DPW DKI Jakarta dan Depok

Ada Apa di Hari Arafah

Hari Arafah_Sumber gambar: Pinterest
124

 

Hari Arafah yang  jatuh pada setiap tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari yang sangat agung. Amal kebajikan pada hari-hari  mulia ini amat dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan amal shaleh pada hari-hari ini lebih dicintai Allah dari amal shaleh pada hari lainnya.

 

Hari Pembebasan dari Neraka

Pada hari ini Allah Azza Wa Jalla paling banyak membebaskan hamba-Nya dari Neraka. Sebagaimana disebutkan dalam satu hadits yang diriwayatkan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟

 

Tidak ada hari di mana Allah Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim No. 1348).

Hadits ini menerangkan bahwa hari ‘Arafah merupakan hari dimana Allah Ta’ala banyak membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka. Sehingga seorang Muslim seharusnya memanfaatkan hari yang mulia ini dengan memperbanyak amal shaleh yang dapat menyelamatkan dirinya dari neraka. Sembari terus berdo’a, memohon kepada Allah untuk diselamatkan dari Neraka.

Puasa di Hari Arafah Menghapuskan Dosa Dua Tahun

Di hari Arafah disunnahkan berpuasa. Amalan  yang disebut dengan Puasa Arafah ini menghapuskan dosa dua tahun. Yakni setahun sebelumnya dan setelahnya.   Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Qatadah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ  يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Puasa hari Arafah aku berharap kepada   Allah  bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. (HR. Muslim No. 1162).

Do’at Terbaik Adalah Do’a di Hari Arafah

Do’a di hari Arafah merupakan do’a terbaik. Sebagaimana hadits Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ  لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 

Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.”  (HR. at-Tirmidzi No. 3585).

Allah Membanggakan Hamba-Nya Pada Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari dimana Allah membanggakan hamba-hamba-Nya (para jamaah haji) di depan para Malaikat-Nya. Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– bersabda tentang hal ini:

 

وإنه ليدنو ثم يباهي بهم الملائكة فيقول : ما أراد هؤلاء

“Dan sesungguhnya Allah mendekat (kepada para jamaah haji) lalu kemudian membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya, lalu Ia berkata: apakah yang mereka inginkan?” (HR.Muslim)

 

 

Wukuf di Arafah Merupakan Rukun Haji  Paling Pokok

Wukuf pada hari Arafah merupakan  rukun haji yang paling pokok. Hal ini disampaikan  oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  saat ditanya oleh sekelompok orang dari Nejed tentang haji:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

“Haji itu adalah (wukuf) Arafah.  (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Maksud hadits ini adalah bahwa wukuf di Arafah merupakan pokok haji dan rukunnya yang  paling penting.  Siapa meninggalkannya, maka hajinya batal, dan barangsiapa melakukannya, maka telah aman hajinya.

 

Oleh karena itu, hendaknya hari yang agung ini dijadikan sebagai momentum dan kesempatan mempebanyak kebaikan dan meningkatkan amal shaleh. []

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: