Taushiyah Kebangsaan MUI Menyikapi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019

Taushiyah Kebangsaan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI menyikapi hasil sementara Pemilu/Pilpres 2019, Jakarta (19/04/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com– Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan taushiyah kebangsaan eterkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

MUI mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh KPU Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi.

Maka oleh karena itu, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung atau tidak langsung, seperti melalui pemberitaan Quick Count (hitung cepat), klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, maupun melalui pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media sosial, secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Berikut kutipan Taushiyah lengkapnya.

TAUSHIYAH KEBANGSAAN

DEWAN PIMPINAN DAN DEWAN PERTIMBANGAN MEJELIS ULAMA INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli wa salim ‘alaa sayidina Muhammad Saw

Assalamualaikum Wr. Wb.

Menyikapi dengan terselenggaranya proses Pilpres dan Pileg serentak pada Rabu, 17 April 2019, maka Dewan Pimpinan dan Pertimbangan MUI dengan ini menyampaikan taushiyah dan himbauan sebagai berikut :

  1. Mengajak seluruh keluarga besar bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersyukur kehadirat Alla SWT bahwa suatu tahapan penting Pemilu, yakni pencoblosan kertas suara, telah berlangsung dengan lancar dan terkendali, walaupun di sana-sini masih terdapat kekurangan dan kelemahan.
  2. Mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh KPU Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi. Maka oleh karena itu, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung atau tidak langsung, seperti :
  3. a) Melalui pemberitaan Quick Count karena bersifat menggambarkan sesuatu yang belum pasti tapi dapat dan telah menimbulkan eforia berlebihan dari rakyat pendukung, yang pada gilirannya dapat mengundang reaksi dari pihak lain.
  4. b) Melalui klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, yang dapat dan telah menimbulkan euforia dari pendukung masing-masing, hal mana potensial menimbulkan konflik di kalangan rakyat.
  5. c) Melalui pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media sosial, secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.
  6. Menyerukan kepada semua pihak, baik Tim Sukses, Relawan, dan pendukung masing-masing pasangan capres-cawapres untuk dapat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis, dan main hakim sendiri, namun menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi.
  7. Mendesak kepada penyelenggara Pemilu, sesuai amanat konstitusi yaitu Pemilu diselenggarakan asas Langsung, Bebas, Rahasia, serta Jujur dan Adil, untuk melaksanakan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpegang teguh kepada asas-asas tadi khususnya kejujuran dan keadilan. Maka KPU, BAWASLU, DKPP, dan pihak keamanan beserta jajarannya masing-masing untuk berlaku profesional, obyektif, transparan dan imparsial/non partisan.
  8. Secara khusus mendesak lembaga penegak hukum dan keamanan (Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri) untuk mengemban amanat dan tanggungjawab dengan tidak mengedepankan kepentingan kecuali kepada bangsa dan negara.
  9. Menyerukan kepada umat Islam khususnya agar dapat menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dalam koordinasi Majelis Ulama Indonesia.
  10. Mengajak seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun dan damai, dan terhindar dari malapetaka perpecahan.

Demikian Taushiyah ini disampaikan. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat karunia dan taufiqNya kepada bangsa Indonesia, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 14 Sya’ban 1440 H / 19 April 2019 M

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua  

KH Abdullah Jaidi

Sekretaris Jenderal

H. Anwar Abbas, MM. M.Ag

DEWAN PERTIMBANGAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua                                                                                                              

Prof. DR. HM. DIN SYAMSUDDIN, MA

Sekretaris                                           

Prof. DR. H. NOOR AHMAD, MA

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.