DPW DKI Jakarta dan Depok

Bentrokan di Masjid Jogokariyan Berakhir Damai, PDIP Minta Maaf

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz. M. Fanni Rahman (kiri berpeci) dan Ketua DPC PDIP usai mediasi
0 154
Jama’ah Masjid Jogokariyan berjaga-jaga menghalau perusuh

(Yogyakarta) wahdahjakarta.com -, Keributan antara massa PDIP dengan Pemuda Masjid Jogokariyan, Ahad (27/01/2019) sore kemarin, telah  diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Pengurus PDIP wilayah setempat langsung meminta maaf sementara pihak Masjid Jogokaryan tidak memberikan keterangan.

Bentrokan tejadi usai acara deklarasi dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo–Ma’ruf Amin di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Bentrokan bermula ketika pada pukul 16.05 WIB, massa PDIP melintas di depan Masjid Jogokariyan dan merusak bendera, spanduk Hizbulloh, serta mem-bleyer-bleyer (menggeber gas) sepeda motor di Masjid Jogokaryan.

Selanjutnya, Pemuda Masjid Jogokariyan keluar dan mengadang serta mengejar massa PDIP. Lalu terjadilah cekcok mulut. Pada saat itu sempat terjadi ketegangan di antara kedua belah pihak.

Pada pukul 17.15 WIB, kedua belah pihak difasilitasi oleh Bawaslu, Polsek Mantrijeron, dan Koramil 09/MJ melaksanakan mediasi di Pendopo Kecamatan Mantrijeron.

Mediasi dihadiri oleh Camat Mantrijeron, Kapolsek Mantrijeron, Danramil 09/MJ, Bawaslu, Panwas Kecamatan Mantrijeron, Ustadz M Fanni Rahman (Ketua Takmir Masjid Jogokaryan), Junianto (Ketua DPC PDIP Kecamatan Mantrijeron/Caleg DPRD Kota Yka dari PDIP wilayah Mantrijeron), dan Darrohman (Ketua FJI DIY).

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz. M. Fanni Rahman (kiri berpeci) dan Ketua DPC PDIP Mentrijeron Junianto usai mediasi.

Ustadz M Fanni Rahman meminta agar pihak PDIP setempat segera minta maaf ke Masjid Jogokariyan Mantrijeron. Permintaan ini disambut baik pihak PDIP.

Ketua DPC PDIP Mantrijeron Junianto mengatakan, “Saya sebagai yang dituakan di DPC PDIP Mantrijeron apabila ada suatu hal yang salah di antara temen kita dari Jamaah Masjid Jogokariyan, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.”

“Sekali lagi saya minta maaf apabila temen saya ada yang salah, dan akan saya temukan besok (Senin, 28/01/2019, Red) antara Saudara Kelinci dan pihak Jamaah Masjid Jogokariyan untuk meminta maaf. Saudara Kelinci akan saya hadirkan secepatnya bertemu dengan jamaah Masjid Jogokariyan.”

Setelah diadakan mediasi selanjutnya dilaksanakan konsep perdamaian antara kedua belah pihak dan membuat Surat Pernyataan. Pukul 19.35 WIB, kegiatan mediasi selesai dalam keadaan aman dan lancar.

Dari mediasi kedua belah pihak, didapat keputusan untuk saling menjaga kondusifitas wilayah Mantrijeron bersama-sama. []

Sumber: Hidayatullah.com

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: