LAZIS Wahdah Kirim Relawan Tambahan ke Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda

Relawan Lazis Wahdah bersiap menuju lokasi terdampak tsunami selat Sunda

(Banten) wahdahjakarta.comLAZIS Wahdah mengirimkan tim relawan tambahan ke daerah bencana tsunami di pesisir pantai Selat Sunda di wilayah Provinsi Banten dan Lampung. Hingga hari ini, dari laporan tim data di lapangan, relawan yang telah diturunkan sebanyak 30 orang.

Wahdah Islamiyah hingga hari ini telah menurunkan total 30 relawan, baik relawan lokal maupun yang dipasok dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Irfan, koordinator relawan LAZIS Wahdah Peduli Tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12/2018).

Ia mengatakan, pihaknya hari ini telah mengirimkan lima orang relawan tambahan untuk melakukan assesment lapangan di daerah terdampak bencana dan penyegaran tim sebelumnya.

“Hari ini sudah saya kirimkan bantuan. Relawan juga telah dikirimkan sebagian adalah tenaga medis, dan SAR,” tuturnya.

Selain bantuan logistik, kata Irfan, LAZIS Wahdah juga akan memberikan bantuan secara khusus seperti pada bencana gempa di Lombok dan Palu.

“InsyaAllah dalam waktu dekat bantuan-bantuan logistik juga yang dibutuhkan akan kami kirim, karena bagaimana pun kondisi mereka begitu memprihatinkan. Kemarin kita juga baru saja menyalurkan bantuan di Desa Cibaliung dan Desa Sumur. Desa lain insya Allah menyusul,” jelasnya.

Hingga hari ketiga pasca bencana tsunami, tim relawan telah membentuk sejumlah posko. Selain posko satelit di Desa Cibaliung, LAZIS Wahdah juga telah membangun posko induk di Pondok pesantren wahdah islamiyah,Jl.Belakang Terminal No.1 RT.03 RW.04 Pemancangan,Cipocok Jaya Kota Serang.

Irfan mengatakan hingga saat ini masih banyak keperluan warga yang perlu untuk segera didistribusikan seperti makanan, bantuan medis dan obat-obata, alas tidur, selimut, kebutuhan bayi, paket mandi, dan perlengkapan sekolah.

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Tsunami Selat Sunda, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #tsunamiselatsunda #tsunamibanten #tsunamilampung

Pemprov Sulsel Apresiasi Kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah

Program-program LAZIS Wahdah sebagai salah satu supplier dalam perkembangan dakwah Wahdah Islamiyah maupun lembaga-lembaga dakwah lainnya.

(Makassar) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (pemprov Sulsel) mengapresiasi kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian (kabag) Keuangan Pemprov Sulsel, Andi Arwin saat menyampaikan sambutan pada pembukan pameran Ummat Fest 2018, Makassar, Jum’at (14/12/2018).

“Selama ini, apa yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah patut diapresiasi”, ujarnya di hadapan ribuan jama’ah yang memadati gedung Celebes Convention Center (CCC).

Menurutnya, Wahdah Islamiyah telah banyak berkontribusi bagi perkembangan dakwah di Sulawesi Selatan.
“Saya mewakili pak wagub meminta maaf karena tak bisa hadir menepati janjinya karena ada amanah mendadak dari bapak gubernur yang saat ini berada di Jepang,” ucapnya.

“Saya Kenal Wahdah saat di Palopo. Waktu itu saya juga sempat menjadi bagian pemerintah Palopo yang sudah bersinergi sejak lama dengan Wahdah,” paparnya.

“Kalau boleh saya minta izin. Saya mau bergabung dengan Wahdah dan membaktikan segala potensi saya untuk agama Allah dan Rasul-Nya,” tuturnya dengan tersenyum.

Dalam kegiatan Ummat Fest 2018 ini, Wahdah Islamiyah menghadirkan beberapa kegiatan keummatan. Diantaranya pameran produk, kuliner, talk show yang dipandu oleh sejumlah publik figur seperti Teuku Wisnu, Arie K. Untung dan Erwin Raja.

Menurut Ketua Panitia Gishar Hamka, perhelatan Ummat Fest 2018 merupakan kegiatan pertama dan terbesar di Makassar. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke.11 Wahdah Islamiyah yang digelar akhir Desember 2018. [sym]

Pasukan Penanganan Gempa NTB Resmi Kembali Ke Satuan Tugas

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Puan Maharani saat menyalami anggota Pasukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018 saat pelepasan resmi di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah pada selasa (21//11).

(Lombok) wahdahjakarta.com,- Pasukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Gempa NTB 2018 resmi dilepas untuk mengakomodasi seluruh bantuan bagi korban bencana pada selasa (21//11) di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah.

Acara ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan dihadiri oleh Pangkogasgab NTB 2018, Mayjen TNI Madsuni, S.E.; Kapolda NTB, Brigjen Achmat Juri; Sekda Prov NTB, Rosiady Sayuti; Bupati Lombok Tengah, Moh. Suhaili Fadhil Thohir; Anggota DPR RI, serta anggota pasukan Kogasgabpad NTB 2018 dengan para unsur terkait dan turut hadir pula Kepala BNPB Willem Rampangillei.

Setelah terjadinya beberapa gempa besar di NTB pada Juli lalu, Tim Kogasgabpad ini telah ditugaskan untuk mengakomodasi seluruh bantuan bagi korban bencana , baik yang berasal dari pihak TNI, Polri, Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.

Menko PMK, dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota terdampak bencana Lombok yang telah memberikan dukungan dan kerja sama yang baik dalam mengatasi segala permasalahan selama penanganan masa darurat dan pemulihan pasca bencana NTB. Secara khusus Menko PMK memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI dan POLRI yang tergabung dalam Kogasgabpad Nusa Tenggara Barat di bawah pimpinan Mayjen TNI Madsuni.

Menurutnya, pengabdian para prajurit TNI dan Polri menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat selama masa tanggap darurat bencana di NTB termasuk pada masa-masa sulit.

“Selama bertugas di sini, para prajurit Kogasgabpad telah bekerja sungguh-sungguh dengan ikhlas untuk memberikan pertolongan, pelayanan dan pengabdian bagi masyarakat terdampak bencana di NTB, sehingga perlahan namun pasti, NTB dapat bangkit menata kehidupan yang lebih baik”, ujar Puan.

“Akhirnya saya ucapkan selamat jalan bagi seluruh prajurit Kogasgabpad, selamat menjalankan kembali tugas pengabdian di kesatuannya masing-masing. Sampaikan salam hormat saya kepada keluarga yang selama ini senantiasa setia mendoakan keselamatan dan kelancaran tugas para prajurit demi menjalankan tugas kemanusiaan di daerah ini.” tutupnya. [fry]

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Relawan Wahdah Peduli sedang menurunkan paket bantuan kemanusiaan dari Lembaga Sosial Arab Saudi. Lembaga bentukan Raja Salman ini menyalurkan bantuan senilai 1 Milyar Rupiah untuk korban gempa Sulteng

Palu (Wahdahjakarta.com)– Memasuki pekan keenam pasca bencana gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang menimpa beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (28/09/2018) lalu, bantuan kemanusian terus berdatangan.

Delegasi Lembaga Sosial Arab Saudi King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre tiba di Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (6/11/2018). Lembaga yang didikan Raja Salman bin Abdul Aziz ini merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang  sosial dan bantuan kemanusiaan.

Para relawan Arab Saudi tersebut dipimpin Syaikh Khalid Al-Salamah dan didampingi oleh relawan Wahdah Peduli Syandri Sya’ban dan beberapa relawan lainnya.

Kedatangan lembaga sosial Raja Salman itu bertujuan untuk menindaklanjuti beberapa program sosial kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

“Mereka datang dengan berbagai program. Wahdah Islamiyah digandeng sebagai mitra dalam hal pendataan dan penyaluran bantuan,” terang Syandri kepada LAZISWahdah.com.

Syaikh Khalid juga menyampaikan terima kasih kepada Wahdah Islamiyah atas sambutan yang ramah serta berbagai kemudahan dan bantuan yang diberikan dalam melaksanakan proyek-proyek sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

“Semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut dan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat” tukasnya.

Total bantuan sebesar 1 M dengan rincian 5000 paket sembako, 5000 paket hygiene kit dan 3500 perlengkapan dapur. Bantuan tersebut akan didistribusikan oleh Wahdah Islamiyah di beberapa titik lokasi pengungsi Palu, Sigi dan Donggala.

Selain menggandeng Wahdah Islamiyah lembaga sosial internasional ini juga bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana gempa Palu. [sym]

Lazis Wahdah Segera Bangun 100 Shelter Huntara di Palu

Salah satu Huntara bantuan dari Wahdah Islamiyah di Palu, Sulteng.

(Palu) wahdahjakarta.com,- Wahdah Islamiyah membuat prototipe shelter atau huntara (Hunian Sementara) yang terbuat dari bahan kalsiboard. Untuk memperkuat rangka bangunan, kayu-kayu pilihan dirancang untuk memperkokoh hunian lengkap dengan atap yang didominasi bahan seng berukuran 3 x 6 meter.

Nantinya prototipe ini akan dimanfaatkan oleh pengungsi gempa dan tsunami yang ditargetkan sebanyak 100 hunian.

“Insya Allah proyek 100 hunian telah dimulai dan akan dibangun dibeberapa lokasi,” ujar Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah, Selasa (23/10).

Seperti diketahui bersama, gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu telah meluluhlantakkan ribuan rumah penduduk. Sehingga kebanyakan dari mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Relawan yang bekerja dalam pembangunan shelter bencana

“Salah satu poin yang paling penting dalam masa pemulihan recovery adalah tersedianya tempat tinggal bagi para korban gempa dan tsunami maka dari itu kita insya Allah akan membantu mereka terkait ketersediaan hunian sementara, tahap pertama sudah proses dan selanjutnya kita terus lanjutkan di tahap berikutnya, target kita membuat mini kompleks Shelter di atas tanah yang telah kita dapatkan dari jamaah Wahdah Islamiyah,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pada Selasa (23/10) siang, empat orang pengungsi di Jln. Sungai manonda, komplek Masjid Imam Muslim, kota Palu menerima secara simbolis shelter yang telah rampung.

Dari pihak Wahdah Islamiyah diwakili oleh Abdul Rahim kepada Hendra Setiawan, Huddin, Rida Az Zahrah dan Zulkarnain.

“Syukur kami ucapkan atas pemberian shelter ini. Semoga LAZIS Wahdah semakin dipercaya masyarakat Indonesia,” ujar Hendra.

Proses pembangunan shelter dimulai pada Kamis (18/10) yang dalam pengerjaannya dilakukan oleh delapan orang yang tergabung dalam tim shelter Wahdah Islamiyah.

Syahruddin menambahkan, hunian ini akan dilengkapi dengan WC yang layak guna dan kedepan beberapa Masjid dan Sekolah yang rubuh akan dibangun kembali guna untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi warga Sulawesi Tengah. []

TNI AU Evakuasi Relawan yanTerjebak Longsor di Lindu Sulteng

Relawan Wahdah Islamiyah yang turun dari helikopter di Sigi, Sulteng

(Sigi) wahdahjakarta.com,- Tujuh relawan Wahdah Islamiyah yang terjebak di pegunungan Lindu, Desa Tomado, Kec. Lindu, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah akhirnya pada Senin (22/10) berhasil dievakuasi oleh helikopter yang dibawa oleh Angkatan Udara. Masing-masing relawan yakni Rendy Hi Syamsul, Zulkifli Tri Darmawan, Nurhidayat, Hasir, Agus, Fauzan Nur Rahmat dan Edi Nurdin.

Helikopter ini terbang dari Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri menuju Helipad yang berada di dekat SMP Negeri 14 Sigi, danau Lindu. Relawan dievakuasi sekitar pukul 10.00 dan baru tiba sekitar pukul 11.00 waktu Palu.

Tujuh relawan ini terjebak lantaran akses jalan menuju Palu putus akibat tanah longsor.

“Akses ke Palu putus. Ada sebelas titik longsor yang ada disana. Kira-kira dua sampai tiga hari baru bisa pulih,” ujar Rendi, relawan Wahdah Islamiyah.

Sementara itu, koordinator distributor bantuan Nurhidayat mengatakan, sejak semalam, Sabtu (20/10) jalan menuju Desa Tomado juga rusak parah. Motor yang mengangkut logistik tidak bisa lagi menembus jalan yang sudah dipenuhi oleh lumpur dan batu.

Rombongan relawan Wahdah Islamiyah di Sigi, Sulteng.

“Malam itu hujan deras. Jalan juga putus. Maka kami memilih untuk kembali ke Kulawi. Kami bermalam di mushola darurat disana,” tambahnya.

“Dua hari kami terjebak di Kulawi dan Lindu. Kami tidak bisa berbuat banyak karena tak ada jalan untuk kembali ke Palu selain berjalan selama dua jam menembus pegunungan,” jelasnya.

Esok harinya, Ahad (21/10) empat orang relawan yang sempat berpisah dengan tiga orang relawan di malam itu memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju desa Tomado.

“Alhamdulillah orang-orang disana menyambut kami dengan begitu ramah. Kami disuguhi makanan dan minuman. Bahkan pakaian karena yang kami kenakan sudah basah kuyup,” ujar Rendi mengenang. []

Relawan Wahdah Peduli Terjebak Longsor, Ini Kronologisnya

Antar bantuan ke Lindu Sigi, Relawan Wahdah Terjebak Longsor

Kondisi jalan menuju Lindu Kab. Sigi saat relawan Lazis Wahdah mengantar bantuan beberaa hari lalu.

(Sigi) wahdahjakarta.com- Tujuh personil  Relawan Wahdah Peduli dikabarkan terjebak longsor di sekitar danau Lindu, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/10/2018) petang.

“Iya, ada  7 orang yang terjebak,” ujar Wakil Koordinator Umum Relawan Wahdah Islamiyah, ustadz Abdurrahim saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, Ahad (21/10).

Menurut ustadz Abdurrahim, ketujuh relawan awalnya hendak mengantarkan bantuan dan melakukan trauma healing kepada warga terdampak gempa di kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.  Mereka berpencar menjadi dua kelompok kecil.

“Ada 3 orang  yang duluan naik  dan 4 orang masih di bawah bersama dengan kendaraan, longsor terjadi di dua tempat sehingga yang di bawa tidak bisa naik dan pulang,” imbuhnya.

Berikut kronologis terjebaknya relawan yang dijuluki Pasukan Hijau ini, sebagaimana dikutip dari Fan Page Lazis Wahdah, Senin (22/10/2018).

Pada hari Sabtu (20/10/2018) siang sekira pukul 14.00 para relawan Wahdah Peduli bertolak dari posko induk di Tinggede membawa sejumlah bantuan logistik menuju Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Setelah sampai di desa Sudonta para relawan dijemput oleh masyarakat Lindu dengan sepeda motor. Sekitar sepuluh motor yang akan membawa  7 personil relawan LAZIS Wahdah  dan ada pula relawan dari lembaga lain sekitar 10 orang.

Menjelang magrib relawan  bertolak ke Kec. Lindu dengan menggunakan motor setelah sebelumnya di jalan ada satu unit motor yang mogok, sehingga yang lain mesti menunggu. Namun ada dua motor yang di gunakan relawan Wahdah Peduli tetap melanjutkan perjalanan. Setelah motor diperbaiki mereka kembali melanjutkan perjalanan dalam keadaan diguyur hujan deras.

Dalam perjalanan relawan terjebak dengan longsor. Akhirnya  berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Setelah berembuk diputuskan kembali ke bawah bersama relawan dari lembaga lain. Keadaan 3 relawan yang melanjutkan perjalanan pun tidak diketahui karena tidak ada signal dan hujan lebat.

Kondisi Jalan menuju Lindu beberapa hari sebelumnya

Namun dalam perjalanan pulang terjebak oleh 3 tempat longsor yang sangat menyulitkan mberjalan .

Alhamdulillah relawan sampai di desa Sidonta dengan selamat. Mereka mendapatkan pelayanan masyarakat mulai dari pakaian, baju dan sarung. Pada hari Ahad (21/10/2018)  pai relawan tidak bisa kemana-mana, karena akses jalan pulang ke Palu juga terdampak longsor. Longsor menimbun jalanan sepanjang 5 kilometer. Tanah yang menutup jalan ini hanya dapat dibersihkan  dengan. Akhirnya  relawan kembali berembuk dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kec. Lindu karena mendapatkan kabar selalu ada helikopter yang mengantar logistik.

Para relawan dibonceng oleh masyarakat dengan sepeda motor.  Setiap  menemui tanah longsoran yang sulit dilalui motor mereka terlebih dahulu membuka akses jalan denga menggunakan cangkul. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Begitu  seterusnya hingga akhirnya mereka sampai di Kec. Lindu. Relawan berkumpul di rumah keluarga salah seorang kader Wahdah Islamiyah yang memberikan informasi dan petunjuk ke Kec. Lindu.

Tim Wahdah Peduli melalui Ustadz Muhammad Ikhwan berkordinasi dan meminta bantuan beberapa pihak. Alhamdulillah pagi ini (22/10/2018) setelah berkomunikasi dengan Mayor Lubis Uma maka relawan Wahdah Islamiyah di Lindu akan dijemput dengan helicopter Puma milik TNI.

Sumber:  Fan Page Lazis Wahdah

Pemulihan Dampak Gempa Sulteng Terus Diintensifkan

Terjunkan  1.047 Relawan, PLN Pulihkan Jaringan Listrik di Palu

Terjunkan  1.047 Relawan, PLN Pulihkan Jaringan Listrik di Palu

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Percepatan pemulihan dampak gempa Sulteng terus dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.

“Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana”, ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/10/2018).

“Pemulihan BTS untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen. Begitu juga dengan pasokan listrik. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan. Pelayanan listrik total mencapai 95 persen”, jelas Sutopo.

Namun demikian kata Sutopo maaih ada beberapa daerah yang aliran listriknya belum berfungsi di Kabupaten Donggala seperti di sebagian Kecamatan Sindue, Balaesang Tanjung dan Sirenja. Sehingga perlu dioperasikan genset dan pemasangan instalasi listrik di lokasi pengungsi.

Selain itu masih menurut Sutopo, 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU.

“Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. Sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi. Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah”, terangnya.

Pembersihan puing-puing bangunan juga terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama relawan. Sebanyak 251 unit alat berat dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya, baik alat berat yang dibawah kendali TNI sebanyak 64 unit maupun di bawah kendali Kementerian PU PR sebanyak 187 unit.

Meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12/10/2018, namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana.

Penanganan Gempa Sulteng, BNPB: Jumlah Korban Meninggal 2.133

Relawan sedang mengevakuasi Korban Gempa Sulteng

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Penanganan darurat dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah terus dilakukan hingga saat ini. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/10/2018).

“Masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26/10/2018. Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana”, jelas Sutopo.

“Meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12/10/2018, namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana”, terangnya.

Sutopo juga menyampaikan update korban terdampak gempa. “Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik. Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga”, jelasnya.

Untuk korban selamat yang kehilangan rumah tempat tinggal akan dibuatkan hunian sementara (huntara).
“Pembangunan hunian sementara dan tenda-tenda terus dilakukan untuk pengungsi. Begitu juga sarana prasana kebutuhan MCK, air bersih, dan sanitasi dibangun di sekitar tempat pengungsian”, ucapnya.

“Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak”, imbuhnya.

Ia juga menambahkan, kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini.
“Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goring, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya”, pungkasnya.

Indhex Smesco 2018, Tingkatkan Peran UMKM

Stand LPPOM MUI yang ada di Indhex Smesco 2018

(Jakarta) http://wahdahjakarta.com– Usaha Mikro,  Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjadi pelaku ekonomi yang tangguh. Tujuannya, agar sektor usaha kecil ini dapat meningkatkan peran dan kontribusinya di bidang ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), berencana menyelenggarakan pameran halal internasional Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 pada 1 – 3 November 2018, di gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, menyatakan bahwa peran UMKM cukup signifikan dalam pergerakan ekonomi nasional. Dalam konteks menjaga ketahanan pangan nasional, kata dia, selama ini sektor UMKM tak perlu diragukan lagi.

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim.

“Di saat terjadi krisis ekonomi, para pelaku usaha kecil justru tampil sebagai penopang roda perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/10).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran UMKM dalam ketersediaan pangan, khususnya pangan halal, LPPOM MUI mengambil langkah-langkah yang dipandanga perlu. Tentu saja, upaya LPPOM MUI tak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh pihak terkait lainnya.

“Perhatian ke UMKM bukan hanya tugas pemerintah pemerintah, tetapi perusahaan besar BUMN dan swasta. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari kemudahan fasilitas kredit dengan bunga kredit yang rendah, serta dijadikan binaan atau anak angkat dan lainnya,” katanya.

Karena itu, menurut Lukman, perlu ada sinergi dari berbagai pihak, baik pengusaha maupun pemerintah dan pihak terlait lainnya. Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan besar yang bertindak sebagai mitra bagi pengembangan usaha kecil. “Ini yang perlu terus-menerus ditingkatkan,” ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, LPPOM MUI dalam Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 mengusung tema “Peningkatan Daya Saing UMKM dengan Sertifikasi Halal”. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Smesco.

Indhex 2018 akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk halal dari perusahaan besar yang bermitra dengan UMKM serta para pelaku usaha kecil.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pembukaan Indhex Smesco 2018 juga akan dimeriahkan dengan pengumuman Halal Top Brand 2018, berupa penghargaan dari LPPOM MUI untuk merek halal terbaik. Ada juga Halal Award berupa penghargaan kepada Iklan Halal Terbaik, Produk Pendatang Baru Terbaik dan UKM Halal Terbaik.

Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan konsultasi dan coaching clinics bagi para pelaku UMKM binaan Smesco dan Kementerian Koperasi dan UKM, serta aneka kegiatan lainnya.

“Total ada sekitar 40 perusahaan yang akan diundang dalam kegiatan Anugerah Halal LPPOM MUI tersebut,” tandas Lukmanul Hakim.