DPW DKI Jakarta dan Depok

Adian Husaini: Pendidikan Terbaik Yang Meningkatkan Iman dan Taqwa

0 156
Ust Dr. Adian Husaini saat menyampaikan sambutan di Wisuda II STIBA Makassar,Adian Husaini: Pendidikan Terbaik Adalah Yang Meningkatkan Iman dan Taqwa

(Makassar) wahdahajakarta.com-, Ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Adian Husaini, Ph.D mengatakan, pendidikan terbaik menurut Undang-Undang dasar 1945 adalah yang meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hal itu disampaikan ustadz Adian dalam orasi ilmiah Wisuda II Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Sabtu, (22/12/2018).

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang,” jelasnya mengutip pasal 31 ayat 3 UUD 45.

Cendekiawan muslim ini berharap STIBA Makassar menjadi kampus Islam terbaik. Menurutnya, kriteria kampus terbaik tidaklah rumit. Bahkan selama ini sebetulnya sudah dicapai oleh STIBA Makassar, Perguruan Tinggi Islam yang didirikan oleh Wahdah Islamiyah.

“Kampus terbaik menurut Islam adalah khairun naas anfa’uhum linnas, dan khairun naas ahsanuhum khuluqan”, tegasnya.

Jadi, STIBA menjadi kampus terbaik jika alumninya mampu menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain, serta akhlaqnya adalah akhlaq terbaik.

Inisiator MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) ini juga mengingatkan, alumni institusi pendidikan Islam seharusnya tidak ada yang menganggur. Karena masih sangat banyak yang belum bisa membaca Al Qur’an serta masih merebaknya kemaksiatan di negeri ini.

“Itu pekerjaan semua. Harusnya tidak ada yang menganggur. Gajinya dari mana? Ya dari Allah,” tegasnya.

Kepada para  wisudawan ia berharap, mereka mampu melanjutkan peran para ulama dan santri di Nusantara sejak dahulukala.

“Mereka mampu menjaga negeri kita. Ratusan tahun ulama dan santri kita menjaga masyarakat agar tidak dimurtadkan oleh penjajah”, harapnya.

Ia berharap STIBA dapat melahirkan para pejuang dan para pemimpin dengan sebutan “4C Generation”. Yaitu generasi yang memiliki “critical thinking” (mampu berfikir kritis), “creativity” (kreativitas), “competition” (mampu berkompetisi), serta “collaboration” (mampu mengkolaborasikan berbagai peran dan kemampuan). [ibw/sym]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: