DPW DKI Jakarta dan Depok

Darah Itu Mengucur Demi Kita

Oleh : Ustadz Murtadha Ibawi

0 218

 

Majelis Tadarus Sirah Part 116

Hari-hari di fase Makkah adalah hari-hari kesabaran. Hari-hari penuh ujian dan tekanan. Bukan hanya cacian, tapi kekerasan hingga upaya pembunuhan.

Kesabaran masih menjadi kunci. Kaum muslimin masih diperintahkan untuk menahan diri. Belum boleh berkonfrontasi.

Imam Ahmad rahimahullah, salah satu yang merekam kisah ini dalam Musnad-nya. Bersumber dari guru besar umat, shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Hari itu Malaikat Jibril datang menemui Nabi ‘alaihis shalatu was salam. Beliau terduduk. Berlumuran darah. Musyrikin Makkah yang melakukannya. Lancang betul. Teganya mereka.

Tampak kesedihan mendalam di wajah yang indah bak purnama itu. Namun kesedihan itu bukan semata karena perihnya luka. Bukan.
.
Sedihnya itu, karena mereka menolak ajakannya. Kemana beliau mengajak? Tidak lain hanya kepada negeri keselamatan. Tidak ada tendensi duniawi sama sekali.
.
Beliau hanya ingin menyelamatkan mereka. Itu saja. Dan beliau tidak minta balasan apa-apa. Tidak harta, tidak tahta. Tidak minta apa-apa. Namun justru seperti ini balasannya.

Ibarat seorang yang mencoba menghalau laron-laron yang mendekat ke sebuah lilin. Dia halau sekuat tenaga agar laron-laron itu tidak terjilat oleh apinya. Namun, laron-laron itu tetap memaksa mendekat hingga habis terbakar.

Itu yang membuat beliau sedih.

“Apa yang terjadi padamu..?”, malaikat yang paling disegani penduduk langit itu bertanya kepada manusia paling mulia di muka bumi.

“Mereka yang melakukannya..,” jawab baginda Nabi.

“Maukah aku perlihatkan kepadamu sebuah ‘tanda’..?” Jibril bertanya.

“Ya, perlihatkanlah..”

Malaikat Jibril mengarahkan pandangan ke sebuah pohon. Jauh disana, di seberang lembah.

“Engkau panggillah pohon itu kemari,”

Sesuai perintah Jibril, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam panggil pohon itu.
Ajaib. Pohon itu mendekat. Hingga berdiri tepat di hadapan beliau.

“Perintahkanlah ia untuk kembali, dia akan kembali.”

Kembali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan pohon itu. Lagi-lagi ajaib, pohon itu kembali ke tempat sedia kala.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Jibril ‘alaihis salam, “Cukup..”

Ya. Cukup. Tanda kekuasaan Allah yang diperlihatkan malaikat Jibril itu sudah cukup. Tidak perlu ditambah lagi.

Subhaanallah..
Tergambar jelas betapa berat tekanan yang dialami oleh baginda Nabi_shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jibril kembali meyakinkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa menolong hamba-Nya itu mudah bagi Allah. Teramat mudah.

Sekedar membuat pohon berjalan, atau bulan terbelah, atau ditimpakannya gunung, itu sangat mudah. Sekedar membalas gangguan mereka terhadap Nabi-Nya, itu ringan bagi Jibril. Sekedar membinasakan kaum Quraisy itu juga mudah bagi Allah.

Namun bukan itu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang mengajarkan kepada para shahabatnya dan kepada kita semua: “inilah jalan itu”. Jalan menuju kemenangan.

Ada yang harus ditempuh, ada yang harus dipikul. Maka perlu kesabaran. Butuh keteguhan, disamping ketegaran dan keberanian.

Sunnatullah itu tidak akan berubah. Datangnya pertolongan itu ada pra syarat yang harus dipenuhi. Dan salah satu pemantik turunnya pertolongan adalah kuatnya kesabaran.

Sebagaimana sabda baginda Nabi, “Annan nashr ma’as shabr”. Pertolongan akan datang bergandeng beriringan bersama kuatnya kesabaran.

Ar ruhul Qudus, Jibril ‘alaihis salam juga mengajarkan kepada kita, sekuat apapun iman seseorang, menghiburnya di kala gundah itu perlu. Menguatkannya di saat rapuh itu penting. ‘Tawashau bis shabri’, saling memotivasi agar kuat kesabarannya itu wajib.

Terutama bagi mereka yang sama-sama berada di atas jalan perjuangan. Perjalanan ini butuh nafas panjang. Butuh kesabaran yang selalu prima.

Referensi:
– Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Fii Makkah, Dr. Yahya Al Yahya
– dll

✍🏼
Murtadha Ibawi
Majelis Tadarus Sirah

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: