DPW DKI Jakarta dan Depok

Dan Rasulpun Mengadu

0 294

DAN RASULPUN MENGADU
(Majelis Tadarus Sirah Part 106)
Oleh: Ustadz Murtadha Ibawi

Dituduh gila, dituduh sebagai tukang sihir, dituduh plagiat dari kitab suci lain. Dicemooh, dihina, direndahkan. Itulah balasan kaumnya. Kaum yang diajak berjalan menuju keselamatan.

Beliau tidak menginginkan bayaran. Tidak meminta upah. Jabatan? Kekuasaan? Sama sekali tidak. Beliau hanya ingin mereka selamat. Itu saja.

Risalah yang beliau bawa itu akan ‘go international’. Akan menjangkau seluruh penjuru bumi. Allah sudah kabarkan itu sejak awal. Namun bukankah kaum beliau yang yang terdekat yang lebih berhak mengenyam manisnya hidayah sebelum orang-orang jauh?
.
Namun..
Begitulah balasan mereka.
.
Dan setelah semua tuduhan itu tidak terbukti, mereka masih meminta yang aneh-aneh.
Mengapa tidak diturunkan malaikat? Mengapa kita tidak bisa melihat tuhan? Mengapa kitab sucinya itu tidak turun sekaligus saja? Dst.
.
Mereka tetap menyombongkan diri, menolak kebenaran.
“Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, ‘Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita?’ atau ‘Mengapa kita (tidak) melihat Tuhan kita?’. Sungguh, mereka telah menyombongkan diri dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezhaliman)” (QS. Al Furqan: 21).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengadu..
Kepada Dzat yang mengutusnya..
Kepada Rabbul ‘alamin, Rabb semeta alam..
.
Ketika seorang rasul mengadukan kaumnya kepada Rabbul ‘alamin, itu pertanda masalah yang dihadapinya sedemikian berat.
.
Nabi Nuh pernah mengadukan kaumnya, “Rabbi.. kaumku mendustakanku..” (QS. Asy Syu’ara: 117).
Lalu kita tahu apa yang menimpa kaum Nabi Nuh itu. Tidak ada yang tersisa kecuali yang berada di atas kapal.
.
Kita juga tahu apa yang menimpa kaum Nabi Luth, Tsamud, ‘Ad, dan pengikut Fir’aun dan penentang para nabi terdahulu.
.
Dan hari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadu. Lalu Allah abadikan pengaduan sang Rasul itu dalam Kitab-Nya.
.
“Dan Rasul (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata, ‘Wahai Rabbi, sesungghuhnya kaumku menjadikan Al Qur’an itu sebagai sesuatu yang di-’hajr’ (tidak dipedulikan)..” (QS. Al Furqan: 30)
.
Allah ta’ala menjawab aduan itu, “Dan seperti itulah, Kami telah adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa (mujrimin). Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.” (QS. Al Furqan: 31)
.
Allah hibur nabi-Nya, itu adalah sunnatullah. Yang dialami pula oleh para nabi sebelum beliau. Orang-orang yang mengacuhkan Al Qur’an itu dicap sebagai “musuh” dan diberi predikat sebagai “mujrim”.
.
Lalu di beberapa ayat setelahnya dalam Surat Al Furqan itu Allah sebutkan bagaimana sunnatullah itu juga berlaku pada kaum-kaum penentang para nabi terdahulu. Allah kisahkan bagaimana kesudahan mereka, di dunia dan di akhirat.

Namun kiranya, penting untuk kita renungkan. Pengaduan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu masih berlaku hinga sekarang. Pengaduan itu menjadi abadi, berlaku hingga kini
.
Beliau mengadukan orang-orang yang tidak mempedulikan Al Qur’an. Para ulama menyebutnya “hajrul Qur’an”, yang artinya meningalkan Al Qur’an, tidak mempedulikan Al Qur’an. Tidak disentuh, tidak dibaca, tidak ditadabburi, tidak dipelajari isinya, lalu bagaimana mau mengamalkannya?
.
Semoga Allah beri taufiq kepada kita untuk bisa kembali kepada Al Qur’an. Kembali membaca dan mempelajari, lalu mengamalkan isi kandungannya.
.
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adukan itu. Semoga kita tidak masuk pula dalam golongan yang Allah beri predikat “musuh” dan “mujrim”.
“..dan seperti itulah, Kami telah adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa (mujrimin)..” (QS. Al Furqan: 31)
.
.
Referensi:
– TAfsir Ibnu Katsir
– Fii Zhilalil Qur’an
– As Sirah An Nabawiyyah Ash Shallabi
.
.
✍🏼
Murtadha Ibawi
Majelis Tadarus Sirah

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: