DPW DKI Jakarta dan Depok

Bahas Masalah Uighur, FORJIM Indonesia Adakan Diskusi Dengan Media dan Ormas.

0 117
Diskusi Media Forjim bersama wartawan dan ormas di Jakarta Pusat (20/12/2019)

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com – Kekerasan yang dilami oleh kelompok minoritas muslim di Xinjiang, RRC kembali mengundang perhatian publik pasca “disentil” oleh pemain sepakbola Arsenal, Mesut Ozil melalui twitternya pekan lalu.

Forum Jurnalis Muslim (FORJIM) Indonesia sebagai persatuan jurnalis muslim nasional kemudian berinisiatif melakukan pertemuan dengan beberapa pakar yang diundang dalam diskusi media bersama para anggota Forjim dan ormas khususnya ormas Islam serta beberapa wartawan nasional lainnya, baik media cetak maupun prtal media online.

Diskusi tersebut diadakan di Hotel Ibis Tamarin, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat kemarin (20/12/2019) pukul 13.00-16.30 WIB.

Dalam diskusi tersebut Forjim mendatangkan 4 narasumber, diantaranya Papang Hidayat dari Amnesti Internasional Indonesia, Mardani Ali Sera dari BKSAP (Badan Koordinasi Antar Parlemen) DPR RI, Syhelmaidi Syukur dari ISP Global Humanity & Philanthropy ACT, dan Muhjiddin Junaidi sebagai Ketua Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri Muhammadiyah.

Ada sekitar 30 media yang turut hadir dalam diskusi tersebut. Sedangkan untuk ormas, hadir sebagai perwakilannya seperti Dewan Dakwah, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, BAZNAS, dan ACT/MRI.

suasana Diskusi Media jumat kemarin

“Kita menjalin jejaring kerjasama dengan berbagai macam kelompok, berbagai macam pihak. Jadi kita sudah ada komitmen dengan Amnesti, dengan ACT, dengan perwakilan DPP Muhammadiyah bahwa ada working group atau kelompok kerja untuk pembahasan persoalan uighur ini. Nah, ini salah satunya.” Ujar Ketua Umum Forjim, Dudy Sya’bani Takdir.

Dudy juga mengungkapkan bahwa Forjim sebagai asisoasi wartawan juga mengajak ormas dan media lain diskusi tersebut untuk membumikan isu yang selama ini terkesan “disembunyikan” tersebut.

“Kita juga mengajak mungkin salah satunya elemen-elemen wartawan atau jurnalis, dan organisasi lain untuk bergabung dalam working group ini, sehingga gemanya berita tentang uighur ini semakin membesar. Karena Forjim sendiri gak mungkin, kita terbatas, anggota kita terbatas, daya jangkau kita terbatas, tapi kalau didukung okeh teman-teman wartawan dan organisasi pers lainnya, itu akan semakin menggema, gaungnya akan semakin meluas.”

KH. Muhjiddin Junaidi, Ketua Departemen Kerjasama Luar Negeri Muhammadiyah

Ketua Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri Muhammadiyah, Muhjiddin Junaidi juga mengungkapkan harapannya terhadap hasil dari forum diskusi tersebut.

“Kami dari ormas-ormas Islam berharap afar pemerintah Republik Indonesia mendengarkan aspirasi umat Islam Indonesia. Permintaan kami sederhana saja, agar saudara-saudara kami yang ada di Uighur diberikan kebebasan beribadah, beragama tanpa dibatasi.” Ungkapnya.

(fry)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: