Zakat Perdagangan

Zakat Perdagangan

Zakat Perdagangan

Seorang pedagang hendaknya menghitung jumlah nilai barang dagangan dg harga asli lalu digabungkan dg keuntungan bersih setelah dipotong piutang.
KADAR ZAKAT 2,5%.

Modal tetap tidak wajib dizakati seperti gedung, perkakas, dan alat operasional perdagangan.

Contoh : Seorang pedagang menjumlah barang dagangan di akhir tahun, dg jumlah total Rp 200Jt dan laba bersih sebesar Rp 50Jt sementara hutang Rp 100Jt.

Modal dikurangi hutang : Rp 200Jt-Rp100Jt = Rp 100Jt

Jumlah Harta Zakat : Rp 100Jt + Rp 50Jt = Rp 150Jt

Zakatnya : Rp 150Jt X 2,5% = Rp 3.750.000,-

LAZIS Wahdah Jakarta
“Melayani dan Memberdayakan”

Konsultasi Zakat :
082315900900 (call/wa/sms)

Sumber : Panduan Zakat

Posted in Konsultasi, Lazis Wahdah and tagged , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.