DPW DKI Jakarta dan Depok

BKsPPI: Orang Yang Antipoligami Tidak Paham Islam

0 171
Dewan BKsPPI KH. Didin Hafidhuddin 

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-indonesia (BKsPPI), KH. Didin Hafidhuddin mengatakan, orang yang antipoligami tidak paham Islam.

“Padahal poligami itu kan bagian ajaran Islam. Kita harus yakin dengan ajaran itu, tapi implementasinya ada persyaratannya,” ujar Kyai Didin sebagaimana dilansir dari Republika.co.id, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, kemungkinan orang yang antipoligami hanya melihat praktik poligami yang tidak sehat. Dia tak menampik, banyak suami tak bertanggung jawab yang mempraktikkan polgami.

Dekan Fakultas Pasca Sarjana Universita Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu menegaskan syarat berpoligami tertulis jelas dalam Alquran QS An-Nisaa’. Dalam surah itu dijelaskan, poligami diizinkan asalkan bisa berlaku adil dalam segala hal, kecuali adil dalam cinta. Sebab, cinta dan kasih sayang tidak bisa dibohongi dan lebih condong pada seseorang.

“Banyak yang berpoligami berhasil, anaknya baik, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, jangan dikira orang yang tak berpoligami berhasil, banyak yang tak berhasil mendidik anak dan keluarga kok. Tergantung individu, keinginan, sikap,” tutur dia.

Didin menekankan tidak ada ulama yang menekankan bahwa poligami bukan ajaran Islam. Pada zaman jahiliyah, ada seorang yang memiliki perempuan lebih dari 10.

Dia mengungkapkan, konon ada pria yang merupakan kepala suku itu masuk Islam. Nabi memintanya memilih empat dari istri-istrinya dan meninggalkan enam lainnya dengan cara baik-baik. “Jadi memang itu pembatasan dari satu situasi dan kondisi,” ujar dia.

“Kalau misalnya tak mampu, jangan berpoligami, jangan merusak dirinya, keluarganya, dan ajaran Islam. Kalau mampu, silakan. Buktikan bahwa poligami itu memberikan kebaikan, bukan semata-mata nafsu saja,” kata Didin.

Menanggapi pendapat yang mengatakan poligami bukan ajaran Islam, ia menyatakan,  itu sudah merupakan pendapat yang usang.

“(Poligami bukan ajaran Islam) itu sudah ada pendapat dari dulu, orientalis mengatakan itu (bukan ajaran Islam),” ungkapnya. []

Sumber: Republika.co.id

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: