DPW DKI Jakarta dan Depok

BNPB: 62 Meninggal Dunia dan 584 Hilang Akibat Tsunami Selat Sunda

29

(Jakarta) wahdahjakarta.com -, Dampak tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB.

“Data dampak tusnami sampai dengan 23 desember desember pikul 10 WIB, jumlah korban meninggal 62 orang, luka-luka 584 orang,   hilang 20 orang, 430 unit rumah rusak berat  9 unit hotel rusak berat dan 10 kapan rusak berat”, jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Ahad (23/12/2018).

Data ini kata Sutopo terus bergerak naik. Artinya  data korban jiwa maupun kerusakan ekonomi akan bertambah, mengingat belum semua wilayah dapat didata. Petugas masih terus melakukan pendataan.

“Daerah yang paling terdampak parah adalah di kabupaten Pandeglang yaitu kawasan wisata dan permukiman sepanjang pantai dari tanjung Lesung, Sumur, teluk Lada, Panimbang dan Carita,” ungkapnya.

Oleh karena itu lanjut Sutopo saat ini sedang disiapkan akan  dilakukan survei pemetaan dengan menggunakan pesawat terbang yang dilakukan oleh TNI, PBB mengerahkan Helikopter.

Faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara  pasti. Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. BMKG masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebabnya.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan”, pungkasnya.

Sumber: Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: