Tiga Langkah Utama Merawat NKRI Menurut Ustadz Zaitun 

 

Ustadz Muhammad Zaitun pada Tabligh Akbar merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan yang digelar Wahdah Jambi, Ahad (11/11/2018)

(Jambi) wahdahjakarta.com – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR) merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.

Demikian dinyatakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan Tabligh Akbar dengan tema “Merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan”, yang digelar Wahdah Islamiyah Jambi, Ahad (11/11/2018) di Masjid Agung Al-Falah Jambi.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun mengingatkan besarnya karunia Allah kepada bangsa Indonesia. Ditambah lagi pertolongan Allah dengan kemerdekaan bangsa tercinta ini. Hal  ini juga termaktub dalam Pembukaan UUD 45.

Beliau menjelaskan, “Kalimat takbir Bung Tomo mengabadi hingga kini. Bukan saja bergema di angkasa, namun juga bergema di relung dada para pejuang. Kalimat ini bukan kalimat sembarangan. Tidak bisa tergantikan dengan kalimat yang lain. Bagi yang tidak faham maknanya saja akan bergetar, apalagi yang faham maknanya.”

Ustadz Zaitun yang juga Wakil Sekjen MUI ini kemudian menjelaskan bagaimana cara merawat NKRI yang merupakan anugrah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menurut beliau, setidaknya ada 3 langkah utama, antara lain:

Pertama, pembangunan SDM harus diutamakan sebelum pembangunan fisik. “Dibangun jiwanya sebelum badannya. Indonesia cukup membanggakan dari sisi fisik. Termasuk cepat pulih pada krisis global tahun 1998 dan 2008. Namun saat ini harus kita akui, masih belum berimbang antara pembangunan fisik dengan pembangunan ruhiyah,” terangnya.

Kedua, melalui dakwah dan tarbiyah (pendidikan/pembinaan yang efektif). Ia juga memandang bahwa ini adalah medan jihad paling utama saat ini.

Yang ketiga, dengan menghidupkan “amar ma’ruf nahi munkar”. “Amar ma’ruf nahi munkar juga perlu diorganisir dengan baik, karena di luar sana banyak kemaksiatan yang diback up secara struktural,” pungkasnya.  (Ibawi/sym)

Video lengkapnya dapat ditonton di sini

Santri Wahdah  Bogor Raih Juara Karate Se-Kabupaten Bogor

Tiga santri Tahfizh Wahdah Islamiyah Bogor berhasil meraih juara dalam Kejuaraan karate festival series 2 sekabupaten Bogor, Sabtu (10/11/2018). Dari kiri ke kanan, Zaid Ilmi (juara 2), M.Adlan (juara 1), dan M. Dafi (juara 3).

(Bogor) wahdahjakarta.com-, Ponpes Tahfizh Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor berhasil meraih prestasi juara dalam kejuaran karate se-Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018)

“Al-hamdulillah 3 santri kita (SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor), meraih kejuaran dalam Federasi Olah Raga Karate, Festival Series 2 Se-Kabupaten Bogor”, ujar Hamka Abu Thalhah selaku Kepala SMA-Qu Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor kepada wahdahjakarta.com

Ketiga santri Wahdah yang berhasil meraih juara dalam turnamen yang diikuti 625 atlit ini adalah Muhammad Adlan Al-Fakhri (Kelas XI) meraih juara pertama (medali emas), Zaid Ilmi Arrizqi Ramadhan (Kelas XI) meraih juara dua (medali perak), dan Muhammad Dafi Syahwan Savendri (kelas X) meraih juara tiga (medali perunggu).

Ponpes Tahfizh Al-Qur’an Wahdah Islamiyah berlokasi di Kampung Cikempong, RT 03/RW 09 Kelurahan Pakansari Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Berdiri sejak tahun 2015 dibawa kepemimpinan Ustadz Samsuddin, dan KH. Muhammad Zaitun Rasmin sebagai pembina, dibawa naungan Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) (pusat) Makassar, Tahfizh Wahdah membina dua unit pendidikan formal; SMP Al-Qur’an dan SMA Al-Qur’an dengan kurikulm Tahfizh Al-Qur’an sebagai program utama.

Apotek Wahdah Buka Cabang ke.5 di Makassar

Grand Opening Cabang ke.5 Apotek Wahdah, Sabtu (10/11/2018)

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Acara Grand Opening Apotek Wahdah Cabang Daeng Tata, Sabtu (10/10) bertempat di Jln. Daeng Tata Raya No. 79 A, Kec. Tamalate, kota Makassar resmi dibuka pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur PT BCF (Berkah Cahaya Farmasi) Tuti Adythama, Perwakilan Puskesmas Tamalate Sitti Suleha, dan Ketua Bidang Tiga Departemen Pengembangan Usaha DPP Wahdah Islamiyah Hizbullah Mahdin.

Acara ini diisi dengan pemeriksaan kesehatan, pembagian vitamin, cek darah, bagi para peserta yang hadir.

Dalam sambutannya Tuti Adythama menyampaikan kehadiran Apotek Wahdah diharapkan lebih mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terutama pelayanan yang berkualitas  serta berharap  agar apotek lebih maju dan meningkatkan pelayanan yang maksimal tidak hanya berorientasi terhadap bisnis serta mampu bersinergi dengan program pemerintah.

“Karena kita ingin bersinergi dengan Penerintah dalam hal  pelayanan kefarmasian dengan mengusung tagline memberikan pelayanan cepat, tepat dan Islami,” ucapnya dihadapan peserta acara Grand Opening.

Direktur PT BCF ini mengharapkan keberadaan Apotek Wahdah tidak sekedar hanya sebagai unit bisnis saja, akan tetapi bisa menjadi sarana yang bisa membantu masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat dengan menyiapkan para apoteker yang handal untuk mengedukasi dan melayani masyarakat.

Senada dengan itu, Sitti Suleha, Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Tamalate memberikan ucapan selamat atas pembukaan cabang baru Apotek Wahdah karena dinilai bisa menjadi solusi bagi masyarakat sekitar Tamalate kota Makassar.

“Saya berharap supaya Apotek Wahdah bisa bersinergi dengan kami nantinya,” tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Hizbullah Mahdin menyebutkan bahwa salah satu unit usaha ormas Islam Wahdah Islamiyah yang bergerak dibidang kefarmasian adalah Apotek Wahdah. Menurutnya, dakwah itu perlu sokongan finansial yang cukup, agar menyebar dan diterima oleh masyarakat.

“Saya pikir dulu usaha ini susah. Namun nyatanya Allah memberi kita kemudahan. Apotek Wahdah adalah usaha kami dalam menjalankan usaha mandiri kelembagaan Wahdah. Semoga bisa membuka cabang baru di beberapa tempat di Indonesia. Meskipun baru 5 cabang yang kita punya,” pungkasnya.

Salah satu pasien yang datang, Hasnah (66) mengaku senang dengan dibukanya cabang ini.

“Saya punya penyakit asam urat dan akar gigi. Makanya saya datang kesini dan ternyata ada acara pengobatan gratis. Alhamdulillah. Semoga Apotek Wahdah bisa berjaya,” ungkapnya. []

Reporter: Zulkifli Tri Darmawan

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Relawan Wahdah Peduli sedang menurunkan paket bantuan kemanusiaan dari Lembaga Sosial Arab Saudi. Lembaga bentukan Raja Salman ini menyalurkan bantuan senilai 1 Milyar Rupiah untuk korban gempa Sulteng

Palu (Wahdahjakarta.com)– Memasuki pekan keenam pasca bencana gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang menimpa beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (28/09/2018) lalu, bantuan kemanusian terus berdatangan.

Delegasi Lembaga Sosial Arab Saudi King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre tiba di Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (6/11/2018). Lembaga yang didikan Raja Salman bin Abdul Aziz ini merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang  sosial dan bantuan kemanusiaan.

Para relawan Arab Saudi tersebut dipimpin Syaikh Khalid Al-Salamah dan didampingi oleh relawan Wahdah Peduli Syandri Sya’ban dan beberapa relawan lainnya.

Kedatangan lembaga sosial Raja Salman itu bertujuan untuk menindaklanjuti beberapa program sosial kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

“Mereka datang dengan berbagai program. Wahdah Islamiyah digandeng sebagai mitra dalam hal pendataan dan penyaluran bantuan,” terang Syandri kepada LAZISWahdah.com.

Syaikh Khalid juga menyampaikan terima kasih kepada Wahdah Islamiyah atas sambutan yang ramah serta berbagai kemudahan dan bantuan yang diberikan dalam melaksanakan proyek-proyek sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

“Semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut dan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat” tukasnya.

Total bantuan sebesar 1 M dengan rincian 5000 paket sembako, 5000 paket hygiene kit dan 3500 perlengkapan dapur. Bantuan tersebut akan didistribusikan oleh Wahdah Islamiyah di beberapa titik lokasi pengungsi Palu, Sigi dan Donggala.

Selain menggandeng Wahdah Islamiyah lembaga sosial internasional ini juga bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana gempa Palu. [sym]

Lazis Wahdah Rampungkan Pembangunan Masjid Sementara di Lombok Timur

Wahdah Islamiyah

Masjid sementara Wahdah Islamiyah di Lombok Timur

(Lombok Timur) wahdahjakarta.com  – Sudah tiga bulan gempa Lombok berlalu. Wahdah Islamiyah (WI) bersama masyarakat Indonesia terus berupaya mengikhtiarkan segala usaha untuk menghadirkan pelayanan maksimal demi kenyamanan masyarakat terdampak bencana gempa.

Diantara program yang dijalankan  oleh Wahdah adalah pembangunan Kompleks Shelter hunian sementara yang dilengkapi fasilitas umum seperti Masjid sementara dan Sekolah darurat yang  masih tengah berlangsung.

“Alhamdulillah, Rabu (31/10), Masjid Darurat yang berlokasi di Dusun Aikmanis, Desa Gunung Malang, Kec. Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh warga sekitar”, kata staf Lazis wahdah kepada wahdahjakarta.com melalui keterangann tertulis, Rabu (7/11/2018) siang.

Masjid ini seluas 134 m² ini memiliki daya tampung sebanyak 220 jamaah, dengan kontruksi  rangka baja ringan dan atap spandek serta dinding kalsiboard.

Program recovery tersebut merupakan bentuk dukungan dan solusi sebagai kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah kala berada di pengungsian.

Menurut Nu’man, selaku Koordinator relawan bahwa kebutuhan tempat beribadah bagi warga masyarakat Lombok pasca gempa  merupakan yang  utama. Menurutnya, sarana ibadah berupa pembangunan Majid darurat adalah awal yang baik bagi kebangkitan Lombok kedepan.

“Alhamdulillah, LAZIS Wahdah menghadirkan manfaat kebaikan melalui program pembangunan Masjid ini. Upaya ini merupakan bentuk totalitas Wahdah untuk membangun kembali pulau seribu Masjid,” pungkasnya. []

Donasi peduli Lombok dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer) . Semoga Allah membalas semua usahaka kita atas kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita, aamiin. []

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempalombok #gemalombok

#pasukanhijau

#wahdahpeduli

#bangunkembalilombok

Kader Wahdah Jakarta Menang Kejuaraan Panahan Nasional

Jayadi Hasan (pegang piala) , ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah peraih juara II Kejuaran panahan nasional di Jakarta.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Indonesia Youth and Sport (IYOS) mengadakan turnamen tingkat Nasional, bertempat di Lapangan GOR Popki Cibubur Jakarta Timur pada 1-4 November 2018.

Ada beberapa jenis kelas yang diperlombakan, seperti Horsebow, Barebow, Recurve dan Coumpound yang kemudian diikuti oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Tak mau ketinggalan, Jayadi Hasan yang merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok juga ikut berpartisipasi dalam ajang ini di cabang Horsebow dengan alasan bahwa olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi.

Suasana lomba yang digelar pada 1-4 November di Lapangan GOR Popki Cibubur, Jakarta Timur.

Ternyata keikutsertaan beliau membuahkan hasil. Beliau berhasil meraih peringkat ke 2 dalam kelas ini dengan teknik thumbdraw.

” Alhamdulillah semakin menambah semangat untuk terus berlatih dan menambah pengalaman serta memperluas silaturahim sesama pecinta olahraga sunnah ini” ujar Jayadi saat dihubungi oleh wahdahjakarta.com

Untuk cabang Horsebow sebetulnya termasuk cabang olahraga baru di Indonsia karena sebelumnya cabang ini belum pernah diperlombakan dalam olimpiade nasional di Indonesia, namun karena semakin pesatnya perkembangan maupun pelaksanaan lombanya membuat olahraga ini semakin diakui dan digemari. (AA/ed: Fry)

Ustadz Yusran Anshar Ungkap Tips #DonggalaBangkit dengan Spirit Hijrah

Ustadz Yusran Anshar Ungkap Tips #DonggalaBangkit dengan Spirit Hijrah

Ketua Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah Ustadz DR. Muhammad Yusran Anshar Ungkap Tips #DonggalaBangkit dengan Spirit Hijrah pada Tabligh Akbar Donggala Berhijrah, Ahad (04/11/2018). Photo:Rustam

(DONGGALA) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Donggala menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Tabligh Akbar dihadiri oleh ratusan warga Donggala yang antusias untuk mendengarkan tausiyah dari Direktur STIBA Makassar, Ustad Muhammad Yusran Anshar.

Dalam taushiyahnya ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah ini mengungkap tips #DonggalaBangkit melalui Spirit hijrah.

“Hijrah sering dipahami dengan makna berpindah tempat. Namun menurutnya, itu bukan inti persoalan, sebagaimana kata para Ulama, dalam bahasa Arab, Hijrah adalah berpindah”, ujar ahli hadits jebolan Medinah International University Malaysia ini.

“Hijrah ada yang bersifat Hissiyyah dan Maknawiyah. Hijrah Hissiyyah adalah berpindah fisik, sedangkan Hijrah Maknawiyah adalah berpindah amalan-amalannya,” tukasnya.

Ustad Yusran menjelaskan, Hijrah Maknawiyah adalah berpindah sikap, yang mungkin ia masih tetap di tempat tersebut namun telah merubah keadaan dirinya, sebagai contoh adalah Ia masih berada di Donggala, namun ia sedang berusaha merubah segala tingkah lakunya.

“Mari kita berhijrah, berhijrah dari apa? Berpindah dari manusia yang banyak bermaksiat menuju manusia yang banyak berdzikir kepada Allah taala,” tuturnya.

Salah satu cara menyelamatkan diri dari bala, lanjut ustad Yusran, adalah dengan melakukan perbaikan-perbaikan. Inilah cara yang telah ditempuh oleh Rasulullah. Sebagaimana ditegaskan Allah dalam Alquran, bahwa Allah tidak akan menyiksa suatu kaum dengan kezaliman yang mereka lakukan, selama mereka adalah orang selalu mengadakan perbaikan, saling menasehati dari kesalahan.

“Bagaimana kita berhijrah? Kita mulai dari diri dan keluarga kita. Arahkan diri untuk rajin ke Masjid, sembari mengajak anggota keluarga kita juga ikut menyejahterakan Masjid. Sehingga tercipta keluarga yang shalih, dan terkonversi menjadi Masyarakat yang taat kepada Allah taala. Dari kondisi ini, niscaya akan tercipta Donggala yang mendapatkan Rahmat dan Keberkahan dari Allah Subhana wa taala,” ujarnya.

“Semua ini menghadirkan kesadaran bahwa dunia begitu singkat. Betapa kematian adalah sesuatu yang pasti datangnya, waktunya hanya Allah taala yang mengetahui. Maka mari selalu mengisi waktu kita dengan amalan-amalan shalih,” tutupnya.

Tabligh Akbar kemudian dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada ratusan warga yang hadir, yang terdiri dari jemaah laki-laki, Ibu-ibu, para pemuda serta anak-anak.

Kegiatan ini adalah Tabligh Akbar kedua yang digelar oleh DPD WI Donggala pasca Gempa dan Tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Tabligh Akbar yang pertama di gelar di Masjid Raya Donggala, Ahad (21/10/2018) lalu. (Rustam/Sym)

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Jama’ah sedang menyimak taushiyah Tabligh Akbar “Donggala Berhijrah” yang disampaikan ketua STIBA Makassar, Ustadz. DR. Muhammad Yusran Ansar, Lc, MA, Ahad (4/11/2018).

(Donggala) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Donggala menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Tabligh Akbar diawali dengan sambutan dari Ketua DPD WI Donggala, ustad Suparman Razak. Dalam penyampaiannya beliau mengungkapkan, Tabligh Akbar ini adalah yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Raya Donggala.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik ketika kita semua terlanda musibah, dengan mendatangkan bantuan sandang dan pangan dari seluruh daerah di Indonesia. Saat bencana, banyak warga yang trauma karenanya, maka kami mendatangkan praktisi trauma healing untuk mengatasinya,” tukasnya.

Selain bantuan sandang dan pangan, lanjut Ustad Suparman, warga juga membutuhkan logistik rohani. Rohani harus terisi agar keimanan semakin terisi.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Donggala (Wahdah Donggala) ustadz Suparman

“Maka WI hadir untuk memikirkan bagaimana caranya agar seluruh kaum muslimin, khususnya korban Gempa, bahagia jasmani dan rohaninya,” tutupnya.

Roni Jalaluddin, ketua Pengurus Masjid Al-Istiqomah ikut memberikan komentar kepada kegiatan Tabligh Akbar ini.

Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu cara Trauma Healing untuk masyarakat pasca bencana yang terjadi.

Setelah gempa dan tsunami melanda, Roni mengungkapkan kesuyukuran atas kehadiran LAZIS Wahdah yang hadir membangkitkan semangat warga Donggala. “Sebagaimana pada tema kegiatan, kita bersama membangun Donggala kembali untuk hijrah ke arah yang lebih baik ,” ujarnya.

Sambutan ini kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” bersama Ustad Muhammad Yusran Anshar, diikuti dengan pembagian 700 paket logistik kepada warga Donggala yang hadir. (Rustam/Sym)

Di Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah, Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

 

Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

Di Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah, Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

 (DONGGALA) wahdahjakarta.com – Bencana gempa bumi, Tsunami dan Likuifaksi yang melanda Palu, Donggala dan Sigi menyisakan banyak pertanyaan atas penyebab utamanya.

Meskipun prediksi ilmiah telah diungkapkan oleh banyak ahli, namun kompleksnya bencana yang hadir masih sulit jika semata-mata disalahkan pada alam.

“Bencana yang terjadi menjadi kewajiban bagi kita untuk mengambil pelajaran. Sebenarnya kejadian alam ini diluar nalar kita, karena memang terjadi atas kuasa Allah taala, ” ujar Wakil Kepala Kepolisian Resort (WAKAPOLRES) Kabupaten Donggala, Komisaris Polisi Hedi Abu Daftar, saat memberikan sambutan pada Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Hedi mengatakan, sebulan pasca bencana telah cukup untuk mengetahui penyebabnya, yakni kembali pada manusia yang menghuni wilayah tersebut.

“Setelah gempa ini tidak usah menyalahkan siapa, namun kita bermuhasabah atas dosa dan kesalahan kita masing-masing, ” tuturnya.

Hikmah dari bencana ini lanjut Hedi, tidak ada yang lain selain banyak berdoa dan berdzikir kepada Allah taala.

“Alhamdulillah saat ini kita akan mendengarkan Tabligh Akbar, maka mari kita memaksimalkan diri untuk benar-benar membuat daerah kita, Donggala, berhijrah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sambutan ini kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” bersama Ustad Muhammad Yusran Anshar, diikuti dengan pembagian paket logistik kepada warga Donggala yang hadir. (Rustam/Sym)

Begini Cara Ustadz Zaitun Semangati Pengungsi Korban Bencana Sulteng

Begini Ustadz Zaitun Menyemangati Pengungsi Korban Bencana Sulteng

(PALU), wahdahjakarta.com– Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengunjungi pengungsi  korban Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah di Kompleks Pengungsian Bukit Suharto, Kelurahana Petobo, Palu, Kamis (1/11/2018).

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahim dan dimulai sejak Kamis pagi  dengan rangkaian kegiatan, antara lain Taushiyah, Pembagian Paket Logistik, Pembagian Paket Ceria, dan Makan Siang Bersama.

Di hadapan ratusan warga yang hadir ia berpesan, sebagai orang beriman, musibah apapun yang terjadi, walaupun membuat kita sedih, namun kita harus mengakui bahwa musibah itu tidak terlepas dari ketentuan Allah Ta’ala.

“Dalam menghadapi kejadian seperti itu, kita harus semakin memperkuat keimanan terhadap takdir Allah Taala, bahwa apapun yang terjadi, semuanya adalah kehendak Allah. Kita harus meyakini ketika Allah berkehendak, maka ada kebaikan yang diharapkan untuk kita,” tuturnya.

Untuk semakin menguatkan keyakinan warga, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini mengangkat kisah tentang keutamaan berprasangka baik terhadap takdir Allah.

“Ada cerita yang menarik, dan kisah ini telah masyhur diangkat oleh para Ulama sebagai peneguh keimanan”, kata Ustadz Zaitun memulai kisahnya.

“Suatu ketika, tersebutlah seorang Sultan yang berkuasa dalam suatu negeri. Hingga terjadi dalam suatu waktu, ibu jari tangan sang Sultan terputus akibat insiden kecil. Maka peristiwa ini tersebar di kalangan petinggi Kesultanan. Seorang Menteri yang terkenal setia dan selalu mendampingi Sultan khususnya ketika berburu, tiba-tiba menasehatkan kepada sang Sultan dengan berkata ‘Fihi Khayr’ yang artinya ‘itu adalah kebaikan’ . Sang Sultan tiba-tiba marah dan memenjarakan si Menteri tersebut akibat perkataannya. Selang beberapa hari kemudian, Sang Sultan keluar istana untuk menekuni hobinya yakni berburu. Hingga sampai pada suatu ketika, sang Raja diculik oleh sebuah Suku Jahiliyah di tengah padang pasir. Salah satu kepercayaan Suku ini adalah jika ada orang pertama yang mereka jumpai dalam pengembaraan maka harus dikorbankan dengan cara disembelih. Namun beruntung, suku tersebut kemudian melepaskan sang Sultan karena menjumpai adanya kecacatan pada dirinya, yakni ibu jari yang telah terputus. Ketika kembali ke Istana, Sultan sangat bergembira dengan kebebasannya dan membebaskan Menteri yang pernah djpenjarakannya. Saat keluar, sang Sultan bertanya kepada sang Menteri perihal perkataannya ‘Fiihi Khayr’ saat dijebloskan ke penjara. Sang Menteri menjawab, jika ia tidak dipenjaran maka ia lah yang akan menemani Sultan berburu, dan ketika tertangkap oleh Suku Jahiliyah, maka Suku itu akan menyembelih sang Menteri karena berbadan sempurna dibanding sang Raja yang cacat, ” kisahnya.

Perkataan sang Menteri ‘Fiih Khayra’ menurut Ustad Zaitun, adalah perkataan yang terlontar karena keimanan, karena meyakini bahwa segala sesuatu adalah kebaikan.

“Maka kisah ini memberikan pelajaran besar bagi kita untuk berprasangka baik kepada segala sesuatu yang terjadi pada kita. Insya Allah rumah kita yang hancur akibat Gempa akan diganti oleh Allah dengan rumah yang lebih baik. Keluarga kita yang hilang akan diganti dengan kebaikan, dan keadaan lainnya, ” pungkas Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara ini.