DPW DKI Jakarta dan Depok

Temu Aktivis Dakwah se-Makassar, Ini Motivasi Pendiri INSISTS

Suasana kajian Spesial LIDMI "Aktivi Dakwah dan Tantangan Dakwah Kontemporer", Makassar, Sabtu (24/11/2018)
0 125
Suasana kajian Spesial LIDMI “Aktivi Dakwah dan Tantangan Dakwah Kontemporer”, Makassar, Sabtu (24/11/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com Departemen Kajian Strategis Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) bersama dengan LDK se-Makassar menggelar kajian spesial bertema “Aktivis Dakwah dan Tantangan Dakwah Kontemporer” di Warkop 27 Jln. Sultan Alauddin Makassar, Sabtu (24/11/2018) malam.

Acara yang diikuti aktivis dakwah semakassar ini menghadirkan Wakil ketua Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Ustadz Nirwan Syafrin Manurung, MA., MIRKH., Ph.D sebagai nara sumber.

Ustadz Nirwan yang juga pimpinan Pesantren Husnayain Sukabumi Jawa Barat ini mengawali pembicaraannya dengan penjelasan tentang  berbagai  tantangan dakwah  saat ini.

“Dalam segala bidang, ekonomi, politik, hukum kita di serang dari segala linik termasuk pemikiran. Kita fokus kepada perang pemikiran ini yang abstrak dan peranannya sangat besar”. Ungkapnya

Perkembangan dunia yang terus berubah dalam berbagai bidang keilmuan dan terus akan berkembang di masa yang datang. Maka seharusnya sosok pemudalah yang harus mengambil peran dalam perjuangan ini.

“Usia mudah penuh dengan prestasi sebagaimana Muh. Natsir, Ir. Soekarno, sebab usia muda memiliki potensi yang hebat dalam pikiran dan tenaga. Tantangan seorang pemuda adalah hedonisme, suka senang-senang, santai-santai, pesta pora dan yang lain”. Ujarnya

Pendiri INSISTS ini membeberkan tentang tantangan dakwah yang berbasis data dan riset sebagai penguat keilmuan bagi para aktivis dakwah.

“Dakwah berbasis data, contohnya ketika orang berbicara tentang intoleransi, kristenisasi. Berapa gereja yang di bakar, mereka punya data. Tapi kita tidak punya data berapa masjid yang dibakar. Membuat rencana, dengan kajian-kajian tentang tantangan dakwah kita”. Tuturnya

Cara pandang yang berubah akan merubah pandangan hidup seseorang terhadap suatu objek, perbuatan yang salah akan tetap di anggap benar dan baik begitu juga sebaliknya. Tantangan terbesar ummat Islam adalah cara pandang terhadap sesuatu sebagai contoh LGBT.

“Islam tantangannya adalah cara pandang hidup kita, sebagai contoh LGBT yang banyak mengatakan itu adalah baik karena merupakan hak bagi setiap manusia dan harus kita akui. Padahal LGBT adalah kriminalitas yang terorganisir”. Imbuhnya

Dalam suasana yang semangat dan motivasi yang tinggi para aktivis dakwah di berikan nasehat agar menjadi ahli dalam bidang kita masing-masing, memiliki spesifikasi yang jelas.

“Antum harus punya spesifikasi di bidang masing-masing dalam hal ekonomi, hukum, politik, sosiologi dan yang lain. Membuat planning dan peta-peta dalam perjuangan ini”. Ungkapnya

Dengan kondisi suara yang parau Ustadz Nirwan Syafrin terus bersemangat memotivasi para aktivis dakwah, teruslah berjuang dalam dakwah ini tanpa memikirkan hasil.

“Jika kita masih yakin dengan agama kita ini maka menjadi tugas kita bersama untuk memperjuangkannya baik sebagai guru, dosen, mahasiswa ustadz dan yang lain. Allah subhanahu wata’ala tidak mempertanyakan hasil. Namun, perjuangan dan usaha kita, ikhlas dan terus berusaha”. Ujarnya sambil menutup materinya.

Laporan: Muh. Akbar

Editor    : Almunawiy

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: