DPW DKI Jakarta dan Depok

Tanda Lurusnya Iman

11

Tanda Lurusnya Iman

Tanda Lurusnya Iman

Salah satu tanda lurusnya Iman adalah Istiqamahnya hati dan lisan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda tentang hal ini;

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

 

Iman seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga hatinya istiqamah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga lisannya istiqamah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk surga. (H.R. Ahmad, no. 12636, dihasankan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin, 3/13).

Pelajaran Hadits:

  1. Iman itu adalah perkataan dan perbuatan, perbuatan hati dan perkataan lisan.
  2. Tanda dan bukti istiqamah (lurusnya) iman adalah lurus (istiqamah) nya hati, dan tanda istiqamahnya hati adalah istiqamhnya lisan. Artinya terjaganya lisan dari perkataan yang tidak benar dan tidak bermanfaat.
  3. Keutamaan menjaga lisan sebagai tanda istiqamahnya hati dan iman.
  4. Menghoramati tetangga merupakan bagian dari iman. Dalam hadits ini Allah menafikan Iman (yang sempurna) orang yang tidak menjaga lisannya dari mengganggu dan menyakiti tetangganya. Sebagaimana dalam hadits lain Nabi bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia memuliakan tetangganya”. 

Wallahu a’lam. [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.