DPW DKI Jakarta dan Depok

Korban Meninggal Gempa Sulteng 2.010, BNPB Putuskan Akhiri Masa Masa Tanggap Darurat

0 141
penghentian masa tanggap darurat gempa sulteng.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB ketika dimintai keterangan tentang penghentian masa tanggap darurat gempa sulteng.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Memasuki hari kesebelas pasca gempa Sulawesi Tengah jumlah korban meninggal yang ditemukan capai 2.010.
“Semua korban meninggal telah dimakamkan di pemakaman umum maupun yang diambil oleh keluarganya untuk dimakamkan di pemakaman keluarga, ” ujar Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho pada konfrensi Pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (09/10/2018) siang.

Ada 10.679 korban yang mengalami luka-luka, 2.549 diantaranya mengalami luka berat dan 8.130 lainnya mengalami luka ringan.

Sementara jumlah korban hilang dilaporkan sebanyak 671 orang yang hingga saat ini masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, Relawan, maupun masyarakat yang dikoordinir oleh Basarnas.

Untuk pengungsi yang tercatat sebanyak 82.775 orang, semenjak 8 oktober lalu sudah direncanakan relokasi hunian sementara untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

“Di tenda itu tidak enak, panas, apalagi bercampur seperti yang ada di tempat-tempat pengungsian.” ucap sutopo.

Ada pula sebagian pengungsi yang sudah dievakuasi keluar kota Palu sebanyak 8.276 orang, 6.157 diantaranya menggunakan jalur udara, 1.908 menggunakan jalur laut dan sisanya mengevakuasi secara mandiri ke Maros melalui jalur darat sebanyak 211 orang.

Untuk penanganan pangan, BNPB mencatat ada 16 titik dapur umun yang tersebar di wilayah pusat bencana yang ditangani oleh Dinas Sosial dan Tagana dari kabupaten sekitar.

Selain itu ada pula dapur umum yang dikelola oleh lembaha dan organisasi sosial. Wahdah Islamiyah membuka dua posko, di Palu dan Pasangkayu Sulbar.
Untuk bantuan logistik, obat2an dll. sudah banyak berdatangan baik dari negara sahabat, NGO, maupun organisasi kemanusiaan di dalam negeri.

Melihat keadaan yang sudah mulai membaik dibanding pada hari-hari awal ketika gempa terjadi. Berdasarkan keputusan gubernur Sulteng, BNPB mengumumkan evakuasi tanggap darurat korban akan diakhiri pada tanggal 11 Oktober besok, sehingga untuk evakuasi korban yang masih tersisa akan di maksimalkan sebelum jatuh tempo.

“Karena Tim SAR juga punya tugas lain dalam hal penanganan bencana, maupun kemanusiaan, dan tempo pencarian korban juga kami menyesuaikan dengan undang-undang”, tutur sutopo.

Beberapa pertimbangan lain berdasarkan Rapat Koordinasi dengan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola adalah bahwa korban yang dievakuasi sudah banyak yang rusak dan sulit dikenali akibat kondisi jenazah yang sudah melepuh, sehingga begitu ditemukan langsung dimakamkan karena berpotensi menyebabkan penyakit.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menyampaikan agar dipertimbangkan untuk tidak melanjutkan evakuasi, sehingga lokasi bencana diusulkan agar menjadi tenpat penguburan massal dan masyarakat akan dibangunkan tempat lain untuk tinggal diluar lokasi bencana.

Untuk pencarian korban hingga hari ini, BNPB mengerahkan sekitar 25 alat berat, 7 diantaranya sudah beroperasi di Petobo, 5 di Balaroa, dan akan dilakukan pencarian dengan menggunakan eskavator amphibi sebanyak 6 unit di wilayah Jono Oge, kab. Sigi karena wilayah evakuasi masih sangat basah oleh lumpur. (fry)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: