DPW DKI Jakarta dan Depok

Bertaubat Tapi Tidak Menyesal, Sahkah Taubatnya?

0 252

Bertaubat Tapi Tidak Menyesal, Sahkah Taubatnya?

Pertanyaan:

Sahkah Taubat tanpa disertai dengan penyesalan atas dosa pada masa lalu? apa makna penyesalan sebagai syarat diterimanya taubat?

Jawaban:

Pertama,

Syarat Taubat yang benar adalah;

  1. Meninggalkan
  2. Menyesali dosa yang telah Lalu.
  3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut

Jika Taubat dari kezaliman kepada sesama hamba berupa kezaliman dalam harta, kehormatan, atau jiwa maka dipersyaratkan syarat yang keempat yaitu meminta kehalalan dari pemilik hak atau mengembalikan hak kepada pemiliknya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada hambaNya untuk melakukan taubat nasuha;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). (QS.At-Tahrim ayat 8).

Imam Al-Baghawai berkata, “Para ulama berbeda pendapat tentang makna taubat nasuha”.

Menurut Umar Bin Khattab Ali bin ka’ab bin Muadz Bin Jabal radhiyallahu ‘anhum,

Bahwa taubat nasuha adalah seseorang bertaubat kemudian tidak kembali kepada perbuatan dosa tersebut sebagaimana susu tidak kembali kepada sebagaimana air susu tidak kembali kepada asalnya”.

Hasan Al Bashri berkata,

Taubat nasuha adalah seseorang menyesali dosa yang telah lalu disertai Azzam tekad untuk tidak mengulanginya”.

Al-Kalbi berkata;

Taubat nasuha adalah beristighfar dengan lisan menyesali dengan hati dan menahan anggota badan dari mengulangi perbuatan dosa”.

Said bin Musayyib berkata;

Taubat Nasuha adalah Taubat yang tulus dari jiwa kalian yang paling mendalam”.

Al-Qurthubi taubat nasuha harus mencakup empat hal, (1) Istighfar dengan lisan (perkataan), (2) Meninggalkan dengan anggota badan, (3) Hati bertekad untuk tidak mengulangi dosa, dan (4) Menjauhi teman-teman yang buruk. (Tafsir Al-Baghawi, 4/430-431).

Kedua

Penyesalan merupakan syarat utama atau rukun taubat yang paling agung dari Abdullah bin Muhsin bin Muqrin dari Ayahnya, dari  Abdullah Bin Masud radhiyallahu Anhu, beliau berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

“النَّدَمُ تَوْبَةٌ”

Sesal Itu Taubat” (HR Ahmad 4012 dan dishahihkan oleh al-Albani).

Sebagian ahli ilmu berkata cukuplah seseorang itu dianggap bertaubat Jika dia menyesal karena Penyesalan akan membuat seseorang meninggalkan dosa dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa sebab meninggalkan dosa dan bertekad untuk tidak mengulangi nya muncul dari penyesalan Bukan dari yang lainnya Fathul Bari 13471

Al-qari rahimahullahu berkata Sesal Itu Taubat karena dia mengandung konsekuensi yang lain yaitu meninggalkan dosa dan berazam atau bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa serta mengembalikan hak-hak sesama manusia

Maksudnya menyesali menyesali dosa karena menganggap dosa tersebut sebagai maksudnya menyesali perbuatan maksiat karena dia merupakan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. [sym].

Sumber: https://islamqa.info/ar/289765

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: