DPW DKI Jakarta dan Depok

ACT: Terdata Jumlah Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu 118 Jiwa

0 149

ACT: Terdata Jumlah Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu 118 Jiwa

  • Belum Termasuk korban reruntuhan yang belum diketahui

  • Ratusan Satpol PP belum ditemukan

 

(Palu) wahdahjakarta.com- Usai gempa dan Tsunami terjang Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) jumlah korban meninggal terus meningkat.

Hingga Pukul 10.45 WIB Sabtu (29/09) pukul 10.45, jumlah korban jiwa belum bisa dipastikan. Namun, laporan dari Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Palu menyatakan, jumlah korban tsunami hingga saat ini berjumlah 118 jiwa.

“Jumlah korban tsunami saat ini mencapai 118 jiwa, belum termasuk yang tertimbun bangunan,” kata Syahrul, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan, Sabtu (29/9/2018).

Jumlah tersebut belum termasuk korban yang tertimpa reruntuhan bangunan pasca gempa yang belum diketahui nasibnya.

Syahrul sejak semalam mendapatkan laporan realtime dari tim relawan di Palu. Sementara itu, sejumlah pihak juga sudah menyiagakan relawan untuk terjun ke lokasi.

Ratusan Satpol PP Belum Ditemukan

Dikabarkan pula ratusan Satuan Pengamanan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut jadi korban gempa dan tsunami Palu belum ditemukan.

Salah seorang warga Palu bernama Adrian mengungkapkan bahwa ada ratusan anggota Satpol-PP Kota Palu yang belum diketahui nasibnya sampai saat ini. Adrian merupakan salah satu korban selamat dari terjangan tsunami.

Pria berusia 35 tahun ini menceritakan kronologis bahwa ia adalah bagian dari 250 anggota Satpol-PP Kota Palu. Pada Jumat (28/9) kemarin, mereka bertugas mengamankan lokasi acara pembukaan Fetsival “Pesona Palu Lomoni”.

Ratusan anggota Satpol-PP itu berada di lokasi acara festival yang berlangsung di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, bersama anggota pengamanan lainnya yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan. Mereka melakukan apel pasukan untuk mengamankan festival pada Jumat (28/9) pukul 15.00 Wita.

”Tiba-tiba gempa pertama terjadi disusul kepanikan orang yang sebagian melarikan diri menjauh dari pantai,” kata Adrian. “Namun, setelah kami melihat air tiba-tiba turun, dan akhirnya terjadi kepanikan besar,” imbuhnya. ”Belum sempat melarikan diri, terjadi gempa yang lebih besar pada 7,4 SR itu, dan tiba-tiba air naik” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Antara, hingga Sabtu pagi pukul 10.17 Wita, jenazah anggota Satpol-PP yang ditemukan, baru empat orang. Mereka yang berada di kantor wali kota. Ada pun ratusan lainnya belum diketahui nasibnya. [ed:sym].

Sumber: Antara, fajaronline.co.id

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: