Tiga Cara Musuh Islam dalam Menghalangi Da’wah Islamiyah

Tiga Cara Musuh Islam dalam Menghalangi Da’wah Islamiyah

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa musuh-musuh Islam tidak akan pernah berhenti berusaha membungkam da’wah. Lewat berbagai usaha super maksimal dilakukan guna memalingkan dan menjauahkan serta menghalangi manusia dari Agama Yang Mulia ini.

Sejak masa-masa awal da’wah Islam yang diusung oleh Nabi dan para sahabat, orang-orang kafir telah melancarkan konspirasi dan manuver-manuver jahat dan dzalim untuk membungkam siapa saja yang komitmen dengan Islam. Mereka selalu berupaya melemahkan semangat orang-orang yang berusaha komitmen terhadap agama Islam. Salah satunya adalah dengan celaan, cacian, dan penghinaan terhadap da’wah dan para pengusungnya.

Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri rahimahullah merekam dengan jelas bahwa diantara cara yang ditempuh oleh kaum Musyrikin Quraysy dalam menghalangi da’wah Islamiyah ada tiga, yakni;

(1) Menyindir, menghina, mengejek, mendustakan dan menertawakan,

(2) Mencemarkan citra ajaran-ajaran yang dibawanya, menebarkan syubhat-syubhat,menebarkan tuduhan-tuduhan dusta, menyiarkan statement-statement yang keliru seputar ajaran-ajaran, diri dan pribadi beliau serta membesar-besarkan tentang hal itu, dan

(3) Menghalangi orang-orang Agar Tidak Dapat Mendengarkan al-Qur’an, dan mengimbanginya dengan dongeng-dongengan orang-orang terdahulu serta menyibukkan mereka dengan hal itu. Untuk lebih jelasnya, mari simak kutipan lengkap dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 123-125.

Manakala kaum Quraisy telah menyelesaikan ritual haji,mereka segera memikirkan metode-metode yang digunakan dalam menghabisi dakwah islamiyah di sarangnya,lalu mereka memilih beberapa metode berikut;

Menyindir dan Menghina (as-Sukhriyah wat Tahqir), Serta Mengejek (Istihza’), Mendustakan (Takdzib) dan Menertawakan (Tadh-hik)

Target mereka adalah menghina kaum muslimin dan melemahkan semangat juang mereka. Mereka munuduh Nabi dengan tuduhan-tuduhan yang kerdil dan celaan-celaan yang nista. Diantara dengan menjuluki beliau sebagai orang gila sebagaimana dalam FirmanNya,

Baca Juga  Kunjungi Palu, Wapres JK Apresiasi  Relawan Wahdah Islamiyah, Ada Apa?

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ [١٥:٦

Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. [Al-Hijr:6]

Mereka juga menuduh beliau sebagai tukang sihir dan pendusta, dalam FirmanNya

وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ [٣٨

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.[Shad:4].

Mereka berjalan di belakang beliau dan berpapasan dengan beliau dengan pandangan mata panuh kebencian, rasa dendam dan gemuruh kemarahan,sebagaimana dala FirmanNya,

وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ [٦٨:٥١

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila”. [Al-Qalam:51].

Bila beliau sedang duduk-duduk dan disekitarnya para sahabat beliau yang terdiri dari kalangan al-mustadh’afun[kaum lemah];mereka mengejek seraya berkata,”[semacam]mereka itulah teman-teman duduk bercengkramamya,sebagaimana dalam firmanNya[artinya],”orang-orang semacam itukah diantara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?”[al-an’am:53],lalu Allah membantah ucapan mereka tersebut,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِين

Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” [Al-An’am:53].

Kondisi mereka sebenarnya persis sebagaimana yang dikisahkan Allah kepada kita, dalam FirmanNya[artinya]

Sesungguhnya orang-orang yang berdusta ,adalah mereka yang dahulunya[di dunia]menertawakan orang-orang yang beriman.Dan apabila orang-orang beriman berlalu di hadapan mereka,mereka saling mengedipkan matanya.Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya,mereka kembali mengatakan,’sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.’padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin.”[terj. Qs. Al-muththaffifin:29-33]

Baca Juga  Khutbah Jumat Rohingya Adalah Kita

Mencemarkan citra ajaran-ajaran yang dibawanya, Menebarkan Syubhat-syubhat, Menebarkan Tuduhan-tuduhan Dusta, Menyiarkan Statement-statement Yang Keliru Seputar Ajaran, Diri dan Pribadi Beliau serta Membesar-besarkan Hal itu.

Tindakan tersebut mereka maksudkan untuk tidak memberi kesempatan kepada orang-orang awam merenungi dakwahnya.Mereka selalu berkata tentang al-Qur’an,sebagaimana dalam firman-Nya,

أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا [٢٥

“Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang“. [Al-Furqan:5].

Di dalam al-Qur’an terdapat banyak contoh-contoh bantahan terhadap statemen-statemen mereka, baik setelah menukilnya atau tanpa menukilnya.

Menghalangi Orang-orang Agar Tidak Dapat Mendengarkan al-Qur’an, dan Mengimbanginya dengan Dongeng-dongengan Orang-orang Terdahulu serta Menyibukkan Mereka dengan Hal Itu

Disebutkan bahwa an-Nadhr bin al-Harits pergi ke Hirrah. Di sana dia belajara cerita-cerita tentang raja-jaraa persia, cerita-cerita tentang Rustum dan Asvandiar (tokoh penting bangsa Persia). Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk-duduk di suatu majelis dalam rangka berwasiat tentang Allah dan mengingatkan manusia akan pembalasannya, maka seusai itu an-Nadhr berkata kepada orang-orang, “Demi Allah, ucapan Muhammad itu tidaklah lebih baik dari ucapanku”. Kemudian dia menceritakan kepada mereka kisah raja-raja persia, Rustum dan Asvandiar. Setelah itu dia berceloteh, “Jadi, atas dasar apa Ucapan Muhammad bisa lebih bagus dari ucapanku ini?”.

Ibnu Abbas meriwayatkan pula bahwa An-Nadhr membeli seorang budak perempuan. Maka, setiap dia mendengar ada seseorang yang tertarik terhadap Islam, dia segera menggandengnya menuju budak perempuan tersebut, lalu berkata (kepada budak perempuannya), “hidangkan makanan untuknya dan bernyanyilah. Ini lebih baik dari apa yang ditawarkan Muhammad kepadamu”. Maka turunlah ayat mengenai dirinya, Allah berfirman;

Baca Juga  Penerimaan Siswa Baru SMP Al-Qur'an Wahdah Islamiyah Bogor (Gelombang ke.2)

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.

Penutup

Dari uraian di atas nampak beragam usaha dan cara yang ditempuh musuh-musuh Islam untuk melemahkan kaum Musliin serta menghalangi manusia dari da’wah Islam telah terjadi sejak dulu. Apa yang terjadi hari ini berupa penyebaran opini dan citra buruk tentang Islam bukanlah sesuatu yang baru. Tapi hanya merupaka pengulangan dan pengembangan dari apa yang terjadi pada masa lalu. Demikian pula dengan upaya pembunuhan karakter terhadap para da’i dan aktivis Islam, bukan hal baru. Stigma negatif terhadap da’wah Islamiyah dan aktivis da’wah pun merupakan bagian dari agenda besar melemahkan kaum Muslimin dan menjauhkan manusia dari Islam. Semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni Deislamisasi.

Sumber: Ar-Rahiq al-Makhtum; Bahtsun Fi as- Sirah an-Nabawiyah Li asy-Syaikh Shafiyy ar-Rahman al-Mubarak Furiy, Dar as-Salam Li An-Nasyr wa at-Tauzi’, Riyadh.

1000 Quran untuk Palu dan Indonesia

Posted in Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.