DPW DKI Jakarta dan Depok

Coki Pardede dan Tretan Muslim Minta Maaf, Netizen: Lanjutkan ke Proses Hukum

0 143

Coki Pardede dan Tretan Muslim Minta Maaf, Netizen Lanjutkan ke Proses Hukum

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Komedian Coki Pardede dan Tretan Muslim akhirnya buka suara dan minta maaf atas  polemik yang timbul akibat konten video yang diduga berbau SARA yang mereka buat.

“Kami meminta maaf atas ribut-ribut yang kami buat kemarin. Karena itu berdampak sangat buruk pada orang terdekat kami, tertutama Majelis Lucu Indonesia yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya,” ungkap Coki dan Muslim dalam video berdurasi tujuh menit yang dipublish channel Youtube Majelis Lucu Indonesia pada Selasa, (29/10/2018) sebagaimana dilansir dari kiblat.net.

Coki Pardede dan Tretan Muslim belakangan menjadi perhatian pasca menguploud video memasak daging babi yang dicampur kurma di channel Youtube milik Tretan. Konten video tersebut dinilai telah menyinggung perasaan umat Islam. Bahkan, mereka berdua dianggap telah menistakan agama.

Dalam penjelasannya, video guyonan berbau SARA tersebut turut berdampak pada Majelis Lucu Indonesia (MLI), komunitas komedian yang mereka berdua merupakan anggotanya. Bahkan, acara MLI di Solo terpaksa dibatalkan karena adanya penolakan dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Sebagai tanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh komunistanya, Coki dan Tretan menyatakan mundur sebagai anggota MLI dan dunia hiburan Indonesia terutama stand up comedy. Mereka mengaku ingin fokus belajar ilmu komedi dan bertukar pikiran dengan pemuka agama.

 “Dan sebagai bentuk tanggung jawab kami dan konsekuensi juga, mulai hari ini memutuskan untuk tidak lagi bergabung dengan Majelis Lucu Indonesia. Kita mundur,” tukasnya.

Meskipun keduanya tealah menyampaikan permohonan maaf, namun netizen menganggap persoalan belum selesai. Pasalnya Coki dan Tretan Muslim belum mengakui kesalahan menista Islam dan tidak minta maaf atas pernyataan yang diduga menghina Islam. Keduanya hanya minta maaf karena ‘’ribut-ribut”.

Oleh karena itu di jagad maya tidak sedikit netizen yang masih meminta proses hukum tetap dilanjutkan. “Lanjut ke proses hukum, supaya manusia seperti mereka bisa berfikir dan menghormati Agama”, pinta netizen dengan nama akun Sekaruddin.

“Minta maafnya bukan karena melakukan kesalahan, tapi karena menimbulkan kegaduhan, karena akhirnya ribut/rama, Hhhhh”, kata Alfianto Wahhab menambahkan.

“Dilanjutkan ke pengadilan, biar jera”, tukas Habibi El Mandourah.

“Proses hukum saja, untuk pelajaran (bagi) yang lain”, tulis Yuli Nm.

“Penjarakan penghina Islam”, imbu Abu ‘Aisyah.

“Proses hukum tetap akan berlaku”, harap Ilham Al-Miqdad.

“Usut dan seret ke meja hijau”, ujar Dwi Diriyanto.

“Lanjutkan ke hukum”, usul Hery Susanto.

Sumber: kiblat.net.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: