DPW DKI Jakarta dan Depok

Terapi Qur’ani untuk  Trauma Healing Korban Gempa Palu 

Ustadz Muhammad yani Abdul Karim, tim trauma healing lazis wahdah sedang menyampaikan taushiyah sebagai salah satu agenda terapi Qur'ani yang merupakan bagian dari kegiatan Trauma healing korban gempa Paklu yang digelar lazis wahdah Jakarta, Palu, Selasa (09/11/2018)
0 118

 

Ustadz Muhammad Yani Abdul Karim, tim trauma healing Lazis Wahdah sedang menyampaikan taushiyah sebagai salah satu agenda terapi Qur’ani yang merupakan bagian dari kegiatan Trauma healing korban gempa Palu yang digelar Lazis Wahdah, Palu, Selasa (06/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Tim penyembuhan trauma (Trauma Healing) LAZIS Wahdah  menitikberatkan penyembuhan psikologi korban gempa Palu dengan metode al-Qur’an. Hal ini dikemukakan langsung oleh Muhammad Yani Abdul Karim Lc. MA., Tim Dai dan Trauma Healing Wahdah Islamiyah.

“Mereka tidak hanya butuh makanan dan obat-obatan. Tetapi mereka perlu juga kita isi ruhnya dengan al-Qur’an agar hati dan pikiran mereka bisa terbuka bahwa bencana ini adalah ujian yang mengharuskan kita sabar,” ujarnya, Selasa (6/10).

Menurutnya, tim memilih teknik bermain dan pengelolaan emosi spiritual. Tim akan melakukan pendidikan bersifat religius, seperti terapi al-Qur’an, siraman rohani, kisah-kisah dan bermain bagi anak-anak.

“Nanti kami juga akan membantu mereka, adik-adik itu membaca Alquran. Karena itu persiapan untuk trauma healing, medianya juga macam-macam,” kata Yani.

Kegiatan ini dilaksanakan di mushola darurat di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu dengan jumlah peserta sebanyak 77 orang dengan rincian 30 ibu-ibu, 40 anak-anak dan 7 remaja, 11 diantaranya ikut bergabung dalam program dirosa (pembinaan al-Qur’an untuk orang deawasa) Wahdah Islamiyah.

Marlina (46), peserta kegiatan ini merasa senang karena telah dihibur oleh tim. Tak hanya itu, bantuan yang diberikan juga bervariasi. Selain hiburan bagi anak-anak, tausyiah bagi ibu-ibu juga diberikan santunan tunai per orang sebagai bentuk kepedulian Wahdah Islamiyah kepada para korban gempa.

“Alhamdulillah Wahdah Islamiyah tak hanya beri kami makanan, tapi juga ajari kami al-Qur,an dan mendampingi anak-anak kami,” ujarnya.

Hingga saat ini penanganan korban gempa dengan beragam kegiatan masih terus berlanjut. Wahdah Islamiyah sendiri hingga saat ini telah menjalankan beberapa program dan salah satunya adalah proyek hunian sementara atau shelter dibeberapa titik. Selain dari pasokan logistik, aksi layanan medis dan sebagainya. [sym]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: