DPW DKI Jakarta dan Depok

MUI Pusat Apresiasi KPI Hentikan Iklan “Shopee Blackpink”

0 163

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Masduki Baidlowi, mengapresiasi sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang meminta stasiun TV menghentikan tayangan iklan “Shopee Blackpink”.

Ia menilai langkah KPI sudah benar karena iklan itu tidak sesuai dengan standar penyiaran KPI. Pihak pengiklan, kata dia, harus patuh dengan permintaan KPI ini.

Ia menerangkan, satu hal yang paling mendasar dalam pedoman penyiaran KPI adalah siaran itu harus mempertimbangkan etika, akhlak, dan nilai kesopanan yang ada di masyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Indonesia adalah masyarakat Muslim. Banyak yang menganut norma, nilai, dan etika Islam. Etika Islam jelas batas aurat sampai mana. Itu saya kira hal-hal yang harus menjadi perhatian buat orang-orang yang mengiklankan produk-produknya,” ujar Masduki sebagaimana dilansir dari hidayatullah.com, Kamis (13/12/2018).

Cara berpakaian girlband asal Korea Blackpink di iklan Shopee itu, terang Masduki, tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Bahkan mungkin non-Muslim pun, kata dia, menganggap cara berpakaian seperti itu tidak berkesopanan dan melanggar etika yang selama ini dianut masyarakat ketimuran.

Masduki menjelaskan, tontonan TV yang tayang pada jam anak-anak dan remaja sangat mempengaruhi mereka secara psikologis.

“Itu akan mempengaruhi juga cara berpakaiannya,” ucapnya. Karenanya, ia sangat mendukung langkah KPI di atas.

Sebelumnya, KPI melayangkan peringatan keras kepada 11 stasiun televisi yang menayangkan iklan Sophee Blackpink dan acara “Shopee Road to 12.12 Birthday Sale”.

Dalam iklan itu, beberapa wanita menyanyi dan menari dengan pakaian minim. Hal yang sama terdapat pada program “Shopee Road to 12.12 Birthday Sale”.

Peringatan KPI itu keluar setelah seorang ibu rumah tangga, Maimon Herawati, melayangkan petisi kepada KPI dan pihak Shopee menyoal iklan yang dinilai amoral tersebut. (Andi)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: