Asmaul Husna [34]: Al-‘ Adzim (Yang Maha Agung)

0 3,470
Asmaul Husna [34]: Al-‘ Adzim (Yang Maha Agung)

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala;

 فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. (Qs. Al-Waqi’ah: 96)

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung” (QS. Al-Baqarah: 255)

Ibnu Abbas radhiallahu Anhuma meriwayatkan bahwa jika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam disulitkan dengan sebuah masalah beliau selalu berdoa;

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الْأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha penyantun dan Agung, tiada Tuhan  selain Allah Rabb arsy yang agung, tiada Tuhan selain Allah Rabb Arsy yang mulia, tiada Tuhan  selain Allah Rabb langit dan bumi, dan Rabb  ‘Arsy yang agung”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nama  Al- ‘adzim (yang maha agung) menunjukkan bahwa tidak ada yang mampu mengetahui secara detail dan pasti hakikat Dzat Allah Subhanahu wa ta’ala, bahwa tidak ada yang dapat mengetahui batas kemuliaan dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena  keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada awal dan akhirnya. Keagungan  Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih dari keagungan siapapun baik itu dalam dzat, wujud, ilmu, kekuasaan, pengaruh, kebijaksanaan, maupun dalam perintah-Nya.

Sumber: Syarah Asmaul Husna, Mustafa Wahbah

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.