DPW DKI Jakarta dan Depok

Asmaul Husna [31]: Al-Lathif (Yang Maha Lembut)

0 1,465
Al-Lathif (Yang Maha Lembut)

Asmaul Husna [31]: Al-Lathif (Yang Maha Lembut)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Sesungguhnya tuhanku maha lembut terhadap apa yang dia khendaki. Sesungguhnya dialah yang maha mengetahui lagi maha bijaksana” (QS. Yusuf : 100)

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿ ١٠٣

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia tidak dapat melihat segala penglihatan itu dan dialah yang maha halus lagi maha mengetahui” (Al-An’am : 103)

Al-lathif artinya Allah Subahanu wa Ta’ala sangat baik dan lembut perbuatannya. Atau yang mengethaui kemaslahatan-kemaslahatan bagi manusia, karena manusia kadang sulit mengetahui hal yang mengandung maslahat baginya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala  mewujudkan kemaslahatan itu dengan cara yang lembut tanpa kekasaran.

Nama ini juga bisa bermakna yang berlaku sangat baik dan lembut kempda hambanya tanpa mereka ketahui , dan menyediankan segala kebutuhan hamba-hambanya tanpa mereka rasakan.

Dalam kehidupan dunia, perlakuakn lembut Allah Subhanahu wa Ta’ala ini dinikmatisemua makhluknya. Mereka diciptakan dari ketiadaan,  kemudian ditentukan rezeki dan perbuatan mereka.

Sedangkan dalam kehidupan akhirat , Allah Subhanahu Wa ta’ala pengkuhususan orang-orang beriman dengan perlakualan lembutnya. Maha suci Allah yang mahamulia.

Dengan menyebut nama Al-Lathif, kita dituntut untuk bersikap lembut dan sayang kepada hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam kelembutan yang paling nampak adalah kelembutan dalam berbicara. (Syarh Singkat Asmaul Husna, Musthafa Wahbah).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: