DPW DKI Jakarta dan Depok

Adzan Berkumandang di Posko Pengungsian di Donggala

Masjid Babul Jannah di-tepi pantai donggala sempat diterjang tsunami, namun masih kokoh berdiri.
0 151
Adzan Berkumandang di Posko Pengungsian Donggala
Shalat berjama’ah di tenda pengungsi Donggala, Jum’at (12/10/2018)

(Donggala) wahdahjakarta.com– Adzan subuh berkumandang di Mushalla darurat posko pengungsian yang berada di Desa Limboro, Kabupaten Donggala, Sulawesi tengah, Minggu, (14/10/2018).

Sebelumnya, adzan untuk salat dikumandangkan tanpa pengeras suara, sehingga waktu shalat tidak diketahui pengungsi. Al-hamdulillah adzan subuh hari ini mulai terdengar karena sudah ada pengeras suara sumbangan Lazis Wahdah.

Farid (35), warga setempat menyebutkan, subuh kali ini berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya.
“Waktu subuh tadi saya kaget pak, kenapa tiba-tiba ada suara adzan terdengar keras, Alhamdulillah bisa langsung bangun tadi dan segera ke masjid,” ungkapnya.

Farid sebelumnya sangat kesulitan untuk shalat tepat waktu di mushala darurat yang dibangun, sebab tidak ada penanda yang jelas.

“Sudah dua belas hari pak saya biasa terlambat salat bersama imam. Ini Alhamdulillah sudah bisa tahu kapan waktu masuknya,” tuturnya.

Andi Nasaruddin salah satu personil relawan Wahdah Islamiyah yang berposko di lokasi pengungsian ini mengatakan, setelah ada pengeras suara dan fasilitas penerangan jumlah jama’ah mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah jumlah warga yang shalat Subuh lebih banyak dari sebelumnya. Mungkin karena awalnya tidak ada penerangan dan pengeras suara yang bisa mengingatkan warga akan masuknya waktu shalat,” pungkasnya.
Nasar, sapaan akrabnya, menuturkan, perlahan-lahan inventaris musholla ini diadakan untuk menunjang program dakwah di posko pengungsian ini.

“Kami berusaha membangun warga dari musholla, jadi program-program banyak kami laksanakan di musholla. Di antaranya adalah Sekolah Darurat, Taman Pembinaan Alquran untuk Anak-anak, Pengajian Ibu-ibu dan bapak-bapak, dan lainnya,” ujarnya.

Di antara inventaris yang telah diadakan antara lain lampu penerang, pengeras suara yang perdana telah mengumandangkan adzan, dan mukena.

“Insya Allah akan disusul dengan Alquran, karpet dan kebutuhan lainnya,” ungkap Nasar lagi.
Posko pengungsian di desa ini merupakan satu dari delapan titik pengungsian yang dibina oleh Lazis Wahdah. Program utama yang digelar di masing-masing posko pembinaan antara lain distribusi logistik/ sembako, layanan kesehatan, trauma healing, pembinaan rohani dan program kemasyarakatan lainnya.(San/sym)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: