DPW DKI Jakarta dan Depok

4 Kunci Meraih Rahasia Lailatul Qadar

0 238

Lailatul Qadar

4 Kunci Meraih Rahasia Lailatul Qadar

Berjumpa Lailatul Qadar adalah dambaan semua hamba yang beriman kepada Allah. Dan bahwasanya, malam penuh berkah ini berpindah-pindah jatuhnya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Maka tidak ada pilihan bagi kita melainkan mencarinya pada seluruh hari-hari tersebut, utamanya pada malam-malam ganjil. Yang demikian sebagaimana Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam peringatkan:

“تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان”. صحيح البخاري.

“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

Nah, untuk mendapatkan keberkahan malam yang mulia itu, sekurang ada empat kunci yang harus dimiliki:

Kunci Pertama: Mengetahui pahala, serta gambaran besarnya balasan bagi orang yang menegakkan ibadah serta bersungguh-sungguh di dalamnya. Tanamkan keyakinan, bahwa ia bukan malam biasa. Akan tetapi malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Kunci Kedua: Mengejar serta memperhatikan tanda-tandanya. Di antaranya, tanda yang disebutkan dalam riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“وأمارتها أن تطلع الشمس في صبيحة يومها بيضاء لا شعاع لها”. رواه مسلم.

“Dan tanda Lailatul Qadar itu, matahari terbit di pagi harinya putih pucat tidak ada cahaya padanya”.

Sebagian tanda zahir ini kadang terhijab dari kita, namun bisa saja salah satu dari kita merasakan tanda ini dalam dirinya berupa ketenangan, kelapangan hati, rasa khusyu’, dan selainnya.

Kunci ketiga: Bersungguh-sungguh di dalamnya serta memperbanyak shalat dan tidak melewatkan saat-saatnya yang sangat berharga.

Termasuk, bermujahadah dalam doa dan permohonan ampunan dari Allah.

Dari Aisyah Radhiallahu Anha, ia berkata:

“يا رسول الله، أرأيت إن علمت أي ليلة القدر، ما أقول فيها؟ قال: قولي: اللهم إنك عفو تحب العفو، فاعف عني”. الترمذي وقال: حسن صحيح.

Wahai Rasulullah, bagaimana saran engkau jika aku mengetahui (mendapatkan) Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan padanya?” Beliau menjawab: “Ucapkanlah, “Wahai Allah, sesungguhnya Engkau maha Pemaaf, menyukai permohonan maaf, maka maafkanlah daku“. (HR. At-Tirmidzi, Hasan Shahih).

Kunci Keempat: Ikhlas di dalamnya, serta hanya berharap pahala dan balasan dari Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“مَن قام ليلة القدر إيمانًا واحتسابًا، غُفر له ما تقدَّم من ذنبه”. متفق عليه.

“Siapa yang menegakkan (ibadah-ibadah) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap balasan (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber: Hikmah Ramadhan Ustadz Rapung Samuddin, Lc

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: