Ustadz Zaitun: Kejayaan Islam Lahir dari Persatuan Umat

 


BEKASI (wahdahjakarta.com), Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (UZR) mengatakan, kejayaan Islam akan berdampak positif bagi Indonesia, seperti terekam dalam perjalanan sejarah umat Islam di dunia.”Bila Islam jaya bangsa Indonesia juga akan jaya, seluruh anak negeri akan merasakan rahmat Islam,” katanya saat berbicara pada Tabligh Akbar bertema ‘Persatuan Umat untuk Kejayaan Islam’ di Islamic Center, Bekasi, Ahad (11/3/2018).

Oleh karena itu, lanjut Ustadz Zaitun, umat Islam harus gencar berdakwah dan mensosialisasikan tentang perlunya umat memiliki cita-cita kejayaan Islam. Apalagi, menjelang pemilihan umum dan daerah, umat perlu paham arah politik Islam, sebagai salah satu pintu kejayaan Islam. “Saat ini adalah momen penting, karena tahun politik. Politik itu penting, kita Sekian tahun dibodoh-bodohi bahwa politik itu kotor,”ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesian (MIUMI) ini menjelaskan bahwa akibat paradigma kotor, umat Islam banyak menjauh dari kekuasaan, sehingga kekuasaan banyak direbut oleh kalangan sekuler dan di luar Islam. “Politik tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam, agar umat Islam tidak dirampas haknya,” tuturnya.

UZR mengakui politik memang ada yang kotor, sebagaimana ekonomi juga ada yang kotor. Akan tetapi, politik Islam tidak hitam putih. “Kalau saat ini situasi sistemnya buruk, politik Islam itu mencoba mengurangi mudaratnya,” ucap Wakil Sekjen MUI Pusat itu.

Baca Juga  Tabligh Akbar di Pontianak, Ustadz Zaitun Berbagi Tips Menjaga Ukhuwah

Maka dari itu, lanjut UZR, persatuan umat menjadi sangat krusial dalam konteks Politik Islam. Perpecahan harus dihindari sedini mungkin melalui proses musyawarah, termasuk saat menentukan calon pemimpin.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini menyarankan agar di setiap daerah yang mengadakan pilkada menggelar musyawarah, supaya bisa menentukan calon yang didukung saat calon yang ada membingungkan umat.  “Di sinilah peran ulama sangat diperlukan untuk menentukan mana yang paling baik dari yang baik-baik, dan mana yang paling kecil buruknya dari yang buruk-buruk, ” pungkasnya.

Ustadz Zaitun kembali menegaskan bahwa kunci dari musyawarah adalah persatuan, ia mengimbau agar persatuan harus selalu dirawat. Salah satu kelemahan umat, kurang merawat persatuan yang telah diberikan Allah dalam Aksi Bela Islam 212.
“Saat ini belum jelas, apakah semakin kuat atau semakin lemah (Persatuan 212,red),”ujarnya.

Menurutnya salah satu yang kelemahan umat dalam mengelola persatuan adalah lemahnya komunikasi. Sementara, Al Quran mengungkapkan tentang pentingnya komunikasi. “InsyaAllah komunikasi yang kuat akan melahirkan persatuan,”tandasnya. [sym].

Posted in Agenda Ummat, Artikel, Berita and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.