DPW DKI Jakarta dan Depok

Kemenag Terus Perkuat Literasi Keagamaan

0 139

(Bandung) wahdahjakarta.com — Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin memastikan bahwa tahun 2019 Kementrian Agama (kemenag) akan terus memperkuat literasi keagamaan (religious literacy), utamanya bagi pendidik, penyuluh,  serta pengawas pendidikan agama dan keagamaan.

Penegasan ini disampaikan Menag merespon harapan Direktur Indonesian Consortium Religious Studies (ICRS) Dicky Sofjan dalam pembukaan Semiloka Pengayaan Wacana Agama dan Keberagamaan “Rukun,  Ragam, Sepadan”, di Bandung,  Rabu (28/11/2018).

Kegiatan ini hasil kerjasama Balai Diklat Keagamaan Bandung Kementerian Agama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), British Council, dan British Embassy Jakarta.

Semiloka berlangsung di Balai Diklat Keagaman Bandung,  27 – 29 November 2018. Kegiatan ini diikuti 120 peserta,  terdiri dari: dosen, penyuluh agama,  pegiat agama,  widyaiswara,  serta pengawas Pendidikan Agama Islam dan pengawas madrasah.

Kegiatan ini dibuka Menag Lukman Hakim Saifuddin. Tampak hadir Direktur ICRS Dicky Sofjan, Country Directur British Council Paul Smith OBE, Rektor UIN Bandung Mahmud, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Kemenag Saerozi, Kakanwil Kemenag Jawa Barat A Bukhori, serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Bandung.

Kepada Menag, Dicky mengatakan bahwa program religious literacy (penguatan wacana keagamaan) yang juga bekerjasama dengan Kedubes Inggris sudah memasuki fase kedua. ICRS sudah melakukan ToT dan lokakarya di 6 kota, dengan melibatkan 600 peserta, terdiri dari  dosen agama,  ormas keagamaan dan juga organisasi kepemudaan.

“Kami latih mereka untuk berfikir tentang beragama. Belajar tentang beragama,  bukan belajar agama,” katanya sebagaimana dilansir dari Kemenag.go.id.

ICRS juga sudah menyerahkan modul empat materi kepada Balai Diklat Keagamaab. Keempat modul itu bertemakan: Agama dan Kita,  Agama dan Masyarkat,  Agama dan Negara, serta Agana dan Mayangkara atau Internet. Dicky berharap,  Kemenag terus melanjutkan program ini melalui skema pembiayaan APBN.

“APBN sudah kita realisasikan. Sinergi dengan ICRS sudah lama. Tahun 2019 kita sudah alokasikan anggraan untuk penguatan kegiatan ini (religious literacy),” tegas Menag Lukman.

“Kita juga tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk sama-sama melaksanakan kegiatan semacam ini,” tandasnya.

“Mendirikan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII) menjadi bagian upaya agar pemahamana keagamaan yang berkembang di Indonesia bisa dipahami dan membawa kemaslahatan manusia di dunia,” tutupnya. (Kemenag.go.id)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: