DPW DKI Jakarta dan Depok

Majelis Tadarus Sirah (02): Di Senja Peradaban (2)

0 215

Majelis Tadarus Sirah (02): Di Senja Peradaban (2)

Oleh: Ustadz Murtadha Ibawi

Di Romawi, bangunan-bangunan fisiknya begitu megah. Tengoklah arsitekturnya. Tinggi, kokoh, megah, dan indah. Bahkan masih banyak ditiru hingga sekarang.

Istananya, tata kota beserta jalan-jalan dan sanitasinya, gedung-gedungnya, mengundang decak kagum hingga jengkal-jengkal sudutnya. Namun, ada persoalan besar di balik dinding-dinding itu.

Lihatlah Coloseum.

Keindahan justru bertolak belakang dengan polah tingkah manusia di dalamnya.

Di balik kemegahannya, disana dipertontonkan kesadisan, kekejaman, kezhaliman. Manusia diadu dengan binatang buas. Sorak sorai penontonnya, tua muda, pria dan wanita.

Peradaban macam apa ini? Apanya yang beradab?

Bukankah seharusnya semakin maju sebuah peradaban, justru semakin memanusiakan manusia?

Peradaban yang baik pastilah peradaban yang sejalan dengan fitrah penciptaan manusia. Bukan sebaliknya, justru mengangkat binatang kepada derajat manusia, atau merendahkan manusia kepada derajat binatang.

..أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ…

Artinya: “..mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi…” (QS Al A’raf: 179)

Bagaimana dengan Persia?

Baca di Majelis Tadarus Sirah (03)

Penulis: Murtadha Ibawi (Pengajar Sekolah Sirah Jakarta dan Pendiri Majelis Tadarus Sirah)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: