Ustadz Salim A. Fillah Sampaikan Klarifikasi Insiden di Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Photo: Suaramasjidotcom

(Yogyakarta) wahdahjakarta.com –, Ustadz Salim A. Fillah  menyampaikan klarifikasi terkait insiden pelemparan masjid Jogokaryan oleh rombongan konvoi salah satu partai politik yang terjadi, Ahad (27/01/2019) lalu.

Wahdahjakarta.com mendapatkan teks klarifikasi pada postingan Ustadz @Salimafillah melalui halaman Facebook @Salimafillah, Senin (28/01/2019) sore. Ia kemudian mempersilahkan untuk menyebarkan klarifikasi tersebut.

“Klarifikasi Kejadian di Masjid @jogokariyan Ahad Sore yang lalu; kami sampaikan sebagai pernyataan resmi Takmir Masjid Jogokariyan. Bagi Shalih(in+at) yang merasa perlu untuk menyebarluaskan skrinsyut di bawah ini, kami persilakan”, tulis da’i dan penulis produktif ini pada akun twitter @Salimafillah.

Pada hari Ahad, 27 Januari 2019, Masjid Jogokariyan menyelenggarakan rangkaian acara Pemilihan Takmir Masjid Jogokariyan di antaranya adalah;

  1. Jalan Sehat Warga Jogokariyan
  2. Pembukaan Agenda Pencoblosan oleh Kapolresta dan Wakil Walikota Yogyakarta
  3. Pemungutan Suara
  4. Pengajian dan Pembagian Paket Santunan Sembako untuk 390 Keluarga Kurang Mampu

Seusai pembagian paket santunan sembako sekitar pukul 16.05 WIB, warga yang hendak pulang dikejutkan oleh aksi pelemparan ke arah Masjid dan jama’ah yang dilakukan konvoi massa PDIP sambil menggeber suara bising motornya, sehingga merusak prasasti nama Masjid dan tenda kegiatan. Alhamdulillah, terpasangnya tenda kegiatan di depan Masjid mengurangi kerusakan dan meminimalisasi timbulnya korban.

Merasa terpanggil karena jama’ah pengajian dan pembagian santunan banyak yang histeris, warga Jogokariyan kemudian keluar untuk menghalau konvoi massa PDIP sampai keluar kampung.

Demi menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketenteraman Kota Yogyakarta khususnya dan secara Nasional pada umumnya; Takmir Masjid Jogokariyan dengan i’tikad baik bersegera menyambut inisiatif Mediasi dari Kapolsek Mantrijeron dan Danramil Mantrijeron, di Kantor Kecamatan Mantrijeron.

I’tikad baik Takmir Masjid Jogokariyan tersebut, diwakili oleh Ketua Takmir H.M. Fanni Rahman, S.I.P membuahkan kesepakatan dengan Tokoh PDIP Kecamatan Mantrijeron, Junianto Budi Purnomo yang sebagaimana tertera dalam Surat Bermaterai di atas yang mana pihak konvoi PDIP diwakili Junianto Budi Purnomo meminta maaf kepada pihak Masjid Jogokariyan dan Pihak konvoi PDIP diwakili Junianto Budi Purnomo menyatakan sanggup mendatangkan Sdr. Kristiono alias Kelinci selaku provokator dan penggerak aksi penyerangan untuk meminta maaf kepada pihak Masjid Jogokariyan.

Demikian pernyataan Takmir Masjid Jogokariyan sejelas-jelasnya, sesuai dengan fakta dan hasil mediasi yang telah ditandatangani di atas materai dan disaksikan oleh Camat, Kapolsek, Danramil, dan Bawaslu Kecamatan Mantrijeron, dengan harapan agar keamanan, ketertiban, ketentraman, dan kerukunan selalu terjaga di wilayah Kota Yogyakarta dan secara nasional pada umumnya. []

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.