DPW DKI Jakarta dan Depok

Ampunan dan Pahala Besar Bagi Orang Beriman (Tadabbur Surat Fathir Ayat 7-8)

Ampunan dan Pahala Besar Bagi Orang Beriman
0 322

Ampunan dan Pahala Besar Bagi Orang Beriman

Ampunan dan Pahala Besar Bagi Orang Beriman
(Tadabbur Surat Fathir Ayat 7-8)

اَ لَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ  ۗ  وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ

“Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Fatir 35: Ayat 7)

اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْٓءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًا   ۗ  فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ    ۖ  فَلَا تَذْهَبْ نَـفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ

Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. Fatir 35: Ayat 8)

PELAJARAN & HIKMAH AYAT

  1. Ayat ini masih terkait dgn ayat 5 & 6 sebelumnya. Bahwa setan selalu ingin menyesatkan manusia dgn memutarbalikkan fakta kebenaran dgn keburukan dan sebaliknya, keburukan yg dimurkai Allah dijadikan terasa indah dan baik dlm pandangan orang orang yang tertipu dngan tipu daya setan.

Oleh karena itu orang-kafir akan mendapatkan azab dan penyesalan. Sedangkan orang yg beriman akan memperoleh kebaikan dan ampunan. Allah menjanjikan hal itu dgn banyak ayatNya.

Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً  ۚ  وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

  1. Ciri ciri orang yg beriman diantaranya mencintai Allah dan RasulNya melebihi cintanya kepada siapapun dan apapun di dunia ini. Sehingga orang beriman itu merasa nyaman dengan keimanannya dan istiqomah dlm mentaati Allah dan Rasul s.a.w,

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

 “Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ  ۚ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 32)

Karena Rasul s.a.w sangat menginginkan umatnya menjadi orang orang beriman yg selamat. Sebagaimana Allah nyatakan dlm firmanNya

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ  عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ  رَّحِيْمٌ

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ   ۗ  عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ   ۗ  وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

“Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 129)

  1. Ciri lain orang yg beriman adalah yang memiliki sifat Khauf, takut kepada Allah terhadap kemurkaanNya dgn segala azabNya yg maha dahsyat

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ   ۖ     اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 65)

اِنَّهَا سَآءَتْ  مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

“sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 66)

Ciri lainnya adalah Roja’: berharap dan bertawakkal hanya kepada Allah, sehingga menjadikan hatinya selalu optimis dan selalu berdzikir mengagungkan Allah dalam segala aktifitasnya, mau tidur ingat kpd Allah dgn berdoa sebelum tidur, mau ke kamar mandi dzikir meminta perlindungan kpd Allah. Mau keluar rumah dia menyebut nama Allah, bertawakkal dan menyerahkan perlindungannya hanya kepada Allah.

Oleh sebab itu Rasul pun mengagumi karakter orang beriman dengan bersabda yg artinya: Sungguh indah urusan orang beriman, bila ia  mendapatkan kebaikan ia bersyukur, maka hal itu menambah kebaikan baginya. Bila mendapatkan ujian, musibah dan keburukan ia bersabar, maka kesabarannya itu mengundang kebaikan baginya.

  1. Ciri lain orang beriman adalah selalu menegakkan shalat dan beramal sholeh secara istiqomah.

Sedangkan puncak keimanan seseorang adalah apabila disebut nama Allah ia tunduk patuh dan bergetar hatinya, apabila dibacakan ayat ayat Allah bergetar hatinya dan bertambah imannya. Lihat Qs.8:2-4

Allah Subhanah Wa Ta’ala  berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا  رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)

اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا   ۗ  لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 4)

  1. Karakter orang kafir adalah sombong (takabur), menolak kebenaran, merasa diri hebat krn berada dgn kelompok yg kuat, dan suka melecehkan ayat ayat Allah, hadits hadits RasulNya, lebih cenderung kepada budaya kemusyrikan dan suka kepada kemaksiatan.

Semoga dapat memberi pencerahan dan memperkuat motivasi perjuangan yg didasari iman, ilmu, dan amal perilaku kita  dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama yg diwariskan Rasul kepada kita, dan optimis dalam menjalani perjuangan da’wah utk membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin.

Sumber: Transkrip Kajian Tafsir Al-Hijri 1 Air Mancur, Bogor, Ahad (28/10/2018) Oleh Buya Ibdalsyah, transkrip oleh: Willyuddin A.R. Dhani

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: