DPW DKI Jakarta dan Depok

Beginilah Proses Evakuasi Mayat Berlumpur Mengeras di Petobo

Tim SAR Wahdah Peduli bersama SAR Basarnas, TNI, dan relawan lokal sedang melakukan evakuasi korban tertimbun lumpur yang sudah mengeras. Petobo, Palu, Selasa (02/10/2018) Photo. Media Lazis wahdah
0 129
Tim SAR Wahdah Peduli bersama SAR Basarnas, TNI, dan relawan lokal sedang melakukan evakuasi korban tertimbun lumpur yang sudah mengeras. Petobo, Palu, Selasa (02/10/2018) Photo. Media Lazis wahdah

Beginilah Proses Evakuasi Mayat Berlumpur Mengeras di Petobo

  • Lumpur mulai mengeras
  • Relawan temukan 3 jenazah orang dewasa dengan posisi melindungi anak kecil

 

(Palu) wahdahjakarta.com- Memasuki hari keempat pasca gempa dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah, Relawan kemanusiaan dari berbagai unsur terus melakukan evakuasi.

Sebanyak 17 Relawan Wahdah Peduli bersama Relawan Basarnas, Relawan Lokal melanjutkan evakuasi jenazah korban gempa di Kelurahan Petobo, Kecamatan Birobuli, Palu Sulawesi Tengah, pada Selasa (02/10/2018).

Petobo termasuk salah satu daerah terdampak gempa yang paling  parah dan mencengangkan. Informasi dari warga sekitar, selain menggulung bangunan juga tiba-tiba muncul lumpur menyembur ke permukaan dan menimbun area radius 4 Km. Diperkirakan 700 jiwa yang terkubur hidup-hidup.

Memasuki hari keempat ini masih banyak jenazah yang terperangkap lumpur sudah mulai mengeras yang belum dievakuasi. Sesuai arahan  Basarnas, karena medan berat dan berlumpur maka harus hati-hati ketika melakukan evakuasi karena lumpur yang bisa menyebabkan infeksi.

Masuk di pinggiran Perumahan Petobo, Tim Wahdah Peduli menemukan banyak mayat yang tertimbun lumpur yang mulai mengeras. Bersama SAR Lokal yang sudah lebih dahulu berada di lokasi, berusaha mengeluarkan jenazah yang semakin digali semakin memperlihatkan 4 jenazah dengan perkiraan 3 dewasa dengan posisi melindungi anak kecil.

Tak jauh dari tempat tersebut juga ada jenazah perempuan dengan kepala yang sudah berulat dan sebagian anggota badan masih tertanam di lumpur.

Terlihat pula dari pinggiran lumpur ada kaki bayi yang diperkirakan di bawahnya banyak mayat, ditandai dengan genangan air yang berwarna merah gelap dan bau menyengat.

Pukul 12.08 akhirnya ada 3 jenazah yang berhasil di evakuasi dan dibawa ke RS. Bayangkara Palu untuk diotopsi.

Tadi dari PU sudah menerjunkan alat berat untuk membuka jalanan Petobo yang tertimbun lumpur ()

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: