DPW DKI Jakarta dan Depok

Penguatan Ukhuwwah Untuk NKRI yang Berkeadilan, Maju, dan Beradab

0 189
Kita yakin bahwa dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyyah untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan dapat diwujudkan, sehingga cita-cita kita bersama mewujudkan Republik Indonesia yang berkeadilan, maju, dan beradab akan dapat direalisasikan.
Dewan Pertimbangan MUI KH. Didin Hafidhuddin pada pembukan Rakernas IV MUI di Raja Ampa Papua Barat, Kamis

Penguatan Ukhuwah Untuk NKRI yang Berkeadilan, Maju, dan Beradab

(Disalin dari artikel KH. Didin Hafidhuddin di Republika.co.id)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja selesai melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 pada 22 hingga 24 November 2018 kemarin, bertempat di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Tema yang diusung adalah “Memperteguh Ukhuwwah Islamiyyah dan Ukhuwwah Wathaniyyah untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.

Sungguh tema ini sangat penting untuk selalu kita bahas dan berusaha mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian kita karena hanya dengan ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyyah akan melahirkan kekuatan untuk membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini. Tanpa ukhuwah, tidak mungkin kita bisa membangun bangsa dan negara secara optimal dalam berbagai bidang kehidupan. Tanpa ukhuwah, yang terjadi adalah kelemahan dan pertentangan antara satu dan yang lainnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS al-Anfal (8) ayat 46:

 “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS al-Anfal [8]: 46).

Juga firman-Nya dalam QS Ali Imran (3) ayat 103:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapatkan petunjuk.”

Dalam Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI Oktober 2015/Shafar 1436 H yang dihadiri, di samping para pengurus juga semua pimpinan pusat ormas-ormas Islam se-Indonesia, telah berhasil menyampaikan pesan penguatan ukhuwwah Islamiyyah dalam bentuk ethical code of conduct (kode etik) agar bisa dijadikan pedoman praktis bagi umat Islam secara keseluruhan.

Kita yakin bahwa dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyyah untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan dapat diwujudkan, sehingga cita-cita kita bersama mewujudkan Republik Indonesia yang berkeadilan, maju, dan beradab akan dapat direalisasikan.

Apalagi, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki rasa empati, simpati, dan rasa kesetiakawanan sosial yang tinggi. Bahkan, World Giving Indeks tahun 2018 telah menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia, mengalahkan Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Irlandia. Ini merupakan modal yang sangat besar dalam membangun bangsa dan negara sekarang maupun pada masa mendatang.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan rahmat, karunia, dan pertolongan-Nya kepada kita semuanya dalam melaksanakan tugas kebangsaan sekaligus keumatan yang sangat mulia ini.Wallahua’lam bisshawab. (KH. Didin Hafidhuddin/Republika.co.id).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: