Tujuh Faidah Bagi Penghafal Al-Qur’an (3): Al-Qur’an Memacu Semangat dan Membuat Lebih Giat Beraktivitas

Santri Penghafal Al-Qur’an

Tujuh Faidah Bagi Penghafal Al-Qur’an (3): Al-Qur’an Memacu Semangat dan Membuat Lebih Giat Beraktivitas

Al-Qur’an merupakan kitab yang indah. Setiapkali seorang muslim membacanya, niscaya akan bertambah semangat dan keaktifannya. Ketika shalat, dia termasuk diantara orang orang yang paling dahulu sampai ke masjid.

Jika menghadiri acara acara kegembiraan (walimah nikah undangan dst.) dia tidak bermalas malasan, bahkan dia maju untuk membantu dan menyampaikan selamat kepada kedua mempelai dengan wajah riang gembira dan berseri-seri, seolah-olah kegembiraan itu adalah miliknya.
Ketika menghadapi jenazah, dia adalah orang yang pertamakali menampakkan tanda kesedihan di wajahnya. Dia memandikan, menshalatkan dan memikulnya.

Sesuatu yang mendorongnya untuk melakukan semua itu adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘’Hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin.’’(terj. HR al-Bukhori dan muslim ).

Dalam hadis yang lain: “Jika dia bersin lalu memuji Allah (al-hamdulillah ) maka dia mengucapkan tasymit kepadanya (yaitu dengan ucapan yarhamukallah’semoga allah merahmatimu’). “ (terj. HR At-Tirmizi dan an-Nasai)

Wahai saudaraku yang tercinta! Tidak anda lihat para penghafal al-Qur’an, bagaimana mereka mendapatkan saemangat, giat beraktivitas dan menunaikan semua persaudaraan.

Dengan demikian, berpegang teguhlah kepada al-Qur’an agar Allah subhanahu wa ta’ala mengaruniakan rasa semangat dan giat dalam beraktivitas kepada anda! Berpegang teguhlah agar anda dapat menempatkan diri diantara orang-orang yang pertama dalam setiap kebaikan.

Baca Juga  Renungan Tentang Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolong anda dalam menulis tugas tugas sekolah tanpa merasa lelah dan bosan, serta dalam waktu yang sangat singkat. Saya tidak akan mengatakan pada anda,”cobalah”. Akan tetapi, saya justru ingin mengatakan, “Orang buta tidak seperti orang yang melihat, dan tidak pula orang yang bodoh seperti orang yang berilmu. Barangsiapa yang telah merasakan, niscaya dia tahu. Barangsiapa yang tahu , niscaya dia mengakui.

Posted in Al-Qur'an, Artikel and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.