DPW DKI Jakarta dan Depok

Cerita Guru Ngaji Yang Terima Bantuan Pangan Program Tebar Sembako

Dimasa pandemi Covid-19 pun Muhammad Waulat tiada hentinya untuk tetap mengajar, meskipun pengajaran yang dilakukan menggunakan teknologi berbasis online maupun off line.

Cerita Guru Ngaji Yang Terima Bantuan Pangan Program Tebar Sembako
127

Muhammad Waulat Guru Ngaji Asal Ambon yang Tak Patah Semangat

Langkah dan semangat yang kuat dalam memberikan pengajaran Al quran kepada peserta membuat seorang guru pengajar yang bernama Muhammad Waulat berusia 36 tahun memiliki keinginan besar untuk menyebarkan ajaran Islam.

Dimasa pandemi Covid-19 pun Muhammad Waulat tiada hentinya untuk tetap mengajar, meskipun pengajaran yang dilakukan menggunakan teknologi berbasis online maupun off line.

Bersama istri pria asal Ambon ditugaskan oleh ormas Wahdah Islamiyah untuk usai menjalani pendidikan dai selama setahun di Makassar.

Ada 5 kelompok ngaji yang di binanya, terdiri dari kalangan , anak-anak, pekerja bahkan ibu rumah tangga.

‘Alhamdulillahi. sebelum wabah Covid 19 ini terjadi, pengajiannya berjalan baik dan lancer, para peserta sangat semangat serta antusias”, ujar Dai asal Ambon Maluku. Materi yang di ajarkan adalah dirosah atau pembelajaran membaca Al quran khusus dewasa maupun tahsin dan ta’lim.

“Akan tetapi begitu mewabah Covid 19 semenjak bulan Maret itu, membuat semua aktifitas pengajian secara Offline tidak bisa berjalan sama sekali” ujarnya.

Waulat mengaku bahwa kondisi saat ini membuatnya sedih lantaran dirinya tak bisa bertatap muka dengan para murid. Namun, dengan besarnya jiwa seorang guru yang ada dalam dirinya, membuat ia tak mempermasalahkan.

Program Tebar Sembako Wahdah Islamiyah DKI Jakarta Sasar Para Guru Ngaji

Pengurus Wahdah Islamiyah DKI Jakarta Depok, yang memiliki program Tebar Sembako untuk Guru Ngaji yang melihat langkah sang guru langsung mengambil langkah untuk membuatnya kian bersemangat dengan menyambangi kediamannya.

Mendengar dan melihat kedatangan para relawan, dirinya mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian Wahdah Islamiyah yang memberikan suport dalam mengemban amanah tersebut.

Dirinya berharap apa yang dilakukannya bisa diikuti oleh para guru ngaji lain dan membuat generasi muda tak menghilangkan ajaran agama dan mampu membaca Al quran dengan lancar, sebagaimana ajaran Islam.

“Alhamdulillah kami sangat senang, karena sedikit dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan terutama masa pandemi ini. ujarnya

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: