DPW DKI Jakarta dan Depok

Alumni Univeristas Islam Madinah Gelar Silatnas III

3 204

(Jakarta) wahdahjakarta.com -, Perkumpulan Alumni Jami’ah Islamiyah Madinah di Indonesia (PAJIM) menggelar Silaturrahim Nasional ke.3 (Silatnas Pajim III) di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Sabtu-Ahad (19-20/01/2019).

Silatnas PAJIM III mengangkat tema Optimalisasi Peran Dakwah Alumni dalam Dakwah Untuk Persatuan Ummat, dihadiri alumni Universitas Islam Madinah (UIM) yang tersebar di berbagai penjuru nusantara.

Saat ini alumni dari Kampus didirikan pada 25 Rabi’ul Awal 1381 H ini telah mencetak lebih dari 1.400 alumni dari Indonesia.

Ustadz DR. Hidayat Nurwahid salah satu Alumni Universitas Islam Madinah

Alumninya yang berasal dari latar belakang dan kiprah yang beragam mewarnai sahah (medan) dakwah bahkan kehidupan sosial politik di Indonesia. Ada yang di eksekutif sebagai menteri seperti DR. Salim Segaf al-Jufri dan KH. Maftuh Basyuni, ada yang  berkiprah di lembaga legislatif bahkan sebagai pimpinan seperti DR. Hidayat Nur Wahid.

Peran merka di ormas-ormas Islam juga sangat terasa, dari Nahdhatul Ulama (NU) seperti Prof.DR. Said Aqil Husein al-Munawwar pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI. Dari ormas  Muhammadiyah ada Fathurrahman Kamal yang merupakan ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Di  Hidayatullah ada Nashirul Haq yang merupakan ketua umum PP Hidayatullah. Di  MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) ada Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)  sebagai ketua MIUMI sekaligus ketua PAJIM.

Yang menarik adalah di Wahdah Islamiyah (WI), semua pimpinannya adalah alumni Universitas Islam Madinah. DR. (HC) Muhammad Zaitun Rasmin Ketua Umum DPP WI, DR. Rahmat Abdurrahman, Ketua Harian DPP WI. Demikian pula DR. Muhammad Yusran Anshar sebagai Ketua Dewan Syari’ah WI, dan Muhammad  Ikhwan Jalil yang merupakan Ketua Dewan Syuro WI.

Ustadz Zaitun Rasmin
Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Ustadz Muhamma d Zaitun Rasmin menyampaikan sambutan pada Silatnas PAJIM III

Asatidzah alumni Madinah yang berkiprah di medan dakwah dan majelis ilmu juga sangat dominan, sebut misalnya; DR. Firanda Andirja, DR. Syafiq Riza Basalamah, DR. Kholid Basalamah, DR. Arifin Badri, DR. Dasman Yahya, DR. Mawardi M. Saleh, dan asaatidzah yang lainnya. Potensi yang sangat besar dari para alumni, semoga semuanya bisa bersinergi.

Sumber: Marzuki Umar (Anggota PAJIM dan Peserta Silatnas PAJIM III)

3 Comments
  1. miftahul falah says

    assalamualaikum….kak saya pengen kuliah dsana tp saya gk tau gmn caranya?mohon bantuannya kak.

    1. wahdahjakarta.com says

      Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.
      Terbuka sepanjang tahun melaui situs UIM, tahun penerimaan akan tertera di formulir.

      ==> Mendaftar online

      1. Silahkan menuju ke situs pendaftaran UIM :
        http://admission.iu.edu.sa
      2. Kemudian pilih “Bahasa Indonesia” untuk menu pendaftaran dan panduan dengan bahasa Indonesia.

      3. Masukkan email. Klik link aktivasi yang diterima di email.

      4. Isilah data dengan benar dan upload berkas-berkas yang diminta.

      5. Data dan berkas yang diupload masih bisa dirubah dalam waktu yang ditentukan.

      Setelah mendaftar secara online pendaftar akan mendapatkan formulir lembar penilaian yang harus diprint dan diserahkan kepada penguji saat tes muqobalah (wawancara).

      *Di formulir tertulis NOMOR PENDAFTARAN masing-masing pendaftar. Simpan baik baik, catat di HP, laptop atau dimanapun, karena akan berguna pada saat pengumuman nantinya.

      ==> Muqobalah

      Setelah mendaftar secara online, pendaftar diperbolehkan untuk mengikuti muqobalah yang mulai tahun 2010 telah rutin diadakan hampir setiap tahun di Indonesia.

      Karena banyaknya pendaftar, seringkali panitia di Indonesia terpaksa mengadakan seleksi berkas calon peserta muqobalah, sehingga tidak semua dapat ikut muqobalah.

      Selain Muqobalah di Indonesia, para pendaftar juga bisa muqobalah langsung di Madinah sambil melaksanakan ibadah umroh. Jika sudah mendaftar online cukup membawa formulir lembar penilaian dan paspor atau fotokopinya.

      ==> Waktu Muqobalah

      Muqobalah di Madinah bisa dilakukan setiap hari, selain hari libur. Adapun muqobalah di Indonesia menunggu kunjungan tim dari kampus. Biasanya bersamaan dengan acara dauroh di tempat-tempat tertentu.

      Persyaratan Umum:

      1. Beragama Islam dan berkelakuan baik.
      2. Komitmen mentaati aturan UIM.
      3. Sehat jasmani.
      4. Lulus ujian atau muqabalah yang dilakukan pihak UIM.
      5. Memiliki ijazah dari sekolah negeri atau swasta.
      6. Siap belajar sepenuhnya.
      7. Memenuhi setiap persyaratan yang mungkin ditentukan UIM saat mengajukan permohonan beasiswa.

      Persyaratan masuk program Ma’had Lughoh dan S1:

      1. Memiliki ijazah SMA atau sederajat.
      2. Usia ijazah tidak lebih dari 5 tahun.
      3. Tidak pernah drop out (DO) dari universitas lain di Saudi karena sebab akademik atau hukuman.
      4. Usia pemohon beasiswa tidak lebih dari 25 tahun.
      5. Peminat Fakultas Quran harus memiliki hafalan 30 juz.

      Berkas yang diperlukan:

      1. Ijazah.
      2. Daftar nilai ijazah / rapor tahun terakhir.
      3. Syahadah husn sirah wa suluk (surat keterangan berkelakuan baik), diutamakan dari sekolah asal. SKCK dari kepolisian juga bisa dipakai.
      4. Akte kelahiran dari instansi terkait.
      5. Surat keterangan sehat dari penyakit menular, dikeluarkan oleh instansi resmi.
      6. 6 lembar pasfoto ukuran 4 x 6.
      7. Tazkiyah (rekomendasi) dari dari 1 lembaga keislaman di negara asal, atau dari 2 tokoh agama yang dikenal (bisa juga dari pimpinan pondok pesantren), berisi keterangan komitmen menjalankan kewajiban agama dan berpegang kepada adab-adab Islam. Rekomendasi juga bisa didapat dari Kementrian Agama ataupun kepala pemerintahan daerah asal.
      8. Semua berkas diterjemahkan melalui penerjemah resmi.

      ==> Saat Muqobalah

      1. Berdoa dan minta kemudahan pada Allah.
    2. Cukup bawa formulir yang di print setelah pendaftaran online, tidak usah repot-repot membawa semua berkas.

    3. Jawab secara tegas dan mantap.

    4. Tinggalkan kesan baik kepada penguji, biasanya orang Arab senang dengan orang yang aktif.

    5. Jawaban benar semua tidak menjamin diterima, dan jawaban salah semua juga belum tentu gagal.

    6. Banyak-banyaklah berdoa, karena banyak faktor yang menentukan penerimaan selain nilai dan hasil muqobalah.

    7. Sekalipun gagal jangan putus asa, terus mencoba dan jangan berhenti belajar, karena belajar bukan hanya di Madinah.

    8. ==> Pengumuman

      Pengumuman penerimaan biasanya keluar antara bulan Ramadhan – Syawwal, bisa berubah sesuai keputusan pihak kampus.

      Informasi nama nama yang diterima bisa dicek di halaman ini: http://admission.iu.edu.sa/AllResults.aspx

      Catatan:

      – Pihak UIM tidak memiliki perwakilan dimanapun, pendaftaran resmi hanya melalui situs resmi UIM.
      – Pendaftaran tidak dipungut biaya selain biaya pengurusan berkas di Indonesia.
      – Setiap pendaftar hanya bisa sekali mendaftar dalam satu tahun akademik, karena sistem tidak menerima data double.
      – Setiap pendaftar yang sudah mendaftar online tetapi tidak muqobalah tetap berpeluang diterima, karena beberapa mahasiswa diterima tanpa muqobalah.
      – Syarat syarat untuk muqobalah di Indonesia dan di Madinah tidak ada perbedaan.

      Informasi lebih lanjut silahkan menuju ke:
      http://admission.iu.edu.sa/Definitions.aspx

      Semoga bermanfaat.

      .:: PPMI MADINAH ::.

  • miftahul falah says

    kalau yg tahun sekarang, buka muqobalah di indonesia gk?

  • Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    %d bloggers like this: