DPW DKI Jakarta dan Depok

Ahmad Zain An-Najah: Ulama Harus Mengarahkan, Bukan Diarahkan Penguasa

DR. Ahmad zain An-Najah pada kajian spesial MIUMI 'Arah Politik Ulama', Jakarta, Selasa (20/11/2018)
58
DR. Ahmad zain An-Najah pada kajian spesial MIUMI ‘Arah Politik Ulama’, Jakarta, Selasa (20/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Politik  yang tidak mendekati ulama maka akan menjadi politik yang rusak. Sebaliknya apabila politik yang meminta arahan ulama maka akan lahir politik yang baik dan santun.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Fatwa Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia DR. Ahmad Zain An-Najah dalam Kajian Spesial MIUMI ‘Arah Politik Ulama’ di AQL Islamic Center, Tebet Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

“Ilmu politik adalah ilmu mengatur negara. Sebab segala sesuatu diperlukan ilmu. Umar bin Khattab pernah mengatakan belajarlah sebelum kalian memimpin. Adapun sumber ilmu adalah melalui ulama,” ujarnya.

Ia menjelaskan keterlibatan ulama dalam politik ada dua, meski idealnya ulama tidak masuk ke dalam politik praktis. Pertama, ulama semestinya berada di atas politisi, yang tidak diatur oleh atasan atau menjadi wakil. Model ke dua, ulama boleh masuk ke dunia politik praktis tetapi harus menjadi pemimpin bukan menjadi bawahan.

Sehingga, menurut Pimpinan Pesantren Tinggi Al-Islam Bekasi ini ulama harus menjaga idealismenya dalam menjadi rujukan penguasa.

“Ulama harus mengarahkan, bukan justru diarahkan oleh penguasa. Sebab tidak ada contoh nabi menduduki jabatan sebagai wakil atau bawahan, kecuali pemimpinnya adalah nabi,” tuturnya.

Dr. Zain melanjutkan sejatinya umat Islam ini bisa memenangkan pertarungan antara hak dan batil tanpa perang. Salah satunya melalui politik ulama yakni politik dakwah. Ulama harus menjadi hakim para politisi, yang mengarahkan atau menegur politisi yang melakukan kekeliruan.

 “Sejatinya alur politik ulama adalah menegakkan keadilan. Baik ulama menjadi penguasa atau mengarahkan penguasa untuk menegakkan keadilan,” pungkasnya. (kiblat.net).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: