DPW DKI Jakarta dan Depok

BNPB: Masa Tanggap Darurat Gempa Sulteng Diperpanjang 14 Hari

0 149
BNPB: Masa Tanggap Darurat Gempa Sulteng Diperpanjang 14 Hari
Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers kemarin, rabu (10/10/2018)

BNPB: Masa Tanggap Darurat Gempa Sulteng Diperpanjang 14 Hari

(Jakarta) wahdahjakarta.com- Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat gempa Sulteng. Keputusan  perpanjangan masa tanggap darurat ini disampaikan BNPB melalui konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (11/10/2018) siang.

Menurut Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Puspo Nugroho, keputusan ini diambil atas usulan Pemprov Sulteng sebagai respon atas permintaan dan aspirasi masyarakat terdampak gempa.

Sebelumnya dikabarkan bahawa masa tanggap darurat gempa Sulteng akan diakhiri hari ini. “Pada rapat tanggal 8 Oktober 2018 yang lalu disepakati evakuasi harus sudah dihentikan pada hari ini, tanggal 11 Oktober 2018”, ujar Sutopo.

“Karena pertimbangan-pertimbangan medis psikologi sosial dan agama namun masih adanya beberapa anggota masyarakat yang meminta evakuasi dilakukan maka diperpanjang satu hari. Besok  (12 Oktober 2018) betul-betul harus berhenti. Pencarian penyelamatan dan evakuasi korban akan berakhir pada tanggal 12 Oktober 2018, evakuasi secara resmi dihentikan 12 Oktober 2018”, terangnya.

Akan tetapi karena berbagai pertimbangan maka masa tanggap darurat yang sedianya akan diakhiri Jum’at (12/10/2018) besok diperpanjang sampai dua pekan ke depan, dimulai tanggal 13 sampai dengan  26 oktober 2018.

“Masih  banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana, pembangunan huntara (hunian sementara), penanganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangunan, dan lainnya, maka diperlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat”, jelas Sutopo menyampaikan keputusan Gubernur Sulteng.

“Untuk  itu tanggap darurat diperpanjang 14 hari kedepan 13 sampai dengan 26 oktober 2018”, pungkasnya.

Hingga Hari ini, Kamis (11/10/2018) pukul 13.00 WIB menurut BNPB jumlah korban terdampak gempa telah mencapai 2073 orang korban meninggal dunia, 10679 korban luka-luka, 87725 pengungsi, dan korban hilang 680 orang. Sementara  korban terdampak gempa yang telah dievakuasi mencapai 18353 orang dengan rincian 16224 melalui jalur udara, 1908 melalui jalur laut, dan 221 melalui darat (evakuasi mandiri).

Sedangkan fasilitas bangunan yang rusak; rumah tinggal 67310 unit, dengan rincian kota di kota Palu 65733 unit, Sigi 897 unit dan Donggala 680 unit. Fasilitas  ibadah yang rusak dilaporkan 99 unit. Adapun fasilitas Kesehatan yang rusak 22 unit, dengan rincian 3 Rumah Sakit  (RS), 10 Puskesmas 4 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan 5 Puskesmas Desa (Pusdes) Puskes. Sementara fasilitas pendidikan yang dilaporkan rusak  662 unit. [fry/sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: