DPW DKI Jakarta dan Depok

Tiga Langkah Utama Merawat NKRI Menurut Ustadz Zaitun 

Ustadz Muhammad Zaitun pada Tabligh Akbar merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan yang digelar Wahdah Jambi, Ahad (11/11/2018)
0 103

 

Ustadz Muhammad Zaitun pada Tabligh Akbar merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan yang digelar Wahdah Jambi, Ahad (11/11/2018)

(Jambi) wahdahjakarta.com – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR) merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.

Demikian dinyatakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan Tabligh Akbar dengan tema “Merawat NKRI dalam Bingkai Ukhuwah dan Persatuan”, yang digelar Wahdah Islamiyah Jambi, Ahad (11/11/2018) di Masjid Agung Al-Falah Jambi.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun mengingatkan besarnya karunia Allah kepada bangsa Indonesia. Ditambah lagi pertolongan Allah dengan kemerdekaan bangsa tercinta ini. Hal  ini juga termaktub dalam Pembukaan UUD 45.

Beliau menjelaskan, “Kalimat takbir Bung Tomo mengabadi hingga kini. Bukan saja bergema di angkasa, namun juga bergema di relung dada para pejuang. Kalimat ini bukan kalimat sembarangan. Tidak bisa tergantikan dengan kalimat yang lain. Bagi yang tidak faham maknanya saja akan bergetar, apalagi yang faham maknanya.”

Ustadz Zaitun yang juga Wakil Sekjen MUI ini kemudian menjelaskan bagaimana cara merawat NKRI yang merupakan anugrah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menurut beliau, setidaknya ada 3 langkah utama, antara lain:

Pertama, pembangunan SDM harus diutamakan sebelum pembangunan fisik. “Dibangun jiwanya sebelum badannya. Indonesia cukup membanggakan dari sisi fisik. Termasuk cepat pulih pada krisis global tahun 1998 dan 2008. Namun saat ini harus kita akui, masih belum berimbang antara pembangunan fisik dengan pembangunan ruhiyah,” terangnya.

Kedua, melalui dakwah dan tarbiyah (pendidikan/pembinaan yang efektif). Ia juga memandang bahwa ini adalah medan jihad paling utama saat ini.

Yang ketiga, dengan menghidupkan “amar ma’ruf nahi munkar”. “Amar ma’ruf nahi munkar juga perlu diorganisir dengan baik, karena di luar sana banyak kemaksiatan yang diback up secara struktural,” pungkasnya.  (Ibawi/sym)

Video lengkapnya dapat ditonton di sini

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: