafal para santri juga akan dibekali dengan pelajaran-pelajaran umum seperti bahasa dan materi sekolah pada umumnya. ”Saat ini mereka belajar dilantai dua. Untuk lantai satu, ke depan kami akan buat tiga kelas lagi. Kita khususkan untuk pelajaran umum dan bahasa. 20 santri yang kami terima sebenarnya masih akan terus bertambah. Karena ruangan masih tak memungkinkan untuk banyak orang, makanya hanya 20 orang yang kami terima untuk sementara waktu,” ujar ustadz Syahruddin C Asho, Direktur LAZIS Wahdah.

Beliau menambahkan, lantai satu yang masih dalam tahap perluasan ini rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas perlengkapan sekolah (School Kids). Selain membantu perlengkapan sekolah, LAZIS Wahdah juga memberikan tunjangan kepada guru yang mengajar.

Menurut Syahruddin, fasilitas yang baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya akan menghasilkan keluaran yang baik pula.

”Salah satu program yang terus kita usung adalah program recovery untuk membangkitkan semangat dan harkat hidup para pengungsi Rohingya. Tentu kita pahami bersama bahwa sebuah bangsa yang maju peradabannya adalah bangsa yang mempunyai kepeduliaan tinggi terhadap pendidikan masyarakatnya. Insya Allah untuk sekolah reguler akan kami upayakan dua bulan ke depan.” tambahnya, Rabu (25/4). [Lazis wahdah]

***

Ayo Bantu Pembangunan Sekolah Tahfizh Rohingya di Bangladesh

💰 Donasi Pembangunan Sekolah Rohingya dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451).

📚 Catatan
1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 900 setiap transferan. Contoh Rp 500.900,-
2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PSR/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

📻 Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah kunjungi
Web : www.laziswahdah.com
Facebook : https://goo.gl/a2Xkh0
Instagram : https://goo.gl/nBbvTv
Twitter : https://goo.gl/lkt51n
Telegram : https://goo.gl/53rp3E

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Tabligh Akbar Palestinaku Kini

Tabligh Akbar Palestinaku Kini

Tabligh Akbar Palestinaku Kini

 

Tabligh Akbar

Palestinaku Kini

Bersama  Departemen Dakwah DPP Wahdah Islamiyah bekerjasama dengan Jam’iyyah Ihya AtTurats Al Utsmani

Menghadirkan:

  • Syaikh Nail Shalih hafidzahullah

  • Syaikh Ahmad Isa hafidzahullah

Hari/Tanggal : Kamis/ 29 Maret 2018

Waktu              : 16.00 WITA-Selesai

Tempat           : Masjid Darul Hikmah Komp. DPP Wahdah Islamiyah, Jln. Antang Raya Makassar

Terbuka Untuk Umum, Pria dan Wanita

Gelar Mukerwil, WI Gorontalo Bertekad Wujudkan Visi 2030 Wahdah Islamiyah

Ketua DPW WI Gorontalo Ustadz Ishak Abdurl Razak bakari

Gelar Mukerwil, WI Gorontalo Bertekad Wujudkan Visi 2030 Wahdah Islamiyah

(Gorontalo) wahdahjakarta.com– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Gorontalo kembali menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil), Sabtu 07 Rajab 1439 H bertepatan dengan 24 Maret 2018 M. Agenda yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengevalusi program kerja yang telah dicanangkan setahun sebelumnya dan pemaparan program kerja setahun yang akan datang.

Dalam sambutannya, ketua DPW Wahdah Gorontalo, Ustadz Ishak Abdul Razak Bakari, Lc., M.Fil.I menegaskan kepada peserta Mukerwil akan visi 2030 Wahdah Islamiyah, yakni eksis di 80% kabupaten dan kota se-Indonesia.

“Visi 2030 adalah ruh yang harus kita tumbuhkan dalam berdakwah, harus selalu hidup, selalu di pelupuk mata kita. Dan itu tidak terlepas dari kader WI se-Provinsi Gorontalo. Kita ingin mengambil bagian untuk mewujudkan visi tersebut,” tegas ustadz yang juga ketua 2 MUI Provinsi Gorontalo ini.

Berkaitan dengan optimalisasi peran kader Wahdah Islamiyah yang menjadi tema utama Mukerwil ke-4 ini, ketua DPW berharap setiap kader Wahdah Islamiyah dapat mengambil peran secara optimal untuk mewujudkan visi 2030, “optimalisasi kader, baik secara personal setiap individu memberikan peran dalam perjuangan untuk mewujudkan visi 2030 maupun optimalisasi secara struktural dan mampu membangun secara kultural di masyarakat,” ungkapnya.

Mukerwil yang dibuka oleh asisten pembangunan pemda Provinsi Gorontalo, Drs. Sutan Rusdi, Ak., MM ini turut dihadiri wakil sekretaris jenderal DPP Wahdah Islamiyah, Ir. Sabaruddin Samsir.[wahdah.or.id]

Musda I Wahdah Islamiyah Semarang Dirangkaikan Tasyakuran DIROSA

Ustadz Muhammad Qasim Saguni Memberi Sambutan Pada Acara Musda I Wahdah Islamiyah Semarang dan Tasyakuran Dirosa

Musda I  Wahdah Islamiyah Semarang Dirangkaikan Tasyakuran DIROSA

(Semarang)  wahdahjakarta.comMusyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Kota Semarang di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu (24/3/2014) dirangkaikan dengan Tasyakuran Alumni Dirosa.

Sebanyak 70 orang alumni Dirosa mengikuti tasykuran yang dihadiri pengurus dan kader Wahdah Islamiyah Semarang, dan Jawa Tengah serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah yang diwakili Ketua DPP WI Ustadz. Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA, Ketua YPWI Ustadz Nursalam Sirajuddin, Wakil Sekjen WI Ustadz Saiful Bahri, SE, Ustadz Elan Kurniawan, SH yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Dirosa (Dirasah Al-Qur’an Orang Dewasa) merupakan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi orang dewasa dengan 20 kali pertemuan.

Ketua DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. dalam sambutannya mengatakan, program Dirosa merupakan pengejawantahan dari salah satu misi dan konsep dakwah Wahdah Islamiyah, yakni mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an.

Karenanya Dirosa menjadi salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah di seluruh DPD Wahdah Islamiyah.

Saat ini alumni dirosa sudah ribuan dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.[sym]

Hadiri Musda Wahdah Islamiyah Semarang, Ini Harapan Walikota Semarang

Sambutan Walikota Semarang Pada Musda I WI Seamrang dibacakan oleh Camat Sandisari Moeljanto

Hadiri Musda Wahdah Islamiyah Semarang, Ini Harapan Walikota Semarang

Semarang (wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Kota Semarang Jawa Tengah menggelar Musyawarah Daerah Pertama (Musda I) di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu (24/3/2014).

Musda yang baru pertama kali digelar ini dihadiri pengurus dan kader Wahdah Islamiyah Semarang, dan Jawa Tengah serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP)  yang diwakili Ketua Bidang I Ustadz. Muhammad Qasim Saguni,  Ketua Bidang IV Ustadz Nursalam Sirajuddin, Wakil Sekjen Ustadz Saiful Bahri,  Ustadz Elan Kurniawan,  yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Pembukaan Musda I WI Semarang juga dihadiri perwakilan ormas Islam dan Pemerintah Kota Semarang. Dalam sambutan Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi yag  dibacakan Camat Candisari Moeljanto dinyatakan bahwa Pemkot Semarang menyambut baik kehadiran Wahdah Islamiyah di kota Semarang.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Semarang menyambut baik dan memberi apresiasi atas dinamisasi DPD Wahdah Islamiyah Semarang yang selama ini mampu berjalan dengan baik dalam rangka melahirkan keselarasan dan kesamaan langkah di dalam mensuksekan program-program pembangunan Kota Semarang”, ujar Moeljanto.

Walikota  juga berharap forum Musda ini dimanfaatkan untuk mewujudkan percepatan pencapaian visi dan misi DPD yang telah ditetapkan serta membangun kekuatan demi eksistestensi dan peningkatan peran organisasi.

“Semua unsur DPD Wahdah Islamiyah Semarang agar bersama-sama membangun kekuatan demi eksistensi dan peningkatan peran dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas khaira ummah, dan negara yang aman, damai, adil, dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala”, ungkapnya.

“Oleh karenanya seluruh elemen DPD Wahdah Islamiyah Semarang harus bisa melaksanakan berbagai usaha, antara lain memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat, merumuskan program dan kebijakan yang sesuai nilai dan tuntunan Islam, dan menjadi penghubung antara ulama dan uamra”, imbuhnya.

“DPD Wahdah Islamiyah Semarang harus bisa mempunya fungsi sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan bertindak sebagai pembawa aspirasi seluruh umat Muslim khususnya yang ada di kota Semarang”, tandasnya.

Beliau juga mengajak Wahdah Islamiyah Semarang untuk berperan dalam menangkal paham yang bertentangan degngan nilai-nilai Islam. “Saya juga ingin mengajak kepada seluruh keluarga besar DPD Wahdah Islamiyah  agar selalu menjadi pionir di dalam menangkal setiap paham radikalisme maupun paham-paham lain yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman agar tidak berkembang di kota Semarang”, pungkasnya.

Ketua Bidang I DPP WI Ustadz Muhammad Qasim Saguni

Musda juga dirangkaikan dengan Tasyakuran Alumni DIROSA. DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an bagi orang dewasa dengan 20 kali pertemuan. Program ini salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah di seluruh DPD Wahdah Islamiyah. Menurut Ketua Bidang I DPP WI Ustadz Qasim Sagubi, Program ini merupakan pengejawantahan dari salah sati misi dan konsep dakwah Wahdah Islamiyah, yakni mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an. [sym].

Depsos DPP Wahdah Islamiyah Gelar Basic Training Wahdah Peduli

Depsos DPP Wahdah Islamiyah Gelar Basic Training Wahdah Peduli

Makassar (wahdahjakarta.com)- Departemen Sosial DPP Wahdah Islamiyah mengadakan Basic Training Wahdah Peduli di Hotel Wisata 4 UIT, Jl. Landak Baru Makassar, pada Sabtu 17-18 Maret 2018. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pembekalam sekaligus perekrutan relawan Wahdah Peduli yang akan dilibatkan dalam kebencanaan nasional maupun lokal.

Kegiatan yang diikuti 20 orang tersebut dibuka oleh Ketua Puslitbang DPP Wahdah Islamiyah ustadz Ir. Iskandar Kato, M.Si.
Menurut Ketua Depsos DPP Wahdah Islamiyah, ustadz Gishar Hamka, S.Pd.I, Wahdah Peduli merupakan bagian dari program nasional Wahdah Islamiyah yang concern dalam bidang kemanusiaan.

Ustadz Gishar menambahkan, training serupa juga insyaAllah akan dilaksanakan di beberapa DPD dan DPW Wahdah Islamiyah.
Diantara materi yang didapatkan peserta adalah Manajemen Wahdah Peduli, Bantuan Dasar Hidup, Assesmant, Dokumentasi dan lainnya.
Selain teori, peserta juga mendapatkan praktek secara langsung.[sym/wahdah.or.id]

Gelar Seminar Muslimah, FMDKI Bentuk Kelompok Belajar Islam

Seminar Muslimah Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI)

Gelar Seminar Muslimah, FMDKI Bentuk Kelompok Belajar Islam

BANDUNG- (wahdahjakarta.com), Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menggelar Seminar Muslimah dengan tema “Kado Cinta Muslimah Perindu Surga” di Convention Hall Gedung Mandalawangi Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung, Ahad (18/03/2018).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Netty Prasetyani. Dalam sambutannnya, istri dari gubernur Jawa Barat ini menyampaikan, apresiasi kepada FMDKI yang telah berperan sebagai kontributor peradaban dalam mengajak para mahasiswa muslimah indonesia belajar ilmu agama.

“Semoga kegiatan ini tidak berakhir disini, tapi setelah keluar dari ruangan ini, FMDKI mampu melebarkan sayap ke seluruh penjuru nusantara 34 provinsi,” pesan aktivis perempuan kota Bandung ini.

Panitia pelaksana menghadirkan dua pembicara yang bergantian memberikan motivasi kepada ratusan peserta seminar, yakni Daiyah Muslimah Wahdah Islamiyah Ustadzah Seniwati Muin dan Inspirator Hijrah di Indonesia Peggy Melati Sukma.

Seminar muslimah ini diakhiri dengan pembentukkan kelompok belajar Islam muslimah, disingkat KABILAH, kepada ratusan peserta yang hadir, sebagaimana diungkapkan oleh Fauziah Ramdani selaku ketua FMDKI Pusat.

“Iya akan ada insya Allah, tinggal menyatukan jadwal pesertanya,” terangnya.

Seminar Muslimah ini merupakan acara puncak dari Gebyar Mahasiswa Muslimah Indonesia (GMMI) jilid III yang sebelumnya terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan yang digelar serentak di seluruh Indonesia. [sym/FMDKI]

Soal Orang Gila, Ustadz Zaitun: Tahan Diri, Jangan Langsung Menyimpulkan

Ustadz Zaitun Mengisi Tabligh Akbar di Masjid Habiburrahman Kota Dumai

Ustadz Zaitun Mengisi Tabligh Akbar di Masjid Habiburrahman Kota Dumai

Kota Dumai – Dalam ceramahnya di Masjid Habiburrahman Kota Dumai, (4/3/2018) Ustadz Zaitun mengajak jama’ah untuk tadabbur Surat Yusuf terkait maraknya isu aktivis Islam dan Kiyai dibunuh oleh orang gila.

Ustadz Zaitun mengatakan bahwa  Allah menyebutkan di surat ini “Laqad kaana fi qashashihim ‘ibratun li ulil albab”. Yang artinya, “Sungguh dalam kisah mereka (Nabi Yusuf dan keluarganya) ada pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal”. Ini adalah ayat terakhir (111) dari surat Yusuf.

Menurut alumni Universitas Islam Madinah yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini, umat Islam perlu belajar dari Nabi Ya’qub. “Nabi Ya’qub tidak mudah percaya, tidak langsung memvonis anak-anaknya. Meskipun terlihat jelas ada yang janggal dalam cerita rekaan mereka soal Nabi Yusuf dimakan serigala. Mana ada serigala memakan manusia kemudian menyisakan bajunya?” ungkap beliau.

Beliau mengajak umat Islam agar tidak mudah berprasangka bahwa isu soal orang gila ini adalah rekayasa. Jangan sampai umat terlalu dini menyimpulkan, apalagi menaruh kecurigaan kepada aparat. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa jadi ada pihak-pihak yang mencoba menjebak dan mengadu domba umat Islam.

“Karena itu, kita harus hati-hati, jika ada informasi dicek baik-baik. Mempercayai saja tidak boleh langsung, apa lagi menyebarkan. Kalau semua info langsung disebar, itu tidak sesuai petunjuk Al Quran. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebut orang yang menyebar semua informasi yang didapatnya sebagai pendusta”, tegas beliau.

“Yang paling penting sekarang adalah, pertama bersabar, kedua sandarkan semuanya kepada Allah, dan yang ketiga kita tetap lakukan penyelidikan”, tiga hal ini yang beliau simpulkan dari Surat Yusuf.

Tentang bersabar menghadapi berita-berita yang belum jelas kepastiannya beliau katakan, “Sebagaimana ungkapan Nabi Ya’qub yang mengatakan wallahul mustaan. Semuanya disandarkan kepada Allah Yang Maha Tahu. Sebab kadang sesuatu yang buruk terjadi, tapi tidak selamanya buruk. Boleh jadi itu adalah suatu ujian yang kelak berbuah kebaikan. Serahkan kepada Allah hasilnya”.

Meskipun begitu, beliau menekankan bahwa pengusutan harus tetap dilakukan. Upaya manusiawi ini yang juga tetap ditempuh oleh Nabi Ya’qub dengan memerintahkan anak-anaknya untuk terus mencari Nabi Yusuf. [ibw/aha]