DPW DKI Jakarta dan Depok

Cinta Rasul dan Sunnah Rasul

0 141

Cinta Rasul dan Sunnah Rasul

Mencintai Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah bagian dari keimanan.

Kecintaan itu, meskipun adanya di dalam hati, namun tanda-tandanya terlihat secara nyata pada kehidupan lahiriyah. Mendahulukan tuntunan Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam atas kepentingan pribadi, dan menjadikan jalan hidup beliau sebagai panduan, adalah bukti kecintaan yang benar kepada beliau.

Mengapa harus mecintai Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam ?

Karena Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita.

Jasa Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam berupa petunjuk kepada agama Islam, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ [الشورى : 52]

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Qs. Asy-Syura:52)

Perjuangan berat dan panjang yang dilakukan oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam dan para sahabat setia beliau, menjadi sebab datangnya hidayah Allah kepada manusia. Bahkan sebab kekalnya agama Islam ini hingga akhir zaman. Agama Islam yang kita yakini sebagai jalan keselamatan dan kebahagiaan kita di dunia dan akhirat, dapat bertahan sampai hari ini, adalah berkat perjuangan Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam.

Kita juga mencintai Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam karena kesempurnaan fisik dan akhlak beliau.

Kesempurnaan fisik Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam diungkapkan oleh sahabat-sahabat beliau yang mulia, antara lain Albara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu.

كان رسول الله رجلا مربوعا بعيد ما بين المنكبين عظيم الجمة الى شحمة أذنيه عليه حلة حمراء ما رأيت [ شيئا ] قط أحسن منه

Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam berperawakan sedang, dadanya bidang, rambutnya menyentuh daun telinganya, mengenakan pakaian yang berhias warna merah. Belum pernah ada seorang lelaki pun yang lebih sempurna dari beliau”. HR. Tirmizi.

Sedangkan kesempurnaan akhlak Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam disampaikan langsung oleh Allah subhanahu wa Ta’ala;

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ [القلم : 4]

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. Al-Qalam:4)

Kita mencintai Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam karena kita adalah umatnya, beliau menjadi ayah bagi  seluruh kaum Muslim .

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Allah subhanahu Wa Ta’ala;

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا [الأحزاب : 40]

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. Al-Ahzab:40)

Demikian pula dalam ayat lain, dijelaskan bahwa istri-istri Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah ibu kita semua (ummahatul mukminin)

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ [الأحزاب : 6]

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. (Qs. Al-Ahzab:6)

Bagaimana mewujudkan cinta kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam ?

Mencintai Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam bukan hanya di mulut saja dengan pengakuan, namun menyelisihi jalan beliau. Mencintai Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam diwujudkan dengan menghidupkan sunnah-sunnah beliau. Sunnah Rasul Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah jalan dan metode beliau dalam menjalankan agama Islam ini. Sunnah Rasul Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah perwujudan agama Islam itu sendiri.

Sunnah-sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah penerjemahan agama secara langsung oleh manusia mulia yang diutus oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala sebagai panutan bagi umat manusia. Sunnah-sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam meliputi aqidah tauhid, sisi ibadah, aspek akhlak dan muamalat. Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam menjadi panutan dalam berakidah yang benar, jauh dari segala bentuk kemusyrikan dan penghambaan kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah uswah dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sifat istiqamah dalam bertaqarrub kepada Allah menjadi sifat utama Nabi Shallahu ‘alaihi Wa Sallam. Di bidang muamalat dan akhlak mulia, maka Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam telah dipuji, bukan saja oleh kita umat Islam, namun hingga kaum non muslim yang hidup pada zaman beliau sampai zaman sekarang yang mengenal pribadi Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam, meskipun hanya lewat membaca biografi beliau.

Mari mewujudkan pengakuan cinta kita kepada junjungan Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam dengan senantiasa mempelajari perikehidupan beliau dan mengamalkannya dalam kehidupan kita. Perikehidupan Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah sunnah-sunnahnya, peninggalan abadinya buat kita sekalian umatnya pada saat ini.

Mari gelorakan penerapan sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam dalam kehidupan kita, kaum muslimin. Kita patut memiliki sifat izzah dan kebanggaan sebagai umat Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam, meskipun segelintir orang memiliki kedengkian kepada Rasul junjungan kita. Perlihatkan kepada mereka, orang-orang yang membenci Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam dan kita sekalian sebagai umat beliau, bahwa kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wa Sallam pasti akan tegak, dan agama Islam pasti akan jaya. (wahdah.or.id).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: