Komunikasi Efektif Pasutri

Urgensi Komunikasi Positif Pasutri

Urgensi Komunikasi Positif Pasutri

Kehidupan berumah tangga merupakan tema yang tak akan kunjung habis dikupas dan dibahas. Kehidupan yang dibangun oleh dua insan dengan segala keunikannya ini, mempunyai seni dan rasa yang tidak selalu sama dari setiap keluarga yang ada. Bahkan bisa jadi, setiap rumah tangga mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri.

Kehidupan berumah tangga merupakan satu nikmat yang tidak ternilai dari Allah kepada hamba-Nya. Betapa tidak semua orang dapat merasakan nikmat yang satu ini. Ada saja di antara kita yang barangkali masih harus sabar menunggu seseorang yang bisa diajaknya mengarungi bahtera rumah tangga. Karenanya, pantaslah bagi Anda yang sudah dianugrahi kehidupan berumah tangga untuk melantunkan syukur dalam bait kata dan sikap. Supaya dengan ungkapan syukur itu limpahan nikmat dan keberkahan semakin melingkupi kehidupan rumah tangga yang sedang Anda jalani bersama pasangan.

Setiap kita tentunya mengharapkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh kemesraan dengan pasangan. Hanya saja adakalanya kita melakukan hal yang tidak sejalan dengan apa yang menjadi keinginan kita. Kita menginginkan rumah tangga yang harminis tapi justru waktu dan pikiran kita banyak tersita untuk orang lain. Disadari atau tidak, perkembangan teknologi yang ada saat ini seringkali membuat orang terlena dan hubungannya dengan orang terdekat menjadi garing tanpa disadari.

Satu hal yang acapkali luput dari perhatian pasutri adalah pentingnya membangun komunikask positif dengan pasangan. Sebagai terapis, tidak jarang, bahkan bisa dibilang sering, saya bertemu dengan mitra terapi dengan berbagai macam keluhan, yang ujung-ujungnya disebabkan karena hubungan yang kurang baik dengan pasangan. Penyebab utamanya adalah tidak terbangunnya komunikasi sehat di antara pasutri tersebut.

Terkadang kita menginginkan pasangan kita begini dan begitu, jangan ini dan itu. Tetapi, itu hanya terungkap dalam hati. Lalu, bagaimana mungkin pasangan kita bisa mendengar dan memahaminya? Atau juga, ada yang sudah berusaha menyampaikan keluhan dan masukannya tapi dengan bahasa kritikan, menggurui, atau tidak dalam situasi yang pas. Yah, tentu saja cara seperti ini bisa membuat persoalan menjadi makin runyam.

Karenanya, cobalah untuk membuka komunikasi positif dengan pasangan. Jangan setiap kekesalan dipendam sendiri, pun jangan diluapkan asal-asalan kepada pasangan. Belajarlah memahami karakter pasangan Anda, dan cari cara supaya Anda dan pasangan bisa bercengkrama serta berbincang asyik tentang banyak hal.

Anda sibuk? Ya, saya memaklumi itu. Akan tetapi, jangan sampai kesibukan itu membuat hambar hubungan Anda dengan pasangan. Jangan sampai kesibukan Anda dan pasangan menjadi alasan untuk membiarkan kondisi rumah tangga berjalan apa adanya tanpa perbaikan hubungan. Jangan sampai kesibukan Anda membuat magnet di hati Anda memudar energinya untuk tarik menarik dengan hati pasangan.

Banyak kesempatan kecil di sela kesibukan yang bisa Anda gunakan untuk menjalin komunikasi dan kemesraan dengan pasangan. Jangan biarkan detik-detik berharga bersama pasangan tenggelam begitu saja dalam kelelahan Anda setelah seharian berjibaku dengan padatnya pekerjaan.

Baca Juga  Kajian Manajemen Konflik Pasutri Bersama Syeikh DR. Musyabbab Al Asmi

Selepas santan malam, menjelang tidur, di sepertiga malam, bangun tidur, di meja makan, di waktu-waktu senggang, akhir pekan. Banyak kesempatan. Jadikan akhir pekan Anda sebagai sarana untuk bernagi rasa dengan pasangan. Enyahkan sejenak gadget dari tangan Anda. Biarkan tidak ada jarak antara aku dan kamu. Biarkan kebersamaan itu tidak tersemukan oleh aktivitas medsos. Hadirlah sepenuhnya dengan jiwa dan raga Anda. Jangan sampai Anda sedang bersama pasangan tapi justru selalu sibuk menundukkan kepala menekan tuts android Anda.Terasa ada tapi tiada. Bersama tapi hampa. Garing. Hal seperti ini yang seringkali luput dari perhatian pasangan pasutri.

Ajaklah pasangan Anda bicara dari hati ke hati. Bicaralah tentang banyak hal. Tentang aku dan kamu. Tentang hati dan rasa cinta. Beri perhatian kecil kepada pasangan meski terkesan sepele. Jangan menganggap enteng sebuah perhatian kecil karena energinya sungguh luar biasa.

“Pasangan saya bukan tipe romantis.” So what? Lalu apa masalahnya? Justru itu tantangan bagi Anda untuk menaklukkan hatinya. Yang seringkali terjadi, ketika mendapati pasangan tidak merespon keromantisan yang Anda lemparkan, Anda langsung surut mundur ke belakang. Enggan berinovasi untuk membuat pasangan merespon umpan Anda. Anda lebih sering bermain dengan pikiran sendiri. “Malu lah sudah merajuk, sudah berkata-kata mesra responnya datar-datar saja. Gengsi ah.” Anda lama-lama akan menyesal ketika mendapati kehidupan rumah tangga Anda semakin senyap dari canda tawa dan bujuk rayu. Yakinlah, pasangan bisa menjadi romantis dengan Anda terus melempar umpan. Membangun sinyal-sinyal cinta dengan bahasa tubuh dan ungkapan kata. Ini termasuk seni berkomunikasi yang efektif untuk menguatkan bangunan cinta Anda dengan pasangan.

Ketika ada perselisihan, adakalanya pasutri tidak saling membuka diri, menggerutu di belakang, memendam rasa, mencari pelarian. Bukannya mengajak pasangan berdiskusi justru mengeluhkan persoalan ke orang lain. Ini bukan solusi, bahkan bisa jadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Kenapa Anda berpikir bahwa pasangan Anda tidak bisa diberi masukan dan saran? Nda perlu sejenak untuk introspeksi. Sudah tepatkah cara yang Anda lakukan? Adakalanya kebaikan itu tertolak bukan karena kebaikannya, tapi cara penyampaian yang kurang tepat. Karenanya, mari lebih dekat dengan pasangan kita. Pahami betul karakternya dan lakukan cara-cara untuk membangun komunikasi dua arah yang hangat, tidak menghakimi, tidak menggurui, penuh cinta dan kemesraan. Dan jangan lupa bangun komunikasi yang kuat dengan pemilik hati pasangan Anda. Agar keberkahan dari langit mewarnai jalinan cinta Anda dan dimudahkan bagi Anda membangun komunikasi dengan pasangan. Semoga Allah memberikan keberkahan dalam rumah tangga Anda.

#ummisanti

Posted in Artikel, Muslimah and tagged , , , , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan