DPW DKI Jakarta dan Depok

Bangun di sepertiga malam : Senjatanya Para Dai

0 27

Bangun di sepertiga malam : Senjatanya Para Dai

 

Hammam bin al-Haris rahimahullah berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan sedikit tidur dan anugerahkan kepadaku bangun malam dalam ketaatan.
(Sifatus Shafwah, jilid 3, hlm. 22)

Dan pada malam-malam itu, mereka terjaga menyambut Rab-Nya

Kabar ini telah lama berhembus. Dari kota kemuliaan penuh suka dan duka. Ia mengajari keluarganya memutuskan nikmatnya tidur menuju kenikmatan yang kekal. Ia beri tahu bagaimana membangun hubungan kedekatan dengan Dzat yang mematikan dan menghidupkan. Disana mereka menguatkan kedekatan dengan Rabnya tanpa viralitas.

Seperti tertulis pada sebuah buku ” Sifaatu ‘Ibaadirrahman” pada halaman 11. Disana terdapat sebuah sabda Nabi yang mulia, Rasulullah saw. berkata ” Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah qiyamul lail (shalat lail)” ( H.R. Muslim )

Inilah keutamaan ibadah sholat di sepertiga malam. Dengannya kita fahami, bahwa ibadah ini sangat agung dan mulia. Menyimpan wajah kemenangan bagi siapa yang merutinkannya. Kita saksikan dalam sejarahnya ketika Ibadah ini, menjadikan sultan Al-fatih mampu menaklukkan konstatinopel. Di tengah-tengah ribuan pasukannya ketika hendak melakasanakan sholat Jumat, yang merupakan sholat Jumat terpanjang tercatat dalam sejarah. ketika ia hendak memilih imam terbaik, dan menyuruh pasukannya berdiri kemudian bertanya,

Wahai para pasukanku ! Siapakah di antara kalian yang dari baligh hingga kini, tidak perna meninggalkan sholat wajib lima waktu silahkan duduk. Maka tidak ada satupun pasukannya yang duduk”.

Kemudian ia bertanya lagi ” Wahai pasukanku! Siapakah di antara kalian yang semenjak baligh sampai sekarang tidak pernah meninggalkan sholat Rawatib silahkan duduk. Maka ada sebagian di antara pasukannya yang duduk.”

Kemudia ia mengajukan pertanyaan terakhir. “Wahai pasukanku ! Siapakah diantara kalian yang dari baligh hingga kini tidak perna meninggalkan sholat malamnya silahkan duduk.” Maka semua pasukannya duduk kecuali Muhammad Sultan Al-Fatih.

Subhanallah..
Tidak mudah bagi Allah untuk memenangkan pemimpin-pemimpin sebelumnya dalam misi penaklukan kota Konstatinopel lalu menjadikan mereka pemenang. Akan tetapi kita sadari hari ini, bahwa Allah ingin menunjukkan dan mengabarkan kepada kita, bahwa dahulu ada seorang pemudah gagah perkasa, yang ia menjaga kedekatannya dengan Allah. Semasa hidupnya hingga ia berhasil mengubah daratan menjadi lautan, menggemakan takbir pertama kali di Konstatinopel, dialah Muhammad Al-Fatih tidak pernah absen sedikitpun menyambut Rabnya melalui sholat malamnya. Begitulah kisah ini terdengar oleh jutaan telinga, ketika dokter Gamal Albinsaid dalam sambutannya menyampaikan kisah ini dengan sangat membara.
Sungguh agung keutamaan ibadah sholat malam. Inilah ibadah yang darinya Al fatih keluar sebagai pemenang dan terbaik.

Sahabatku…
Dalam letih disuatu malam, saat kantuk itu terasa berat mengantarkan kaki ini ke tempat wudhu. Pada saat itulah Allah melihat siapa di antara hambaNya, menuju kepadaNya dengan perasaan ikhlas dan bersemangat. Sebagian hamba memilih untuk melanjutkan tidurnya dan menebalkan selimutnya hingga ayampun berkokok. Lantas seperti inikah hamba yang permintaannya begitu tinggi kepada Rabnya?

Maha benar apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. ketika menjadikan sholat malam adalah ukuran kebaikan seorang laki-laki. Dalam Shohih Bukhari Juz ke 2, pada halaman 49, hadits nomor 1122, Rasulullah saw. bersabda “Sebaik-baik laki-laki adalah hamba Allah andaikata ia melaksanakan shalat malam.” ( H.R Bukhari )

Dalam maknanya, sang Maestro agung memberikan kesempatan siapa pun memperoleh gelar lelaki terbaik (Ni’marraju) sebagaimana diterangkan dalam riwayat Khafsah ra. tentang makna hadits diatas. Lelaki terbaik adalah yang selalu menghadirkan dirinya di sepertiga malam. Lelaki terbaik begitu asa menghendaki impian kebanyakan.
Lelaki terbaik yang tidak menikmati tidurnya hingga fajar menyingsing.
Lelaki terbaik yang melawan keletihannya dan menggatinya dengan kenikmatan berduaan dengan Tuhan semesta Alam, saat jutaan manusia tertidur lelap dengan mimpi-mimpinya.
Lelaki terbaik adalah dia yang mengadu dan menangis dihadapan sang Khalik atas mimpi yang ingin ia raih, lalu ia kuat dan tenang dengannya.

Itulah mengapa Muhammad Al-fatih adalah bagian dari kelaki terbaik itu, ketika mendapatkan sebuah anugera menjadi satu-satunya manusia yang diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw. tentang seorang pemudah yang akan menaklukkan konstatinopel.
Imam Bukhari dalam riwayatnya, yang terdapat dalam Tarikh Shoghir hal. 139 bahwa Rasulullah saw. bersabda ” sesungguhnya Konstatinopel suatu saat akan di taklukkan, sebaik-baik pemimpin adalah penimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya”. Rupa-rupanya lelaki yang di maksudkan adalah Muhammad sultan AlFatih.

Sahabatku…
Kita harus tahu, itulah segelintir kisah bagaimana Allah memuliakan hamba-hambanya, kemudian memenangkannya. Dan masih banyak kisah-kisah yang lainnya, dimana mereka tidak biasa dalam ketaatan. Dan ciri-ciri wajah mereka tenang akibat sholat malam mereka yang begitu dahsyat.

Allah yang maha Tinggi, juga mengabarkan bahwa dahulu hamba-hamba sebelum kamu, adalah Lambung mereka jauh dari pembaringannya. Allah swt. berfirman:
Lambung mereka jauh dari tempat tidur dan mereka selalu berdoa kepada Robb mereka dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka.” (QS. AS-Sajadah:16).

Ayat ini adalah sebuah legalitas langsung dari Allah. Ketika memuji perilaku hamba-hamba yang begitu takut dan memohon ampun kepadanya, entah hamba Nya dimasa lampau maupun di masa kini, melalui sholat malamnya. Tidak goyah sedikitpun, mereka mengamalkannya sebagai wirid harian.

Melihat kenyataan itu, bagaimana pendapatmu wahai sahabatku.
Masih kah bantal dan kasur empuk itu memanjakan tidurmu?
Masihkah kau belum termotivasi melakukan ibadah itu? Mengejar mimpimu bersama Allah?
Aku sangat tertarik memulainya sejak detik ini.
Dalam Tausiyahnya, dia yang telah diberi keluasan ilmu dan semoga Allah menjaganya. Disuatu peristirahatan, kalimat-kalimat yang disampaikannya sangat menyentuh. Ustadz Adi Hidayat merincikan beberapa keutamaan ibadah sholat malam ( Tahajjud), yang tidak akan didapatkan oleh orang-orang yang tidak tahajjud, sekalipun ibadah wajibnya sangat khusyu.

Ayat itu dijelaskannya sangat detail Qur’an surah Al-Isra ayat 78-81. Beliau menyebutkan 4 keutamaan diantaranya : 1. Orang yang senantiasa menjaga tahajjudnya, maka Allah akan mengangkat derajat dan karirnya ditempat terbaik. 2. Akan dimudahkan pekerjaannya, dan setiap ia memulai sesuatu. 3. Allah akan lepaskan segala kesulitan yang dihadapinya. Dan yang terakhir 4. Allah yang akan menolongnya secara langsung jika ada bahaya menimpanya.

Apakah kita tahu? Bahwa tidak semua para sahabat menjadi ustadz, orang yang alim, namun sebagian mereka adalah pebisnis, atau pedagang.
Abu bakar misalnya seorang diplomat yang sangat ulung, disamping itu beliau pebisnis.
Ustman bin Affan seorang pedagang yang luar biasa.
Abdurrahman bin Auf seorang yang luar biasa manajemen bisnisnya dan paling kaya saat itu di kota Makkah dan Madinah.

Kita tahu apa yang terjadi?

Abu bakar, Utsman, Ali, Abdurrahman bin Auf, juga Abu Dzar Al-Gifari, seorang sukses dalam dunianya dan tidak perna rugi dalam bisnisnya, selalu untung. Bahkan Abdurrahman bin Auf punya modal pakaian saja, dalam waktu 3 bulan di Madinah, jadi orang kaya nomor 3. Hartanya seperempat 80.000 Dinar, modalnya cuman pakaian bekas.

Sekarang 1 dinar setara 2,5 juta. Jadi kalau ditotalin kurang lebih 3 Triliyun hanya dalam waktu 3 bulan. Untanya 10.000 ekor dalam 3 bulan. Sekarang 1 ekor kurang lebih 15 juta paling murah. Dombanya tak terhitung. Setelah 1 tahun, Abdurrahman bin Auf menjadi orang terkaya di Madinah saat itu, yang kapaknya saja terbuat dari emas.

Lalu bagaimana dengan kita? Apa yang sudah dapatkan selama 3 bulan?

Mari kita lihat apa yang terjadi?
Mereka para sahabat, yang kesibukannya luar biasa, mengurusi masyarakat yang dipimpinnya, dinas kesana kemari, tentu sangat sibuk. Tetapi jangankan wajib, ibadah sunnah saja mereka jaga. Mereka tidak meninggalkan sholat tahajjud.
Demikian kata beliau dalam kajiannya.

Sahabatku.
Semoga sajian ini mengispirasi.
Bangun disepertiga malam! Bersiaplah menyambut kesuksesan.

 

 

by : Jufri Abu Utsaimin.

(Dai Wahdah Islamiyah Depok)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: